Bismillah.
Zidan akhirnya berenang di dalam sungai, agar bisa keluar dari tempat yang membuat Zidan bingung sendiri.
Semakin malam air sungai jadi semakin terasa dingin, tapi Zidan tak bisa keluar begitu saja dari dalam sungai. Karena Zidan belum sampai pada jalan yang benar-benar bisa membawa Zidan keluar dari dalam hutan.
Jika Zidan berhenti dipertengahan jalan sama saja Zidan kembali lagi ke tempat awalnya.
"Bismillah Zidan, kamu pasti bisa." ucapnya.
Zidan masih berusaha berenang memgkuit hilir sungai, sebisa mungkin Zidan terus menerjang air sungai.
Zidan sudah tak menghiraukan lagi rasa dingin yang terus masuk menyentuh tulang-tuluangnya.
Bukan dinginnya air sungai saja yang membuat Zidan sedikit kesulitan untuk terus sampai kehilir, tapi angin malam yang menyapa tubuh Zidan, membuat Zidan terasa semakin sulit.
Walaupun begitu Zidan pantang menyerah, bagi Zidan masih banyak cara lain untuk melewati rintangan ini, dari pada dia harus menyerah sedikit saja.
"Ayo Zidan, sedikit lagi sudah bisa keluar dari tempat ini." ucap Zidan pada diri sendiri.
Zidan terus memandang ke depan, untuk melihat sudah sejauh mana dia berenang.
(Semangat Zidan! sistem tak bisa membantu jika masih di dalam air, tapi tenang saja sistem akan terus mengawasi Zidan agar tidak berada dalam bahaya)
Mendengar suara sistem Zidan merasa dia tidak sendiri di tengah-tengah hutan seperti ini, semangat baru masuk ke dalam diri Zidan.
Rasa dingin yang terus menyapa itu hilang seketika saat mendapatkan semangat dari sistem, bagi Zidan sistem adalah teman baru yang bisa menolongnya, mejadi lebih baik lagi dari sekarang ini.
Benar yang dikatakan sistem, Zidan tidak perlu khawatir jika ada bahaya mengancam, Allah bersama Zidan dan sistem akan mengawasi dirinya.
Begitu besar kemungkinan, di dalam sungai dan ditengah-tengah hutan seperti ini ada hal-hal yang sangat tidak dia inginkan.
Bisa saja dari dalam sungai muncul binatang mematikan, seperti buaya misalnya atau ular air yang bisanya mematikan.
Dari hutan juga bisa ada hewan buas, atau hantu jika sudah terlalu parno.
1 jam berlalu akhirnya Zidan berhasil keluar dari dalam sungai, dia juga sudah berada di tempat yang berbeda dari sebelumnya.
"Alhamdulillah." ucap Zidan, dia merasa bersyukur sekali.
Zidan segera keluar dari dalam sungai, akhirnya dia selamat dari banyak rintangan yang Zidan lewati.
Ting!
(Selamat pada Zidan sudah berhasil menyelesaikan misi dari sistem!)
Zidan tersenyum, berkali-kali dia mengucapkan rasa syukur, Zidan jadi teringat ucapan bapaknya.
"Nak disetiap musibah yang menimpa kita, insya Allah, Allah akan memberikan hikmah setelahnya." begitu pesa bapak Hajir pada anaknya Zidan.
Terbukti apa yang dikatakan oleh bapaknya, setelah mendapatkan musibah, bahkan nyawa sampai melayang, tak disangka, ditengah-tengah musibah yang menimpa dirinya, Zidan mendapatkan sebuah sistem yang luar biasa.
Seperti yang dijelaskan oleh sistem sebelumnya, jika sistem rich bisa membantu Zidan menjadi kaya dan menjadi orang hebat, dengan syarat Zidan harus bisa menyelesaikan setiap misi yang diberikan oleh sistem.
Sudah 2 misi yang sistem berikan pada Zidan, Alhamdulilah sejauh ini Zidan bisa menyelesaikan misi itu dengan baik.
"Aku harus segera pulang." ucap Zidan.
Zidan segera melangkah pergi, orang rumah sudah menunggu kepulangannya.
(Zidan selamat rewed sebesar 1.000.000 sudah masuk ke dalam rekening Zidan, sistem sudah membuatkan Zidan rekening sebagai hadiah, karena berhasil menyelesaikan misi yang sedikit sulit ini, di dalam rekening itu juga sistem memberi rewed sebagian hadiah, bukan sebagai imbalan sebesar 15.000.000 selamat sekali lagi untuk Zidan.)
