Tini memilih meninggalkan kos-kosannya dan menempati rumah pemberian Arga.
Wanita itu menyingkirkan semua foto-foto kebersamaan mereka yang terpanjang di setiap sudut rumah itu dan menggantinya dengan berbagai lukisan antik koleksinya.
Tini yang lugu dan polos kini mulai berubah. Ia mulai merubah penampilannya dengan mengecat warna rambutnya. Ia juga melakukan perawatan kecantikan untuk mendapatkan wajah yang lebih glowing dan cantik.
Setelah Arga menghilang dari kehidupannya ia memilih untuk resign dari perusahaan Arga dan memilih membuka butik gaun pengantin.
Kerena masih merintis usahanya bisnis yang dijalani Tini tidak terlalu ramai. Tini mulai usahanya dengan mempromosikannya kepada para influencer, selebgram, bahkan ia rajin memasang iklan di agen periklanan.
Meskipun butiknya masih tetap sepi namun Tini berhasil menggaet seorang pria pemilik perusahaan Advertising dan mulai menjalin asmara dengannya.
Wanita yang mulai kerap mengunggah semua kegiatannya di sosial media itu memasang setiap momen kebersamaannya dengan sang pacar di akun sosial medianya.
Sore itu Tini mengadakan grand launching rancangan terbaru gaun pengantinnya. Alih-alih memperkenalkan produk terbarunya Tini juga mengumumkan pertunangannya didepan ratusan tamu undangan yang hadir.
Semua tamu undangan terkesiap melihat ketampanan Faaz Rahardian.
Dalam acara itu Faaz sengaja mengundang sahabatnya sekaligus rekan bisnisnya. Faaz tampak berbinar saat menerima sebuah pesan singkat, lelaki itu segera bangun dari duduknya dan berjalan menuju pintu masuk.
Seorang pria memakai jas warna navy menjabat tangannya keduanya terlihat begitu akrab hingga saling berpelukan.
Faaz memabawa lelaki itu menemui calon istrinya Tini.
Tini nampak terperanjat saat berkenalan dengan sahabat Faaz. Puluhan pertanyaan menghinggapi benaknya, kenapa Candra masih hidup.
Ia masih ingat dengan jelas bagaimana seorang wanita mencekiknya dan membuang mayatnya di jalanan.
"Kalian bersalaman terlalu lama," ucap Faaz melepaskan tangan kekasihnya
"Maaf sepertinya aku tersihir dengan kecantikan tunanganmu," jawab Candra
"Sudah kuduga, bukankah sudah ku bilang kalau Tini adalah wanita tercantik di kota ini. Bahkan pria dingin seperti mu saja sampai tak berkedip menatapnya,"
Faaz segera meraih jemari Tini dan mengajaknya duduk di ruang VIP.
Tini masih mengatupkan bibirnya. Wanita itu masih belum bisa menghilangkan shock dalam dirinya hingga tak bisa menimpali obrolan kedua pria di sampingnya.
"Kalau boleh tahu dimana kalian bertemu?" tanya Candra
"Pertama kali bertemu adalah saat Arga meminta aku memintaku sebuah paket liburan, disana ia memperkenalkan aku dengan Tini," jawab Faaz
"Oh iya bagaimana dengan Arga, bagaimana keadaannya sekarang?" tanya Faaz seketika membuat Tini tampak memucat
Candra kemudian memberitahukan kepada Faaz jika Arga sudah meninggal saat berobat ke luar negeri.
"Aku turut berdukacita, maaf kalau sudah membuat mu mengingatkan mu dengan almarhum Arga,"
"Santai saja,"
"Kalau begitu ayo kita makan, gak mungkin dong kamu datang ke sini hanya untuk ngobrol saja. Sekarang ayo cicipi hidangan yang sudah kami sediakan,"
Faaz mengajak Candra menuju ke tempat prasmanan. Sejenak Faaz meninggalkan sahabatnya itu karena ada tamu penting lainnya yang harus di temui.
Tini yang nampak canggung saat bersama Candra memilih menghindar darinya.
Namun Candra yang menyimpan dendam atas kematian Arga terus mengikutinya.
"Aku yakin kau pasti terkejut karena aku belum mati," ucap Candra membuat Tini langsung menoleh kearahnya
"Apa kau sengaja datang ke sini untuk membalas dendam padaku?" tanya Tino menatap nanar pria di depannya
"Tentu saja, kau sudah menjadikan kakakku sebagai tumbal dan kau bahkan berusaha menyingkirkan aku, jadi tidak salah kan jika aku membalas dendam padamu?" jawab Candra dengan wajah
"Asal kau tahu aku tidak pernah berusaha membunuhmu," tandas Tini
"Benarkah, apa kau akan mengatakan jika Nyi Ratu yang mencoba membunuhku??" tanya Candra menyunggingkan senyumnya
Tini menarik sudut bibirnya melihat ekspresi wajah Candra yang seolah menyudutkannya.
