Pov Haris
Proses pemeriksaan hari ini berjalan lancar aku dan Diana diberi beberapa pertanyaan juga dicek kesuburan kami masing-masing. Terakhir dokter memberi jadwal kapan waktu yang tepat untuk kami melakukan hubungan suami istri agar program hamil ini segera bisa membuahkan hasil.
Saat aku keluar dari ruangan dokter, sudah tak terlihat Keysha dan suaminya di kursi tunggu. Aku tadi melihat Keysha nampak gelisah saat menunggu suaminya sedang berada di ruangan lain. Aku sempat memberi kode kepadanya ketika memasuki ruang dokter, Keisya seolah paham. Ia hanya sedikit menganggukkan kepalanya lalu menunduk.
"Akhirnya selesai juga, setelah ini aku mau segera ke kantor. Mungkin kita bisa melewati jalan alternatif karena kalau jalan utama biasanya jam segini macet," ucap Diana.
Aku hanya diam mendengar perkataannya. Pemandangan di rumah sakit tadi seolah-olah kembali menyedot perhatian. Keysha datang bersama suaminya, Andre namanya. Laki-laki arogan menurutku. Wajar kalau Keysha selama ini merasa tidak nyaman. Andre seperti tipe pria yang selalu ingin memaksakan kehendaknya kepada pasangan.
Mobil kami melaju di jalanan yang sibuk. Aku mengendarainya dengan kecepatan sedang. Rasanya hari ini aku tidak berkonsentrasi menyetir, perasaanku gelisah membayangkan Keysha. Biasanya aku menemuinya di belakang, saat Diana sedang berada di ruang dokter, kami menyempatkan berbincang sebentar. Aku menggenggam erat jemarinya sebelum berpisah, tapi hari ini kebiasaan itu tak terjadi.
"Aku pikir Mbak Keysha itu tidak punya suami, loh, Mas."
Aku tersentak mendengar ucapan Diana. Ternyata istriku juga memperhatikan Keisya dan Andre.
Lagi lagi aku tak menjawab perkataan Diana karena memang malas dan lebih suka bermain-main dengan pikiranku sendiri. Mungkin karena terlalu pelan melajukan mobil, beberapa kali aku mendengar suara mobil lain membunyikan klaksonnya, memberi peringatan agar aku lebih meminggirkan mobil ke sebelah kiri, jika ingin berjalan pelan.
"Kemarin-kemarin aku sedikit resah kalau kamu duduk di dekat Mbak Keysha, karena aku pikir dia itu janda. Mungkin janda muda yang ditinggal suaminya. Kamu tahu sendiri janda itu suka menggoda suami orang. Setelah melihat dia tadi ternyata masih punya suami aku sedikit lega, sih."
Diana terus memberi komentar tanpa aku minta. Dan seperti biasa, menilai sesuka hatinya.
Padahal sebetulnya aku lebih suka kalau Keysha itu memang benar seorang janda, daripada punya suami seperti Andre yang arogan.
Sebagai konsultan yang sering bertemu dengan berbagai macam manusia dengan karakternya masing-masing, aku cukup bisa menilai Kalau Andre ini adalah tipe laki-laki yang egois serta berpikiran sempit.
Di rumah pasti Andre juga suka men-judge dan tidak mau dibantah. Sifat ini sangat berkebalikan dengan Keysha yang lemah lembut dan penuh pengertian. Keduanya sama sekali tidak cocok.
"Beneran lho, aku tidak menyangka, kita 'kan sudah sering, ya, ketemu sama Mbak Keysha itu dan selama ini dia selalu datang sendirian. Jadi agak aneh kalau pagi ini tiba-tiba dia muncul ditemani suaminya. Aneh sekaligus melegakan. Mereka juga terlihat mesra, ya."
Aku masih menahan diri untuk tidak berkomentar.
"Ternyata kita tidak sendirian, masih banyak pasangan suami istri lain yang juga sama-sama melakukan program kehamilan. Beruntungnya aku selalu datang ditemani kamu, Sayang. Tentu saja itu sebuah keharusan, kamu harus temani aku. Mengutamakan aku dari pada pekerjaanmu yang terlihat santai itu. Kenyataannya, pendapatan aku lebih besar jadi, kamu tidak akan rugi hanya sekedar ijin satu, dua hari."
Diana berusaha menghibur diri, tetapi yang terdengar di telingaku dia bukan penghiburan. Ia sedang merendahkan Keysha juga aku, serta ingin menegaskan bahwa nasib Keysha tidak lebih baik dari dirinya. Mereka sama-sama perempuan, Diana seharusnya tahu kalau melakukan program kehamilan seperti ini membutuhkan banyak energi dan pikiran yang terkuras.
"Sayang, kamu diam saja? Kamu tidak mendengar apa yang aku katakan barusan?" tanya Diana lagi.
Aku sama sekali tidak berminat untuk membalas pertanyaannya, karena yang dia bahas ini adalah perempuan yang sekarang mempunyai tempat istimewa di hatiku. Keysha.
Saat bersama suaminya terlihat ia rapuh dan tidak berdaya. Meskipun aku juga bisa melihat bagaimana usaha Andre untuk memperlihatkan bahwa dirinya adalah sosok suami yang pengertian juga ingin melindungi istrinya.
