POV Andre
Aku semakin tak bisa menahan diri untuk tidak mengawasi Keysha. Semenjak menemukan pesan dari seorang pria bernama Haris, gemuruh kemarahan di dadaku tidak bisa aku kendalikan. Apakah Ketsha benar-benar punya niat berselingkuh seperti yang sering dibicarakan oleh teman-teman kantor?
Sedikit hukuman sudah aku berikan tadi malam. Saat aku mengambil jatah keintiman secara paksa di kamar mandi, Keysha menjerit-jerit kesakitan, tapi aku acuhkan.
“Ini baru permulaan, Keysha. Aku bisa memberimu rasa sakit yang berlipat-lipat kali rasanya, karena sudah berani menghianatiku,” gumamku dalam hati.
Pada akhirnya Keisya harus memekik kesakitan saat aku melampiaskan kekesalan dengan cara menyetubuhinya tanpa pemanasan.
Pagi ini aku akan memberikannya kejutan. Dan benar saja, Keysha sangat kaget karena aku bersikukuh ingin mengantarkannya untuk periksa ke rumah sakit. Pasti dia bertanya-tanya kenapa aku mendadak baik. Tapi aku tak peduli, yang aku pedulikan hanyalah segera melihat bagaimana tampang laki-laki yang sudah berani menggoda istriku.
Siapa laki-laki bodoh yang bisa tertarik dengan perempuan biasa-biasa saja bahkan tidak menarik sama sekali ini?
Pria seperti apa dia, yang tiba-tiba berkirim pesan lalu janjian di klinik kandungan? Jangan dikira aku tidak tahu mereka akan bertemu di klinik. Aku sempat membaca pesan pria bernama Haris itu.
[Sampai ketemu di rumah sakit besok]
Pesan singkat, tapi penuh makna tersirat. Mereka akan mengadakan pertemuan di sana. Luar biasa sekali!
Jadi di sinilah aku sekarang di rumah sakit besar, tepatnya di poli kandungan bersama Keisya.
Setelah kami duduk di kursi tunggu, aku memandang sekitar. Tidak ada yang istimewa, tidak ada pria keren. Semuanya biasa-biasa saja. Setelah aku perhatikan dengan saksama, cuma aku satu-satunya pria keren di ruangan ini. Perlahan-lahan aku membetulkan krah bajuku.
'Keysha, Keysha, seleramu buruk sekali,' gumamku di dalam hati.
Sekali lagi aku mengedarkan pandangan. Di depan kami ada seorang laki-laki ceking yang sedang sendirian, mungkin istrinya sudah masuk ke dalam poliklinik. Lalu di sebelah kanan aku melihat seorang pria bertopi masih agak muda, wajahnya tidak tampan, mukanya kasar sepertinya bekas jerawat yang masih tersisa, penampilannya juga biasa saja.
Lalu di ujung koridor ada juga sepasang suami istri. Aku perhatikan sang pria. Suaminya itu tidak menarik sama sekali wajahnya biasa saja, kulitnya juga agak hitam. Jadi fix, cuma aku satu-satunya pria paling keren yang ada di ruangan ini.
Sekarang tugasku adalah mencari di antara mereka siapa yang bersikap beda dengan Keisya.
Saat aku mulai memerhatikan para pria itu, tiba-tiba datang seorang pria perlente memasuki poli kandungan. Pria itu memakai kemeja putih, dan mengenakan kartu tanda karyawan yang bertuliskan nama 'HARIS'.
'Oh … rupanya ini selingkuhan Keisya!' Batinku tak tenang.
Haris. Pria tidak terlalu tinggi tapi lebih tinggi dari aku, tubuhnya atletis, wajahnya lumayan tampan, kulitnya juga putih bersih. Rambutnya disisir sangat rapi. Ia memakai setelan celana hitam dan kemeja yang sangat serasi, dengan sepatu kantor yang mengilap dan terlihat mahal. Aku tahu merk sepatu ini harganya sepuluh kali lipat dari sepatu yang biasa aku kenakan saat ke kantor. Tiba-tiba aku merasa kegerahan.
Aku menelan ludah sekaligus kegetiran, mendapati rivalku ternyata lebih di atas rata-rata, dan tidak terlihat seperti pria yang biasa saja.
Tak berapa lama kemudian muncul seorang perempuan cantik di belakang Haris. Tunggu dulu, jadi dia pria yang sudah beristri?
“Sayang, tunggu sebentar, aku harus mendaftar dulu,” ucap perempuan itu. Tak salah lagi, dia adalah istri Haris.
