Ketahuan!

Hotel Ritz-Carlton Hongkong kamar Kalila, Jayde dan Alexander

"Kamu beruntung tanganku sedang terluka jadi aku tidak menghajarmu yang berani mencium Kalila, Lex!" ucap Jayde dingin membuat Alexander tersenyum tipis.

"Aku yakin kamu akan berpikir ulang untuk menghajar ku, Jayde Neville Yustiono."

Jayde menaikkan sebelah alisnya. "Apa kamu bilang?"

Alexander mengeluarkan paspor diplomatik nya dan Jayde melongo.

"Jadi kamu... Kamu?" desis Jayde dengan nada rendah agar Kalila tidak bangun.

"Sssttt... Hanya kamu yang tahu selain Mr Enzo Al Jordan."

Jayde menepuk jidatnya. "Astaghfirullah!! Sumpah demi apapun, kamu akan habis Lex! Habis oleh Kalila dan aku tidak akan menyalahkan nya!"

"Aku tahu."

"semoga kamu siap lahir batin" kekeh Jayde.

"I will. Please Jayde, jangan sampai yang lain tahu." Keduanya keluar dari kamar dan duduk di sofa ruang tengah.

"Bagaimana bisa kamu tidak terdeteksi oleh kami? Kalila bukan lah cewek polos. Dia sudah berusaha mencari tentang kamu!"

"Aku meminta bagian IT istana Qatar untuk membuat aku menghilang."

"Dan Kalila selalu merasa bahwa pria yang dijodohkan macam inspektur Megure. Oh my God... This is so hilarious!" kekeh Jayde sambil mengambil coke di meja. "Apakah kamu sudah jatuh cinta dengan sepupuku itu?"

"Seiring berjalannya waktu, Jayde. You know, aku mengira kalau Kalila itu cewek lemah, manja, tidak bisa apa-apa... Dan aku salah! She's badass!" puji Alexander. "Aku belum pernah bertemu dengan gadis yang sangat menggilai olah raga keras seperti menembak, memanah dan taekwondo hingga sekarang mempelajari krav maga."

"Soal bela diri dan menembak, itu sudah hukum wajib di keluarga aku, Lex. Bela diri sejak usia lima tahun terserah kamu memilih apa, menembak usia sepuluh tahun. Dan itu semua dibawah pengawasan para orangtua dan pengawal kepercayaan. Kalila dulu oleh Tariqh lalu Riyad kalau tidak salah."

"Kalila dan Riyad ada apa-apa Jayde."

"Really?" Jayde tampak terkejut. "Tidaklah heran, mereka sudah bersama dari kecil. Macam Garvita dan Gabriel Apakah Kalila sempat mengatakan..."

"No, Riyad yang bilang secara implisit dan sudah memutuskan untuk tidak membuat gegeran antara Al Jordan dan Khalid. Dia akhirnya menahan perasaannya..."

"He has a big heart ( dia punya hati yang luas ). Padahal sepertinya Riyad akan patah hati."

"He is" jawab Alexander. "Tapi maaf, pendatang baru yang berhak atas Kalila."

Jayde tersenyum smirk. "Damn you your highness! Apa yang akan terjadi jika kalian tidak kabur bersama aku ke rumah sakit?! Bisa-bisa skandal internasional karena tahu siapa kamu! Dan aku yakin, kamu pasti akan babak belur di penjara. Bukan oleh polisi dan preman tapi oleh Kalila! Anak itu kalau sudah marah akibat dibohongi, jangan ditanya!"

"Hahahaha... Mati aku!" keluh Alexander.

"Good luck for that ( Semoga beruntung )! Lex, tolong jaga Kalila. Dia tidak sekuat yang kita kira. Terbayang setelah adrenalin menghilang, yang tinggal hanyalah penyesalan sudah mengambil banyak nyawa orang... Aku yakin dalam hatinya pasti ada banyak rasa bersalah dan tolong jaga emosi Kalila." Jayde menatap serius ke Alexander.

"Tentu saja aku akan selalu menjaga calon istriku."

