Di Dalam ambulans menuju Rumah Sakit Queen Mary Hongkong
Kalila dan Alexander menatap Jayde yang meringis kesakitan ketika petugas medis itu mencoba menghentikan darahnya.
"Taruhan yuk Lex, Jayde dapat berapa jahitan" cengir Kalila.
"What the hell Lila! Aku kesakitan begini, kamu malah taruhan!" pendelik Jayde judes.
"Aku gabut! Jadi berapa menurut mu Lex?" tanya Kalila ke pengawalnya.
"25."
"Aku bilang 30" jawab Kalila yang membuat Jayde semakin judes menatap sepupunya yang seperti lainnya suka seenaknya sendiri.
"Yang paling dekat yang menang, nona. Apa taruhannya?" Alexander menatap Kalila.
"Kalau aku menang, kamu harus jadi target apel." Kalila menatap serius ke Alexander.
"Kalau saya menang, nona harus mau berkencan dengan saya" ucap Alexander cepat.
"What?" Mata Kalila melotot.
"Aku setuju! Semoga kamu menang Lex" cengir Jayde sambil meringis.
Tak lama ambulans pun tiba di rumah sakit Queen Mary dan Kalila beserta Alexander mengikuti brankar yang membawa Jayde menuju IGD. Pihak rumah sakit meminta keterangan pasien dan semua administrasi.
Kalila membereskan semuanya dan menunggu di ruang tunggu bersama dengan Alexander yang memutuskan membeli dua cup ice cappucino dan croissant karena tahu mereka berdua membutuhkan asupan masuk ke dalam tubuh.
"Minum dan makan dulu, nona. Kita butuh energi untuk menunggu orang di rumah sakit" ucap Alexander sambil memakan croissant dan menyesap ice cappucino nya.
Kalila mengangguk dan mulai memakan croissantnya. Gadis itu menonton televisi yang menyiarkan kejadian yang terjadi di markas Triad Wong. Tampak semua saudara-saudaranya ditangkap polisi dan dimasukkan ke dalam mobil tahanan.
Suara ponsel Kalila berbunyi dan gadis itu langsung mengangkatnya.
"Ya koh Sky. Bagaimana?" tanya Kalila.
"Lila, abang-abang mu bersama Nadya dan anak buahnya Luke yang perempuan, dibawa ke tahanan termasuk semua anggota intelijen" lapor Sky Chen yang mengawasi dari jauh.
"Lha serius pindah tidur ?" kekeh Kalila.
"Yup. Ini aku dapat kabar kalau Oom Abi, Oom Travis, Oom Quinn, Oom Ayrton, Oom Pandu dan Oom Joey perjalanan ke Hongkong."
"Nanti habis dari rumah sakit, Lila dan Alex bareng Jayde ke markas. Ini Lila nunggu ada yang harus dijahit lengannya."
"Oke. Aku sudah kirim anak buahku menjemput kalian."
"Thanks Koh."
Alexander menoleh kearah gadis yang duduk dengan santainya. "Kamu nggak gimana-gimana habis bunuh orang segitu banyak?"
"Aku ikut motto Oma Sabine. Killed or to be killed and protect your family of any cost. Jadi, aku terapin lah!" jawab Kalila cuek.
Alexander hanya menggelengkan kepalanya.
"Ini rupanya kenapa Ken mengusir kita, Lex. Sebab bisa bahaya kalau kami berdua dipenjara."
"Apa rencana kita selanjutnya?"
"Kita kembali ke markas Koh Sky Chen setelah Jayde selesai dijahit. Katanya semua para ayah akan datang."
"Mr Enzo Al Jordan juga?" tanya Alexander.
"Sepertinya Daddy tidak datang. Sudah diwakilkan Oom Ayrton. Lagipula harus ada yang menjaga Dubai sebab tidak mungkin Daddy, Oom Direndra dan Oom Alaric akan didatangi pihak kepolisian" jawab Kalila.
Setelah menunggu hampir satu jam, akhirnya Jayde pun selesai dilakukan tindakan. Meskipun masih agak sedikit pusing akibat adanya obat bius, tapi mata biru Jayde tampak waspada seperti biasanya.
"Bagaimana Lila?" tanya Jayde yang dipapah Alexander dan pengawal dari Triad Chen.
"Semua pindah tidur ke penjara Federal."
Jayde tersenyum smirk. "Pasti mas Bayu bilang 'kita pindah tidur'. Aku yakin kakak kita satu itu paling santai orangnya setelah bang Luke."
