Kamar Penthouse Kalila Jayde dan Alexander Hotel Ritz-Carlton Hongkong
"USD$ 1 miliar? You're joking ( kamu bercanda )?" tanya Kalila ke Jayde.
"Kalau kamu nggak percaya, lihat saja sendiri!" Jayde menyerahkan iPadnya ke Kalila yang melihat nominal di rekening milik pria itu.
"Ini yang kamu curi selama dua bulan?" Kalila menatap Jayde.
"Yup. Dan saat aku dan Wira di Tokyo, langsung mengambil semuanya. Hanya saja masih ada akun lagi yang aku belum bisa ambil karena dipegang oleh seorang jaksa. Aku belum bisa menembus firewall nya." Jayde menatap semuanya.
"Kira-kira apakah jaksa itu yang akan menjadi korban pengungkapan semua kebusukan mereka?" tanya Alexander.
"Tentu saja!! Semua orang yang terlibat harus kena!" potong Kalila emosi. "Semua keluarga aku sampai dipenjara karena membela diri!"
"Sudah, jangan marah-marah. Kamu tuh macam Gio saja kalau sudah ngamuk" kekeh Geun-moon. Gio adalah anak Benji dan Geun-moon, kependekan dari Giordano.
"Lho Gio sama siapa Tante?" tanya Kalila melupakan sepupunya yang sudah junior high school.
"Sama Daddy lah. Oom titipkan kesana selama Oom dan Tante ke Hongkong" jawab Benji.
Kalila meletakkan kepalanya di atas paha Alexander lagi. "Alamat bakalan ditraining Opa Bryan deh..."
"Ya iyalah Lila. Tahu sendiri kan opamu paling hobi membagikan ilmu ke cucu - cucunya" kekeh Geun-moon. "Kalau filosofi Papa Bryan, mungkin orang akan memberikan warisan harta benda tapi kalau papa lebih suka mewariskan akhlak dan ilmu pengetahuan karena itu akan jauh lebih berguna. Harta benda bisa hilang tapi akhlak dan ilmu pengetahuan akan selalu abadi di otak dan pikiran kita selamanya."
"Setuju Tante... " jawab Kalila dengan sedikit mengantuk apalagi Alexander tanpa sadar mengelus rambut tebal gadis itu.
"Besok kita semua ke gedung pengadilan. Biar sekalian memberikan shock terapi" cengir Benji.
Setelahnya mereka pun mengobrol macam-macam tapi Kalila sudah terpejam matanya seperti diberikan dongeng sebelum tidur. Alexander hanya menatap lembut ke gadis yang terlelap itu.
"Sini aku bantu, Lex. Biar kamu bisa menggendong Lila nanti" ucap Benji yang berdiri dan berjalan menuju Kalila yang tidak terganggu.
"Maaf ya Oom, soalnya tanganku masih belum boleh dipakai macam-macam dulu" ucap Jayde sedikit menyesal.
"Tidak apa-apa..." Benji memegang tubuh Kalila untuk memberikan kesempatan Alexander bangun dan menggendong gadis itu menuju kamarnya.
"Jayde. Apakah kamu tahu kalau Alexander..." Benji menatap keponakannya serius.
"Tahu. Alex sendiri yang bilang."
"Lila?"
"Tidak tahu. Masih menganggap calon suaminya macam inspektur Megure."
Benji dan Geun-moon saling berpandangan lalu tertawa bersama. "Ampun deh Lila..."
"Tunggu Oom. Aku memang agak skeptis saat Oom dan Tante bilang tidak bisa mencari tahu siapa pangeran Qatar karena tidak ada yang bisa lolos dari kalian berdua! Please Oom, Tante, kalian sama usilnya dengan Alex dan Oom Enzo!" sungut Jayde.
"Itu permintaan Alexander sendiri, Jayde. Tahu sendiri kan mereka melihat Kalila mungkin gadis manja dan tidak bisa apa-apa. Alexander ingin tahu sendiri calon istrinya." Benji menatap serius ke Jayde.
"Oom, aku tidak bisa menjamin wajah Alex akan aman kalau sampai Lila tahu kebenarannya. Bisa terjadi perang dan KDRT..." kekeh Jayde.
"Resiko ditanggung penumpang lah! Salah siapa tidak jujur dari awal" gelak Geun-moon.
***
Kamar Kalila
Alexander meletakkan tubuh Kalila dengan lembut diatas kasur empuk itu. Gadis itu masih saja terlelap dan gurat lelah tampak terlihat di wajah cantiknya. Alexander menarik selimut dan menyelimuti calon istrinya.
Pria itu duduk di tepi tempat tidur sambil terus memandang wajah Kalila. Jarinya mengelus pipi mulus itu dengan lembut hingga ke bibirnya yang sedikit terbuka.
"Kebiasaan deh kalau tidur selalu begini. Bikin ingin cium, tahu" ucap Alexander pelan. Tiba-tiba wajah Kalila berubah menjadi gelisah dan tidak nyaman.
Alexander memegang tangan Kalila sembari memijat nya lembut. "Aku disini Lila. Don't worry..." bisik Alexander.
"Mom...my..." igau Kalila. Tangan gadis itu menggenggam erat tangan kekar Alexander.
"Lila... it's okay. Tidak akan ada apa-apa. Aku akan melindungi kamu..." Alexander mengelus kepala Kalila dan lama-lama gadis itu mulai tenang dan nafasnya mulai teratur. "Kamu harus dikonseling sayang... Jangan bersikap bahwa kamu baik-baik saja karena kamu tidak baik-baik saja."
Alexander mengambil kursi dan duduk di sebelah tempat tidur Kalila sambil mengawasi gadis itu. "Aku akan menungguimu supaya kamu tenang." Pria itu tidak yakin akan bisa menahan diri untuk tidur di tempat yang sama dengan Kalila.
Yang nungguin
"Bisa-bisa aku dihajar sebelum waktunya" kekeh Alexander sambil terus menatap wajah Kalila.
Suara pintu diketuk pelan, membuat Alexander menoleh dan tampak Geun-moon membukanya.
"Lila baik-baik saja Lex?" tanya Geun-moon pelan.
"Sempat gelisah tadi tapi sudah bisa saya bujuk untuk tenang" jawab Alexander apa adanya.
"Jangan macam-macam lho Lex!" senyum Geun-moon sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Bisa digantung kakek kalau aku berani macam-macam, Tante GM."
Geun-moon tertawa kecil. "Tolong jaga Lila ya Lex."
Alexander pun mengangguk. "Lila akan selalu saya jaga dan lindungi."
"Good!" Geun-moon menepuk bahu pria itu lalu kelaur dari kamar keponakannya.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 48 Episodes
Comments
Sandisalbiah
calon suami siaga ini mah.. plus bakal jd calon bucin... 🤭🤭
2024-01-20
1
英
ahahaha cuma anak² saja xtau ttg Alex
para tetua semua pasti tau
2023-07-23
1
🍭ͪ ͩ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦ꍏꋪꀤ_💜❄
secara kang cari aib kog g tau duluan😁😁😁
2023-04-16
1