Bismillah.
Serang!
Baku hantam kembali Zidan rasakan, padahal dia baru pulang dari kota D, untuk menyelamatkan orang-orang panti, luka lembap yang Zidan dapatkan sebelumnya juga belum sembuh.
Siapa sangka sampai di depan rumahnya Zidan akan mengalami baku hantam untuk yang kedua kalinya.
Jika tadi 1 lawan 3, maka sekarang 1 lawan 4, kalau saja orang yang hampir menyebarkan bensin ke rumah Zidan tadi tidak pingsan, mungkin saja 1 lawan 5 akan Zidan lakukan.
Alhamdulillah nya, fisik Zidan sudah tidak lemah sekali seperti dulu, buktinya sekarang Zidan masih bisa menghadapi keempat orang di hadapanya ini.
Padahal Zidan sudah begitu lelah, jalan kesana kesini dalam jarak yang jauh, lalu dia langsung baku hantam begitu saja.
Ting!
(Wow! Selamat Zidan mendapatkan kejutan tidak terduga)
Zidan yang mendengar informasi dari sistem mendengus kesal, kejutan tak terduga apanya? Jika saat ini dirinya tengah kewalahan melawan 4 orang yang memiliki keahlian kuat dalam bela diri.
"Kejutan apanya sistem? Lebih baik pikirkan cara agar aku bisa mengalahkan 4 orang asing ini." ucap Zidan.
Zidan terus menangkis serangan bertubi-tubi dari 4 orang itu yang terus menyerang dirinya secara bersama, mereka berempat tidak memberikan celah sedikitpun agar Zidan bisa beristirahat sebentar saja.
"Hiya!" teriak mereka semua untuk memulihkan sedikit tenaga dan mengembalikan semangat yang akan membara.
Bruk!
Duk!
Buk!
Pukulan demi pukulan terus mereka lalukan, Zidan yang sudah tau celah tentu saja bisa menghindar, Zidan tidak hanya sekadar bertarung saja, tapi dia juga bisa membaca gerak-gerik lawannya, itulah yang Zidan lakukan untuk mengalahkan lawan.
Memang kalah diawal dan menang diakhir, Zidan akan memanfaatkan waktu saat lawan sudah hampir kehabisan tenaga, karena kewalahan dengan trik Zidan.
Bagi Zidan bertarung bukan hanya sekedar adu kekuatan, tapi harus ada trik dan cara saat bertarung dengan siapapun agar tidak sia-sia untuk mengalahkan lawan.
Zidan memang sudah lama mempelajari hal seperti ini, hanya saja karena dia dulu memiliki fiski yang begitu amat lemah, Zidan tak bisa menggunakan trik tersebut.
Walaupun begitu Zidan tidak berhenti begitu saja untuk mempelajari triknya, dia yakin suatu saat nanti apa yang Zidan pelajari pasti akan berguna.
Terbukti sekarang ternyata, apa yang dia ketahui bisa Zidan lalukan sebagai trik yang bagus.
Bruk!
Duk!
Ting! Suara sistem kembali lagi.
(Zidan telah mendapatkan bonus misi tingkat tinggi, kalahkan kelima orang yang tengah menyerang Zidan dan jadikan mereka bagian dari Zidan hadia tak pernah disangka-sangka akan Zidan dapatkan, misi ini adalah misi bonus pertama tingkat tinggi yang pernah sistem keluarkan, jadi lakukanlah misi dengan baik!)
"Apa aku, tidak bisa menolak misinya sistem?"
(Maaf Zidan, sayang sekali tidak, karena misi ini adalah misi bonus yang harus diselesaikan, jika tidak rumah Zidan akan benar-benar terbakar)
Zidan terdiam sejenak sambil menatap rumahnya, hanya rumah itu yang mereka miliki untuk tempat berteduh, tidak mungkin Zidan membiarkan rumah tersebut dibakar begitu saja.
"Tidak akan perlah ada yang bisa menyentuh rumah kami!" teriak Zidan.
Teriakan itu hanya berada di dalam kepala Zidan saja, tapi teriakan tersebut sangat kencang sekali.
(Ayo bangkit Zidan, jangan menyerah Zidan pasit bisa)
Zidan mengangguk, lalu Zidan mengangkat kepalanya.
Tiba-tiba saja kedua bola mata Zidan berubah menjadi hijau terang yang begitu indah, namun dari sorot mata itu menunjukkan kemarahan yang amat besar.
