#Uks

Bismillah.

"Nanti akan saya kabarkan lagi, kapan saudara Zidan bisa mulai bekerja disini." ucap kepala sekolah yang bernama pak Yuda.

"Baik pak, terima kasih banyak atas tawaran bapak."

Zidan sangat senang sekali, dia segera melangkah menuju uks untuk menjemput adiknya.

Tak perlu susah-susah untuk Zidan mencari pekerja, kerjaan datang sendiri menghampiri dirinya.

Zidan berjalan seiringan dengan pak Yuda.

Ting!

(Selamat Zidan misi pelunasan spp sekolah Hana telah berhasil, Zidan berhasil mendapatkan reward sebesar 1.500.000, Zidan juga berhasil mengumpulkan 2000 point, lalu Zidan mendapatkan kejutan tak terduga dari sistem.)

Zidan melongo tak percaya hanya membayar spp sekolah Hana samapi lunas saja, dia berhasil mendapatkan 1.500.000 dan luar biasanya Zidan berhasil mendapatkan point 2000, sungguh tak disangka, sedangkan menangkap anak-anak tadi Zidan tidak mendapatkan point dengan banyak.

"Tak disangka aku mendapatkan point banyak dari melunasi spp sekolah Hana yang sudah lama menunggak." balas Zidan pada sistem.

(Sistem juga kurang tau jelas Zidan, tapi hadiah, reward dan point juga keuntungan akan keluar, tidak bisa sistem prediksi, tidak semua keuntuang misi dapat sistem lihat, ada misi yang tersbunyi hadiahnya.) jelas sistem panjang sekali pada Zidan.

Zidan saja sampai sedikit pusing mendengarkannya, "Aku paham, baiklah teriam kasih sudah banyak membantu aku sistem."

(Sama-sama Zidan.)

"Tapi keuntungan apa yang aku dapat sistem, kenapa sistem tidak menyebutkan keuntungannya?"

(Zidan bisa melihat sendiri keuntungan apa yang Zidan dapatkan, apakah Zidan ingin mengecek data diri di sistem untuk melihat keuntungan apa yang Zidan dapat?)

"Tentu saja boleh sistem."

(Baik, pengecekan data dilakukan.)

Ting!

Walaupun sedari tadi Zida berkomunikasi dengan sistem, tapi Zidan tetap berjalan mengikuti pak kepala sekolah Yuda menuju uks.

Ting!

(Mohon bersabar sebentar terjadi kesalahan dari sistem, maaf atas ketidak nyamanannya)

Zidan hanya bisa menggelengkan kepala mendengar informasi dari sistem, "Hei, sistem rich! Ada apa dengan server sistem yang selalu eror itu? Apakah sudah tidak bisa digunakan lagi, sedikit-sedikit selalu error." protes Zidan.

(Bukan begitu Zidan, ini karena, Zidan tidak naik-naik level dan Zidan juga tidak melakukan upgreada sistem secara berkala, maka dari itu sever sistem sering mengalami gangguan.)

"Hufth!" Zidan hanya bisa membuang nafas kasar.

"Lalu apa yang harus aku lakukan? Agar bisa naik level dan upgreada sistem?"

(Untuk mengupgreada sistem sebenarnya hanya bisa dilakukan menggunakan smartpront saja, tapi jika untuk level sistem, semua itu rahasia, misilah yang akan menjawabnya.)

"Bukankah artinya aku harus memiliki hp?"

(Benar Zidan, sebelumnya juga bukankah sistem sudah memberitahu Zidan agar menghubungkan sistem rich dengan internet, agar dapat melihat aplikasi ajaib rich!)

"Aku akan membeli hp nanti jika sudah memiliki uang, apakah sever sistem sudah bisa digunakan? Jika sudah maka tampilkan layar hijau transparannya."

(Permintaan sudah dapat diakses, sihlakan untuk mengecek data dirinya Zidan.)

Umur : 21 tahun

Pekerjaan : D..........

Kekuatan fisik : 40%

Reward : 14.000.000

Sistem : dipilih oleh sistem sendiri.

Level sistem : 0

Point : 5.100 dilevel 0 sistem.

Misi : Belum dimulai. 4 misi dari banyaknya misi.

Keuntungan : Sistem dan rekening. Misi pelunasan hutang.

kejutan : Ahli pengobatan tingkat 1, 2, 3, 10.

Huft!

"Aku sudah mendapatkan tingkat pengobatan, tingkat renda 10 benar begitu sistem? Apakah ini kejutan yang aku dapat?"

