Bab 16

Faaz tak menjawab ia memilih menyembunyikannya dari Zain.

Melihat kondisi Faaz yang lemah Zain tak mau memaksa pria itu.

Ia kemudian memapah Faaz kembali ke meja mereka.

Seketika Tini berteriak keras melihat wajah lelaki itu.

"Bagaimana ini bisa terjadi, siapa yang melakukan ini padamu!" seru Tini

Zain meminta gadis itu tenang dan membawa Faaz ke mobil.

Ia kemudian melesatkan mobilnya menuju rumah sakit, sedangkan Tini memilih pulang untuk mengambil keperluan Faaz selama di rumah sakit.

Tini mengamati gaun pengantinnya yang belum selesai. Dalam hati ia bertanya kenapa Faaz mengalami kecelakaan padahal gaun pengantinnya belum selesai. Butuh lima hari menuju hari ke 40 untuk menyelesaikan gaun itu.

Namun bahaya sudah dialami lelaki malang itu. Baginya sebenarnya tidak mengapa, toh ia juga tak terlalu suka dengan Faaz.

"Apa aku harus menyelesaikannya sekarang??"

Tini berbalik ke meja jahitnya menatap berbagai aksesoris yang tergeletak di sana.

Suara dering ponsel membuat wanita itu terhenyak dan mengambil gawai pipih itu.

Zain menelponnya, lelaki itu memberitahunya jika Faaz masuk ruang ICU.

"Kondisinya kritis karena kehilangan banyak darah," ujar Zain dari ujung ponselnya

Tini mengangguk dan mendengar penjelasan pria itu.

Ia segera bergegas mengambil beberapa baju ganti Faaz dan makanan ringan untuk bekalnya selama menunggu pria itu.

Saat ia hendak keluar dari terdengar suara seseorang di ruang jahit.

Buru-buru Tini berlari masuk ke sana. Dilihatnya seorang lelaki mencoba menggunting gaun pengantinnya.

Ia menempelkan tangannya ke bahu pria itu, "Siapa kau, dan bagaimana kau bisa masuk rumah ku?" tanya Tin

Pria itu berbalik dan menyerangnya dengan gunting.

Tini jatuh ke lantai dan ketakutan melihat sosok pria di depannya.

"Faaz, bagaimana kau bisa ke sini?"

Matanya membulat saat ia melihat tatap mata elang Faaz yang hendak menelannya hidup-hidup..

Tini berusaha menggerakkan tubuhnya yang mati rasa saat Faaz mendekati dirinya.

Ia menjerit keras saat Faaz hendak menusuknya.

Seketika suasana berubah menjadi hening. Tini perlahan membuka menggeser telapak tangannya yang menutupi matanya.

Faaz menghilang, dan Tini memeriksa tubuhnya.

"Tak ada yang terluka, kemana dia?"

Ia mengedarkan pandangannya mencari dimana keberadaan Faaz.

Namun sayangnya pria itu sudah menghilang dan hanya sebuah gunting yang tergeletak di lantai. Tini mengambil gunting itu dan melihat ada noda darah diatasnya.

"Jadi ia benar-benar datang untuk membunuhku," Ia menyeringai mengingat kejadian mengerikan yang hampir membuat jantungnya berhenti berdetak

Tini terkesiap melihat gaun pengantinnya menghilang. Wajahnya seketika memucat, ia berusaha mencarinya kemana-mana namun tak menemukannya.

"Arrghh!!"

Tini berteriak melepaskan kemarahannya.

Kembali ponselnya berdering membuat ia segera berlari meninggalkan rumahnya.

Setibanya di rumah sakit ia turun dari mobil dan berjalan menuju bangsal perawatan Faaz.

Zain tampak duduk di lantai sambil menyenandungkan ayat-ayat suci Al-Qur'an membuat suasana ruangan menjadi adem.

Ia kemudian mendekati Faaz dan membuka kaos yang dipakainya dan menggantinya dengan pakaian bersih.

Saat wanita itu hendak mengganti celananya, Zain melarangnya.

"Biar aku saja yang mengganti celananya," tandas Zain

Tina memberikan celananya kepada Zain.

Lelaki itu menyuruhnya untuk menunggu di luar saat ia memakaikan celana Faaz.

Tak lama Zain membuka pintu ruangan itu dan mempersilakan Tini kembali masuk ke dalam.

Kini ia melihat sosok Faaz sudah kembali seperti semula. Ia mendekatinya dan mengusap wajahnya.

"Sebenarnya apa yang terjadi padamu?" ucap Tini kemudian membenamkan kepalanya di dada Faaz.

"Apa kata dokter?" tanya Tini

"Sebaiknya kau tanyakan sendiri kepada dokter jika ingin tahu apa penyakit Faaz," jawab Zain

Lelaki itu kemudian pamit keluar untuk merokok. Seorang pria bertanya ruangan Faaz kepadanya.

"Ruang melati 23," jawab Zain

Lelaki itu berterima kasih dan melangkah meninggalkannya.

Sementara itu Tini menemui dokter yang merawat Faaz dan menanyakan penyakit calon suaminya itu.

Ia begitu Terkejut saat dokter mengatakan jika ia tidak sakit.