Andre seperti hanya ingin menunjukkan kalau dia sudah melakukan kewajibannya sebagai seorang suami. Tidak ada rasa yang lebih, kehangatan yang ia buat-buat di hadapanku justru membuat aku muak.
Saat mengingat bagaimana Andre mengelus rambut Keysha kemudian menggandeng dan menggenggam tangannya, aku jadi ingin marah. Tanpa sengaja aku menginjak rem hingga menimbulkan bunyi berdecit pada ban mobil kami.
"Sayang, kenapa ngerem mendadak?"
Diana membuyarkan lamunanku. Ya, aku memang kesal dan marah pada diriku sendiri dan pada keadaan ini. Kami sama-sama berada dalam situasi yang tidak kami inginkan. Aku dengan pernikahanku dan Keysha dengan pernikahannya.
Sekilas saja aku bisa melihat dia tidak bahagia, tertekan, ketakutan, padahal perempuan itu sangat berhak untuk bahagia.
"Maaf, aku sedang pusing banyak sekali pekerjaan di kantor yang belum terselesaikan," jawabku berbohong saat Diana terus menanyai apa yang sebenarnya terjadi padaku, dan kenapa sikapku pagi ini berubah.
"Oke, stop, Haris. Mumpung kita berhenti di sini aku mau turun sebentar tunggu di sini."
"Mau apa kamu?"
Diana bilang dia harus segera harus segera datang ke kantor, sekarang justru dia meminta untuk turun dan berlama-lama di minimarket.
"Ada yang harus aku beli, tunggu saja di mobil."
Diana segera turun dengan lincah, perempuan itu melangkahkan kakinya ke dalam minimarket.
Kesempatan ini aku pergunakan untuk mengirimkan pesan kepada Keisya.
[Key, aku ingin minggu ini kita pergi keluar bersama.]
Aku mengetik pesan itu lalu mengirimkannya. Beberapa saat menunggu jawaban dari Keisha tetapi tak kunjung datang. Mungkin sekarang dia juga sedang diantarkan Andre pulang. Atau jangan-jangan saat mengantarkan Keisya pulang, Andre tiba-tiba berhasrat dan meminta jatah kepada istrinya?
"Ah sial!"
Membayangkan hal itu membuat kepalaku hampir meledak. Aku memukul setir dengan frustrasi membayangkan tubuh ramping Keysha harus berada di dalam kungkungan badan besar Andre.
Aku mengambil ponsel lagi dan melihat di layar tetap sama belum ada jawaban dari Keysha.
Tak lama kemudian Diana sudah kembali ke dalam mobil. "Ternyata vitamin ini ada di minimarket. Padahal aku nyari ini sudah lama, aku udah coba pesan online tapi stoknya kosong terus."
Diana memperlihatkan sebuah tas plastik berisi vitamin dan minuman suplemen. Aku sudah tahu arahnya, pasti dia akan memaksaku lagi malam ini. Melihat vitamin yang banyak dan minuman suplemen itu rasanya aku sudah muak. Yang aku inginkan sekarang adalah pergi sejauh-jauhnya.
Aku melirik ponsel menunggu jawaban dari Keisya tetapi masih tak kunjung datang jawaban itu, hingga akhirnya perlahan-lahan aku melajukan mobil menuju ke kantor Diana.
"Kamu kenapa, sih, pagi ini kayak tidak bersemangat." Diana mencoba menginterogasi.
"Sudah aku bilang kerjaanku di kantor banyak dan masih belum selesai."
"Biasanya juga kamu sibuk, tapi tidak seperti ini. Haris kamu jadi ketus dan marah-marah sebenarnya ada apa, sih?"
Tak sabar Diana masih mencoba membuatku bicara.
'Aku muak dengan keadaan ini. Diana dan ingin segera mengakhirinya!'
Itulah yang ingin aku katakan pada Diana, andai saja aku punya keberanian.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Erni Handayani
Kenapa haris takut buat berkata jujur sama diana.. Klo emang udh gak cinta lebih baik cerai aja
Si andre juga gak cinta sama key dia cuma egois gak mau key dimiliki org lain.. Key cuma dijadikan pajangan doang
Nih rumah tangga 22 ny gak sehat banget
Dobel UP dong thor😅💪
2023-03-31
1
Vera TV
coba nieh yg nyemplung langsung dalam dosa gitu... kesya sm harris berbuat gt dan hamil... wow... berasa banget kemandulan andre... just pikiran aja... semangat kak ismi.. stay healty...
2023-03-31
0
Aze_reen"
maunya nih pasangan ditukar aja.. andre sm diana.. kan sm2 sombong, sm2 egios, sm2 aneh, sm2 angkuh, sm2 gengsi, hampir 100 % banyak kesamaan karakter, watak dan sifat...
pasti mantap tuh rmh tangganya, saban hari mereka berdua saling meyombongkan dan meninggikan diri ..
saling ga mw kalah...
kan andre suka mementingkan nafsunya sendiri.. kan sm kek diana....
pas kan .. mereka bs saling memuaskan secara brutal...
nahhh...klw haris dan keysha bersatu dan bersama... terasa harmonis dan adem liatnya... berasa jdi keluarga impian😁🤭
maafkan atas kehaluan q...
lanjut kk..
2023-03-31
1