Tidur

Markas Triad Chen Hongkong

Jayde merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur yang disediakan Sky Chen sedangkan pria itu bersama dengan Kalila dan Alexander menyiapkan kardus-kardus baju untuk semua generasi keenam.

Kalila dengan cueknya menuliskan nama masing-masing dengan huruf Arab membuat Alexander gemas.

"Nona Kalila, kenapa ditulis dengan huruf Arab?" tanya Alexander.

"Ini kode Alex! Aku tidak mungkin menulis dengan huruf abjad atau kanji. Mereka bisa tahu."

"Apa yang kamu tulis Lila?"

"Be strong, help is on the way" cengir Kalila.

"Oh ya ampun" kekeh Sky. "Tapi memang sih, para ayah kalian dalam perjalanan kemari."

"Alhamdulillah. Karena kita semua tidak bisa keluar Hongkong tanpa bantuan mereka semua."

***

Kalila merasa lelah tapi kamar di ruangan Sky hanya satu dan sudah dipakai Jayde tidur. Alexander yang melihat mata Kalila tampak sayu karena mengantuk, menepuk bahu gadis yang duduk di sofa bersamanya.

"Nona mengantuk?" tanya Alexander.

"Siapa bilang?" elak Kalila sambil menguap. "Nggak salah Lex."

Alexander tersenyum. "Mau dibuka kamar hotel untuk istirahat?"

Sky Chen sendiri bersama anak buahnya mengantarkan kardus-kardus berisikan pakaian para generasi keenam yang dipenjara di penjara Federal Hongkong. Alasan Kalila tidak mengirimkan tas dan koper mereka, sudah pasti akan dibongkar semua tas mereka padahal kebanyakan tas dan koper mereka limited edition.

"Hah? Kamu kalau ngomong kalimatnya jadi ambigu begitu!"

"Lho? Kan benar buka kamar hotel?" Alexander menatap bingung.

Kalila mengacuhkan tapi dia menguap lagi.

"Tidurlah disini." Alexander menepuk pahanya.

"Eh?" Kalila menatap Alexander.

"Tidurlah disini sambil menunggu para ayah datang." Alexander menepuk pahanya lagi.

Kalila benar-benar lelah jadi dirinya memilih menurut ucapan pengawalnya. Kepala gadis itu pun lalu diletakkan diatas paha Alexander dan tak lama mata Kalila pun terpejam. Alexander mengelus rambut coklat tebal milik Kalila sambil terus memandang gadis itu.

Kamu itu ternyata jodoh yang diluar ekspektasi aku, Lila. Awal aku tahu bakalan dijodohkan denganmu, bayangan gadis manja, cengeng dan tidak bisa apa-apa terlintas di pikiranku... tapi semua buyar melihat bagaimana tangguhnya kamu. Alexander mengelus pipi mulus Kalila dengan jarinya.

Aku tahu kamu dan Riyad memendam perasaan satu sama lain tapi kalian semua pun berusaha meredamnya. Alexander menyentuh bibir ranum Kalila yang sedikit terbuka. Brengseeekkk kau Lila! Bibirmu tampak menggoda untuk dicium!

Getaran ponsel Kalila terdengar membuat Alexander mengambil dari atas meja dengan susah payah karena ada kepala Kalila diatas pahanya.

Alexander menatap layar ponsel milik gadis itu. Daddy. Pria itu pun mengangkat panggilan Enzo Al Jordan.

"Assalamualaikum Mr Al Jordan."

"Wa'alaikum salam. Alex, dimana Lila?" balas Enzo.

"Lila tidur diatas paha saya, Sir" jawab Enzo apa adanya. "Kamar di ruang Mr Chen hanya satu dan sudah dipakai Jayde yang habis dijahit lengannya."

"Kalila tidur di atas paha kamu?"

"Iya Mr Al Jordan. Kasihan dia tampak lelah."

"Kena berapa jahitan si Jayde?" tanya Enzo.

"Kena 24 jahitan."

"Damn... parah! Alex, Ayrton berangkat ke Dubai bersama dengan Taufan Abisatya, ayah Jayde setelah pesawat Giandra akan datang ke Dubai untuk menjemput mereka dari New York."

"Baik Sir."

"Alex, mereka semua dimana?"

"Ditahan di penjara Federal Hongkong."

"Selain Jayde, siapa lagi yang terluka?"

"Agen FBI Omar Zidane terserempet peluru saat ada tembakan brutal dan berusaha melindungi Nadya Blair. Lalu beberapa agen federal lainnya juga sempat kena tembak dan pukul tapi Alhamdulillah tidak ada yang tewas dari pihak kita."

"Lila... Sudah bunuh berapa orang?" tanya Enzo dengan nada tercekat.

