Sore harinya Tini merasa senang saat ia mendapatkan pesan dari manager HRD.
"Syukurlah akhirnya aku di terima juga, setidaknya aku masih bisa bertahan hidup sampai bulan depan," ucapnya lega.
Malam itu Tini ingin tidur cepat, setelah adzan isya berkumandang wanita itu segera berbaring di atas matras dan menutupi sebagian tubuhnya dengan selimut.
"Aku ingin cepat-cepat pagi, gak sabar pengin kerja lagi," ucap Tini kemudian memejamkan matanya
Tiba-tiba gadis itu langsung membuka matanya saat mendengar suara gemerincing seperti bunyi lonceng yang membuatnya tidak bisa tidur.
Ia segera bangun dan menyalakan lampu kosannya.
Seketika matanya melebar saat melihat gaun pengantin pemberian Ki Jaka tiba-tiba tergantung di dinding kamarnya.
"Bukankah baju itu sudah habis terbakar kenapa bisa kembali ke sini??" ucapnya dengan tubuh gemetar
Tidak lama sesuatu jatuh dari atap rumahnya membuat ia terkejut bukan main.
*Brakkkk!!!
Gadis itu segera menghindar saat sesuatu jatuh dan hendak menimpanya.
Nafasnya tersengal-sengal saat melihat sebuah gentong tergelatak di atas tempat tidurnya.
Ia kemudian mendekati benda itu untuk memindahkannya, namun tiba-tiba bau bangkai menyeruak membuat ia seketika langsung menutup hidungnya.
*Hueekk!!.
Tini merasa perutnya begitu mual dan ingin muntah setelah mencium bau bangkai itu.
Keringat dingin mulai membasahi wajahnya.
"Bagaimana ini, kosan ini tak punya kamar lalu aku harus meletakkan barang-barang ini dimana?" ucap Tini kebingungan
Belum hilang rasa kaget dan shock nya Tini kembali dikagetkan dengan kedatangan Nyi Ratu yang membuat wanita itu seketika membeku melihat kedatangannya.
Ia langsung duduk bersimpuh dan memberi hormat kepadanya.
Tak lama saat Tini mengangkat kepalanya wanita itu sudah menghilang membuatnya seketika bernafas lega.
"Oh ... pertanda apa ini!" ucap Tini dengan wajah gusar
Ia kemudian mengambil selimutnya untuk menutupi gentong keramat itu dan menggesernya di sudut kamar.
Ia memilih tidur di ruang depan hanya beralaskan karpet.
Pagi harinya Tini merasakan tubuhnya remuk redam seolah ia telah melakukan kerja berat. Setelah melakukan peregangan sebentar ia segera mandi dan bersiap-siap berangkat kerja.
Ia berjalan menuju halte bus yang tak jauh dari kosannya.
"Pagi Tini," sapa seorang pria hitam manis menyusul langkahnya
"Pagi Aa," jawab Tini membuat pria itu tersipu malu
"Ya ampun kamu beneran manggil aku Aa jadi malu aku," jawabnya tersipu
"Kan kamu sendiri yang bilang kalau panggilan kamu tuh Aa, makanya gak salah dong kalau aku panggil kamu Aa,"
"Gak salah kok Tin, yang salah tuh aku karena aku terlalu baper saat kamu panggil Aa," jawab Zain
"Btw kamu tinggal di sini juga?" tanya Zain
"Hmm, aku tinggal di kosan Bu Haji Mardiyah di blok C,"
"Wah kok bisa sama ya, aku juga tinggal di Blok E, kok bisa samaan ya kita, jangan-jangan kita jodoh lagi," jawab Zain kembali tersipu
"Masih pagi jangan. ngomongin jodoh dulu," jawab Tini
"Iya sorry, Btw kamu kerja di mana?" tanya Zain lagi
"Di PT Arga Budi Waluyo,"
"Wah keren,"
"Keren apanya orang aku cuma jadi Office girl doang," jawab Tini datar
"Ya keren aja bisa kerja di perusahaan gede kaya gitu, daripada gue cuma seorang kuli panggul di pasar," jawab Zainal malu-malu
Ah sial, jadi dia hanya seorang kuli, kasian banget, sebentar lagi dia akan jadi tumbal pesugihan ku. Maafkan aku ya Aa, harusnya aku memilih pria kaya bukan pria susah seperti mu.
"Maaf A, sepertinya aku duluan," ujar Tini kemudian segera naik ke atas Bus yang berhenti di hadapannya.
