#Misi ekstra

Bismillah.

"Astagfirullah, pake ketahuan pula, kan jadi panjang urusannya." ucap Zidan pelan.

Zidan segera bersembunyi agar tidak dilihat oleh anak-anak SMP itu.

"Nasib bener dah!" untung saja di dekat Zidan ada sebuah tempat yang memungkinkan dirinya untuk bersembunyi.

"Bismillah dulu, ketahuan nggak ketahuan masalah terakhir."

10 orang siswa dan siswi tadi segera berpencar untuk mencari keberadaan Zidan.

"Cari! Gue yakin ada orang tadi." suruh seorang anak laki-laki berseragam SMP seperti yang lainnya.

Hanya saja dia terlihat lebih berpengaruh dari pada teman-temannya, sedari tadi dia yang memberi intruksi pada semuanya.

Walaupun ada yang ogah-ogahan menuruti perintahnya, tapi mereka tetap mencari keberadaan Zidan.

'Ya Allah, semoga nggak ketahuan.' doa Zidan.

Sampai menahan nafasnya bahkan Zidan, dia membekam mulutnya sendiri agar tidak mengeluarkan suara apapun.

"Wira tidak ada siapa-siapa mungkin saja hanya kuncing, lebih baik kita pulang." ucap seorang perempuan berseragam SMP.

Gadis itu adalah salah satu dari 10 siswa-siwi tadi dan laki-laki yang dipanggil Wira itu, anak laki-laki yang terus saja memerintah teman-temannya yang lain.

"Kita tunggung yang lainnya dulu Dita." sahut Wira.

"Oke." pasrah Dita.

Wira melangkah maju di tempat persembunyian Zidan, hanya tempat itulah yang belum di cek oleh Wira.

Wira semakin mendekat untuk memastikan, apakah ada orang atau tidak dibalik tembok kecil itu.

Tembok yang hanya dapat dimasuki oleh satu oranag saja, Zidan mengintip dari lubang tembok, ada sedikit lubang di tembok itu.

Saat Zidan mengintip melalui lubang tersebut, dia bisa melihat jelas wajah Wira.

"Astagfirullah." kaget Zidan.

Dia kira tadi hantu, tapi ternyata bocah SMP yang wajahnya terlihat begitu sangar.

"Seperti bapak-bapak." ceplos Zidan tak sadar, kala melihat Wira.

Tinggal beberapa langkah lagi Wira akan mendekat ke arah Zidan, tapi tiba-tiba seekor kuncing muncul dari balik temobok itu

Wiau...wiau...wiau...!

Zidan tidak tahu datang dari mana kuncing hitam berbadan besar tersebut, seperti jatuh dari langit saja.

Tepat juga semua teman-teman Wira sudah kembali ke hadapannya.

"Apa gue bilang tadi Wira, kuncing lo nggak percanya sih." ucap Dita.

Akhirnya Wira kembali bersama teman-temannya, dia tidak jadi melihat tempat persembunyian Zidan.

"Hah!" Zidan menghela nafas begitu lega, saat tau jika Wira tidak jadi melihat tempat persembunyiannya.

"Mereka sudah pergi?" tanya Zidan entah pada siapa.

Bukan tidak mau melawan anak-anak SMP itu hanya saja, Zidan yakin dia akan kalah jika dia sendiri melawan 10 orang lebih.

Terlebih lagi, Zidan tidak ingin melakukan hal hal yang tidak baik, Zidan tidak terlalu senang jika harus memain kekerasan.

"Cabut!" perintah Wira pada semuanya.

Setelah mendengar Wira menyuruh mereka semua pergi, Zidan segera keluar dari tempat persembunyiannya.

Dia kira sudah aman tapi Zidan salah, ternyata Wira dan yang lainnya menyadari keberadaan Zidan.

"Astagfirullah." kaget Zidan.

10 orang lebih itu menatap Zidan dengan tatapan menyerinagi.

"Hai bang!" sapa Wira tak ramah sama sekali.

"Udah nyumputnya bang?"

Seketika Zidan jadi pura-pura begong saja.

"Hah! Nyumput apanya?" Zidan pura-pura tidak mengerti apa yang dikatakan Wira..

"Biar kita perjelas bang! Gusy!" ucap Wira.

Mulailah Zidan merasa was-was, nyawanya seperti terancan saja, berada di hadapan bocah-bocah SMP ini.

Ting!

(Lawan saja mereka Zidan ) sistem tiba-tiba memberikan intruksi pada Zidan.

Zidan mendengus dalam dirinya.

"Apa aku tidak salah dengar yang sistem lawan mereka! Cek! Bukan sistem sendiri tau jika aku memiliki fisik yang begitu lemah.

