Bertemu lagi!

...****************...

Dan pada akhirnya disinilah Adel, ditengah-tengah antara dua antagonis yang paling keji di ceritanya, dan Adel ada diantara Shenina dan Aiden, penjahat tersadis di novel ini.

Jelas sekali, pertemuan ini bukanlah alur yang Adel ciptakan, ini adalah efek darinya yang sudah merubah sedikit alur cerita.

Harusnya Adel memang benar-benar melarang Shenina tadi, tapi Adel juga tidak tau bahwa Shenina akan membawanya ke mansion ini lagi. Siapa yang menduga Shenina akan membawa Adel ke tempat Aiden berada.

"Jadi, ada perlu apa Putri Clauyen dan Lady Adelilah ada disini? Meskipun begitu saya senang dengan kedatangan kalian." Sambut Aiden dengan penuh senyuman, dia tersenyum manis, Adel yakin itu tidak tulus dan hanya perangkap saja.

Coba lihat senyuman manis jebakannya itu! Aku bahkan belum mendengar kisah di istana kemarin dari putri Shenina, sekarang aku harus menghadapi keadaan ini? Astaga yang benar saja!

Adel bahkan tidak memiliki jeda waktu untuk membahas masalah istana dengan putri.

"Anda bertanya ada apa? Padahal sudah jelas bahwa kecerobohan anda menyebabkan dayang saya terluka parah. Anda harus bertanggungjawab. coba lihat dahinya, mungkin akan meninggalkan bekas luka. Anda tau kan arti bekas luka di wajah lady bangsawan?" Kini Shenina menatap Aiden dengan sinis walau hanya beberapa detik saja, karna dia masih berusaha menghindari tatapan langsung dengan sepasang mata merah itu.

"Tanggungjawab atas bekas luka di dahi lady bangsawan ya? Apa Lady Adelilah tidak mengatakannya pada anda? Padahal kami sudah mendiskusikan nya kemarin saat beliau ada disini, benar kan Lady Adelilah?" Aiden beralih menuju wajah Adel, dia tersenyum manis penuh maksud ketika menatap wajah Adel.

Senyuman Aiden semakin lebar ketika wajah Adel sedikit berubah ekspresinya.

"Benar itu Delilah? Tanggungjawab apa yang dia berikan pada mu? Kenapa kau tidak memberitahu aku?" Kini giliran Shenina yang menatap ke arah Adel, apa Adel memang harus menjawab sejujurnya? Padahal dia pikir Aiden hanya bercanda karna coba menggodanya.

"Benar katakan padanya Lady, tanggungjawab seperti apa yang saya janjikan." Aiden bahkan tersenyum begitu.

"Delilah?"

"Perhiasan!"

"Pernikahan!"

Jawab Adel dan Aiden bersamaan.

"Apa?"

Shenina mengerutkan dahinya seketika, jawaban ini sangat tidak terduga olehnya.

"Saya pikir luka ini bisa sembuh dengan perhiasan Putri." Adel mencoba membujuk Shenina untuk berada di pihaknya.

"Tapi, seperti yang Putri Clauyen ketahui, bahwa bekas luka di wajah seorang lady bangsawan bisa menjadi sebuah masalah besar, karna itu saya ingin bertanggungjawab dengan menikahinya. Saya berjanji akan menjadikan Lady Adelilah sebagai satu-satunya istri saya, dan Duchess Fletting kedepannya. Anda bisa memegang janji saya." Timpal Aiden dengan bangganya.

Tidak!

Kalau sampai Aiden membicarakannya dengan Putri Clauyen, mungkin saja dia benar-benar tidak main-main dengan tanggungjawab itu, kan?

Lihat betapa paniknya wajah Adel sekarang, sangat lucu dan menggemaskan, layak untuk dilihat.

"Anda tidak setuju kan putri, anda tau saya bahkan masih 17 tahun, saya belum dewasa." Tambah Adel, dia berusaha mati-matian keluar dari genggaman Aiden. Adel memang ingin membantu Aiden keluar dari peran antagonis, tapi tidak begini caranya, masa dia benar-benar harus menjadi istri Aiden? Istri dari karakter novel yang ditulisnya sendiri?

"Hm, keputusan ini di luar tanggung jawab saya sebagai Putri yang dilayani dayang. Karna pembicaraan ini lumayan serius, lebih baik kita bicarakan lain kali dengan Count Ghiandra." Begitulah keputusan akhir yang diambil oleh Putri Shenina.

