#Berputar-putar

Bismillah.

Zidan merasa tubuhnya sudah kembali bugar, bekas luka juga sudah tak terasa sakit, darah yang menempel ditubuhnya juga sudah Zidan bersihkan.

"Alhamdulillah." ucap Zidan.

Tanpa sepengatahun Zidan, saat dia mengucapkan hamdalah, sistem yang entah dimana wujudnya itu tersenyum mendengar kalimat yang terucap dari mulut Zidan.

(Selamat misi ringan yang telah Zidan seleiakan mendapatkan materi sebesar 100.000, kekuatan fisik Zidan juga bertambah 1% jadi otomatis Zidan memiliki kekuatan fisik 2%, selamat sekali lagi).

Mendengar penjelasan sistem rich, Zidan merasa senang. Untung saja bapaknya pernah mengajarkan Zidan menggunakan dedauan untuk menjadi obat luka, jika dalam keadana darurat seperti sekarang ini.

"Aku harus berterima kasih pada bapak, karena sudah memgajariku untuk memanfaatkan alam sebagai obat luka dan pereda rasa nyeri." gumun Zidan.

Sistem kembali tersenyum mendengar perkatan Zidan, selain selalu melibatkan sang Pencipta, Zidan juga tak pernah meninggalkan pesan orang tuanya, kedua hal itu selalu Zidan pengang dengan erat.

(Apakah Zidan ingin mengecek data kembali?)

Zidan terdiam sejenak, boleh juga pikirinya dia melihat data tentang dirinya, apakah sudah berubah atau belum, Zidan juga sangat penasaran.

"Boleh, aku juga penasaran apakah semua dataku sudah berubah."

(Cih, jangan berharap semua data Zidan yang berubah, semua hal di dunia ini tidak dapat diperoleh secara insten! Jika dapat juga pasti tak akan bertahan lama, jadi jangan bangga diri dengan apa yang baru dimiliki!) peringat sistem pada Zidan.

Zidan yang mendapatkan sedikit ceramahan dari sistem hanya bisa mengaruk hidunya yang terasa gatal, sambil nyengir.

"Sistem benar, maafkan aku sudah lalai dan terima kasih sudah menegur Zidan." ucap Zidan sungguh-sungguh.

(Sama-sama, permohonan maaf dan ucapan terima kasih diterima dengan baik oleh sistem!)

(Jadi apakah Zidan akan mengecek data?) tanya sistem sekali lagi.

"Benar aku ingin melakukannya, tapi bagaimana caranya mengecek data kembali?"

(Zidan bisa ketuk saja tangan Zidan 3 kali lalu katakan cek data!)

Tanpa harus dijelaskan 2 kali Zidan melakukan sesuai yang diintrukasikan oleh sistem.

Dia mengetuk tangan kanannya 3 kali sambil mengucapkan, "Cek data!"

Ting!

Permohonan sedang dalam proses, mohon bersabar untuk menunggu sejenak! suara barusan terdengar langsung dikuping Zidan, Zidan menunggu munculnya layar hijau dengan sabar.

Ting!

Cek data dilakukan!

Sistem rich.

Data diri Zidan Permana

Nama : Zidan permana. Anak pertama dari 3 bersaudara

Umur : 21 tahun

Pekerjaan : serabutan.

Kekuatan fisik : 2%

materi : 100.000

Sistem : dipilih oleh sistem sendiri.

Level sistem : 0

Misi : Belum dimulai. 1 misi dari banyaknya misi.

Keuntungan : belum ada.

kejutan : 1

Setelah selesai membaca datanya sendiri Zidan menyungingkan senyum, setidaknya sudah ada yang berubah dari datanya.

Zidan sedikit puas dengan data yang tertera.

"Baiklah Zidan sekarang mari kita pulang, jangan biarkan bapak dan kedua adikmu menghawatrikan dirimu." ucap Zidan.

Dia harus segera pergi dari dalam hutan itu, sebelum Zidan tak dapat menemukan jalan pulang lagi.

Terus belajan menyusuri sungai itulah yang Zidan lakukan, dia selalu menghitung langkah yang Zidan ambil.

Tapi tak jarang juga Zidan terus berwaspada tau-tau ada hal yang mengancam, kalau sudah berwaspada seperti ini Zidan jadi tidak perlu kaget lagi nanti, jika ada sesuatu yang tiba-tiba menyerang dirinya.

