#Ditagih hutang

Bismillah.

Zidan segera pulang menyusul bapaknya, setelah selesai mendengarkan penjelasan dari sistem tentang point, yang baru saja muncul saat Zidan menyelesaikan misi ketiganya.

"Aku bilang nggak ya ke bapak, kalau sudah tidak kerja lagi di pabrik tempat pak Kasim." bingung Zidan.

Zidan takut bapaknya khawatir, "Lebih baik aku sekarang pulang dulu." putus Zidan.

Zidan mempercepat langkah kakinya agar segera sampai rumah, tidak butuh waktu lama Zidan sudah hampir sampai di gubuknya.

Samar-samar Zidan mendengar suara keributan di dekat rumahnya, "Mana Zidan pak Hajir?" suara itu terdengar di telinga Zidan.

Zidan semakin mempercepat langkahnya, kala mendengar suara orang yang begitu dia kenali, benar saja sampai di depan gubuknya Zidan melihat bapaknya sedang dicaci maki oleh seorang yang berperawakan gendut, ditambah wajahnya bulat, lalu kepalanya begitu licin, jangan lupakan kumis tebal yang berada di bawah hidungnya.

"Maaf pak Maman ada apa ini?" tanya Zidan, "Tolong pak Maman jangan marah-marah sama bapak saya, biar urusan ini jadi urusan saya." ucap Zidan.

"Saya tidak peduli bocah! sekarang bayar hutang-hutangmu! Atau kalian sekeluarga pergi dari gubuk ini! ingat ya Zidan, gubuk kalian ini saja tidak bisa untuk melunasi hutang-hutangmu!" ucap pak Maman sangat meremehkan Zidan.

"Saya akan melunasi semua hutang-hutang saya segera pak Maman!" tegas Zidan.

"Zidan." ucap bapak Hajir, beliau merasa kasihan pada anaknya.

 Di umurnya yang baru menginjak 21 tahun Zidan sudah menjadi tulang punggung keluarga, sedangkan diluar sana mungkin banyak anak semuruan Zidan malah jadi beban keluarga.

"Bapak masuklah dulu, percaya sama Zidan pak, Insya Allah, Zidan bisa menyelesaikan masalah ini." Zidan berusaha meyakinkan bapaknya.

"Maafkan bapak Zidan."

"Sudah pak jangan dipikirkan Zidan akan segera menyelesaikan masalah ini." ucap Zidan sambil mengangguk yakin.

"Apakah kalian sudah selesai disukainya?" tanya pak Maman menatap remeh anak dan bapak itu.

Padahal niatnya Zidan pulang mau mencari kerja, tidak taunya malah ditagih hutang sama tentangnya, utang itu mungkin sudah 4 tahun lebih terus berbunga.

Bapak Hajir terpaksa masuk ke dalam rumahnya, karena Zidan terus menyuruhnya untuk segera masuk ke dalam rumah, beliau hanya bisa mendoakan untuk putranya. 

Sedangkan di posisi lain, tepatnya pada sistem, sistem sedang berusaha mengupgrade misi Zidan selanjutnya, sistem ingin menolong Zidan untuk membayar hutang agar bisa dijadikan salah satu misi Zidan.

Setelah memastikan bapaknya sudah berada di dalam rumah Zidan kembali menghampiri pak Maman, Zidan sudah tau apa yang akan terjadi pada dirinya jika tidak membayar hutang, sudah pasti dia akan babak belur, sekarang saja pak Maman sudah membawa 2 preman yang sudah siap memukuli Zidan sampai tak berada.

Sedari tadi kedua prmana itu menatap Zidan, dengan senyum menyeringai, Zidan saja sampai meringis melihat hal itu.

"Berapa semua jumlah hutang saya pak Maman?"

Pak Maman tertawa meremehkan Zidan, mana mungkin Zidan bisa membayar hutangnya yang sudah berjuta-juta itu, membayar 100.000 dalam seminggu saja Zidan tidak sanggup.

"15.000.000 tau tidak!"

"Astagfirullah." kaget Zidan.

"Bukankah saya hanya meminjam 3.000.000 ya pak Maman? kenapa sekarang bisa jadi 15.000.000 sedangkan saya setiap minggu membayar 100.000. Harusnya hutang saya berkurang, kenapa jadi bertambah begini!"

