Ketakutan Keysha

Aku sudah tiba di rumah saat Haris mengirimkan pesan. Saat Haris mengirimkan pesan, Mas Andre baru memasuki kamar mandi. Aku membaca pesan itu dengan setengah takut, aku pikir Haris akan marah karena keberadaan Mas Andre saat di klinik tadi.

Namun, ternyata aku salah. Haris malah mengajak untuk pergi ke suatu tempat minggu ini.

[Key, aku ingin minggu ini kita pergi keluar bersama.]

Akhirnya aku bernapas lega karena Haris tidak marah padaku. Lega sekaligus takut karena akan memulai petualangan berikutnya. Ya, aku merasa sejak mengenal Haris, hidupku dipenuhi dengan petualangan-petualangan yang membuatku khawatir sekaligus senang.

Khawatir jika Mas Andre mengetahui apa yang aku lakukan di belakangnya, dan senang karena Haris selalu memberi kebahagiaan-kebahagiaan kecil yang selama ini tidak pernah aku dapatkan dari suamiku.

Jujur saja aku sangat ingin pergi bersama Haris, tapi apa alasan yang harus aku berikan pada Mas Andre? Apa pria itu akan mengijinkan aku pergi? Aku berpikir keras, sebelum akhirnya membalas pesan Haris.

[Haris, maaf sebelumnya. Aku tidak yakin bisa keluar rumah. Aku akan memikirkan cara untuk bisa pergi.]

Aku segera menekan tombol KIRIM. Jantung ini mulai memacu tak tenang.

Entahlah rasanya setiap kali aku membaca atau membalas chat dari Haris, aku harus bersembunyi dari Mas Andre. Aku selalu merasa tidak tenang tetapi sekaligus kecanduan dengan percikan-percikan rasa di dada yang mendebarkan sekaligus menyenangkan ini.

Beruntungnya aku karena setelah mengirimkan pesan itu, Mas Andre keluar dari kamar mandi. Semoga saja dia tidak melihat saat aku senyum-senyum membaca pesan dari Haris, atau kegugupanku saat mengetik lalu mengirimkannya kepada Haris.

Aku masih mengingat ekspresi Haris yang terlihat tidak suka ketika Mas Andre membelai rambutku ataupun memegang tanganku. Memang di area publik Haris dan Diana tidak mengumbar kemesraan seperti yang dilakukan Mas Andre kepadaku tadi.

Aku juga tidak pernah mendengar Haris memanggil Diana dengan sebutan sayang. Yang terdengar justru sebaliknya, Diana selalu menyebut kata sayang itu kepada Haris, dan pria itu mendengarnya biasa saja tanpa ekspresi yang berlebih. Apakah hubungan mereka juga tidak seperti yang terlihat? Kenapa akhir-akhir ini aku justru sering memikirkan hal itu?

Aku segera memasukkan ponsel ke dalam tas kemudian bersiap untuk memasak. Pagi tadi aku tidak sempat memasak karena Mas Andre juga melarang aku memasak dan ingin kami sarapan di luar sambil jalan ke rumah sakit.

"Tunggu sebentar, ya, Mas. Aku mau masak dulu." Aku membuka kulkas mencari-cari bahan makanan apa yang masih tersisa.

"Tidak usah masak, pesan saja. Biar aku yang pesan. Hari ini kita pesan makanan di luar, sebentar aku pilih dulu," jawab Mas Andre membuatku mengernyitkan dahi.

Aku merasa hari ini Mas Andre bersikap sangat aneh. Tadi pagi ia memaksa untuk mengantar aku periksa ke dokter, lalu saat di poliklinik dia juga bersikap sangat mesra dan puncaknya malam ini dia bahkan melarangku untuk memasak. Ini di luar kebiasaannya dan tentu saja hal ini membuat aku bertanya-tanya apa yang terjadi sebenarnya.

Dengan sedikit ketakutan aku memberanikan diri untuk bertanya, "ada masalah apa Mas? Kenapa tiba-tiba bersikap seperti ini?" tanyaku pelan.

Biasanya Mas Andre marah kalau aku banyak bertanya. Dia akan membentak keras membuatku tersentak kaget.

Ternyata tidak. Mas Andre sontak tertawa mendengar pertanyaanku. Aku jadi bingung dengan sikapnya. Ada apa sebenarnya dengan laki-laki ini kenapa sikapnya sangat mudah berubah?

Saat kami tadi keluar dari rumah sakit dan masuk ke mobil, Mas Andre bersikap seperti biasa lagi. Acuh, dingin, tak banyak bicara hingga membuat aku bingung apakah telah melakukan kesalahan. Sepertinya memang suamiku hanya ingin mempertontonkan kemesraan kami itu saat berada di rumah sakit. Apa yang sebenarnya terjadi? Hatiku kembali diliputi tanda tanya.

"Loh, kenapa kamu bingung seperti itu? Bukankah yang aku lakukan ini sudah seharusnya? Sebagai suami yang baik, aku ingin memerhatikan kamu. Salahnya di mana?" Mas Andre melebarkan kedua tangannya sembari mengangkat bahu.