Setibanya di kantor tempatnya bekerja, ia segera menemui Candra untuk menandatangani surat kontrak kerja.
Setelah menjelaskan semua pekerjaan yang harus dijalani oleh Tini, Candra kemudian mengantar wanita itu menuju ke ruang kerjanya.
"Di sini kamu bisa menyimpan barang-barang mu dan juga beristirahat, ini jadwal pekerjaan yang harus kamu lakukan setiap hari jadi tolong hafalkan agar kau tidak perlu bertanya lagi padaku," tutur Candra
"Baik pak," jawab Tini singkat
Pria itu segera meninggalkan Tini selesai memberikan penjelasan kepada gadis itu.
Tini segera memakai seragam kerjanya dan segera membuatkan secangkir kopi untuk pimpinan perusahaan itu.
Ia kemudian membawa kopi itu ke lantai dua.
*Tok, tok, tok!
"Silakan masuk,"
Tini segera membuka pintu ruangan itu dan masuk.
"Selamat pagi Pak," sapa Tini sumringah
"Pagi, kamu karyawan baru yang kemarin menabrak ku bukan?" tanya pria itu
"Benar Pak, nama saya Tini office girl baru yang akan membuat kan kopi bapak setiap pagi,"
"Terimakasih Tini, oh iya kenalin nama ku Arga Budi Waluyo kamu bisa panggil saya Arga," ucap pria itu mengulurkan tangannya
Tanpa ragu Tini menjabat tangan lelaki itu.
*Brakkk!!
Seketika keduanya terkejut saat melihat Candra membuka pintu ruangan itu begitu keras.
Bola matanya membulat menatap tajam kearah Tini seolah hendak menelan mentah-mentah gadis itu.
"Ada apa Dek, apa ada masalah mendesak sehingga kau begitu tegang pagi ini?" tanya Arga
"Tidak Mas, aku hanya ingin berbicaralah sebentar dengan Tini," jawab Candra
"Tentu saja, Tini... kalau kamu mau bertahan di perusahaan ini maka kamu harus nurut dan mendengarkan semua yang dikatakan oleh Candra, karena dia adalah orang yang menentukan siapa saja yang pantas dan layak bekerja di perusahaan ini," tegas Arga
"Baik Pak," Tini segera undur diri dan mengikuti Candra
Pria itu mengajak Tini ke ruangannya.
"Aku gak tahu apa tujuan mu bekerja di sini, yang jelas aku tidak suka kau mendekati kakakku, karena jika sesuatu terjadi padanya aku pastikan akan membunuhmu apapun resikonya," tandas Candra membuat Tini seketika merinding mendengarnya
"Aku sama sekali tak ingin mendekatinya tapi dia sendiri yang mengulurkan tangannya padaku," jawab Tini membela diri
*Brakkk!!
Tini begitu kaget saat Candra menggebrak mejanya, "Kalau kau sudah tahu kenapa kau meraih tangannya, ah ... aku tahu orang-orang seperti mu memang sengaja mencari sosok lelaki kaya dan lemah seperti dia bukan!" seru Candra
Lelaki itu beranjak dari duduknya dan berjalan menghampiri Tini yang berdiri di depannya.
"Jangan pernah berpikir kau akan mendapatkan tumbal di sini, kau salah jika berpikir seperti itu karena aku tidak akan membiarkan semuanya terjadi," bisik Candra
Lelaki itu menatapnya dari dekat hingga kedua bola mata mereka saling bertemu.
"Kalau kau memang sudah mengetahui siapa aku lalu kenapa kau menerimaku bekerja di sini, apa kau sengaja ingin mempermalukan aku, atau kau ingin memamerkan kekuatan mu kepada ku?" jawab Tini kemudian mendorong pria yang menyudutkan nya tersebut
"Siapa yang menerima mu bekerja di sini, asal kamu tahu aku tidak pernah menerimamu di sini," jawab Candra
Pria itu kemudian mengambil berkas lamaran kerja Tini yang sudah di cap Failed (gagal) olehnya.
"Sekarang kau lihat kan, aku sudah menolak mu setelah wawancara hari itu, kalaupun kau tetap diterima bekerja di sini itu bukan aku yang menerimanya," jawab Candra
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments
Al Fatih
tini...,,kau kan bisa menolak utk berjabat tangan... ,,
2023-10-29
0
🦈Mom Panji
masih blm Sadar juga kau Tini kirain dah insyaf
2023-04-03
1
✰͜͡w⃠Husna ✪⃟𝔄ʀ
Candra ternyata dia mengetahui semuanya
2023-03-29
2