(Benar Zidan dan artinya, Zidan akan lebih mudah melakukan praktik nanti, saat Zidan akan menjadi dokter di sekolah SMP 30)

"Alhamdulillah." syukur Zidan.

Sedari tadi Zidan terus mengucapkan rasa syukur, pada Sang Maha Esa, karena sudah memberikan dirinya rezeki tak terduga, secara berkala seperti ini.

Zidan tidak pernah menduga, dia akan mendapatkan sebuah, sistem untuk bisa membantu kehidupan dirinya dan keluarganya.

Di uks

"Hana, kamu yang sudah tolongi ibu? Tadi sebelum ibu pingsan, ibu melihat seorang laki-laki yang menolong ibu dari sumur itu."

Ibu Kanza baru saja siuman, dia melihat Hana begitu telaten merawat dirinya, "Terima kasih sudah menolong dan merawat ibu."

Kanza tersenyum pada Hana, begitu juga sebaliknya.

"Abang aku yang nolong ibu, bu Kanza, Hana juga disuruh jaga ibu Kanza dulu." jawab Hana.

"Ah, sepertinya lebih baik Hana memanggil ibu Kanza dengan sebutan kakak, jika sudah di luar jam sekolah seperti ini, apa boleh kak Kanza."

"Tentu saja Hana, aku malah lebih senang mendengar kamu memanggil aku dengan sebutan kak Kanza." jawab Kanza.

"Oh iya, dimana abangmu? Ibu ingin mengucapkan terima kasih." ucap Kanza sambil celingukan kesana kemari.

"Mungkin sebentar lagi datang Kak."

Kanza mengangguk mengerti, lalu kedunya menghabiskan waktu untuk bercerita. Tak lama kedunya mendengar suara langkah kaki mendekat ke arah mereka.

Hana dan ibu guru muda Kanza menoleh ke arah pintu masuk ruang uks, tenyata kepala sekolah Yuda yang datang, di belakang kepala sekolah seoranga laki-laki menyusul masuk lebih dalam ke uks. Siapa lagi kalau bukan Zidan orang itu.

"Dek ayo pulang." ajak Zidan pada Hana..

Hana bangkit dari duduknya, "Kamu abang Hana yang sudah bantu saya?" tanya ibu Kanza.

"Benar." jawab Zidan singkat saja, tapi tak lupa Zidan menyunggingkan sebuah senyum pada guru adiknya itu.

"Saya mau mengucapkan terima kasih."

"Sama-sama." jawab Zidan.

Dia sudah tau ucapan terima kasih itu untuk apa, "Yasudah pak Yuda dan ibu Kanza kami pamit dulu." ucap Zidan.

"Tunggu." cegah Kanza.

Zidan kembali berbalik, "Ada apa?" bingung Zidan.

"Kamu bisa panggil saya Kanza saja."

"Baiklah." jawab Zidan.

Setelah itu Zidan dan Hana benar-benar pergi dari hadapan pak kepala sekolah dan juga Kanza.

Ternyata Zidan tidak mengajak Hana pulang langsung, Zidan membawa adiknya ke pusat perbelanjaan, Bazzar untuk membeli kebutuhan yang diinginkan.

Zidan juga sudah berjanji akan membelikan Rian, sepatu baru, "Abang ngapain kita kesini?" tanya Hana ragu.

Hana tau betul, jika bangnya tidak punya uang banyak, untuk makan sehari-hari saja mereka punya sudah sangat bersyukur.

Sebenarnya Hana sempat bingung, melihat kakaknya bisa membayar spp, Hana takut jika Zidan kembali menghutang lagi.

"Kita mau belanjalah Han, mau apa lagi memangnya?"

"Tapi bang? Memang kita punya uang?" Hana terpaksa bertanya.

Dia begitu ragu, jika abangnya memiliki uang banyak, "Alhamdulliah ada, abang abis dapat rezeki."

"Terus juga tadi abang bayar uang spp sekolah Hana, abang tidak ngutang lagikan sama pak Maman?" tuding Hana.

Hana hanya tidak mau abangnya terus saja terlilit hutang, sampai tidak bisa membayar dan berimbas yah abangnya selalu disiksa tentunya.

"Astagfirullah dek, abang tidak ngutang lagi, abang juga sudah kapok dek."

"Syukurlah kalau begitu."

Terpopuler

Comments

Äï

Äï

heli apa ahli ni? udh 3x loh

2023-05-16

2

Ryan Hidayat

Ryan Hidayat

di atas 1,5M
kok yang ini jadi 1,5 JT
pie thorr

2023-04-06

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!