"Enggak salah, sih, Mas. Cuma agak aneh aja," jawabku spontan.

Kenapa mendadak hatiku gelisah? Apakah Mas Andre tahu kalau aku saat ini sedang dekat dengan Haris? Ah itu tidak mungkin. Dari mana dia bisa tahu? Aku sangat berhati-hati menjaga rahasia ini, supaya jangan sampai Mas Andre tahu. Setiap pesan yang aku terima dari Haris langsung aku hapus setelah membacanya.

Aku juga berusaha untuk mencari tempat yang aman ketika membaca pesan-pesan dari Haris itu, jadi rasanya tidak mungkin Mas Andre mengetahui kalau aku saat ini sedang dekat dengan Haris. Mungkin aku hanya overthinking saja.

"Kamu yang aneh Keysha. Kenapa kamu ini selalu berpikir yang tidak-tidak tentang aku? Bukankah selama ini kamu mengharapkan kehadiranku saat ke rumah sakit? Aku sudah memenuhinya."

Aku terdiam mendengar jawaban Mas Andre, sebelum akhirnya memberanikan diri menjawab, "memang aku mengharapkan Mas Andre menemani ke rumah sakit, tapi aku rasa seseorang tidak ada yang berubah begitu cepat jika tidak ada penyebab yang mendesaknya."

Mas Andre tidak membalas ucapanku tapi ia segera menangkup kedua pipiku dan menatap tajam dengan seringai lalu berbisik. “Kamu hanya milikku, Keysha.”

Aku melongo mendengar jawaban Mas Andre yang tidak aku duga, hingga bunyi bel rumah mengejutkan kami berdua.

Mas Andre segera pergi ke arah pintu, itu pasti dari kurir makanan yang sudah ia pesan.

Apa yang aku lihat dan dengar tadi? Seperti bukan Mas Andre yang bicara. Dia seperti sosok lain yang menyeramkan penuh ancaman.

Setelah Mas Andre berlalu, aku mengusap tangan. Rasanya bulu kudukku meremang dan aku merinding ketakutan. Tatapan mas Andre barusan adalah tatapan paling mengerikan yang pernah aku lihat.

Mas Andre meletakkan makanan yang sudah ia pesan tadi di atas meja laki-laki itu juga mengambil dua piring di dalam lemari lalu meletakkannya di atas meja makan. Sesuatu yang tidak pernah ia lakukan. Biasanya aku yang selalu melayaninya.

Dengan sigap tangannya membuka kantong makanan lalu menuangkan makanan itu ke dalam piring. Rupanya mas Andre memesan capcay dan ayam goreng.

Aku masih berdiri mematung mengamatinya, sebelum laki-laki itu menghampiriku.

"Kenapa masih berdiri di sini? Ayo makan, keburu dingin makanannya," ucapnya sambil menyeret tubuhku dan mendudukkannya di kursi.

Kali ini aku tidak salah. Perasaanku benar-benar gelisah melihat sikap Mas Andre yang tidak seperti biasanya. Entah apa yang ia rencanakan.

Mendadak aku ingin mengirimkan pesan kepada Haris untuk membatalkan janji pertemuan kami. Melihat sikap Mas Andre yang mengerikan, rasanya aku tidak sanggup lagi jika harus berbohong kepada suamiku.

Terpopuler

Comments

Aze_reen"

Aze_reen"

key kamu tulis nama haris di hapemu.. coba kamu kasih nama temanmu aja, misal ayu... ayu 1 apa ayu 2....
klw ditulis nm haris ya ketahuanlah...

haisss perlu belajar dlu key kamu dunia tipu2 perselingkuhan🤭🤭

2023-04-01

1

Erni Handayani

Erni Handayani

Jangan maen api key klo belum sanggup terbakar

Sebaik ny untuk saat ini di blok aja dulu wa ny haris nunggu aman... Selingkuh emang deg2an ngeri2 tapi seneng 🤣🤣🤣

2023-03-31

1

Vera TV

Vera TV

dibaikin dikit udah keder... kl dibentak2, diminta ganti rugi biaya jiper... hadeh... wanita oh wanita... semangat kak ismi...