Jayde mengangguk. "Bagus! Jangan sampai dia mengalami trauma psikis yang parah. Sebenarnya dua saudara aku adalah psikolog tapi Kalila tampaknya tidak mau mengganggu mereka."

"Biar aku nanti yang membantu Lila melewati semuanya meskipun mukaku babak belur nantinya."

Jayde terbahak. "Resikomu dijodohkan dengan anak gadis keluarga kami. Tidak ada yang tidak bar-bar bahkan yang kalem sekalipun!"

"Macam Savrinadeya itu tidak bisa kalem?" Alexander menatap Jayde tidak percaya apalagi Deya tampak halus dan keibuan.

"Deya? Dia sama mengerikan dengan Lila! Teman sekampusnya dibanting olehnya! Jangan dikira dia kalem seperti ibunya terus dia tidak bar-bar? ( Baca Mengejar Cinta Savrinadeya dan Raveena ). Ibunya pun juga parah. Lagi hamil dia, banting ayahnya Shinichi Park. ( Baca Love and Revenge of Mr Mafia ). Parah kan Lex?" seringai Jayde.

"Astaghfirullah..."

"Keluarga kami bar-bar iya, tapi kami saling sayang satu sama lain dengan caranya sendiri. Aku dan Wira memang jarang ikut rusuh tapi sekalinya kami terlibat seperti ini, keluarga aku tanpa memikirkan konsekuensinya, datang membantu. Mungkin karena kami memiliki nama dan power jadi bisa langsung gercep tapi meskipun kami bukan siapa-siapa, akan sama juga. Keluarga adalah segalanya bagi kami. Kami bertengkar, berkelahi, saling teriak, biasa. Tapi kami juga bisa saling menangis bersama, tertawa bersama dan tersenyum bersama."

Alexander mengangguk. Dirinya dengan kedua kakaknya memang saling akur dan tidak pernah absen saling memberikan kabar. Alexander juga tidak berambisi menggantikan ayah atau kakaknya menjadi penguasa Qatar karena baginya, menjadi pangeran saja sudah cukup.

"Aku salut dengan keluarga kalian. Hingga beberapa generasi masih bisa terjalin dengan baik hubungan kalian" ucap Alexander tulus.

"Tidak mudah Lex. Keluarga Neville memilih untuk low profile dan lebih memusatkan bisnis PRC Group hanya di Great Britain, tidak di tempat lain. Bahkan PRC Group di Italia, yang dipegang oleh Gemini Lexington de Luca, itu cabang dari PRC Group Jakarta." Jayde tersenyum.

Suara bel kamar mereka berbunyi membuat Jayde dan Alexander saling berpandangan. Siapa ?

Jayde pun berjalan menuju pintu kamar penthouse dan mengintip dari lubang pintu. Bibirnya tersenyum smirk saat tahu siapa yang datang. Pria itu pun membuka pintu dan tampak sepasang suami istri berdiri di sana.

"Mana Lila?"

"Masih tidur Tante GM..." senyum Jayde.

"Astagaaaa! Kena berapa jahitan itu Jayde?" tanya Benjiro Smith yang datang bersama dengan istrinya Jang Geun-moon yang biasa dipanggil GM.

"24. Kok Oom dan Tante kemari? Nggak ketemu papa dan oom lainnya?" tanya Jayde bingung.

"Kesini dulu supaya tahu ceritanya dari kamu. Hai Alex, terima kasih sudah melindungi Lila ya" senyum Geun-moon sambil menepuk bahu pengawal Kalila itu dan berjalan masuk ke dalam.

"Sama-sama Mrs Smith." Alexander mengangguk sopan dan menutup pintu penthouse.

"Jayde, ceritakan semuanya. Biar Oom bisa menghandle besok!"

Jayde pun menyeringai senang.

***

Yuhuuuu Up Malam Yaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu ❤️🙂❤️

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

masih gagal faham utk nama² keluarga merwka.. selain belum hatam main kerumah mereka satu persatu.. aku juga punya kelemahan buat mengingat.. jd.. ngikutin alur aja deh..

2024-01-20

1

Sinar Mentari

Sinar Mentari

jayde neville abisatya ralat

2023-12-31

1

英

seru .. jayde org kedua tau

2023-07-20

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!