Kamar Tidur Kalila Penthouse Ritz-Carlton Hongkong
Alexander memutuskan untuk tidur di sofa yang berada di kamar Kalila karena tidak mau saat bangun nanti, terjadi huru hara di pagi hari.
Pria bermata hijau itu pun membuka lemari pakaian di kamar Kalila dan menemukan ekstra bantal dan selimut. Wajah Alex agak manyun melihat sofa yang termasuk pendek dibandingkan dengan tingginya yang 188 cm tapi demi bisa mengawasi Kalila, pria itu pun rela tidur di sofa yang tidak nyaman itu.
Alexander masih menatap wajah Kalila yang tampak tenang dan lama-lama pria itu pun ikut terlelap.
***
Ayrton dan Taufan mendatangi kamar Jayde yang dibukakan oleh Benji membuat kedua pria itu terkejut.
"Benji? Kapan datang?" seru Ayrton sambil memeluk si bontot generasi kelima. Taufan pun melakukan hal yang sama usai Ayrton melerai pelukannya.
"Tadi tapi aku tahu kalian masih sibuk jadi aku ke kamar Jayde saja" senyum Benji.
"GM..." Ayrton memeluk dan mencium pipi adik iparnya. "Terimakasih mau datang."
"Anytime oppa. Santai saja. Taufan Oppa" senyum Geun-moon sambil memeluk pria dingin itu.
"Thanks Moon" jawab Taufan sambil membalas pelukan iparnya. "Bagaimana tangan mu Jayde?" tanya Taufan ke putranya usai acara menyambut iparnya.
"Masih senut-senut tapi memang seperti ini lah..." jawab Jayde.
"Lho? Lila dan Alex kemana?" tanya Ayrton celingukan mencari keponakan dan pengawalnya.
"Alex di kamar Lila" jawab Geun-moon. "Lila sedang terkena panic attack setelah membunuh banyak orang. Seperti PTSD ( Post Traumatic Stress Disorder ) jadi dia tadi mencari-cari Georgina Eonni."
"Alexander tidak macam-macam kan?" Ayrton menyipitkan matanya ke semua orang.
"Ya ampun bang, apa kabar Garvita dan Gabriel? Mereka kan juga sama? Baik Gabriel maupun Alexander jika sudah diberikan kepercayaan, pasti akan akan memegang itu. Bisa digantung di Burj Khalifa kalau berani macam-macam!" gelak Benjiro Smith.
"Nggak mungkin digantung di pohonnya Oom Hoshi. Patah nanti batangnya" timpal Jayde sambil tertawa.
"Bisa ngamuk si bon cabe kalau pohon mangganya ada yang patah dahannya" cengir Taufan.
"Ah iya, kamu kan mantan asistennya Bon cabe" ujar Ayrton. "So, kalian berdua, Mr and Mrs Smith bukan Brad Pitt dan Angelina Jolie, apa yang kalian bawa hingga datang jauh-jauh dari New York ke Hongkong?"
"Kamu tidak akan percaya, bang."
***
Kalila terbangun saat tengah malam dan terkejut melihat lampu nya sudah di posisi remang-remang dengan lampu tidur. Gadis itu pun terduduk untuk mengurangi rasa pusing yang menyerangnya. Perlahan Kalila menoleh dan melihat pengawalnya tidur di sofa yang tidak nyaman itu seperti menjaga dirinya.
Apakah aku mengigau lagi? Kalila berusaha bangun tapi seperti tentara terlatih, Alexander terbangun saat mendengar Kalila membuka selimutnya.
"Ada apa Lila?" tanya Alex dengan suara serak khas bangun tidur.
"Aku...haus."
Alexander pun langsung menyibak selimut nya da. turun dari sofa. "Aku ambilkan. Mau air putih atau teh herbal?"
"Air putih, please. Thank you" jawab Kalila.
Alexander mengambil sebotol air mineral dari kulkas, membuka tutupnya dan menuangkannya di gelas lalu memberikan kepada Kalila.
Gadis itu menerima gelas berisikan air dingin yang langsung dihabiskan. Kalila memang senang dengan air dingin dibandingkan air biasa.
"Are you okay?" tanya Alexander yang duduk di pinggir tempat tidur Kalila.
"Aku lapar. Apa ada makanan?" tanya gadis itu tanpa menjawab pertanyaan Alexander.
"Entah. Tadi sepertinya ada beberapa dimsum dan bakpau yang dibawakan oleh O... Mr Smith." Alexander membuka kamar tidur Kalila pelan. "Akan saya ambilkan."
Kalila mengangguk. Entah kenapa kok tiba-tiba saja lapar padahal tadi sudah makan!
