Bab 12

"Pak Arga??" Tini begitu terkejut saat melihat mobil pria itu terparkir di depan kosannya.

Arga segera turun dari mobilnya dan melambaikan tangannya kepada Tini.

Wanita itu langsung membalasnya dengan senyuman hambar.

"Jika Pak Arga baru tiba, lalu yang tadi itu siapa??"

Seketika wajah gadis itu memucat, dan keringat dingin mulai membasahi pelipisnya.

"Maaf saya datang terlambat, apa kamu sudah lama menunggu?" tanya pria itu

"Tidak papa Pak, lagian aku juga baru keluar," jawab Tini kemudian mengusap keringatnya dengan tisu.

Arga segera membukakan pintu untuknya dan mempersilakannya masuk kedalam mobilnya.

Ia kemudian duduk di sampingnya dan melajukan mobilnya meninggalkan halaman rumah Tini.

Saat kosannya Tini melihat sekelebat bayangan hitam melesat menuju ke kosan Blok E.

Apa dia sudah datang untuk menjemput Zain??, tapi tidak mungkin aku bahkan belum menjahit baju pengantin untuknya.

Melihat Tini yang gelisah membuat Arga mencoba mengajaknya berbicara.

Ia mulai menceritakan bagaimana ia dan Candra membangun Arga Budi Waluyo Company.

"Jadi Pak Candra itu adik anda toh," ucap Tini berusaha mengikuti pembicaraan Arga

"Sebenarnya sih bukan, hanya saja aku sudah menganggapnya seperti adik kandung sendiri karena ia beberapa kali menyelamatkan nyawaku," jawab Arga

"Senang sekali kalau punya saudara yang sangat care seperti Pak Candra. Anda sangat beruntung Pak, meskipun Pak Candra bukan saudara kandung anda tapi ia sangat care dan peduli dengan anda,"

"Benar sekali Tin, itulah kenapa aku mempercayakan semuanya kepada Candra," jawab Arga

"Semuanya, termasuk urusan pribadi juga?"

"Iya, aku bahkan mempercayakan dia untuk mencarikan pasangan untuk ku," jawab Arga malu-malu

"Kenapa memang Pak, apa anda gak percaya diri atau gimana?" tanya Tini penasaran

"Entahlah, aku hanya percaya jika Candra selalu tahu apa yang terbaik untukku. Jadi aku yakin ia tidak akan salah memilihkan pasangan hidup untukku," jawab pemuda itu kemudian menghentikan mobilnya di parkiran Hotel Bintang lima

"Semoga aja Pak Candra bisa mencarikan jodoh terbaik buat Anda,"

"Aamiin," jawab Arga

Lelaki itu segera turun dan memberikan tangannya agar gadis itu segera menggandengnya.

"Memangnya tidak papa kita seperti ini?" tanya Tini ragu-ragu saat hendak menggandeng lengan atasnya itu

"Tentu saja kau harus menggandeng lenganku, karena malam ini kamu akan jadi pasanganku," jawab Arga membuat Tini seketika termangu mendengar Jawaban pria itu

"Sorry aku lupa memberitahu mu sebelumnya, aku takut kamu tak setuju makanya aku sengaja merahasiakannya," imbuhnya

"Oh begitu rupanya," Tini kemudian mengaitkan tangannya dan menatap pria itu dengan senyuman manisnya

"Apa kau tak keberatan?" tanya Arga memastikan

"Tentu saja tidak, lagipula hanya pasangan semalam kan gak masalah," jawab gadis itu

"Terimakasih sebelumnya karena sudah bersedia membantuku,"

Arga kemudian berjalan memasuki ruangan ballroom hotel diikuti Tini yang berjalan di sampingnya.

Semua mata tertuju kepada sejoli yang baru memasuki ruangan pesta, tidak terkecuali dengan sang empunya hajat yang tak berkedip menatap mantan kekasihnya yang sudah menggandeng wanita lain di pesta ulang tahunnya.

Tini segera melepaskan tangannya saat Arga menghentikan langkahnya di depan seorang wanita cantik yang menjadi pusat perhatian di acara itu.

"Selamat ulang tahun Mel, semoga makin sukses dan panjang umur," ucap Arga kemudian memberikan hadiah yang dibawanya

"Thanks Ar, gak nyangka kamu datang juga," jawab Amelia

Gadis itu seketika menoleh kearah Tini, "Apa dia kekasihmu?" tanya Amel membuat Tini langsung menoleh kearah Arga

"Perkenalkan dia Tini calon istriku," jawab Arga membuat wanita itu tampak berkaca-kaca mendengarnya

Ia buru-buru menjabat tangan lelaki itu dan memberinya selamat.

