The Other Side of Kalila

Istana Al Jordan Dubai UAE

Riyad mendatangi Alexander yang masih menatap kepergian Kalila. Hampir sepuluh tahun menjaga Kalila, Riyad sangat hapal bagaimana emosi gadis itu. Dan jika sudah seperti itu, berarti dia sangat marah.

"Apa yang kamu lakukan Alex? Nona Kalila pasti marah itu!" tegur Riyad sembari menahan emosi. Jujur dia tidak suka melihat Kalila marah.

"Tidak ada. Kalila saja yang sensi" balas Alexander cuek.

"Jangan suka membuatnya marah. Kamu disini hanya seorang pengawal dan kapan saja bisa digantikan seperti aku padahal aku sudah hampir sepuluh tahun mengawalnya. Apalagi kamu yang baru seumur jagung istilahnya!"

"Biasa saja, Riyad. Kamu terlalu memanjakan Kalila jadi dia seperti itu!"

"Kalila manja itu biasa karena dia anak bungsu dan putri Emir ! Tapi kamu belum tahu seberapa mengerikan nya Kalila kalau sudah dipenuhi amarah!" ucap Riyad. "Jadi saranku, jangan memancing anak kucing menjadi macan!"

Pria berdarah Arab dan India itu pun meninggalkan Alexander lalu kembali ke Arsyanendra yang menatap dingin ke Alexander.

Alexander menatap balik ke Arsyanendra dan mengakui meskipun Arsyanendra masih kecil tapi pangeran cilik itu memiliki aura kepemimpinan dan sikap tegas dari kecil. Dan sekarang tatapannya seperti 'Kamu menyakiti Tante Kalila, Awas!'

Damn it! Bahkan pangeran kecil pun berani padaku?

***

Kalila memilih masuk ke dalam ruang latihan para pengawal dan disana terdapat ruang Dojo, ruang memanah dan memenembak.

"Rahmaaaaa!" panggil Kalila ke pengawal perempuannya yang juga partner berlatih nya.

"Ya nona Lila?"

"Siapkan busur dan anak panah plus Sako ku!" perintah Kalila.

Rahma sudah hapal, kalau Kalila meminta semua senjatanya, pasti lagi dongkol. Wanita berusia 30 an itu pun mengambil senjata kesayangan sang nona dan membawanya.

"Ini nona, Sako." Rahma menyerahkan senapan sniper Sako TRG 42 buatan Finlandia. Bentuknya tidak sepanjang Baretta M82 si baby kesayangan Sabine, tapi kemampuannya hampir sama.

Sako TRG 42

Ciri khas senapan ini adalah pegangan pistolnya yang hampir vertikal. Warnanya pun hanya dua, hitam dan hijau. Milik Kalila adalah yang warna hitam. Kalila bukan tipe orang yang suka menembak frontal macam kakak-kakaknya di Dubai. Senjata favorit nya adalah senapan sniper dan dirinya sedang bersaing hak Baretta M82 milik Sabine dengan Gasendra yang sama-sama suka senjata sniper itu.

"Kita ke bukit nona?" tanya Rahma.

"Yes. Kita buat target bertahap. Dari 100 yard ( 92 meter ) sampai 500 yard ( 457 meter )."

Rahma lalu menghubungi pengawal yang berjaga di lapangan tempat latihan menembak dan panah outdoor untuk menyiapkan target sesuai permintaan Kalila.

***

Alexander bergegas mencari Kalila karena tahu Riyad tidak akan tinggal diam jika melihat dirinya tidak bisa melakukan tugasnya dengan baik. Jangan mentang-mentang kamu bakalan sama Lila, kamu bisa seenaknya sendiri, Lex!

Pria tampan itu melihat Kalila berjalan bersama Rahma, pengawal wanita yang jago menembak menuju golf kart dengan membawa tas yang dia tahu berisi senjata. Tapi sepertinya bukan rifle atau senapan biasa.

"Nona Kalila! Anda mau kemana?" panggil Alex.

"Bukan urusan mu!" balas Kalila galak.

"Nona, maafkan saya!" pinta Alexander sedikit memelas.

"Kita berangkat Rahma! Biarkan saja kambing satu ini disini!" Kalila pun naik ke dalam golf kart yang disupiri Rahma lalu pergi meninggalkan Alexander yang masih terbengong-bengong.

"Sialan! Tidak bisa dibiarkan!" Alexander pun menuju golf kart yang terparkir dan menyusul Kalila dan Rahma.

***

Ladang dan Arena menembak jarak jauh milik keluarga Al Jordan ...

Rahma dan Kalila sudah tiba di sebuah area berbukit dan memiliki tebing serta gunung yang masih masuk tanah kekuasaan Al Jordan. Oleh Reyhan dan Sabine, tanah itu dibuat tempat latihan bagi para sniper angkatan bersenjata UAE dan keluarga Al Jordan. Sabine sendiri jika bosan latihan disana tapi tidak dengan baby nya.

Mereka bertemu dengan pengawas tempat latihan yang mengatakan bahwa permintaan Kalila sedang disiapkan yang jarak jauh.

