Alexander Husayn Khalid

Di Dalam Mobil Range Rover milik Kalila...

"Seriously nona Kalila! Masih untung telinga saya tidak putus!" protes Alex sambil menyetir mobil mewah itu dengan tangan kiri sedangkan tangan kanan mengusap telinganya yang merah.

"Bukankah aku sudah bilang ada kuliah pagi jam delapan! Ini sudah jam berapa baru berangkat, hah?" balas Kalila sama judesnya.

Alexander hanya melirik judes ke gadis yang memiliki warna mata hazel kehijauan itu. Kalau dirinya tidak ingat bagaimana tangguhnya gadis ini dan merupakan atlet taekwondo, akan dia balas jewer.

"Aku lupa. Karena tadi menunggu isi briefing dulu."

Kalila mendengus. "Alasan!"

"Seriously nona Kalila. Aku lupa!"

Kalila bersedekap sambil menatap luar jendela. "Heran aku! Kenapa harus kamu yang jadi pengawal aku? Hah, mending Riyadh banget! Kamu itu tidak cocok jadi pengawal! Memang berapa lama sih kamu ditraining di Al Jordan Guard? Ada memang dua tahun? Aku yakin tidak!"

Alexander hanya diam saja.

"Kok bisa kamu lolos jadi pengawal aku? Sangat beda dengan Gabriel... Nggak usah Gabriel, Riyadh saja! Selama Riyadh mengawal aku, dia tidak pernah bikin aku gemes setiap hari! Lha kamu? Macam tidak tahu SOP cara mengawal putri Emir !" lanjut Kalila sebal.

"Iya saya yang salah!" jawab Alexander demi tidak mendengar ocehan Kalila lebih lanjut.

Astagaaa cewek ini kalau ngomel macam terus berlanjut tanpa ada titik hentinya! Alexander melirik ke Kalila.

"Kamu nyetir bisa kenceng nggak sih? Siput saja bisa lebih cepat dari kamu!"

"Mana ada siput cepat, nonaaaa" eyel Alexander.

"Ada!" balas Kalila.

"Mana?"

"Tuh, si turbo!" jawab Kalila cuek.

Alexander melongo. Turbo? Apalagi itu?

Turbo, the fastest snail

***

Kalila berlari menuju ruang kuliahnya setelah dirinya takut tidak diperbolehkan masuk. Awas kalau aku tidak boleh masuk, aku hajar si Alex!

Alexander menatap tubuh tinggi langsing itu bergegas masuk ke dalam gedung kampusnya lalu tersenyum.

"Setahun sama kamu itu, kapan pernah kita akur sih Lila? Kayaknya perjodohan ini tidak bisa berjalan dengan baik deh! Siapa juga yang betah sama cewek yang tidak kelihatan anggun-anggunnya!" gumam Alexander sambil mengambil ponselnya dan menghubungi Ali Nabhan, pengawal pribadinya.

"Bagaimana my prince? Masih betah menjadi pengawal putri Kalila?" tanya Ali usai saling mengucapkan salam dengan tertawa.

"Aku betah-betahkan Ali. Apa kamu tahu, Lila menjewer telingaku tadi! Dasar cewek bar-bar!" omel Alexander.

Ali Nabhan tertawa terbahak-bahak mendengar pangerannya kena jewer Kalila sebab selama ini tidak ada yang berani ke Alexander.

"Kamu memang pengawal yang paling menyebalkan, Ali!"

"Kan anda sendiri yang meminta menjadi pengawal nona Kalila supaya tahu seperti apa calon yang dijodohkan ke anda. Setelah tahu, bagaimana?"

"Well, dia tidak bisa membuat kue! Beberapa kali membuat kue sering gatotnya. Itu kelemahan Kalila tapi kalau soal menghajar orang, biangnya."

"Tapi kan sebagai putri Emir harusnya tidak memikirkan soal masak?"

"No Ali, kamu tidak tahu bahwa Oma Sabine dan Oma Paradina selalu menyeret Lila dan Garvita ke dapur untuk bisa memasak. Kalau masakan biasa Lila bisa tapi jangan suruh dia buat kue. Kacau! Kamu tahu, cupcake buatan Kalila bisa membuat kepala orang pusing kalau kena lempar saking bantatnya!"

Ali semakin tertawa terbahak-bahak. "Tapi nona Kalila atlet taekwondo kan?"

"Iya itu satu-satunya kelebihan Kalila. Bulan depan dia akan bertanding di kejuaraan dunia disini. Badan kecil tapi bisa menghajar pengawal itu ya Kalila."