"Sama saja artinya aku menyerahkan diriku untuk dihajar habis-habisan oleh mereka semua bukan."

(Zidan tengan saja, bukankan sekarang kekuataan fisik Zidan sudah bertambah maka lawan saja.)

"Tapi apakah aku bisa menang melawan mereka semua sistem?" tanya Zidan ragu.

(Maaf Zidan, bukankah Zidan sendiri yang mengatakan jika kita tidak akan tau hasilnya, jika tak mencobanya. Bukan begitu Zidan.)

"Begini bukan sama saja, sistem tidak memberikan harapan untukku." dengus Zidan semakin frustrasi.

Tiba-tiba saja Zidan sudah di kepung oleh mereka semua.

"Serang!" suruh Wira.

Mereka semua maju secara bersama untuk menyerang Zidan, merasa nyawanya sudah sangat terancam Zidan akhirnya berusaha melawan.

Tak jauh dari tempat Zidan berada 2 orang siswi SMP sedang melihat kejadian itu, sebenarnya kedua orang itu sudah sedari tadi disana.

"Hana, itu siapa yang diserang Wira mereka?"

Benar, salah satu gadis itu Hana, adik dari Zidan. tadinya Hana memang akan pualng bersama Rian.

Tapi temannya Melia, mengatakan jika guru mereka sedang dikerjain oleh anak-anak lian, jadilah Hana dan Melia mengikut Wira dan yang lainnya.

Benar dugaan mereka, jika salah satu guru perempuan di sekolah SMP 30 dalam bahaya, perbuatan itu oleh siswa-siwi SMP 30 sendiri.

kembali pada Zidan..

Ting!

(Misi dobel ekstra aktif, tangkap semua anak-anak itu Zidan akan mendapatkan reward berjumlah besar, sekitar 5.000.000, Zidan juga akan mendapatkan kekuatan fisik 10% dan point tak terduga)

Informasi dari sistem bukannya membuat Zidan senang, malah membuat Zidan menghela nafas panjang.

Sekarang saja dia sudah kewalahan untuk menghadapi bocah-bocah itu.

"Melia, cepat rekam, biar kita ada bukti kalau Wira dan yang lainnya sudah melakukan hal buruk!" suruh Hana.

"Lihat aku dulu Han, aku sedang apa." jawab Melia.

Hana menoleh ke samping kanannya, dimana Melia berada, ternyata memang Melia sedari tadi tengah mereka kejadian itu.

Zidan sudah terlihat kewalahan melawan mereka semua, walaupun dia hampir menang.

"Stop!" suruh Zidan sambil ngos-ngosan.

Ajaib semua siswa dan siswi itu langsung berhenti menyerang Zidan, mereka beresupuluh lebih ternyata kewalahaan juga menghadapi Zidan.

"Apakah kalian tidak lelah?" tanya Zidan memastikan.

Sampai dia menatap satu persatu para siswa dan siswi itu.

"Tentu lelah bang!" jawab mereka kompak.

"Sistem apakah ada cara untuk menangkap mereka?" tanya Zidan dalam benaknya

Zidan sedang berkomunikasi dengan sistem disaat genting seperti ini.

(Tentu ada Zidan.)

"Cepat katakan!"

Wira perlahan menyuruh teman-temannya untuk kabur perlahan, agar Zidan tidak berhasil mencelakai mereka, lebih tepatnya agar Zidan tidak menangkap mereka.

Bisa bahaya jika mereka di laporkan kepada kepala sekolah SMP 30 bisa mendapat sangsi mereka.

"Cepat sistem katakan apa caranya?" Zidan sudah mulai tak bisa menahan sabar lagi.

(Sistem menjual tali pengikat di toko sistem untuk digunkan diwaktu yang mendesak)

"berapa point yang harus aku gunakan untuk membeli tali itu?" tanya Zidan pada intinya.

Dia sudah tau pasti menggunakan point.

(150 point)

"Baik, gunkanlah asal anak-anak itu tidak kabur!"

(permintaan di proses)

Terpopuler

Comments

Gavin Bae

Gavin Bae

MCnya goblok banget.cerewet bawel.lebih memilih menemui kepala sekolah dulu daripada menyelamatkan seorang guru.itu benar2 MCnya bloon.

2023-10-30

0

Nur Muhammad

Nur Muhammad

zidan terlalu byk omong... sistemnya jg kurang bs diandelin... potong point trus haha

2023-05-20

1

Al^Grizzly🐨

Al^Grizzly🐨

jadi laki kok penakut sama anak anak...woy thor..banyak yg penakut..tapi ini keterlaluan masa sama anak anak takut..aneh

2023-04-14

4

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!