"Hiya!" teriak Zidan.
Dia bahkan sampai berlari kearah 4 orang itu, Zidan segera melakukan serangan keras untuk mereka semua.
Entah Zidan dapat dari mana kekuatan yang sangat besar itu.
"Aku akan segera menyelesaikan semua ini, aku juga akan segera menyelesaikan misi yang dimaksud oleh sistem!" teriak Zidan.
Namun teriakan itu hanya Zidan sendirilah yang dapat mendengarnya, teriakan yang amat nyaring dan mengerikan bagi siapa saja yang mendengarkan.
"Kalian semua sudah lancang!" maki Zidan pada 4 orang itu.
"Hiya, rasakan ini!"
Duk!
Bruk!
Tak!
Seketika itu 4 orang tadi langsung tumbang begitu saja, Zidan meleset sangat cepat, sampai pergerakannya tidak bisa dihitung lagi.
"Aduh, sakit sekali." keluh salah satu dari mereka.
"Berisik masa kalian lawan satu orang saja tidak becus." komentar salah seorang dari mereka.
"Kamu juga aneh!" teriak tiga orang lainnya bersama.
"Sudah ayo bangun dan kembali hajar bocah ingusan itu!"
"Baik!"
Zidan yang mendengar ucapan orang itu tertawa, "Hahahaha, apa tadi abang bilang, bocah ingusan?"
"Iya!" makinnya semakin kesal saja, apalagi melihat Zidan yang malah tertawa.
"Dari pada situ tua-tua karatan, week!" ejek Zidan.
"Kamu!"
Mereka segera bangkit dan kembali menyerang Zidan secara bersamaan.
"Hiya!"
Duk!
Di dalam rumah Zidan, bapak Hajir yang sedang melakukan dzikir, samar-samar seperti mendengar perkelahian dari luar rumahnya.
Tapi beliau masih berpikir positif, Beliau menganggap suara gaduh itu, hanya angin berlalu yang tidak sengaja terdengar di kuping pak Hajir.
Sayangnya saat pak Hajir akan kembali berdzikir suara baku hantam itu malah semakin terdengar jelas.
Beliau memutuskan untuk mengecek apa yang sudah terjadi di luar rumah, bapak Hajir bangkit dari tempat dzikirnya, walaupun begitu beliau tetap terus berdzikir..
"Ada apa di luar rumah? Kenapa berisik sekali." ucap bapak Hajir.
Beliau mengintip dari jendela yang menghubungkan dengan area luar langsung.
"Astagfirullah Zidan! Kenapa Zidan bisa diserbu banyak orang." khawatir bapak Hajir.
"Ya Allah lindungi Zidan semoga dia baik-baik saja." doa bapak Hajir untuk keselamatan putranya.
(Zidan awas dibelakangmu ada yang membawa balok besar!) peringat sistem.
Mendapatkan peringatan dari sistem Zidan segera memasang kewaspadaan yang lebih tinggi lagi.
"Sekarang!" ucap 4 orang itu bersama-sama.
Bruk!
Sayang sekali serangan yang mereka lakukan pada Zidan meleset begitu saja.
"Sistem adakah di tokoh sistem senjata? Tolong belikan aku senjata agar aku bisa menyelesaikan pertarungan ini lebih cepat, aku sudah sangat lelah." keluh Zidan.
Sedari tadi Zidan berusaha semampunya untuk bertahan, tenaganya hampir terkuras habis.
(Permintaan diproses, pembelian senjata dilakukan, ada macam senjata semuanya ada, senjata apa yang ingin Zidan beli?)
"Sebuah tongkat yang sangat kuat!"
(Pembelian tongkat kuat dilakukan.)
Tongkat itu sudah berada digengaman Zidan.
"Hiya! Hiya! Hiya! Hiya!" teriak Zidan sekencang mungkin ayuan tongkat yang Zidab lakukan berhasil menumbangkan 4 orang itu sekaligus.
"Akhirnya selesai juga!" Zidan segera mengikat mereka semua menggunakan tali yang pernah dia beli dari toko sistem.
"Kalian mau menurut denganku atau mau lenyap saja dari dunia ini!" ancam Zidan setelah meringkus mereka semua.
"Kami berjanji akan menjadi bagian dari anda!" ucap mereka kompak.
"Bagus kalian tidurlah disini dulu, maaf karena rumahku kecil, jadi kalian terpaksa tidur dibawah pohon." ucap Zidan sambil menahan tawanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments