Apa orang asing ini yang menculik ku? Terus bagaimana dia tau nama ku? Kalaupun tau kenapa penculik itu harus memanggil nama ku dengan penuh kelembutan begitu?
Saat mata Adel sudah terbuka sempurna, dia jadi bisa melihat dengan jelas, siapa pria yang sedari tadi mengusap wajahnya dan memanggil namanya dengan lembut.
Bagaimana bisa disaat dia dan Putri Shenina sedang menyamar, malah terjebak di tempat ini bersama dengan Duke Aiden dan juga pengawalnya.
Adel tidak tau ini kebetulan takdir atau kebetulan yang disengaja? Atau malah Adel sempat berpikiran yang menculik mereka adalah Duke Aiden dan pengawalnya?!
"Saya benci terjebak dengan perempuan di satu ruangan, tapi kalau itu Lady Adelilah, tidak keluar selamanya juga tidak masalah." Duke Aiden tersenyum manis tanpa tau malu. Bisa-bisanya dia berkata begitu di situasi saat ini.
"Anda! Apa--ehmp!"
Dengan cepat Aiden langsung menutup mulut Adel.
Aku yang bermasalah jika terjebak bersama mu disini selamanya!!!
Adel tidak pernah menulis bahwa dirinya dan Putri Shenina akan diculik oleh Aiden.
"Jangan berteriak sekeras itu, nanti mereka bisa dengar mengerti? Anda harus menurut kalau mau selamat." Bisik Aiden perlahan.
"Jadi maksudnya bukan anda yang menculik kami?" Sejujurnya hanya itu yang Adel pikirkan.
"Walau saya sangat ingin menikahi anda, sampai-sampai saya ingin melakukan segala cara termasuk mungkin ingin menculik dan mengurung anda agar segera di sisi saya, tapi saya bersumpah penculikan ini bukan ulah saya." Aiden jujur kali ini, sungguh bukan dia dalang penculikan ini.
"Kalau bukan anda, lantas siapa?"
Adel mengedarkan pandangannya, di sisi lain ada putri Shenina yang masih pingsan di pangkuan pengawal Aiden, pemuda berambut merah gelap dengan kulit sedikit gelap.
Mereka tampak terjebak di sebuah gudang tua yang tak terpakai karna disini banyak debu, barang-barang tak terurus dan banyak sarang laba-laba di sudut-sudut ruangan.
Ruangannya juga cukup gelap, hanya mengandalkan cahaya matahari dari sela-sela rumah.
"Benar, saya juga penasaran siapa dalang penculikan ini? Berani-beraninya dia menculik Lady Adelilah, sepertinya dia tidak tau bahwa anda adalah calon istri Duke Aiden. Ah~ saat saya tau siapa dalangnya, akan saya pastikan dia menyesali perbuatannya." Aiden menyeringai menyeramkan.
Sangat-sangat menyeramkan!
Walaupun Aiden tersenyum saat ini, tapi Adel bisa merasakan kegelapan dari aura yang terpancar disekitarnya. Jelas dan pasti, itu adalah senyuman kematian mengerikan versi Aiden!
Sepertinya Aiden benar-benar marah saat ini.
"Kalau itu pikirkan nanti saja, tapi kenapa anda bisa berakhir disini juga?"
"Tentu menyelamatkan masa depan Keluarga Fletting." Aiden menajamkan matanya serius. Dia lekat menatap retina Adel.
"Apa masalahnya memang seserius itu?" Tanya Adel yang sudah ikut termakan suasana serius yang Aiden bawakan.
Adel tau masalah ini pasti sangat besar, ada sesuatu yang sangat besar dibalik penculikan ini, karna ini termasuk masa depan keluarga besar Duke Fletting.
"Iya tentu saja sangat serius, kalau anda sampai tiada, saya tidak akan menikah, tidak ada penerus keluarga, tidak ada pula Duke selanjutnya, maka wilayah selatan Fletting dalam kekacauan."
Bisa-bisanya Aiden berkata begitu dengan wajah seserius itu seolah bersiap untuk perang.
"Seharusnya sejak awal saya tidak mendengarkan anda. Kalau begitu tolong selamatkan saya dan putri Shenina." Adel menyerah, pasrah saja, biarkan Aiden mau berkata apa, soalnya yang dalam kondisi tidak menguntungkan saat ini adalah pihak Adel dan Shenina. Mereka yang butuh bantuan Aiden.
"Baiklah."
