Bismillah.
Zidan begitu telaten untuk mengambil akar alang-alang di tengah-tengah sawah itu, apalagi daun alang-alang begitu tajam.
Jika rumput alang-alang itu mengenai bagian kulit saja sudah pasti akan menimbulkan luka gores yang berakibat akhirnya menjadi perih, jika terkena air.
Untung saja Zidan sudah membawa golok untuk persiapan, jika dibutuhkan.
"Sistem apakah ada syarat lain untuk mengambil akarnya? cukup akar alang-alang saja bukan?" tanya Zidan.
(Akar alang-alang dan Daun yang masih begitu muda Zidan)
"Baiklah, aku akan mengambil sesuai yang sistem katakan."
Zidan membersihkan sedikit alang-alang itu. baru dia bisa mendapatkan akarnya dan daun alang-alang yang masih muda.
"Alhamdulliah." ucap Zidan.
Zidan sudah mengumpulkan banyak akar alang-alang dan juga daun yang muda, "Aku harus cepat pulang."
Zidan segera memasukan semua bahan-bahan yang sudah dia peroleh, dari sawah.
'Ya Allah, aku harus cari madu murni di mana?' bingung Zidan.
Sistem selalu memperhatikan tuannya itu.
Matahari sudah sedikit nampak, akhrinya Zidan memutuskan untuk pulang, pergi ke sawah Zidan harus melewati hutan terlebih dahulu, jadi sambil jalan pulang Zidan menoleh kesana kemari siapa tau ada sesuatu yang dapat dia manfaatkan.
Untuk kelapa muda Zidan sudah punya, di depan ruamhnya memang ada pohon kelapa yang khusus untuk obat orang sakit.
Nging....nging....nging....
Suara lebah memasuki gendang telinga Zidan, Zidan segera mendonggok untuk mencari keberadaan lebah tersebut.
Tepat di bawah pohon besar Zidan melihat ada sarang lebah. Pohon itu bukan milik warga, karena hutan yang Zidan lewati termasuk hutan belantara.
"Ada sarang lebah." ucap Zidan senang.
"Sistem apakah aku bisa mengambil madu itu untuk dijadikan obat?"
(Tentu saja Zidan, itu adalah madu murin, ditambah lebah itu sendiri yang mengundang Zidan untuk mengambil madu mereka.)
"Itu artinya aku tidak perlu susah payah untuk mengambil madu itu, jika lebah tadi yang mengundangku sendiri." pikir Zidan.
Jika seperti itu tentu saja akan lebih mempermudah dirinya, ( Sepertinya tidak begitu mudah Zidan, aku rasa ratu lebah begitu galak, jadi berusahalah, mungkin Zidan bisa mengambil hati ratu lebah dan berbaik hati agar memberikan Zidan sedikit madu murin)
"Caranya bagaimana?"
(Maaf Zidan gunkan terik Zidan sendiri, jangan memohon bantuan dengan sistem, sistem tidak mau bermusuhan dengan lebah hanya karena sedikit madu murni.)
Zidan berdecak kesal, ternyata sistem rich bisa tak berguna juga.
"Ternyata kau tidak selalu bisa diandalkan sistem, masa dengan lebah saja takut." ejek Zidan.
(Dari pada Zidan mengejek sistem lebih baik pikirkan bagaimana caranya Zidan mendapatkan madu muri. Selamat berusaha Zidan)
"Aku akan buktikan padamu sistem Zidan pasti bisa."
Sejenak Zidan mengamati lebih dulu pohon besar di atasnya, Zidan harus mencari ide agar bisa sampai ke atas pohon yang sangat tinggi itu.
"Harus manjat, tapi apakah bisa sampai." pikir Zidan.
"Bukankah kamu sendiri yang mengatakan kita tidak akan tau hasilnya, jika tidak mencoba Zidan." bisik hati Zidan.
"Benar-benar harus berani mencoba."
Zidan sudah bersiap mengambil ancang-ancang untuk memanjat pohon.
"Bismillah, Allahhuma yasir wala tuasir." doa Zidan.
Semuanya Zidan sudah pasrahkan pada sang Maha Kuasa, bisa atau tidak bisa dia mengambil madu muri itu setidaknya Zidan sudah berusaha.
Perlahan tapi pasti Zidan sudah mulai memanjat pohon yang sangat tinggi itu, untung bapaknya pernah menyuruh Zidan menaki pohon kelapa yang sangat tinggi.
