...****************...
Sudah lima tahun enam bulan, Adelilah modern terjebak di tubuh Adelilah figuran dalam dunia novelnya, yang bahkan karakter itu tidak pernah ditulis oleh Adel.
Dan sudah enam bulan pula semenjak Adel menjadi dayang Shenina, semakin hari Adel jadi semakin mengenal Shenina.
Shenina sang antagonis yang dia tulis selalu jahat pada pemeran utama adalah gadis yang tegas dan penyayang pada para pelayan terdekatnya, karna sikap tegasnya dia jadi tidak begitu lembut, dia juga putri yang selalu dimanja oleh keluarga Duke.
Dan hari ini adalah harinya!
Cerita yang dia tulis dan dia baca hampir setiap hari membuat Adel tidak lupa, episode pertama, pembukaan dari novel kekanakannya dulu.
Cerita di buka dengan pertemuan Pangeran Mahkota Feron dan pemeran utama Chairana. Ah itu semua karna Chairana tanpa sengaja melakukan kesalahan pada Shenina.
Irana yang merupakan putri seorang Baron miskin yang jatuh menjadi pelayan di istana kekaisaran bersama ibunya, bukan hal baru bila bangsawan miskin yang jatuh bekerja sebagai pelayan di kekaisaran.
Dan kisah yang dimulai saat--
"Apa anda sakit? Sejak pagi anda terus saja termenung." Tanya Shenina yang menatap Adel termenung menatap jendela.
Saat ini keduanya sedang berada di dalam sebuah kereta kuda yang saling berhadapan, menuju ke istana kekaisaran, karna ada panggilan dari yang mulia permaisuri, mungkin pelatihan untuk gelar putri mahkota yang akan segera diemban oleh Shenina.
Sedang memikirkan masa depan Mu, dan pertemuan terkutuk ini yang akan membuat hidup mu menderita.
Adel tersenyum manis, mana mungkin dia berbicara seperti itu, jika itu terjadi maka masalahnya akan jauh lebih panjang dari ini. Dan mungkin dia bisa dianggap aneh oleh Shenina.
"Iya putri, kepala saya sedikit sakit." Jawab Adel jujur, itu fakta, dia sudah memikirkan scane pertama, dan pertemuan yang akan menjadi titik mula segala drama kedepannya, dan mungkin segala drama itu akan menyeret Shenina ke dalam lubang kematian seperti yang Adel modern tulis di hidupnya dulu.
"Ya, satu minggu terakhir anda jadi aneh memang."
Adel hanya bisa tersenyum, tapi dia benar-benar mengkhawatirkan Shenina.
Hikkkkkkkk Hyaaaaaa!!!!
Brukh!!!!
Sepertinya kuda mengamuk, terjadi kecelakaan kereta kuda pada kereta yang mereka gunakan. Sebuah guncangan hebat terjadi.
"Putri Shenina!!" Adel langsung melemparkan tubuhnya untuk menahan tubuh Shenina agar tidak terluka. Hingga akhirnya punggung Adel terbentur menahan tubuh Shenina.
Kepala Adel berdarah, tapi dia tetap merasa baik-baik saja jika Shenina tidak terluka. Rasa bersalahnya kepada tokoh antagonis yang menderita jauh lebih besar dari rasa sakit itu. Adel tau, bahwa Shenina bisa menerima rasa sakit yang lebih besar karna tulisan yang dirinya buat.
"Anda baik-baik saja Putri? Apakah anda terluka, apa-apaan orang-orang ini, kenapa mereka tidak becus?! Apa mereka tidak tau ini kereta kuda Putri Shenina De--"
"Hentikan Delilah, kalau kau berisik terus darahnya akan keluar semakin banyak, jadi diam dan tenanglah Delilah."
Dengan cekatan, Putri Shenina mengusap darah yang mengotori wajah Adel, ia mengusap pelan tempat luka itu dengan sapu tangan kesayangannya.
"Tapi itu kan sapu tangan berharga putri."
"Diam Delilah, sekarang perintahnya diam dan ikuti kata-kata ku. At--"
Tidak jelas.
Pandangan Adel tidak lagi jelas, matanya berkunang-kunang, kepalanya agak pusing, wajah putri antagonis itu seperti berputar-putar, suara sang putri yang memanggil nama Adel terdengar jauh.
Bruk
Adel terjatuh dari kereta kuda ketika pintunya terbuka.
"Delilah!!" Pekik Shenina kuat, saat dia melihat dayang yang sudah enam bulan bersamanya jatuh nyaris mati demi melindunginya, melindungi tuan putri yang seperti iblis.