"Hampir 15 orang Sir..."jawab Alexander pelan. "Bagi Lila yang penting keluarga nya selamat semua."

Tidak terdengar suara Enzo disana tapi Alex bisa mendengar suara helaan nafas yang berulang pertanda ayah dua anak itu merasa cemas. "Ken... dimana?"

"Ken juga dimasukkan penjara, Sir."

Enzo terdiam. "Yang penting Lila, Jayde dan kamu tidak dipenjara. Sky Chen bagaimana?"

"Sky berhasil lolos dan sekarang sedang mengantarkan baju-baju ke semua kakak Kalila di penjara."

"Dia aman-aman saja kan ke penjara?"

"Tidak ada alasan mendasar untuk menahan Sky Chen sebab tidak ada anak buahnya yang ikut dalam penyerbuan, hanya sebagai mengawasi area sekelilingnya."

Enzo terdiam. "Alex, tolong jaga Kalila. Ini baru kali pertama dia membunuh banyak orang. Anakku harus menjadi sniper dalam waktu singkat dan aku tidak mau mentalnya drop akibat dari semua ini."

"Lila akan saya jaga, Sir. Bagaimana pun dia akan menjadi tanggung jawab saya ke depannya bukan?" senyum Alexander.

"Bagus! Berarti kamu setuju kan dengan perjodohan kalian?"

"Sangat setuju Sir. Jujur, saya mulai jatuh cinta dengan Kalila."

"Jangan sampai Kalila kenapa-kenapa, Lex!"

"No Sir. Saya akan menjaga Kalila dengan nyawa saya."

"Oke Alex. Salam buat Kalila kalau dia sudah bangun."

"Baik, Sir." Alexander meletakkan ponsel Kalila di samping sofa sambil terus menatap gadis itu. Ya ampun, sampai ngorok ? Terdengar oleh Alex suara dengkuran halus yang membuat pria itu tersenyum lalu mencium kening Kalila. Love you my badass princess.

Alexander menatap sekelilingnya dan matanya pun mulai terpejam.

***

Satu jam kemudian Kalila terbangun dan melihat tangan Alexander tampak memeluk tubuhnya dan pria itu tertidur dengan bersandar kepala sofa.

Kalila menatap wajah tampan Alexander yang terlelap. Bulu-bulu halus mulai muncul di rahangnya. Kalila mulai membanding-bandingkan dengan Riyad.

Riyad. Pria yang sudah bersamanya sejak usia 13 tahun, yang hapal dengan semua sikap dan sifatnya. Sejujurnya Kalila masih berharap Riyad mau berjuang untuknya tapi pria itu cukup tahu diri untuk tidak mengacaukan acara perjodohan dengan pihak kerajaan Qatar. Aku dan Riyad sama - sama korban situasi.

Alexander sendiri terlepas bukan tipe pria halus dan kalem macam Riyad tapi dialah yang pertama kali mencuri ciuman pertamanya. Dan dia lah yang pertamakali mengetahui dirinya mampu membunuh orang dengan jumlah tidak sedikit. Kalau itu Riyad, aku yakin dia yang akan memakai baby, bukan aku karena tahu tanganku tidak boleh bersimbah darah...

Kalila menatap langit-langit ruang Sky Chen. Apakah benar pria yang dijodohkan padaku akan mirip inspektur Megure? Tapi itu kan bayangan aku sendiri sih... Duh kalau macam itu bagaimana ya?

Suara erang*an membuat Kalila menatap Alexander yang terbangun. "Halo? Sudah bangun princess?" sapa Alexander dengan suara serak.

"Sudah... Lumayan bisa tidur. Thanks Alex buat bantal pahanya. Aku senang bisa istirahat... Alex, apakah pahamu terasa kebas?" Kalila tampak khawatir.

"Tidak apa-apa... Oh anda tadi mendengkur... macam kucing."

Kalila melongo. "Whaaattt?"

"Yup. Anda mendengkur..."

Kalila terbangun dan membuat Alexander mengerenyitkan dahinya karena mulai terasa semutan dan kebas.

"Enak saja bilang aku ngorok!" Kalila mengeplak paha Alexander.

"Aduh semutan... semutan" keluh Alexander.

"Bodo!"

***

yuhuuuu Up Sore Yaaaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu ❤️🙂❤️

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

calon binik galak amat ya Lex.. 🤭🤭

2024-01-20

1

英

Kalila , kamu jgn gitu dgn Alex... nanti Bucin akut tahu

2023-07-18

1

diyah

diyah

ayo lex...buat kalila jatuh cinta sama kamu... semangat utk Alex dan Author utk lanjut🤭

2023-04-12

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!