Chairana?

"Benarkah? Jadi semuanya biasa saja ya? Baguslah." Adel sedikit bisa bernapas lebih lega saat dia mendengar itu, artinya saat di istana barangkali Shenina tidak bertemu dengan Chairana dan Pangeran Mahkota Feron. Mungkin saja Putri Shenina benar-benar hanya bertemu dengan permaisuri saja.

"Ah, kalau diingat-ingat lagi, ada satu pelayan berambut pirang yang membuat kesalahan, dia hampir terjatuh dan pangeran mahkota Feron menangkapnya." Jelas Shenina singkat acuh tak acuh, dia tampak tidak peduli.

Deg!

Dalam sekejap pikiran Adel tenggelam, dia kembali mengingat scane itu, dimana hari itu gadis berambut pirang bermata biru sedang bekerja di istana kekaisaran, karna sedikit kecerobohannya dia jadi terpleset dan syukurlah ditangkap oleh pangeran mahkota Feron.

Itu cinta pada pandangan pertama!

Sejak awal, sejak pertama kali melihat Chairana, Feron sudah ditakdirkan untuk jatuh cinta, pun dengan Chairana. Keduanya sama-sama terpesona pada keindahan wajah masing-masing, keduanya terpana pada tatapan mata yang dalam itu, seolah ada sebuah firasat bahwa mereka ditakdirkan, begitulah pertemuan pertama yang berkesan itu terjadi.

Kekanak-kanakan memang, itu kan cerita yang Adel tulis saat dia masih remaja, bahkan Adel belum tau arti cinta sejati yang sesungguhnya ketika dia menulis kisah romansa itu.

Lalu dalam cerita yang Adel modern tulis, Shenina menghampiri mereka, dan cukup marah, tapi tidak di depan pangeran mahkota, melainkan di belakangnya. Di depan pangeran mahkota putri Shenina bertingkah biasa saja, padahal setelah itu, putri Shenina memanggil Chairana dan mulai memberikan beberapa hukuman. Bukan hukuman yang begitu tragis, mungkin hanya disiram dengan air biasa.

Begitulah isi chapter pertama dalam novel yang Adel tulis.

Terjadi!

Apakah alur itu benar-benar terjadi? Apa itu artinya Putri Shenina yang dia layani sekarang sudah menyiram Chairana dengan air?

Sungguh?

Hal yang Adel takutkan benar-benar terjadi sekarang?!

Adel menatap wajah putri sedikit ragu. "Lalu apa yang terjadi?"

"Apa lagi? Tentu saja aku memberi salam kepada pangeran mahkota, dan pergi menemui Baginda permaisuri, karna aku begitu banyak memiliki pekerjaan dengan yang mulia permaisuri."

Adel percaya!

Ekspresi itu bukan kebohongan! Enam bulan Adel bersama dengan Shenina, setidaknya dia tau sedikit soal kebiasaan Shenina yang tidak ia tulis dalam buku itu.

Syukurlah!

Jika Shenina jujur, Adel benar-benar lega! Setidaknya satu konflik di chapter pertama berhasil dilewati dengan damai.

......................

Awalnya Adel berpikir begitu, awalnya dia kira tidak akan ada pertemuan lagi karena dia tidak ingat menulis pertemuan kedua antara protagonis dan antagonis seperti ini.

Pada akhirnya, Adel menyaksikannya, acara minum teh yang diadakan putra mahkota dengan dua tamu yang Adel kenal, putri Shenina dan Chairana.

Sudah satu Minggu berlalu semenjak pertemuan Chairana dan Shenina. Adel ingat pertemuan kedua mereka adalah acara berburu nanti, tapi itu masih satu bulan lagi.

Soalnya selama jeda pertemuan itu, selama itu pula masa-masa romantisasi antara pangeran Feron dan Chairana. Tapi kenapa tiba-tiba ada acara minum teh begini, bahkan ada Shenina hingga Chairana.

Adel benar-benar yakin dia tidak menulis scane ini. Tidak ada scane acara minum teh pribadi begini.

Padahal sebelum pertemuan kedua antara protagonis dan antagonis, itu adalah cerita pertumbuhan cinta manis perlahan-lahan antara Chairana dan Feron.

Sudahlah, Adel harus mewajarkannya, karna siapa juga alur cerita sedikit berubah? Tapi kalau Putri Shenina cemburu lebih cepat, apa kematiannya akan datang lebih cepat?

Adel tidak mau itu! Adel tidak akan rela jika putri Shenina tiada dengan cara mengenaskan apalagi karna soal cinta seperti itu. Adel tidak rela!