"Terima kasih banyak sistem, aku bisa menggunakan uang itu untuk pengobatan bapak."
(Zidan juga mendapatkan 1 kejutan berupa keahlian dalam mengobati, apakah Zidan mau mengecek data?)
Zidan kembali berpikir, tapi dia tetap terus berjalan agar segera sampai di rumah.
"Benar aku mau melihatnya, perlihatkanlah sistem."
(Permohonan diproses)
Ting!
Cek data dilakukan!
Sistem rich.
Data diri Zidan Permana
Nama : Zidan permana. Anak pertama dari 3 bersaudara
Umur : 21 tahun
Pekerjaan : serabutan.
Kekuatan fisik : 10%
materi : 26.000.000
Sistem : di pilih oleh sistem sendiri.
Level sistem : 0
Misi : Belum dimulai. 2 misi dari banyaknya misi.
Keuntungan : Sistem dan rekening.
kejutan : hali pengobatan.
"Itu artinya aku bisa menyembuhkan bapak tanpa harus membawa bapak ke rumah sakit."
(Benar Zidan)
"Aku harus pulang dulu, simpan saja layar hijau itu sistem."
(Baik Zidan)
Zidan mempercepat langkahnya, jaraknya saat ini dengan rumahnya sendiri sudah tidak terlalu jauh.
Tak lama Zidan sudah sampai di depan rumahnya, ternyata tepat waktu memasuki sholat isya.
"Assalamualikum." salam Zidan.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." jawab pak Hajir.
Bapak Hajir baru saja akan berangkat ke masjid untuk melaksanakan shalat isya, walaupun sakit beliau tetap raji untuk shalat jamaah di masjdi dekat rumahnya.
Sedari tadi, bapak Zidan itu memang menghawatrikan putranya, karena sampai malam tak kunjung pulang, tapi beliau tetap berpikir positif, pasti Zidan akan baik-baik saja.
"Bapak masih sakit mau ke masjid?"
"Tidak papa Zidan, Alhamdulillah kamu pulang, tapi kenapa bisa basah semua seperti ini, uhuk...uhuk...uhuk..." batu bapak Hajir..
"Tidak apa pa, kita shalat di rumah saja ya." bujuk Zidan.
Tapi pak Hajir menggeleng, beliau tetap ingin shalat di masjid.
"Tidak apa Zidan, bapak masih kuat, lebih baik sekarang kamu ganti baju gih, sudah malam nanti masuk angin." suruh pak Hajir.
"Hana." panggil pak Hajir pada putrinya.
Hana adik kedua Zidan merasa namanya dipanggil segera menghampiri bapaknya.
"Iya pak, Ya Allah bang Zidan! Kok bisa basah kuyup gitu." heboh Hana.
Hebo saat melihat kakaknya malam-malam begini basah kuyup.
Adik terakhir Zidan yang mendengar keributan segera berlari keluar, dia penasaran apa yang sudah terjadi.
"Mbak Hana kenapa sih teriak-teriak?" tanya Rian.
Adik Zidan yang paling kecil.
Hana mengangkat dagunya menunjuk ke arah Zidan, "Astagfirullah abang Zidan abis ngapain? kok basah semua." celetuk Rian.
Pak Hajir tersenyum melihat anak-anaknya.
"Sudah-sudah, Han, ambilkan abangmu handuk kasih dia kedinginan." suruh pak Hajir.
"Tau nggak kasihan apa lihat abangnya kedinginan begini."
"Yasudah bapak ke masjid dulu, Assalamualaikum."
"Waaliakumsalam." jawab ketiga anak pak Hajir.
Pak Hajir sudah pergi dari hadapan ketiga anaknya.
"Hana buru ambilin abang handuk dingin nih."
"Iya, iya."
Zidan baru saja akan melangkah masuk, tapi di halang oleh kedua adiknya.
"Ets, bang Zidan mau memana?" tanya Hana dan Rian bersama.
"Masuklah, ya kali diluar dingin tau." sahutnya.
"Nggak bisa bang masuk lewat pintu belakang!" suruh Rian.
"Tul, kata Rian, masuk lewat pintu belakang."
"Iya, iya, tapi haduk abang bawain."
"Siap!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
Red Ant
👍☕👍☕👍☕
2023-05-18
0
Ismar Rizal
mana boss sambungan tolong jangan lama-lama
2023-03-22
3