Bersembunyi di Pesawat

Dubai UAE

"Opa, memangnya ada apa? Para pria tidak ada yang cerita" ucap Kalila ke Karl Schumacher. "Apa maksudnya aku harus bersiap membantu para saudara aku?"

Karl Schumacher menatap wajah Sabine.

"Ceritakan saja, sayang. Lila wajib tahu." Sabine menepuk tangan suaminya.

"Lila, apa kamu memperhatikan kenapa Luke selaku bersama dengan Jayde dan Wira?"

"Tidak terlalu Opa soalnya kita yang cewek-cewek kalau sudah kumpul yaaa... ghibah" jawab Kalila membuat Alexander tersenyum smirk. "Kamu nggak usah pasang muka gitu Lex!"

"Lha?! Kok lihat ya?" gumam Alexander. Kalila memicingkan matanya judes.

Karl dan Sabine hanya menggelengkan kepalanya melihat keributan cucunya dan pengawal nya.

"Jadi Opa. Ada cerita apa?" Kalila menatap kedua opa dan Omanya.

Karl dan Sabine lalu bercerita kasus yang menimpa Sadawira dan Jayde. Sadawira adalah putra dokter Pandega Yustiono dan Anjani, cucu dari Iwan Yustiono dan Danisha Giandra. Sadawira sudah menyelesaikan kuliahnya di fakultas kedokteran di Singapura. Jayde sendiri adalah putra Taufan Abisatya dan Natasha Neville. Jayde adalah seorang akuntan yang bekerja di PRC Group Manchester Inggris. ( Baca Jayde dan Wira Stories ).

"Kenapa mereka berdua tidak meminta bantuan?" tanya Kalila gemas. Alexander yang mendengar bahwa keluarga nonanya diganggu Triad, hanya bisa terdiam.

"Kamu tahu kan bagaimana Wira menjaga agar Iwan dan Danisha tidak shock" jawab Sabine.

"Tapi kalau begini, Opa Iwan dan Oma Danisha kan juga panik, Oma" balas Kalila.

"Sudah kejadian. Jadi opa minta, kalau mereka pada kabur ke Hongkong, kamu ikut dan jangan sampai ketahuan. Oke? Oh, bawa pasport diplomatik kalian dan lisensi membawa senjata internasional. Opa yakin kalian akan diijinkan masuk."

Kalila menoleh ke arah Alexander. "Kamu punya kan permit internasional?"

"Punya nona."

"Good."

***

Kalila bersikap biasa saja di istana meskipun dirinya sedikit berdebar mendengar Ken dan Gasendra meributkan bahwa mereka akan ke Singapura karena Jayde dan Sadawira menghilang.

"Damian akan datang" ucap Gasendra.

"Kita naik pesawat milik Al Jordan saja." Ken menatap adiknya yang membawa duffle bag. "Kamu mau kemana?"

"Latihan taekwondo lah. Kalian mau ke Singapura?" tanya Kalila.

"Iya, naik pesawat Al Jordan saja" jawab Gasendra.

"Well, good luck. Semoga Wira dan Jayde ketemu, selamat." Kalila memeluk Ken dan Gasendra. Gadis itu lalu berpamitan dengan kedua orangtuanya, opa dan Omanya seperti biasa. Bersama Alexander, Kalila masuk ke dalam mobilnya.

***

Hanggar Milik Al Jordan, Dubai Airport

"Nona Kalila? Apakah kita akan terbang sekarang?" tanya pilot pesawat itu melihat kedatangan Kalila dan Alexander usai memarkirkan mobilnya di tempat parkir khusus. Kalila tidak khawatir terlihat karena pasti saudara - saudaranya diantar dan tidak ada mobil mereka terparkir.

"Belum. Oh saya minta, kalian semua tidak ada yang memberitahukan ke Emir Al Jordan, Emir Schumacher dan Emir Blair kalau saya disini" pinta Kalila ke semua kru pesawat. "Saya ada misi rahasia."

"Baik nona Kalila."

Kalila pun naik ke dalam pesawat mewah itu bersama dengan Alexander dan langsung masuk ke dalam satu kamar.

"Nona, ini kamar siapa?" tanya Alexander sambil meletakkan duffle bag mereka.

"Kamar papaku. Dan tidak akan yang berani masuk kemari" jawab Kalila sambil meletakkan tas berisikan baby milik Omanya.

"Tapi kita masuk kemari."

"Karena Daddy kasih ijin. Sudah jangan banyak tanya! Segera persiapkan banyak makanan karena kita tidak mungkin keluar dari kamar ini selama perjalanan. Tenang saja, ada kamar mandi kok." Kalila lalu mengeluarkan baby nya sedangkan Alexander membongkar tas berisikan banyak makanan disana.

