Dojo Taekwondo Dubai.
Alexander mengikuti Riyad dan Kalila yang masuk ke dalam Dojo sembari memperhatikan gerak gerik gadis itu termasuk bagaimana sikap Riyad ke Kalila.
Kalila berpamitan dengan Riyad untuk menuju ruang ganti tapi mengacuhkan Alex. Pria itu hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan gadis itu.
Kedua pengawal Kalila lalu duduk bersama sambil menunggu gadis itu latihan.
"Riyad, boleh aku bertanya sesuatu?" ucap Alex sembari menoleh ke arah Riyad yang masih melihat Kalila melakukan pemanasan.
"Tanya apa Lex?" jawab Riyad tanpa mengalihkan pandangannya dari Kalila.
"Apakah kamu menyukai nona Kalila?"
Riyad tampak tertegun. "Kenapa kamu menanyakan itu?" sahutnya kemudian usai lama terdiam.
"Aku hanya merasa kalian ada sesuatu..."
Riyad tersenyum miris. "Boleh dibilang aku dan Kalila besar bersama. Aku berusia 17 tahun saat mulai menjaga Kalila yang waktu itu berusia sepuluh tahun. Jadi sekarang sudah delapan tahun aku mengawal dia dan kalau kami saling tertarik itu wajar."
"Kenapa kamu tidak mau berjuang seperti Gabriel?"
Riyad menggelengkan kepalanya. "No, aku sudah tahu Kalila akan dijodohkan dengan Emir Qatar jadi aku rasa, aku harus realistis."
"Tapi namanya perasaan..."
"Kamu tidak tahu nona Kalila. Dibalik sifatnya yang bar-bar, dia seorang gadis yang tidak ingin menyakiti perasaan Oma dan kedua orangtuanya. Meskipun Kalila tidak setuju dijodohkan tapi dia mau menerima apakah perjodohan itu atau tidak sampai usia 22 tahun."
"Adakah menurut mu dia akan menerima calon suaminya?" tanya Alexander.
"Apa kamu tahu, hingga detik ini, Kalila selalu merasa pria yang dijodohkan itu pendek, gemuk dan berkumis.."
Alexander yang sedang menenggak air mineral, nyaris tersedak mendengar deskripsi bayangan Kalila tentang pria yang dijodohkan.
"Apa?" ucap Alexander sedikit serak.
"Apakah kamu tahu inspektur Megure? Yang ada di manga Detektif Conan?"
Alex mengangguk.
"Nah itu bayangan nona Kalila soal Emir Qatar yang hendak dijodohkan."
Alexander rasanya ingin menjitak kepala gadis itu. Yang benar saja aku dibilang pendek, gemuk dan berkumis?
"Oh jangan lupa, nona Kalila juga menganggap Emir Qatar itu tua..."
Alexander semakin menyipitkan matanya ke arah Kalila yang sedang membanting lawannya.
Awas kamu Lila! Enak saja bilang aku tua! Eh tapi salahku juga sih menutup akses seperti apa diriku. Alexander tersenyum licik. Biarkan saja kamu menganggap aku macam inspektur Megure atau Hercule Poirot sekalipun! Kita tunggu saja empat tahun lagi!
***
Present Day ...
Alexander melihat Kalila berjalan dengan wajah cemberut menuju mobilnya sembari membawa barang bawaan nya. Gadis itu lalu membuka pintu belakang dan meletakkan semua barang-barang miliknya lalu berpindah ke kursi depan bersama dengan Alexander.
"Apa itu nona?" tanya Alexander yang merasa tadi berangkat tidak membawa barang banyak tapi dirinya sekarang bawa barang aneh-aneh.
"Tugas aku, Alex! Kan aku ingin segera lulus." Kalila memakai sabuk pengaman nya.
"Apa anda perlu saya bantu?"
Kalila menatap Alex dengan tatapan meremehkan. "Seriously Alex. Memang kamu bisa?" kekeh Kalila.
Alexander hanya tersenyum. "Kalau belum dicoba kan belum tahu..."
Kalila hanya tertawa kecil.