Tak lama Alexander datang membawakan beberapa bakpau dan sepiring dimsum diatas nampan. "Hanya ada ini.."
"Tidak apa-apa. Jayde sudah tidur? Kedua Oom dan Tanteku?" tanya Kalila sambil mengambil sebuah bakpau dan memakannya.
"Mr Neville sudah tidur dan tidak ada tanda-tanda kedua Oom dan Tante anda, nona..."
"Alex! Kamu habis salah posisi tidur?" hardik Kalila dengan nada tertahan.
"Hah?"
"Tidak usahlah sok formal! Kamu saja suka lupa memanggil ku dengan panggilan formal!" Mata hazel Kalila menatap tajam ke arah Alexander. "Ngomong-ngomong, kamu semalaman disini? Menemani aku?" Kalila mengedikkan dagunya ke arah sofa yang sebelumnya dipakai tidur oleh Alexander.
"Kamu tadi apa tidak ingat? Tidur dimana?" goda Alexander membuat Kalila melongo.
"Aku tidur di paha kamu..."
"Dan aku memindahkan kamu kemari..."
"Kamu menggendong aku?" tanya Kalila bingung.
"Ya, gendong macam karung kentang... Addduuuhhh!" Alexander mengaduh saat Kalila mencubit pinggangnya.
"Enak saja gendong aku macam aku karung kentang! Aku itu manusia, bukan kentang!" bentak Kalila yang langsung ditutup mulutnya dengan tangan Alexander.
"Sssttt, jangan teriak-teriak. Jayde bisa bangun!" desisnya. "Tentu saja tidak mungkin aku menggendong kamu macam karung kentang! Kamu itu terlalu cantik kalau digendong model begitu!"
Kalila melepaskan tangan Alexander yang menutup mulutnya. "Lalu? Kamu gendong aku model apa?"
"Tadinya mau model bayi tapi tidak mungkin karena kamu bisa jatuh. Kan kedua kakimu tidak mengapit pinggang aku... Eh jangan kamu cubit! Tapi benar kan?" Alexander menatap Kalila dengan wajah usil.
"Alexander..."
"Aku gendong model pengantin. Puas?" senyum Alexander dengan wajah penuh kemenangan. "Sebelum calon suami nona melakukannya, aku sudah terlebih dahulu melakukan nya."
Kalila langsung menarik kaos Alexander dan wajah keduanya tampak dekat. "Jangan sampai si inspektur Megure tahu bahwa kamu sudah menggendong aku macam bridal style!"
"Apakah nona tetap akan menganggap bahwa calon suami nona inspektur Megure?" Alexander hanya bisa geli dalam hati karena dibalik wajah judes dan galaknya, Kalila termasuk gadis yang polos.
"Memang kamu pernah tahu seperti apa bentuknya pangeran Qatar si@lan itu?" selidik Kalila mengingat Alexander mengaku pernah tinggal di Qatar.
"Tidak tahu Lila sebab pangeran yang dijodohkan dengan nona termasuk pangeran tertutup dan tidak suka publisitas plus publikasi..."
Kalila menyipitkan matanya dan sejenak dia baru sadar kalau wajah mereka saling berdekatan. Nafas Kalila mulai tidak teratur menatap wajah tampan di hadapannya.
Duh jangan sampai aku terpesona dengan pengawal aku! Cukup sudah cerita dengan Riyad. Bisa kacau nanti hubungan Oma Sabine dan Emir Qatar. Kalila lalu melepaskan cengkraman di kaos Alexander dan mulai memakan bakpaunya lagi.
Alexander hanya memandang wajah cantik yang tampak gugup itu dan dia tahu Kalila ada perasaan tersendiri kepadanya tapi menahan karena tidak mau membuat perjodohan itu batal.
Maaf Lila, tapi aku tidak mau sekarang kamu tahu siapa aku sebenarnya sampai aku yakin kamu jatuh cinta kepadaku.
Alexander mengambilkan gelas berisi air untuk Kalila usai menghabiskan satu bakpau nya. Tidak ada pembicaraan diantara mereka berdua karena masing-masing sibuk dengan pikirannya sendiri.
***
Yuhuuuu Up Sore Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 48 Episodes
Comments
英
Nak Kalila jatuh cinta .
oh indah nya 🤗
2023-07-23
1
🍭ͪ ͩ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦ꍏꋪꀤ_💜❄
sabar sabar sabar....tunggu tanggal nya😁😁😁
2023-04-17
2
wonder mom
g sabar baca Alex babak bundhas dihajar Lila. nunggu Lila jatuh cinta sm Alex? bisa tp Lila akan menjaga sikapnya utk oma Sabine dan emir Qatar. dia bukan model cinta diatas segalanya. Lila model perempuan logis
2023-04-16
1