"Selamat ya, aku tunggu undangannya," ucap Amel tampak mengabaikan Tini yang sudah mengulurkan tangannya

Amel segera berlalu pergi meninggalkan keduanya saat melihat kedatangan Candra.

Melihat Amel bersama Candra, Arga pun mengajak Tini menuju ke stand makanan.

Sementara itu Candra terus mengamati keduanya meskipun ia terlihat tengah berbincang dengan rekan-rekannya.

Malam itu Arga memperlakukan Tini dengan begitu romantis membuat Candra tampak tak suka melihat kedekatan mereka.

Tak mau melihat Arga terlalu dekat dengan Tini Candra kemudian menghampiri mereka.

Entah kenapa Tini merasa panas saat berdekatan dengan Candra seakan ada hawa panas yang membuat gadis itu ingin menjauh darinya.

Tini yang sudah tak tahan kemudian meninggalkan kedua pria itu dan memilih menyendiri di balkon hotel.

Gadis itu menikmati semilir angin sambil memandang cahaya rembulan yang bersinar terang malam itu.

Suasana tenang dan hening membuat ia merasa nyaman hingga sejenak melupakan Arga.

Namun ketenangan itu tak berlangsung lama, wanita itu dikejutkan dengan kemunculan Nyi Ratu yang kemudian merasuki tubuhnya.

Tini merasa tubuhnya begitu berat hingga ia hampir jatuh saat melangkah mendekati Arga.

*Grep!!

Seorang pria segera menangkap tubuhnya dan membantunya berdiri.

"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Arga tampak cemas saat melihat wajah Tini yang berubah memucat

"Hmm, aku hanya sedikit pusing," jawab Tini

"Sepertinya kamu sakit, bagaimana kalau kita pulang saja," ucap Arga

Tini langsung mengangguk setuju. Tiba-tiba ponsel Arga berdering saat pria itu hendak mengajak Tini pergi.

"Sorry ya Tin, sepertinya aku gak bisa mengantarmu pulang karena aku harus menemui seseorang," ucap Arga merasa tidak enak

Entah kenapa Tini merasa sangat marah mendengar jawaban itu.

"Yaudah gak papa, biar aku pulang naik taksi aja," jawab Tini

"Tidak usah, biar sopirku saja yang akan mengantar mu, aku takut terjadi sesuatu denganmu," cegah Arga

"Tidak apa-apa Pak, aku sudah biasa kok pulang sendiri,"

"Tapi aku khawatir,"

Melihat perdebatan Tini dan Arga membuat Candra akhirnya memutuskan untuk mengantar gadis itu pulang.

"Kalau begitu biar aku saja yang akan mengantarnya pulang," ucap Candra

"Syukurlah, kalau Candra yang mengantar mu pulang aku gak khawatir lagi. Tolong jaga dia baik-baik dek, pastikan dia pulang dengan selamat," tutur Arga

"Baik Mas," jawab Candra

Lelaki itu kemudian mengikuti Tini keluar dari meninggalkan ballroom hotel.

Candra segera membukakan pintu untuknya dan mempersilakan gadis itu masuk.

Namun seketika raut wajah Tini berubah saat ia sudah duduk di dalam mobil.

Wajahnya semakin memucat dan pandangannya mulai kosong.

"Sugeng Rawuh Nyi Ratu," sapa Candra menoleh kearahnya

Seketika Tini menyeringai menatap lekat pria di sampingnya itu.

"ampun nate ngganggu urusanku nek awakmu pengen slamet ( jangan menganggu urusanku jika kamu ingin selamat)," ucap Tini dengan dialek Jawa

"Aku tidak akan pernah menganggu selama kau juga tidak mengusik saudaraku," jawab Candra

Seketika Tini langsung mencengkram leher pemuda itu dengan tatapan bengis terus mencekiknya.

Candra berusaha melepaskan diri dari cengkraman Tini, namun wanita itu terlalu kuat hingga membuat pemuda itu kehabisan nafas.

Terpopuler

Comments

Sumawita

Sumawita

Semoga candra visa melawan tini

2023-03-30

0

⸙ᵍᵏ𝐙⃝🦜Titian Mentari 🦈

⸙ᵍᵏ𝐙⃝🦜Titian Mentari 🦈

wah Candra jangan sampai kehabisan nafas nanti yang lindungi Arya siapa

2023-03-29

1

@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈

@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈

apa yang terjadi dengan candra apakah dia mampu menghadapi Tini

2023-03-29

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!