"Secara medis dia baik-baik saja, tidak ada penyakit atau luka dalam dirinya. Dan kami masih menunggu hasil tes darah ulang," tandas sang dokter

Setelah mendengar jawaban dokter membuat Tini semakin yakin jika Faaz sakit karena gaun pengantin itu sudah hampir selesai. Namun ia bingung karena kehilangan gaun itu.

Bagaimana ia bisa menyelesaikan misinya jika gaun itu menghilang.

"Apa aku harus membuatnya dari ulang??"

Kepalanya hampir meledak karena terus memikirkan gaun yang hilang itu.

Ia kemudian menelpon seorang maintenance untuk memeriksa cctv di rumahnya.

Ia berpikir jika ada seseorang iseng yang mencuri gaun pengantin itu.

Sementara itu di waktu yang bersamaan Candra datang menjenguk Faaz.

Lelaki itu mengusap wajah sahabatnya dan tak lama Faaz membuka matanya.

Meskipun belum bisa bicara namun tatapan mata Faaz seolah hendak mengatakan sesuatu kepada Candra.

Lelaki itu mendekatkan telinganya saat Faaz membuka mulutnya.

Entah apa yang di dengar Candra darinya hingga wajahnya seketika merah seolah dipenuhi amarah.

Tini memasuki ruangan itu dan tertegun melihat Candra di sana.

Candra menatap nanar Tini seolah menyiratkan kebenciannya kepada gadis itu.

Tangannya mengepal saat Tini mendekati Faaz dan tersenyum melihatnya sudah siuman.

"Syukurlah kamu sudah siuman, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Tini saat mendekati pria itu

Faaz meraih jemari gadis itu dan menggenggamnya erat.

"Kenapa kau tidak menjawab pertanyaan ku?" Tini tampak kecewa karena Faaz tak menjawab pertanyaannya

"Apa kau marah padaku?" tanyanya lagi

Faaz menggelengkan kepalanya. Faaz menggerakkan bola matanya ke arah Candra.

Matanya seolah berbicara jika ia ingin Candra menyampaikan sesuatu kepada Tini.

Candra mengangguk pertanda setuju.

"Dia bilang dia baik-baik saja, jadi kamu jangan khawatir. Faaz masih belum bisa bicara karena masih shock dengan kejadian yang dialaminya," ucap Candra

"Sebenarnya kejadian apa yang menimpanya, tolong beritahu aku. Aku yakin dia pasti sudah memberitahu mu,"

"Harusnya kau yang lebih tahu apa yang akan terjadi padanya," jawab Candra

Seketika Tini mengatupkan bibirnya mendengar jawaban Candra.

Sebenarnya bukan itu yang ia ingin ketahui darinya, ia hanya ingin tahu apa Faaz melihat gaun pengantinnya yang hilang.

Namun ia tak berani menanyakannya karena Candra.

Lelaki itu terlalu banyak tahu tentang dirinya sehingga membuatnya seolah menjaga diri darinya.

Zain memasuki bangsal perawatan Faaz berbarengan dengan dokter yang juga datang untuk memeriksa kondisi Faaz

Candra dan Tini segera memberikan jalan kepada sang dokter.

Candra menoleh kearah Zain yang memilih berdiri di depan pintu.

"Sepertinya aku baru melihat mu, kalau boleh tahu ada hubungan apa kau dengan Faaz?" tanya Candra

"Sebenarnya tidak ada hubungan apa-apa antara aku dengan Faaz, hanya saja kebetulan kita berdua bertemu di rumah Tini dan setelah itu kami menjadi akrab apalagi saat ia ingin menjadikan aku sebagai sopir pribadinya," jawab Zain

"Kondisinya sudah stabil dan sangat baik, jadi Tuan Faaz bisa pulang sekarang," tutur sang dokter membuat semuanya lega.

"Kalau begitu kita siap-siap pulang ya sayang," ucap Tini kemudian membereskan barang-barangnya.

"Kali ini kamu sebaiknya tinggal di rumahku saja, aku gak tega lihat kamu sendiri cuma sama ART," tutur Tini

"Tidak boleh kalian ini belum menikah jadi belum mahram. Biarkan Faaz tinggal bersamaku, aku pasti akan merawatnya," ucap Candra mengambil tas pakaian Faaz dari Tini

Melihat Candra dan Tini bersikeras memperebutkan siapa yang akan merawat Faaz membuat Zain memilih berpamitan.

Namun saat ia hendak berpamitan dengan Faaz, lelaki itu menggenggam erat tangannya.

"Dia memilih mu, temanilah ia beberapa hari di rumahnya," ucap Candra

Terpopuler

Comments

⸙ᵍᵏ𝐙⃝🦜Titian Mentari 🦈

⸙ᵍᵏ𝐙⃝🦜Titian Mentari 🦈

Faaz udah berasa kalau dia jadi tumbal Tini makanya dia memilih zein

2023-04-04

0

✰͜͡w⃠Husna ✪⃟𝔄ʀ

✰͜͡w⃠Husna ✪⃟𝔄ʀ

siapa tu yang ambil baju pengantin nya apakah itu Candra yang menyerupai Faaz dan berharap tak ada korban lagi dengan hilangnya baju pengantin itu

2023-04-04

1

@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈

@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈

emang lebih baik Faaz bersama Zain dan semoga Zain bisa menjaganya dengan baik

2023-04-04

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!