Tak Zidan sadari, sedari tadi sebenarnya dia hanya berputar-putar di tempat itu saja. Kurang jelas apa yang terjadi, tapi seperti ada yang sedang menghalangi Zidan untuk bisa pulang ke rumahnya dan bertemu dengan seluruh keluarga di rumah.

"Aneh kenapa tidak sampai-sampai?" bingung Zidan.

Sudah hampir 1 jam Zidan berputar-putar di tempat yang sama. Sayang sekali dia belum juga menyadari hal itu.

Merasa sudah kembali lelah, Zidan memutuskan untuk beristirahat sejenak sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

Yang ada di kepala Zidan saat ini hanyalah satu, cepat keluar dari hutan itu, karena dia yakin sekali bapak dan kedua adiknya sedang menanti dirinya pulang.

Karena Zidan mengatakan jika dirinya hanya naik gunung 2 hari saja, sore hari kedua Zidan akan pulang, tapi kenyataan pahit yang harus Zidan raksasa saat ini dia masih ada di dalam hutan.

Tepat yang sama sekali tidak Zidan kenali, apalagi sekarang sudah malam menjelang.

Sebenarnya sistem ingin menolong Zidan, hanya saja belum waktunya untuk sistem kembali muncul.

Sudah terprogram secara otomatis sembuat sistem tidak bisa melakukan apapun sesuka sistem, semuanya sudah terjadwal dengan baik.

Saat beristirahat Zidan memperhatikan tepat sekitarnya, tempat yang saat ini dia gunakan untuk beristirahat.

"Pohon kayu yang sama, jalan yang sama, air sungai masih mengalir sama seperti tempat sebelumnya." ucap Zidan kala menyadari ada yang salah ditempatnya istrihat sekarang.

Zidan mengingat-ingat tempat yang dia lewati, sudah 5 kali lebih ternyata dia hanya berputar-putar saja di tempat yang sama.

"Astagfirullah, ternyata dari tadi aku tidak keluar dari tempat ini sedikitpun." sadar Zidan.

Dia segera bangkit dari duduknya, yang Zidan lalukan mulai mengamati tempat sekitar.

"Kamu bisa keluar dari sini Zidan!" tegasnya.

Ting! Ting!

Disaat Zidan sudah percaya diri sistem kembali keluar, cahaya terang berwarna hijau menabrak mata Zidan, anehnya Zidan tak merasakan silau sama sekali dari cahaya terang benderang itu.

(Misi kembali diaktifkan, jika Zidan berhasil keluar dari tempat ini akan mendapatkan kejutan tak terduga dari sistem! Apakah Zidan mau menjalankan misi ini?)

(Zidan juga akan mendapatkan rewed sebesar 1.000.000)

Berpirik sejanak sebelum memutuskan itulah yang sering Zidan lakukan, dia tidak ingin gegabah dalam menentukan langkahnya sendiri.

'Kita tidak akan tau hasilnya bukan, kalau tak pernah dicoba, sebuah kesempatan yang ada di depan mata maka harus di manfaatkan sebaik mungkin.' batin Zidan.

Sebelum memutuskan Zidan harus memantapakan hatinya lebih dulu, agar nantinya tidak menyesal..

"Zidan setuju!" jawab Zidan mantap.

(Baiklah misi telah disetujui! Berjuanglah pasti bisa!)

Sebelum kembali bergerak Zidan mengamati lebih dulu tempatnya saat ini, Zidan yakin ada celah untuk keluar dari tempat terkurung itu, tempat yang seakan seperti elusi.

10 menit berlalu Zidan mengamati tempat itu, tapi dia belum menemukan celah, hampir putus asa, Zidan mendekati air sungai dan bercermin disana.

"Celahnya ada di dalam sini." ucap Zidan senang, saat dia mengamati air sungai ada yang berbeda dari air sungai itu, makanya Zidan yakin itulah jalan keluarnya.

"Tidak ada jalan keluar lain selain air sungai ini, aku harus bisa melewati air sungai jika ingin keluar dari tempat asing ini." ujar Zidan.

Perlahan tapi pasti Zida mulai memasukan kakinya ke dalam air sungai, benar saja, air sungai itu celah untuk bisa keluar.

"Alhamdulillah."

Terpopuler

Comments

farid fariadi

farid fariadi

mantap

2024-11-24

0

Red Ant

Red Ant

👍☕👍☕👍

2023-05-18

0

Hiu Kali

Hiu Kali

yoo thoor jangan malu malu..langsung di up 30 bab... semangaatt

2023-03-21

4

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!