Diakuinya kamar milik Enzo Al Jordan termasuk lengkap dengan adanya microwave disana. Tadi sebelum berangkat, Kalila dan Alexander membeli banyak makanan cepat saji serta beku yang tinggal dipanaskan di microwave.

Definisi apartemen studio pindah ke dalam pesawat ini.

***

Pesawat Airbus milik keluarga Al Jordan itu pun tinggal landas menuju Singapura setelah semua Emir berkumpul. Pesawat besar itu sebenarnya mampu menampung sekitar 100 orang untuk pesawat pribadi tapi oleh Reyhan dan Karl, dibuat untuk 75 orang saja karena sisanya dibuat dua kamar untuk tetua Al Jordan.

Ada dua kamar disana dan generasi keenam belum diijinkan memakai kamar-kamar itu. Tapi perkecualian bagi Kalila saat ini karena memang urgen dan Enzo memberikan password kamar itu. Masing-masing kamar memiliki kamar mandi dalam jadi bagi Kalila, aman tentram lah.

Kalila bisa mendengar suara kembarannya dan sepupunya berbicara sedangkan dirinya dan Alex harus berusaha tidak bersuara meskipun tahu suara mereka tidak akan terdengar oleh para Emir itu.

"Kita tidur berdua nona?" tanya Alexander yang melihat hanya ada satu tempat tidur.

"Kamu tidur di kursi lah!" balas Kalila cuek.

Alexander cemberut. "Please nona... Saya tidak akan macam-macam."

Kalila melihat bahwa kursi di kamar itu bukan kursi yang nyaman untuk tidur. "Hanya tidur!"

"Hanya tidur!"

Kalila akhirnya mengangguk. "Macam-macam, habis kau!"

Alexander tersenyum manis. "Nanti ada kasus pembunuhan diatas pesawat..."

Kalila menatap judes ke Alexander lalu mengambil camilan dan memakannya.

***

Perjalanan dari Dubai ke Singapura membutuhkan waktu sekitar delapan hingga sembilan jam. Dan pesawat itu landing di bandara Changi pada saat subuh menjelang.

Semalaman Alexander dan Kalila tidur berdua di tempat tidur di kamar itu. Dan selama itu Alexander dan Kalila tidur saling membelakangi, punggung bertemu punggung.

"Tampaknya mereka sudah pada turun nona" ucap Alexander yang turun dari tempat tidur dan mengintip dari jendela pesawat. Tampak tiga Emir berjalan bersama dengan beberapa pengawal yang mengikuti mereka.

"Paling mereka langsung ke apartemen Wira. Yuk, kita turun" ajak Kalila.

"Tapi nona?"

"Kita tidak keluar bandara tapi aku ingin jalan-jalan sekitar bandara. Apa kamu tidak ingin mencoba banyak makanan yang terdapat di Changi?" Kalila membuka lemari pakaiannya dan mengambil bajunya lalu menuju kamar mandi.

Alexander hanya menatap gadis itu masuk kamar mandi. Seriously Lila. Kalian semua itu pada mau obrak abrik Hongkong?

***

Pagi ini Kalila menikmati acara sarapannya di cafetaria bandara Changi dan dirinya sangat bahagia bisa mendapatkan laksa dan nasi lemak.

"Minuman di kamar masih ada kan?" tanya Kalila.

"Tinggal air mineral tiga botol besar."

"Nanti kita beli lagi."

"Nona, sebenarnya kita ke Hongkong hendak apa?" tanya Alexander penasaran.

"Kamu akan tahu nanti Lex."

"Nona, bagaimana jika pangeran Qatar tahu sepak terjangnya nona yang akan menyerang Triad di Hongkong?"

Kalila menatap pengawalnya. "Bagus lah dia tahu! Biar dia paham kalau calon istrinya yang hendak dijodohkan, bukan tipe gadis yang diam saja saat tahu kebenarannya. Dan aku tidak akan segan-segan untuk menghajar pangeran tidak pede itu!"

Alexander menatap datar ke Kalila tapi jantung nya berdebar-debar. Apa kira-kira yang akan dilakukan Lila jika tahu kalau pangeran Qatar itu aku?

***

Yuhuuuu Up Sore Yaaaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu ❤️🙂❤️

Terpopuler

Comments

Ninik Rochaini

Ninik Rochaini

mati kamu Lex... /Facepalm//Facepalm/...paling2 dibanting...

2024-09-03

0

🥰Siti Hindun

🥰Siti Hindun

Paling juga kena tampol kamu Lex🤭

2024-01-22

1

Sandisalbiah

Sandisalbiah

harap² cemas ya.. Lex... setidaknya Kalila udah lulus seleksi calon istri kriteria kamu kan..? 🤭🤭

2024-01-20

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!