2023-03-31

1

lihat semua
Episodes
1 Penantian
2 Kartu Karyawan
3 Dewi Penolong
4 Kembali ke realita
5 Rasa Kasihan
6 Pertikaian
7 Jari yang terpaut
8 Nomor telepon
9 Gosip
10 Andre Curiga
11 Sebuah pesan
12 Debaran Baru
13 Batas Haris
14 Mimpi Indah
15 Sakit tak terperi
16 Tingkah aneh Andre
17 Sandiwara Andre
18 Jaga Sikap
19 Pergolakan batin Haris
20 Ketakutan Keysha
21 Setelan Pabrik
22 Melepas Rindu
23 Keluhan Diana
24 Pelukan Hangat
25 Diana datang?
26 Ketahuan!
27 Semakin Sakit
28 Luapan Amarah
29 Diana Nekat
30 Ingin Pisah
31 Percuma!
32 Jalan Baru
33 Ide Gila
34 Paksaan
35 Gelap Gulita
36 Dilema
37 Tidak Rela
38 Batin Keysha
39 Diana tidak menyerah
40 Tetangga Keysha
41 Mengungsi
42 Foto Haris
43 Memulai hari baru
44 Siapa dia?
45 Rindu menggebu
46 Korban Lain
47 Diana Mabuk
48 Telepon Ayu
49 Pembalasan Setimpal
50 Menginap dengan Haris
51 Hampir Terjadi
52 Hanya alat
53 Andre sadar?
54 Berhak Bahagia
55 Bujukan Haris
56 Tinggal bersama
57 Mencari Kontrakan
58 Melunasi Hutang
59 Tetangga
60 Nasi Goreng
61 Dimana Haris?
62 Penumpang Misterius
63 Kenangan tertinggal
64 Membawa koper
65 Harapan Diana
66 Keysha Pergi
67 Dipecat?
68 Petir di siang bolong
69 Putus asa
70 Bantuan tidak terduga
71 Berita Buruk atau Baik?
72 Kabar Keysha
73 Kemenangan Diana
74 Keputusan yang tidak berubah
75 Perang Dingin
76 Wajah yang fimiliar
77 Sikap Ibu
78 Bantuan Keysha
79 Patah untuk kesekian kali
80 Baby Shower
81 Salah paham
82 Amarah Haris
83 Pertemuan tidak terduga
84 Tertangkap juga
85 Sebuah rahasia
86 Tipu daya Diana
87 Tidak ada yang salah!
88 Ibu Syok
89 Diana diusir
90 Sudah tidak mempan
91 Status Baru
92 Surat panggilan
93 Masuk Rumah Sakit
94 Karpet merah
95 Bukan kebetulan
96 Benang merah
97 Ingin terus tapi takut
98 Mendapat jawaban
99 Harapan Keysha
100 Akhir Kisah?
101 Bonchap 1
102 Bonchap 2
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Penantian
2
Kartu Karyawan
3
Dewi Penolong
4
Kembali ke realita
5
Rasa Kasihan
6
Pertikaian
7
Jari yang terpaut
8
Nomor telepon
9
Gosip
10
Andre Curiga
11
Sebuah pesan
12
Debaran Baru
13
Batas Haris
14
Mimpi Indah
15
Sakit tak terperi
16
Tingkah aneh Andre
17
Sandiwara Andre
18
Jaga Sikap
19
Pergolakan batin Haris
20
Ketakutan Keysha
21
Setelan Pabrik
22
Melepas Rindu
23
Keluhan Diana
24
Pelukan Hangat
25
Diana datang?
26
Ketahuan!
27
Semakin Sakit
28
Luapan Amarah
29
Diana Nekat
30
Ingin Pisah
31
Percuma!
32
Jalan Baru
33
Ide Gila
34
Paksaan
35
Gelap Gulita
36
Dilema
37
Tidak Rela
38
Batin Keysha
39
Diana tidak menyerah
40
Tetangga Keysha
41
Mengungsi
42
Foto Haris
43
Memulai hari baru
44
Siapa dia?
45
Rindu menggebu
46
Korban Lain
47
Diana Mabuk
48
Telepon Ayu
49
Pembalasan Setimpal
50
Menginap dengan Haris
51
Hampir Terjadi
52
Hanya alat
53
Andre sadar?
54
Berhak Bahagia
55
Bujukan Haris
56
Tinggal bersama
57
Mencari Kontrakan
58
Melunasi Hutang
59
Tetangga
60
Nasi Goreng
61
Dimana Haris?
62
Penumpang Misterius
63
Kenangan tertinggal
64
Membawa koper
65
Harapan Diana
66
Keysha Pergi
67
Dipecat?
68
Petir di siang bolong
69
Putus asa
70
Bantuan tidak terduga
71
Berita Buruk atau Baik?
72
Kabar Keysha
73
Kemenangan Diana
74
Keputusan yang tidak berubah
75
Perang Dingin
76
Wajah yang fimiliar
77
Sikap Ibu
78
Bantuan Keysha
79
Patah untuk kesekian kali
80
Baby Shower
81
Salah paham
82
Amarah Haris
83
Pertemuan tidak terduga
84
Tertangkap juga
85
Sebuah rahasia
86
Tipu daya Diana
87
Tidak ada yang salah!
88
Ibu Syok
89
Diana diusir
90
Sudah tidak mempan
91
Status Baru
92
Surat panggilan
93
Masuk Rumah Sakit
94
Karpet merah
95
Bukan kebetulan
96
Benang merah
97
Ingin terus tapi takut
98
Mendapat jawaban
99
Harapan Keysha
100
Akhir Kisah?
101
Bonchap 1
102
Bonchap 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!