Hah?

Coba lihat wajah Adel! Apa dia tidak salah dengar? Padahal putri pasti tau siapa itu Aiden? Selicik apa dia itu? Tapi sang putri masih mau mempertimbangkan tawaran yang Aiden berikan?

Tidak! Apa-apaan ini!

"Baiklah, akan saya tunggu kabar berikutnya."

......................

Saat ini Adel sedang bersama Shenina menuju kembali ke rumah Duke Clauyen, ada banyak hal yang harus Shenina dan Adel bicarakan.

Shenina menatap Adel lekat-lekat.

Kalau dia menikah dengan Duke Aiden, Delilah bisa menjadi Duchess yang berstatus tinggi, dia menjadi wanita terhormat, dia akan jadi sangat kaya, hingga tidak seorang pun berani menyinggung nya sembarangan, itu bagus untuknya.

Shenina menimang-nimang keputusan yang akan dia ambil, Shenina menyukai latar belakang Duke Aiden, sangat cocok untuk dayangnya yang setia.

Tapi kepribadian Duke Aiden sangat buruk.

Dan ini adalah salah satu penghalang yang membuat Shenina ragu, karna kepribadian Duke Aiden sangat licik, seluruh orang di kekaisaran ini juga tau akan hal itu.

Meski begitu, Delilah bisa memiliki kehidupan yang baik, berkecukupan dan bestatus tinggi jika dia menikah dengan Duke Aiden. Tapi, apakah Delilah akan bahagia jika menikahi orang seperti Duke Aiden? Terlebih Delilah pasti tidak mencintainya?

Tapi kepribadian Duke Aiden benar-benar buruk.

"Permisi Putri, apa alasan anda termenung itu karna saya? Anda sedang mempertimbangkan untuk menolak tawaran Duke Aiden kan? Saya diberikan sekotak berlian saja sudah cukup." Adel tersenyum manis, dia tidak perlu dinikahi, dia hanya butuh uang yang banyak.

Adel harap Shenina akan mengerti itu, dan ikut membantunya meyakinkan Duke Aiden untuk bertanggungjawab hanya dengan perhiasan dan bukan pernikahan.

Karna Adel sendiri tidak ingin menikah dengan Aiden, dia juga tidak masalah dengan sedikit bekas luka di keningnya, tidak masalah, kecantikannya tidak akan luntur semua.

Yah walau Adel mengerti betapa masalah ini bisa menjadi sangat besar apabila luka kecil itu ada di wajah lady bangsawan.

"Kita akan bahas ini besok, aku butuh waktu untuk mempertimbangkan pendapat ku, keputusan ku, dan dimana aku berdiri, di pihak siapa aku." Jawab Shenina dengan tegas tanpa ragu. Ah, Shenina memang orang yang seperti itu, benar-benar calon putri mahkota yang sempurna secara keseluruhan.

"Baiklah."

Kalau Shenina sudah berkata setegas itu, Adel biasanya langsung menurut karna dia percaya, Shenina yang tegas akan mengambil keputusan paling masuk akal dan cukup logis untuk masalah ini.

"Kalau begitu, bagaimana dengan hari anda saat di istana? Apakah ada yang mengganggu? Atau tidak nyaman? Apa sesuatu yang besar terjadi saat saya tidak sebelah anda?" Tanya Adel dengan penuh rasa penasaran, juga tatapan khawatir yang tulus terpancar di matanya, Shenina bisa melihat kekhawatiran yang tulus itu.

Setidaknya saat mereka ada di dalam kereta kuda yang sama, dan tidak membicarakan soal Luka, kecelakaan, Duke Aiden maupun tanggungjawab yang ia tawarkan, Adel ingin membahas soal istana Kekaisaran yang terjadi kemarin saat dirinya tidak ada.

"Biasa saja, tidak ada yang menarik, semua pelayan tunduk takut padaku." Jawab Shenina dengan santainya, karna itu memang yang terjadi, bukan hal baru jika Shenina cukup ditakuti di istana kekaisaran, karna rumor yang beredar bahwa dia akan menjadi putri mahkota selanjutnya.

"Benarkah? Jadi semuanya biasa saja ya? Baguslah."

"Ah, kalau diingat-ingat lagi, ada satu pelayan berambut pirang yang membuat kesalahan, dia hampir terjatuh dan pangeran mahkota Feron menangkapnya."

Deg!

Terjadi!

Hal yang Adel takutkan benar-benar terjadi sekarang?!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!