"Hei bocah! Apa kamu lupa kalau bunganya sudah naik dan kamu sudah 4 tahun tidak bisa melunasi hutang-hutang ini, jadi wajar saja, jika jumlahnya sampai sebanyak itu."

"Sudah tidak usah protes mau bayar atau tidak? Jika tidak maka angkat kaki saja kalian semua dari gubuk reyot itu."

Ting!

Bersama dengan pak Maman memaki Zidan dan terus menghina Zidan sistem berhasil mengaktifkan misi keempat untuk Zidan.

(Misi keempat sudah dimulai, lunasi hutang Zidan pada pak Maman yang sombong ini, maka Zidan akan mendapatkan reward atau imbalan sebesar. 7.000.000, dan point 500. Juga kekuatan fisik 2%)

Tapi Zidan tak langsung menjawab, dia sudah berniat uang 7.600.000 itu akan Zidan gunakan untuk biaya sekolah adiknya.

"Tapi sistem uang itu untuk biaya sekolah Hana dan Rian, lagipula uang itu untuk membayar hutangku masih kurang."

(Jangan menyerah Zidan, cobalah bernegosiasi pada pak Maman yang sangat sombong ini)

"Baiklah aku akan mencobanya." balas sistem.

Sistem rich dan Zidan memang sudah terhubung, jadi mereka bisa berkomunikasi seperti menggunakan tali pati.

"Tunggu dulu sistem, tapi apakah aku harus mengambil uang ke atm lebih dulu untuk memberikan uang itu pada pak Maman."

(Tidak perlu sih, sistem bisa mengambilkan untuk Zidan, tapi harus dibayar dengan point, apa Zidan mau melakukannya?)

"Lakukan saja sistem!"

(Baiklah)

Setelah sedikit pura-pura berpikir akhirnya Zidan kembali bicara pada pak Maman, "Bisakah saya membayar seperlimanya dulu pak Maman? Baru saya bayar sisanya 1 minggu lagi?"

Pak Maman menatap remeh Zidan, dia kira Zidan tidak akan mampu membayar sepeserpun.

"Baiklah berapa yang mampu kamu bayar?" tanya pak Maman.

Tatapan pak Maman dan kedua anak buahnya masih saja merendahkan Zidan sekaan, Zidan tak mungkin mampu membayar hutang-hutang itu, miskin ya tetap miskin saja. Pikir pak Maman.

"5.500.000 bagaimana pak Maman? Apa pak Mana setuju?"

hahahahah! 

Bukannya menjawab pertanyaan Zidan, pak Maman dan kedua anak buahnya malah tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Zidan yang seperti lelucon bagi mereka.

Disaat itu Zidan memanfaatkan waktu untuk berkomunikasi dengan sistem, "Bagaimana sistem apakah uangnya sudah siap?"

(Sudah Zidan persikas saja saku celana Zidan) Zidan benar-benar meraba saku celananya seperti yang diberikan informasi oleh sistem, benar saja uang 5.500.000 itu sudah ada di saku celana Zidan.

"Maaf pak Maman, saya tidak sedang bercanda, saya memang akan membayar utang saya sebesar 5.500.000 lebih dulu dan sisinya nanti, jika bapak tidak percaya silahkan periksa amplop ini." ujar Zidan.

Tawa pak Maman pun langsung terhenti, kedua bola matanya melebar sempurna saat melihat amplop yang sangat tebal itu.

Pak Maman menarik kasar amplop di tangan Zidan. Dia langsung menghitung jumlah uang itu benar sesuai yang dikatakan Zidan jumlahnya ada 5.500.000.

"Aku terima uang ini, tapi ingat minggu depan lunasi semua hutang-hutangmu, kenapa tidak dari dulu saja seperti ini Zidan! Cabut." ajak pak Maman pada kedua anak buahnya.

(Cih, makan uang yang tidak halal saja bangga, mana ada hutang 3.000.000 jadi 15.000.000, orang itu sama saja maling uang orang dengan cara terang-terangan, lihat saja uangnya tidak akan ada berkahnya sama sekali) komentar sistem.

"Aneh, sistem saja bisa tau yang mana, yang benar dan yang mana yang salah."

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!