Pohon kelapa tidak ada celahnya sama sekali, tapi kalau pohon besar di depanya ini Zidan masih bisa naik ke dahan pohon yang satunya ke yang satu lagi.
Tidak butuh waktu banyak 5 menit berlalu Zidan sudah berada di atas pohon.
(Kau ahli juga dalam memanjat Zidan, seperti monyet saja) sistem kembali bersuara.
"Karena aku temannya monyet, pohon kepala saja aku panjat, kenapa pohon ini tidak, apalagi demi kesembuhan bapak."
(Biasanya orang yang dikatakan temannya monyet akan marah, Zidan malah mengaku sendiri teman monyet.)
"Aku memang teman monyet!"
(Tersehar Zidan saja!)
"Diamlah sistem jangan mengganggu konsentrasiku, aku sudah berada tepat dibawah sarang lebah itu."
(Baiklah)
Zidan tengah berpikir agar dia bisa mendapatkan madu murni dari sarang lebah itu, "Bagaimana caranya? Apakah ada cara yang efektif?"
Zidan berpikir sangat keras sekali, tapi hasilnya nihil, otaknya sudah buntu, hanya satu cara yang berpikir di kepala Zidan, melakukan dengan terang-terangan.
"Bismillah."
Hanya menggunakan tangan kosong Zidan muali merogoh sara lebah itu, "Kosong tidak ada lebahnya." Zidan sengan sekali.
Ternyata para lebah sedang mengumpulkan saripati bunga untuk dijadikan madu, hanya ada beberapa lebah tak berada saja yang menjaga sarang mereka.
"Aku minta madunya sedikit ya lebah." cicit Zidan.
Saat Zidan sudah berhasil mengambil agak banyak madu, segerombolan lebah datang menghampiri dirinya.
(Zidan banyak lebah datang) peringat sistem.
"Astagfirullah."
Buru-buru Zidan segera turun dari atas pohon, tapi belum sempat sampai ke tahan lebah-lebah itu sudah hampir menjangkau dirinya.
Karena tidak pokus pada pijakan dahan pohon yang Zidan gunakan untuk turun akhirnya tubuh Zidan terjun bebas dari atas pohon.
Brak!
Brak!
Brak!
"Au, inalilahiwainalilahirojiu'n." ucap Zidan kala tubuhnya mendarat di atas tanah dengan sempurna.
Rasanya tubuh Zidan remuk semua, (Zidan cepatlah bangun dan pergi, lihat lebah-lebah itu masih mengejarmu.)
Benar saja saat Zidan menoleh lebah-lebah tadi segera menyerbu dirinya.
"Air, air, air, air." teriak Zidan.
Zidan berlari sekencang mungkin untuk menghindari segerombolan lebah yang tengah mengejarnya.
Alhamdulillah nya lokasi air sungai tidak jauh dari tempat Zidan berada.
Byur!
Setela melapsakan tasnya Zidan segera masuk ke dalam air sungai itu, melihat Zidan berada di dalam air, segerombolan lebah yang mengejar Zidan tadi segera pergi.
Zidan melihat sekitar memastikan apakah para lebah-lebah itu sudah pergi dari tempatnya itu.
"Huh!" Zidan menghela nafas lega, akhirnya lebah-lebah itu sudah pergi.
"Syukurlah." ucap Zidan.
Dia cepat keluar dari dalam sungai, Zidan segera pulang ke rumah untuk mengobati bapaknya.
Tidak tau saja Zidan jika saat ini sistem yang sedang bersamanya, tengah mentertawai dirinya karena habis dikejar-kejar lebah dan berakhir bahas kuyup.
Ditengah pejalanan pulang Zidan tidak sengaja melihat ada singkong yang tumbuh liar, liar maksudnya tidak di tanam oleh orang lain, melakikan tumbuh sendiri.
"Ada singkong, lumayan buat makan malan, atau buka makan siang adik-adik sepulang sekolah." ucap Zidan.
Zidan mulai menggali singkong itu untuk dia bawa pulang.
(Sistem jadi terharu sungguh mulai sekali Zidan) kali ini Zidan tidak mendengar apa yang dikatakan oleh sistem.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
Red Ant
👍☕👍😁👍
2023-05-19
0
Al^Grizzly🐨
ceritanya bagus...walaupun banyak typo
2023-04-14
2