"Jika benar Nyi Ratu yang berusaha membunuhku maka aku tidak mungkin ada di sini sekarang," imbuh Candra menempelkan jari telunjuknya di pelipisnya
Lelaki itu kemudian mencari tempat duduk dan menyantap makanannya.
Ia terlihat begitu lahap menikmati makanannya meskipun Tini terus memelototinya dari kejauhan.
Tini yang merasa kesal dengan Candra bergegas meninggalkan tempat itu untuk mencari udara segar.
Ia sengaja berdiri di tepi ruangan menikmati pemandangan di luar dari jendela kaca.
Setelah merasa lebih baik Tini bergegas pergi untuk menemui tamu-tamunya kembali. Saat ia membalikkan badannya ia melihat seorang tenaga kebersihan sedang membersihkan ruangan itu.
Ia menghentikan langkahnya saat melihat wajah tak asing OB dihadapannya.
"Aa!" seru Tini membuat pria itu langsung berhenti menyapu dan mendongakkan wajahnya
"Tini??"
Untuk kedua kalinya Tini dibuat terkejut oleh Zainal. Wanita itu tak habis pikir bagaimana Zain yang sudah bersalaman dengannya tidak mengejar-ngejarnya seperti pria lainya. Ia bahkan tampak bugar dan sumringah.
Tak ada tanda sakit-sakitan seperti pria-pria yang sudah bersentuhan tangan dengannya.
Apa dia baik-baik saja karena aku tidak membuatkan gaun pengantin untuknya, atau dia memiliki semacam susuk yang menangkal ajian pengasihan.
"Maaf ya Tini aku gak bisa ngobrol sama kamu sekarang karena lagi kerja, nanti kalau ada waktu aku main ke kosan kamu agar bisa ngobrol lebih enak," ucap Zainal membuyarkan lamunan Tini
"Ok, kalau gak keberatan hubungi aku saja bila ingin bertemu," jawab Tini kemudian memberikan kartu namanya
Tini kemudian pergi meninggalkan tempat itu.
Malam harinya Tini memandangi tiga gaun pengantin yang tergantung di lemari pakaiannya.
"Sebenarnya siapa Candra, kalau di ingat-ingat dia juga pernah bersalaman denganku tapi tidak ada reaksi apapun padanya. Justru aku yang selalu kepanasan setiap menjabat tangannya. Apa dia seorang dukun sakti atau dia seorang ahli agama. Jika di pikir-pikir Candra dan Zain memiliki kesamaan yaitu tak bereaksi setelah bersentuhan denganku tidak seperti lelaki lain pada umumnya. Hanya saja Zain lebih misterius karena aku tak merasakan apapun saat bersentuhan dengannya seperti yang aku rasakan saat bersalaman dengan Candra. Apa aku harus mencari tahu siapa mereka dari Ki Jaka??"
Tini masih bergelut dengan rasa penasarannya. Wanita itu bahkan tak bisa tidur karena terus memikirkan kedua pria itu.
*Minggu Pagi...
*Ting nong!!
Tini tampak mengucek-ucek matanya saat mendengar bel rumahnya berbunyi.
Wanita itu segera beranjak dari ranjangnya dan keluar untuk membukakan pintu.
"Siapa sih yang pagi-pagi gini sudah bertamu," celotehnya
*Ceklek, krieeet!!!
Tini masih berusaha menutupi mulutnya saat terus menguap. Matanya yang masih belum membuka seratus persen seketika membelakakan saat melihat sosok pria tampan di depannya.
"Aa!" Wanita itu tak percaya saat melihat kedatangan Zainal di rumahnya
Sementara itu di tempat berbeda, Candra sengaja mendatangi kediaman Faaz. Ia sengaja mengajak sahabatnya itu mendatangi makam Arga.
"Apa kau tahu jika sebenarnya Tini adalah calon istri Arga?" tanya Candra membuat Faaz seketika terkejut mendengarnya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments
Sumawita
semoga candra sm zain bisa menolong tini
2023-04-02
0
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
Zainal dl kan pernah menawarkan ke Tini untuk kembali ke jalan yang benar klu ngk salah sih ...knp tak kau coba Tini
2023-04-02
3
⸙ᵍᵏ𝐙⃝🦜Titian Mentari 🦈
Candra apa Zainal ya yang bakal nolongin Tini🤔
2023-04-02
2