"Delilah?" Gumam seorang pria yang sudah menangkap tubuh Adel yang terjatuh.
Helaan nafas lega langsung terdengar dari Tuan Putri Shenina.
Pemuda itu, pria berambut perak yang menunduk dengan sempurna
......................
Delilah membuka matanya secara perlahan, dia mengerjapkannya beberapa kali guna meyakinkan pandangannya saat ini.
Tampak asing!
Atap-atap yang ada di atas tampak asing, ini bukan kediaman Count Ghiandra, juga bukan kediaman Duke Clauyen. Tapi ini juga pasti bukan dunia modern karna desainnya berbeda, bukan pula rumah bangsawan miskin, lantas dimana ini?
"Anda sudah bangun Lady Ghiandra?"
Perhatian Adel sepenuhnya beralih ke pria itu, pemuda dengan rambut perak dan mata berwarna merah segelap darah, tubuhnya tinggi, wajahnya tampan, hidungnya mancung, satu kata : sempurna! Kalau tampan adalah kekayaan, mungkin pria ini adalah yang paling kaya!
Eh sebentar!
kenapa aku ada disini? Harusnya kan aku menemani Putri Shenina! Dia akan melakukan pertemuan hidup dan mati sekarang!
"Dengan segala hormat, maaf Tuan, tapi kenapa saya ada disini ya?" Adel berusaha sesopan mungkin, mungkin saja pemuda ini statusnya lebih tinggi dari ayahnya.
Pasti begitu, coba lihat berlian yang berkilau dijasnya itu!
"Apa anda lupa Lady? Anda dan Lady Clauyen mengalami kecelakaan, kereta kuda saya kehilangan kendali dan menabrak kalian berdua. Untuk itu saya akan benar-benar bertanggung-jawab. Anda dan Lady Clauyen akan mendapat ganti rugi nanti." Dia sedikit menunduk, satu tangannya ia letakkan di dada, seolah tanda hormat dan permintaan maaf yang sekaligus.
Adel langsung mengingatnya! Ingatan kejadian di kereta kuda itu dengan cepat masuk menembus kepalanya.
Adel sudah ingat segalanya.
Dia jadi bisa bernapas dengan lega, karna dia punya satu kesimpulan lain sekarang. Bahwa Putri Shenina pasti juga ada di rumah ini. Mana mungkin dia melanjutkan pertemuannya dengan Baginda permaisuri saat dirinya baru saja mengalami kecelakaan kereta kuda.
Wah syukurlah, ada kebaikan dibalik kemalangan ini, setidaknya putri antagonis ku tidak bertemu dengan dua orang yang akan merusak hidupnya.
"Baiklah, kalau begitu dimana Putri Shenina?" Adel tersenyum manis, dia menatap pemuda itu tepat dimatanya, menanyakan dimana Shenina dengan mudahnya.
"Lady pergi ke istana kekaisaran, karna beliau dipanggil oleh Baginda permaisuri. Karna katanya Lady Clauyen tidak terluka, beliau melanjutkan perjalannya ke istana, dan menitipkan anda di rumah saya sampai dia kembali." Tambah pemuda itu menjelaskan dengan seksama.
ctaz!
Sepertinya baru saja tapi kewarasan Adelilah putus, hal ini benar-benar terjadi, sang putri berjalan mengikuti alur yang ia tulis. Putri Shenina bertemu dengan Chairana dan pangeran mahkota Feron tanpa di dampingi oleh Delilah.
"Kalau begitu saya harus segera menyusulnya! Tolong pinjamkan kereta kuda, karna sa--"
Pluk!
Tepat setelah Adel mencoba turun dari kasur, dia jatuh di tangan Pemuda itu. Itu semua karna kaki Adel terkilir dan dia tidak sanggup berdiri.
"Tolong duduk dan tenanglah, Putri Clauyen baik-baik saja. Makanya beliau pergi menemui Baginda permaisuri, jangan khawatir. Anda menunggu disini saja dengan nyaman."
Pemuda itu meletakkan tubuh Adel dengan lembut, duduk di kasur lembut khas bangsawan.
"Apa Putri benar-benar tidak terluka? Tetap saja, dia pasti shock, dia setidaknya harus istirahat kan?" Adel menatap mata pemuda itu, semakin dilihat, matanya semakin indah, mata merah gelap yang tampak bersinar itu.
"Lady Clauyen sungguh baik-baik saja. Saya juga sudah meletakkan salah satu ksatria kepercayaan saya untuk menjaga beliau."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 27 Episodes
Comments