Apa mata pria itu buta? Ia punya istri secantik itu, bahkan menurutku lebih cantik daripada Keysha, tapi masih menggoda istri orang?
Haris ternyata cuma laki-laki bodoh yang rela berselingkuh dengan wanita lain yang tidak lebih cantik dari istrinya sendiri.
Otakku berputar cepat menganalisa situasi ini. Kenapa dia harus mengganggu Keysha padahal istrinya sudah sangat sempurna atau jangan-jangan Haris ini seorang penipu?
'Ya Tuhan Keysha, kamu benar-benar istri yang bodoh! Mau saja diperalat pria ini.' Aku merutuki kebodohan Keisya. Dia benar-benar dibodohi laki-laki ini.
Aku harus memastikan kalau Haris ini memang benar-benar punya hubungan khusus dengan Keisya.
"Key, aku mau ke toilet sebentar, ya," pamitku kepada Keysha. Dia menganggukkan kepalanya.
Aku berjalan ke toilet, tetapi setelah tiba dia toilet aku kembali segera menyelinap mencari tempat yang strategis untuk melihat aksi mereka berdua. Haris duduk tepat di samping Keysha, lalu istrinya duduk di sebelah kanan Haris.
Dari sini jelas terlihat interaksi antara Haris dan Keysha. Mereka benar-benar penghianat! Aku bisa melihat bagaimana Keysha tersenyum manis kepada Haris wajahnya semringah. Hei, itu senyuman Keysha yang dulu ia berikan untukku saat kami masih berpacaran. Aku jadi teringat senyum manis itu. Dulu, dulu sekali sebelum kami menikah. Setelah aku menikahinya, senyum itu hilang entah ke mana. Lalu hari ini tiba-tiba Keysha memberikan senyum manis itu kepada Haris? Ini jelas-jelas penghinaan buat aku.
“Gila!” umpatku kesal. “Keisha benar-benar gila dan berani sekali dia mengkhianati aku!”
Aku memukul dinding dengan keras hingga punggung tanganku terasa perih.
Gejolak amarah ini sudah tidak tertahan, tapi aku harus tetap tenang. Aku tidak boleh terlihat marah dan harus tetap tenang.
Perlahan-lahan aku menarik napas panjang, lalu menahannya sesaat sebelum mengeluarkannya pelan-pelan. Kobaran api amarah yang bersemayam di dalam dada, pelan-pelan aku padamkan dengan mengempaskan napas ini perlahan-lahan.
'Oke, Keysga, kamu bisa berpura-pura di depanku, aku pun bisa melakukannya,' batinku kesal.
Rasanya sangat tidak enak dibohongi istri sendiri. Aku lebih kesal lagi melihat tampang Haris yang sok ganteng dan sok ramah menyapa Keysha padahal istrinya ada di sebelahnya. Kenapa istrinya juga terlihat cuek saat melihat Haris menyapa Keysha? Ini benar-benar aneh.
Setelah menenangkan diri sebentar di belakang, akhirnya aku menghampiri mereka.
“Keysha, kamu geser duduknya, sini di sebelah sini,” ucapku sambil meraih pundak Keisya menyuruhnya bergeser ke sebelah kiriku, lalu aku duduk di kursi yang tadi ditempati olehnya.
Kini aku dan Haris duduk bersebelahan. Laki-laki Itu tampak terkejut melihat kehadiranku. Pecundang itu pasti tidak mengira kalau hari ini aku datang menemani Keysha untuk periksa ke dokter.
Entah apa yang sudah mereka bicarakan di belakangku. Mungkin Keysha sempat mengadu kepada Haris dan mengatakan bahwa aku suami yang tidak bertanggung jawab dan tidak pernah mengantarkannya untuk ikut pergi periksa ke dokter. Hari ini aku akan membuktikan pada Haris bahwa aku bukan laki-laki seperti itu. Aku sangat peduli pada Keysha. Dan aku tidak akan pernah membiarkan Keysha pergi dari sisiku.
“Keysha hanya milikku seorang, Haris. Kamu harus tahu apa yang bisa aku lakukan untuk tetap menahan Keysha di sampingku selamanya.”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Vera TV
lanjutttt... semangat kak ismi
2023-03-29
1
Erni Handayani
Ada yaa suami egois gak mau memahami istri.. Nama ny rumah tangga sampai urusan sex pun hrs komunikasi
Jangan setelah istri dapet perhatian dr laki-laki lain baru deh kebakaran jenggot
Sebenernya andre nih cinta gak sih sama istri ny.. Aneh
2023-03-29
2