"Apakah anda pernah kena hajar, yang mulia?"

"So far baru jewer dan keplak sih, belum sampai ditendang sampai kelenger."

Sebuah nada sela membuat Alexander melihat siapa yang menelpon. "Ali, Kak Asad menelpon. Nanti aku sambung lagi."

"Baik yang mulia."

Alexander lalu mengganti panggilan ke As'ad sang kakak.

"Assalamualaikum kak."

"Wa'alaikum salam. Masih betah main jadi pengawalnya Kalila?" kekeh As'ad kakak sulung Alexander.

"Masih. Aku suka disini meskipun Kalila bar-bar."

"Mau sampai kapan?"

"Sampai Kalila usia 22 tahun. Kata Oom Enzo itu permintaan Kalila supaya putrinya bisa memilih lanjut perjodohan atau tidak."

"Kamu tuh memang aneh-aneh deh! Siapa yang tahu soal kamu?" As'ad hanya bisa memegang pelipisnya saat Grandad nya memberitahukan misi Alexander saat menteri pertahanan Qatar itu mencari adiknya yang menghilang hampir setahun. As'ad sendiri akhirnya mengalah dan lebih setuju adiknya di Dubai daripada Luntang Lantung tidak karuan seperti di Swiss yang sering tebar pesona.

"Cuma Oom Enzo dan Ali saja. Lainnya tidak ada yang tahu. Aku sengaja ikut pelatihan menjadi pengawal Al Jordan agar tahu seperti apa. Dan aku meminta agar aku ditempatkan menjadi pengawal Kalila."

"Setidaknya kamu di tempat yang aku dan Grandad tahu, bukan tempat aneh-aneh macam kamu di Zürich!" ucap As'ad. Alexander pernah berbuat ulah saat masih berusia 18 tahun dengan masuk ke sebuah clubbing dengan id card palsu.

"Iya iya. Sudah aku pergi dulu kak."

"Selamat bekerja." As'ad mematikan panggilannya.

Alexander teringat akan saat darah mudanya membuat dirinya ingin tahu segala sesuatu termasuk ke clubbing. Disana Alex mencoba berbagai macam hal disana dan sesuatu terjadi menimbulkan perkelahian akibat mabuk membuat Alexander harus merasakan penjara semalam hingga membuat sang kakak perempuannya Alesha mengeluarkan dari penjara. Sejak saat itu Alexander memilih menjauhi tempat-tempat seperti itu hanya karena rasa keponya di masa remaja, membuat kakaknya harus datang dan ayahnya membekukan semua fasilitas hingga enam bulan.

Alexander kapok berat meskipun tetap memiliki banyak pacar selama di kampus. Begitu dia lulus dari ETH University, Alexander memutuskan semua kontak dengan pacar-pacarnya dan mengganti nomor ponsel serta menghapus akun sosial media nya, mengganti dengan yang baru serta di private.

Alex mengingat pesan Grandad nya kalau dirinya sudah memiliki calon istri yang sudah dijodohkan. Setelah dirinya tinggal di Dubai dan setahun ini mengawal Kalila, Alexander baru tahu kwalitas wanita yang dijodohkan. Terlepas membuat cupcake dan bakpau bantat, tapi Kalila memiliki kepribadian yang kuat, tidak mudah diintimidasi dan pemberani. Alexander sebenarnya tidak suka wanita bar-bar dan punya kepribadian kuat tapi mengingat bahwa dirinya suatu hari nanti akan memegang jabatan di istana, dia membutuhkan pendamping yang sama kuatnya menghadapi banyak drama di istana.

Dan Ternyata pilihan Grandad tidak salah.

Sekarang dirinya belum merasakan tertarik dengan Kalila tapi untuk pernikahan bisnis, tidak lah jelek. Sama-sama menguntungkan kedua belah pihak.

Tapi apa pernikahan bisnis bisa berjalan baik? Alexander melihat As'ad dan Alesha menikah dengan pilihan masing-masing dan mereka sudah berbahagia. Diriku? Alexander menghembuskan nafas panjang. Entahlah! Harus menunggu tiga tahun lagi.

***

Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu ❤️🙂❤️

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

terima nasib Alex.... di Bismillah in aja...

2024-01-20

1

Kenzi Kenzi

Kenzi Kenzi

andai lila tahu kamu lah calon nya....makin lila sebel sama kamu...wkwkwkw

2023-10-04

1

Kenzi Kenzi

Kenzi Kenzi

pangeran mah ga pernah tonton kartun...ekwkw

2023-10-04

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!