"Sepertinya tidak seharusnya saya ada disini pangeran." Ujar Chairana, Irana tampak gugup, kelihatan dari tangannya yang gemetar, wajahnya yang gugup seolah tak nyaman. Dia hanya terus menundukkan kepalanya.

Benar-benar berbanding terbalik dengan Putri Shenina!

Adel berkata begitu karna saat ini Shenina terlihat anggun dan berkelas, sorot matanya tampak tegas, pundaknya yang tegap memberi kesan bahwa ia adalah bangsawan yang terhormat.

Adel kembali memperhatikan wajah karakter utama yang dulu dia tulis sepenuh hati dengan penghayatan. Seorang gadis bermata biru, berambut pirang yang begitu indah, kulitnya putih dan cantik, bibirnya tipis, dia sangat imut, benar-benar perawakan khas pemeran utama.

Tidak heran kalau Feron terpesona akan kecantikannya, karna Irana memang benar-benar secantik itu.

Dulu aku mendeskripsikan kecantikan nya seperti apa ya?

...Karna terlalu cantik, Chairana selalu mendapatkan tatapan iri dari Putri Shenina....

Adel melihat ke arah Putri Shenina, dia perhatikan sorot mata sang putri.

Nggak ada tanda-tanda iri tuh? Apa artinya aku bisa merubah alurnya sampai habis ya? Apa artinya Putri Shenina bisa selamat dan tidak mati?

...Bahkan kecantikan Chairana mampu membuat siapapun yang melihatnya sejak pandangan pertama, langsung jatuh cinta, termasuk pangeran mahkota Feron. Cinta semua orang semakin bertumbuh seiring berjalannya waktu karna sifat Chairana yang begitu baik, periang, rendah hati, dan ramah pada semua orang. Dia bagaikan matahari dalam wujud manusia, selalu menyebarkan cahaya dimanapun dia berada....

Tatapan Adel beralih ke pangeran Feron, benar saja, tatapan pangeran Feron hanya tertuju pada Chairana seorang.

Chairana tertunduk gugup, pangeran Feron memperhatikannya, dan Putri Shenina cembu--ah tidak tuh! Putri antagonis ku tampak biasa saja seolah tidak peduli? Hmm? Kenapa? Tapi baguslah! Dengan begitu konflik cinta panas mungkin bisa diredakan.

Adel hanya memperhatikan keadaan sekitar dari belakang Shenina, soalnya dia dayang, dan ini acara putra mahkota, tanpa izin sang pemilik acara, Adel tidak bisa ikut duduk bersama mereka.

"Kalian pasti sudah sangat lama menunggu ibu kan, Nak?"

Suara lembut, dan hangat itu perlahan terdengar mendekat, menyita perhatian Adel dan Shenina secara bersamaan. Keduanya bisa melihat siapa yang datang mendekat.

Dia adalah selir kaisar, Nyonya Vivian, ibu kandung dari pangeran Feron, selir kesayangan Baginda Kaisar.

Wajahnya cantik, perawakannya lembut, suaranya menenangkan, dalam novel yang Adel modern tulis. Nyonya Vivian yang merupakan ibu Feron bagai ibu peri untuk Chairana. Karna Nyonya Vivian yang membantu Chairana melewati banyak hal.

Nyonya Vivian juga yang mendukung Chairana dengan memberinya pendidikan etika, sosial, gaun dan mengajaknya ke berbagai pesta.

Dalam novel, kalau Putri Shenina punya Baginda permaisuri, maka Chairana punya Nyonya Vivian, selir yang paling kaisar sayangi.

"Ibu, terima kasih sudah datang." Sambut pangeran Feron.

"Selamat datang Nyonya, saya Shenina De Clauyen memberi salam." Shenina memberi hormat seperti biasanya.

"Silahkan duduk, oh ya ternyata ini Putri Duke Clauyen yang selalu dibanggakan permaisuri. Permaisuri selalu membanggakan mu untuk dijadikan putri mahkota nantinya. Putri Clauyen memang sangat cantik, lantas siapa gadis lebih cantik disini?" Nyonya Vivian langsung mengalihkan perhatiannya pada Irana yang masih gugup.

"Astaga, kalau kecantikan sebagai tolak ukur menjadi putri mahkota, bukankah yang paling cocok adalah gadis berambut pirang ini. Nak, siapa nama mu, dan dari keluarga mana kamu?" Lanjut Nyonya Vivian dengan senyuman yang tak pudar dari wajahnya.

Eh? Aneh? Adel tidak ingat menulis karakter Vivian seperti ini.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!