***
Halaman Samping Istana Al Jordan
Kalila harus menarik omongannya sendiri karena pengawalnya yang suka seenaknya sendiri, tidak bisa diandalkan, ternyata sangat cerdas. Cara Alexander memberikan solusi warna yang berbeda dan antik untuk desain rumah, sangatlah trendi dan sophisticated.
Alexander juga pria yang memiliki prespektif luas bahkan tampak lebih berpengalaman di bidang interior desain. Tugas Kalila yang harus membuat desain baru dan berbeda, akhirnya terbantu oleh pengawalnya yang menyebalkan.
"Bagaimana kamu bisa tahu ber-bagai macam desain yang terbaru?" tanya Kalila setelah mereka menyelesaikan maket nyata dengan Autocad empat dimensi di MacBook gadis itu.
"Well, kalau saya menunggu nona, saya banyak membaca via iPad tentang apa yang sedang trend saat ini. Anda tahu sendiri kan yang namanya model, motif itu sifatnya dinamis dengan kata lain, bisa berulang. Mungkin apa yang trendi sepuluh tahun lalu, akan kembali lagi satu dekade kemudian..." jawab Alexander sambil tersenyum.
Mata Kalila tampak menghargai pengawalnya. "You're right Alex. Apalagi kata Tante Mariana juga begitu..."
"Anda kan punya Tante seorang desainer jadi bisa dimanfaatkan pengetahuannya soal fashion. You see, desain interior hampir sama dengan fashion pakaian, tas dan sepatu karena sesuai demand serta mood para klien yang tidak bisa kita bilang dia suka hitam ya sudah hitam terus. Karena ada saatnya rasa bosan itu hadir..." Alexander menatap Kalila serius.
"Ternyata kamu tidak payah-payah banget!" Kalila pun berdiri.
"Nona Kalila... Apakah sampai sekarang anda belum melihat atau mendapatkan informasi seperti apa Emir Qatar yang dijodohkan pada anda?" tanya Alexander serius.
"Palingan dia pendek, tua, berkumis..."
Alexander tertawa. "Apakah masih saja bayangan anda seperti itu?"
Kalila lalu duduk lagi diatas bantal yang tadi tempat dia bekerja membuat tugas.
"Dengar Alex, aku sudah dijodohkan sejak usia aku 16 tahun dan sampai usiaku sekarang yang 19 tahun, hingga detik ini, aku belum pernah melihat bentukannya makhluk yang dibilang sebagai calon suami aku. Dan karena kamu mengungkitnya kembali, oh yeah, dia tetap inspektur Megure."
Alexander tertawa. "Bagaimana... ini saya tanya nona, bagaimana disaat anda bertemu dengannya, sangat berbeda jauh dengan apa bayangan anda selama ini?"
Kalila tersenyum smirk. "Kamu ingin tahu?"
Alexander mengangguk.
"Kenapa?"
"Karena saya akan mencegah nona untuk menghajar inspektur Megure ini agar tidak terjadi perang antara Al Jordan dan Khalid. Jadi sebelum kejadian, maka saya berhak bertanya kan?" jawab Alexander serius.
"Jika pada akhirnya ternyata dia seperti Inspektur Megure, maka aku minta pembatalan perjodohan. Karena meskipun istri Inspektur Megure itu cantik, bukan berarti aku juga mau seperti Midori Megure."
"Kalau ternyata pria itu adalah pria tinggi dengan wajah tampan dan berbeda jauh dengan bayangan anda?" Alexander menatap Kalila sambil tersenyum.
"Maka jangan salahkan aku kalau akan menghajar nya habis-habisan karena tidak mau jujur padaku!" jawab Kalila yakin.
Alexander menelan salivanya susah payah. Mati aku!
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 48 Episodes
Comments
Ninik Rochaini
beeehh...serba salah Khan Lex.../Joyful//Joyful//Joyful/
2024-09-03
0
Sandisalbiah
serbah salah ya Alex... menghadapi cewek bar-bar macam Kalila ini harus pinter² kalau tdk ingin celaka..
2024-01-20
2
Kenzi Kenzi
bener2 gadis tangguh
2023-10-04
1