"Anda mau memecah kan rekor Nyonya Sabine, nona?" tanya Iqram, sang pengawas.

"Yup. Masih penasaran bagaimana Oma bisa menembak sejauh 2500 meter. Bahkan Oma Keia rekornya hanya 1750 meter" senyum Kalila sambil menyiapkan Sako nya.

Alexander yang datang menyusul, hanya bisa melongo melihat bagaimana Kalila dengan lincah menyiapkan senjata sniper nya dan busur panah nya yang terbuat dari karbon dan fiber glass dikenal iGlow Black Hunting Archery.

What the hell ?

Alexander menghampiri Kalila. "Anda mau memanah apa?"

Kalila hanya menatap datar ke Alexander. "Apel di kepala mu."

Alexander melotot. "What the ..."

"Kamu berdiri disana!" Kalila menunjuk ke arah target 70 meter.

"No way, nona!" tolak Alexander panik.

"Iqram! Seret Alex ke tempat target!" perintah Kalila.

"Dengan apel, nona?" Iqram sudah hapal kelakuan nonanya.

"Dengan apel!"

Iqram yang berbadan besar itu langsung menyeret Alexander dibantu dengan pengawal lainnya. Alex pun berontak berusaha melepaskan diri.

"Nona! Kalila! Please! Nggak begini! Aku minta maaf!" teriak Alexander panik.

Kalila hanya menatap dingin ke arah Alexander yang benar-benar ketakutan. Dirinya memasang arm safety dan menyiapkan anak panah untuk dilepaskan.

Alexander pun disuruh berdiri dan Iqram meletakkan apel diatas kepala pengawal Kalila itu.

"Don't move" senyum Iqram dengan wajah mengejek. "Kamu bukan yang pertama kali mendapatkan hukuman dari nona Kalila."

"F*** her!" umpat Alexander kesal.

Iqram dan pengawal lainnya tertawa. "Jangan sampai nona Kalila mendengar kamu mengumpat nya. Karena...."

Syuuuutttt!

Sebuah anak panah mendarat dengan sempurna di sisi pipi kiri Alexander dan nyaris melukai wajahnya.

"F****!!!" umpat Alexander menatap judes ke gadis itu.

Syuuuutttt!

Anak panah kedua mendarat di sisi lengan kanan Alexander dan pria itu melihat wajah dingin Kalila saat melepaskan anak panahnya.

Damn it! Dia jago juga!

"Nonaaa! Knock it off!" teriak Alexander yang masih ada apel di kepalanya.

Sraaakkk!!!

Alexander melongo ketika melihat apel diatas kepala nya sudah terbelah dua. Gila nih cewek! Benar kata Riyad, jangan membuat dia marah! Mengerikan!

***

Kalila tersenyum smirk. Rahma yang melihat melalui teropong pun tersenyum lebar dengan kemajuan nonanya.

"Setidaknya mental nya bagus nona. Dia tidak mengompol" kekeh Rahma.

"Sayang, padahal aku ingin melihat dia mengompol" balas Kalila tertawa kecil.

Alexander dan Iqram bersama pengawal yang tadinya berada di lapangan, sudah kembali ke area menembak.

"You're mad! Gila kamu Lila!" umpat Alexander lupa dengan memanggil nona Kalila saking kesalnya.

"Well, setidaknya wajah kamu masih mulus dan tidak ada luka kan? Serta... kamu masih hidup" jawab Kalila cuek sambil menyimpan busurnya dan berganti dengan senapan Sako miliknya.

Alexander hanya berdiri di belakang Kalila dengan memakai headset pelindung telinga agar tidak sakit mendengar suara tembakan yang tersedia disana.

"100 yard!" perintah Kalila sembari mengambil posisi menembak sambil duduk.

Pihak operator memasang target seratus yard dan Kalila pun menarik pelatuk.

Dor!

Kalila dan Rahma melihat melalui teropong masing-masing.

"On target nona" senyum Rahma.

"Mari kita lihat apakah kita bisa memecahkan rekor Omaku. 200 yard!" perintah Kalila lagi.

"Ready nona!" seru operator itu.

Dor!

"Well, Rahma?" tanya Kalila.

"Once again, target!"

Kalila tersenyum smirk. "You don't know about this, don't you Alex?" ucapnya ke Alexander. "Makanya aku bilang jika pria yang dijodohkan aku mirip inspektur Megure melihat aku seperti ini, pasti dia auto mundur."

Alexander hanya terdiam. Siapa bilang auto mundur! Aku malah ingin tahu seberapa kuatnya kamu!

***

Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu ❤️🙂❤️

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

si bar-bar ternyata bukan kaleng² ya Alex

2024-01-20

2

M

M

wow..... 🕊kerennnnn 👍👍👍
love you kalila. 🌹

2023-03-27

2

🍭ͪ ͩ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦ꍏꋪꀤ_💜❄

🍭ͪ ͩ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦ꍏꋪꀤ_💜❄

macem uji nyali buat alex🙃🙃🙃🙃

2023-03-27

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!