Adel memang agak kesal dengan ocehan Aiden, tapi dia merasa lebih tenang ketika matanya bisa menatap sosok Aiden. Dia merasa lebih aman saat Aiden disisinya, karna Aiden itu kuat dan licik, Adel percaya Aiden bisa melindunginya.
Candaan Aiden, mampu menenangkan kekhawatiran Adel yang sebelumnya menggunung.
......................
"Ayo makan, bukankah kalian lapar?" Aiden tersenyum ramah menatap Adel.
Saat ini keempatnya sedang duduk bersama di meja, di sebuah tempat makan yang sederhana, katanya sih tempat yang sering Aiden kunjungi.
Sedikit mengingat kembali kejadian tadi, Aiden dan pengawalnya berhasil menyelesaikan masalah penculikan itu. Aiden bilang akan mengurus ini, dan akan memastikan siapa dalangnya, setelahnya dia baru akan memberitahu Adel dan putri Shenina.
Tidak butuh waktu lama bagi Aiden untuk menumpas para penculik itu, tingkat kekuatannya jauh beda. Aiden kan antagonis pria paling sadis, kekuatan fisik dan otaknya bukan main-main, jadi figuran seperti mereka tidak ada apa-apanya di depan Aiden.
"Jangan sampai Duke Clauyen tau, anda mengerti kan Tuan Duke?" Ulang Shenina lagi, memastikan janji Aiden yang akan mengurus masalah ini sendiri tanpa melibatkan Clauyen.
"Iya." Jawab Aiden malas, amat sangat berbeda ekspresinya ketika berbicara dengan Adelilah.
"Apa anda butuh yang lain Putri?" Tanya pengawal itu, yang bahkan sampai sekarang Shenina tidak mengetahui namanya.
"Iya, aku butuh. Katakan siapa nama mu?"
"Raikel, Tuan putri. Tidak memiliki nama belakang karena saya bukan bangsawan." Jawab ksatria itu. Ah akhirnya Shenina tau siapa namanya.
Dari cerita dan ciri-ciri yang Shenina ceritakan, Adel jadi tau kalau Raikel adalah ksatria yang sama yang mengawal Shenina ketika pergi ke istana kekaisaran.
"Kenapa anda tertarik? Ingin menjadikannya ksatria anda? Tidak saya izinkan, dia itu asisten penting saya." Kata Aiden terang-terangan.
"Sayang sekali, padahal sepertinya aku butuh orang seperti dia untuk menjaga ku." Shenina juga tak mau ragu-ragu, dia menjawabnya frontal dan terang-terangan. Soalnya saat bertarung tadi, kelas terlihat kemampuan Ksatria Raikel bukan kemampuan pasaran, dia memiliki keahlian khusus, dan Shenina bisa merasa aman jika disebelahnya ada ksatria sehebat Sir Raikel.
"Saya kira anda bercanda."
"Saya serius, jadi anda mau memberikannya pada saya?"
"Tidak." Jawab Aiden dengan tegas.
Adel diam sebentar, pun dengan Adel dia bisa melihat kehebatan Ksatria Raikel saat bertarung tadi. Walau dia tidak pernah menulis nama Raikel sebagai figuran, atau bahkan menuliskan kemampuan dan wajahnya, tapi harus Adel akui Raikel memang figuran yang hebat.
Mungkin bahaya akan datang untuk selanjutnya? Tuan putri Shenina butuh seorang ksatria yang hebat seperti sir Raikel untuk menjaganya!
Adel sepakat bahwa Shenina membutuhkan Sir Raikel.
"Apa tidak boleh? Tuan Duke, setidaknya biarkan Sir Raikel menjadi ksatria putri Shenina sampai beliau menjadi putri mahkota. Keamanan nya terancam, bagaimana jika putri Shenina nanti terluka?"
"Ma-maksud saya ... Kalau putri Shenina dalam bahaya, saya juga kan dalam bahaya, jadi kalau anda mau melindungi saya artinya anda harus membiarkan Sir Raikel ada di sisi Putri Shenina."
Mati! Apa yang aku bilang barusan! Tapi cuma itu satu-satunya cara yang terpikirkan!
"Kenapa? Kenapa saya harus membiarkan Raikel ada di sisi Putri Clauyen jika saya ingin melindungi anda, saya bahkan punya rencana yang lebih bagus. Berhentilah menjadi dayang, dan menikahlah dengan saya, tinggal di kastil saya, hidup bahagia bersama anak-anak kita, sederhana bukan?"
Wah, perkataan Adel benar-benar tercounter sempurna dengan argumen Aiden barusan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 27 Episodes
Comments