Bab 7

"Tumbal pesugihan??" Maudy tak percaya mendengar ucapan sang dukun.

Bagaimana bisa suaminya menjadi tumbal pesugihan sedangkan ia tidak melakukan praktek pesugihan. Dukun itu kemudian memberitahukan jika memang ada pesugihan yang menggunakan tumbal orang lain untuk itu ia meminta agar Maudy segera membawa Herman menemuinya agar ia bisa mengobatinya dengan cepat.

Setibanya di rumah Maudy segera menemui orang tua Herman dan memberitahu apa yang terjadi dengan Herman kepada kedua orangtuanya.

Awalnya kedua orang tua Herman tidak percaya, "Tidak mungkin Tini akan menjadikan Herman sebagai tumbal. Kalau melihat gelagat Herman yang cenderung tergila-gila sama anak itu aku mengira ia hanya terkena guna-guna atau pelet. Mungkin Tini dendam karena ia sudah membatalkan pernikahannya, tapi kalau tumbal aku tidak percaya," jawab Ibu Herman

"Apapun itu guna-guna ataupun dijadikan tumbal kita tetap harus menyelamatkan Mas Herman. Apa Ibu sama bapak tidak kasihan melihatnya yang seperti orang tak waras," tutur Maudy

"Benar, dimana dia sekarang?" tanya Ibu Herman

"Entahlah, aku juga baru pulang jadi aku tidak tahu dimana dia,"

Maudy kemudian masuk ke kamarnya, wanita itu begitu terkejut saat melihat kamarnya berantakan.

Isi lemari pakaiannya semua tumpah di lantai. Bukan hanya baju-baju yang berserakan di lantai namun juga semua hadiah pernikahan dan juga barang-barang berharganya tampak berserakan memenuhi lantai kamarnya.

"Mas Herman!!" seru Maudy begitu geram saat mengetahui beberapa perhiasan miliknya hilang.

Bahkan buku tabungannya pun tidak ada di tempatnya.

Wanita itu buru-buru berlari meninggalkan kamarnya dan menuju ke kediaman Tini.

"Aku yakin dia ada di sana," ucap Maudy begitu geram

Benar saja setibanya di sana ia melihat Herman tampak sedang duduk di depan Tini yang sedang sibuk menjahit gaun pengantin.

"Dasar brengsek awas aja kau!" seru Maudy mempercepat langkahnya

"Kamu sedang jahit gaun pengantin untuk siapa sih Tin?" tanya Herman

"Tentu saja untuk pernikahan kita berdua," jawab Tini

"Apa!" seru Maudy dengan suara lantang terlihat menatap Tini dengan wajah bengisnya

Tatapan matanya yang tajam seolah ingin menelan mentah-mentah wanita yang hendak merebut suaminya itu.

"Kau benar-benar wanita Iblis ya Tini, kau pura-pura akan menikahi suamiku padahal kau sebenarnya ingin menjadikan dia sebagai tumbal pesugihan mu, dasar licik!" seru Maudy kemudian mendorong Tini hingga gadis itu terjerembab ke Lantai.

*Bruugghhh!!

"Awaw!!"

Tini terlihat meringis sembari memegangi pinggangnya.

"Kamu gak papa Tin," tanya Herman menghampirinya dan membantunya bangun

"Kamu ini benar-benar sudah gak waras ya Mas, ngapain sih bantuin dia. Asal Mas tahu kamu hanya diperdaya oleh wanita Iblis itu. Bohong aja kalau dia mau nikah sama kamu, yang ada dia malah mau jadiin kamu sebagai tumbal pesugihannya!" tutur Maudy

Seketika sebuah tamparan mendarat di wajah Maudy membuat wanita itu semakin geram melihat tingkah suaminya yang sudah seperti orang kesetanan.

"Jaga bicaramu, jangan suka memfitnah Tini seperti itu kalau kau tidak tahu siapa dia!" seru Herman

Pria itu kembali mendekati Tini dan memberikan sebuah cincin berlian kepadanya sebagai permintaan maaf atas perilaku kasar Istrinya.

Melihat suaminya memberikan cincin berlian kepada wanita lain membuat Maudy seperti kebakaran jenggot.

"Jadi kamu mengambil uang tabungan kita untuk membeli perhiasan untuk lont* Tini!" celoteh Maudy

Ia segera merebut cincin itu dari Tini, "Lont* seperti mu jangan harap mendapatkan berlian dari suamiku!"

Melihat sikap Maudy yang begitu kasar kepada Tini membuat Herman langsung mendorongnya hingga ia jatuh tersungkur ke lantai.

"Dasar lelaki brengsek!" seru Tini memukul Herman menggunakan kursi hingga lelaki itu jatuh tersungkur ke lantai.

Saat melihat Maudy memarahi Tini membuat Herma langsung mengusir Maudy.

Setelah kejadian itu Herman jatuh sakit. Pria itu seperti mayat hidup yang tak bisa melakukan apapun hingga membuat Maudy membawanya ke seorang dukun.

Namun meskipun ia sudah tak bisa melakukan apapun ia terus berusaha menemui Tini.

"Mas mau kemana!" seru Maudy

"Ketemu Tini," jawab Herman

Tentu saja hal itu membuat Maudy semakin berang terhadap Herman.

Ia mengambil vas bunga dan menghantamkan nya hingga Maudy pingsan.

Terpopuler

Comments

Kustri

Kustri

percuma harta byk, mati cuma bw kain sepotong
sayang" tiiin..

2023-10-30

0

🦈Mom Panji

🦈Mom Panji

Herman sdh mulai tergila gila dengan Tini

2023-04-03

1

✪⃟𝔄ʀ Mubarok🦈

✪⃟𝔄ʀ Mubarok🦈

Herman kan sdh kena peletnya Tini dan ngk bakalan bisa lepas

2023-03-24

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!