"Yup. Dan sekarang kita kembali ke markasnya Koh Sky, kita istirahat disana" ucap Kalila sambil membawa duffle bag nya.
"Lila, terimakasih. Sudah melindungi kami."
"Apa gunanya punya adik jago sniper nggak diajak gedubrakan?" cengir Kalila.
"Mr Neville, miss Al Jordan, Mr Husayn, mari silahkan masuk". Seorang pengawal membuka kan pintu mobil SUV mewah itu.
"Aku ingin tidur" gumam Jayde setelah duduk di dalam mobil itu.
"Tidur dulu saja. Nanti aku bangunkan kalau sudah sampai." Kalila menepuk pipi Jayde lembut yang duduk di sebelahnya.
Alexander tahu bagaimana dekatnya Kalila denga. saudara - saudaranya tapi tetap saja, dirinya merasa cemburu melihat gadis itu memegang pipi Jayde.
"Oh, Mr Neville, berapa jahitan tadi?" tanya Alexander sebelum Jayde terlelap.
"Berapa ya tadi... 24 kayaknya..." gumam Jayde.
"Aku menang Lila!" cengir Alexander yang duduk di kursi belakang.
"Damn it!" umpat Kalila.
***
Markas Triad Chen Hongkong
"Semua dipenjara, Lila. Dan aku sendiri tidak bisa masuk kesana padahal rencananya aku hendak membawakan baju ganti untuk mereka. Tahu sendiri kan pasti bau mesiu dan keringat" ucap Sky setelah Kalila, Alexander dan Jayde tiba di markas cicit pemimpin Triad Chen New York.
"Biar aku urus Koh. Ada kardus tidak? Aku masukkan per pemilik baju biar mereka ada baju ganti" ucap Kalila yang melihat tas dan koper kakak-kakaknya ada semua disana. Beruntung setiap tas ada nama masing-masing jadi Kalila tidak kesulitan untuk memasukkan baju-baju mereka nanti ke dalam kardus.
"Tapi nanti dibongkar Lila" ucap Sky. "Kalian Carikan kardus baru sekitar 20 an dan nanti tolong berikan pada Miss Al Jordan." Sky menyuruh anak buahnya untuk membawakan kardus sesuai permintaan Kalila.
"Boleh dibongkar asal tidak diberantakan dan kembali ke kardus masing-masing!" jawab Kalila judes.
"Kamu memang mirip Oma Paradina kalau begitu."
"Lho memang kenapa?"
"Omamu itu orang judes dan paling tidak suka kalau yang membuat plannya berantakan. Papaku pernah kena omel waktu kami ketemu di New York gara-gara jadwal berantakan akibat adanya kecelakaan jadi papa terlambat datang." Sky tertawa geli mengingat bagaimana Paradina mengomeli papa nya dengan bahasa campur aduk Mandarin, Jawa dan Inggris.
"Pasti Oma marah-marah pakai bahasa kacau balau" tebak Kalila sambil membuka satu persatu tas semua kakaknya. Untung nggak pada dikunci nih tas!
"Memang. Tapi Oma mu memang antik sih..."
"Ini kardus-kardusnya miss Al Jordan" potong anak buah Sky Chen yang membawa setumpuk kardus baru. "Dan ini spidol, gunting dan lakbannya."
"Xie Xie" ucap Kalila sambil menerima semua barang yang diminta.
"Saya bantu, nona" ucap Alexander.
"Boleh. Kamu urus lainnya, biar aku urus anak Dubai."
Keduanya lalu membuka tas dan koper milik semua generasi keenam yang dipenjara. Dengan telaten mereka memasukkan sesuai dengan milik masing-masing.
"Jayde, bagaimana dengan lenganmu?" tanya Sky.
"Lumayan, kena 24 jahitan. Cakep..." kekeh Jayde yang masih tampak mengantuk.
"Kamu istirahat saja Jayde di kamar sana. Ngomong-ngomong, tidak ada racun kan di pedang milik Mark Wong?"
"No, Sky. Itu yang pertama dicari oleh dokter apakah aku kena racun atau tidak. Alhamdulillah tidak ada."
"Syukurlah Jayde."
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa gaaaeeessss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 48 Episodes
Comments
Sandisalbiah
padahal Bayu kan terjun langsung di lokasi tp kenapa pas di rumah Bayu tragedi ini gak di jabarkan ya..? melihat dia yg orgnya tipe panasan tp tenang pembawaannya itu pasti keren ini gergeran kalau di buat persi dia...
2024-01-20
1
Kenzi Kenzi
jayde boong.hehehe..mo ngerjain lila
2023-10-05
1
英
Dating Kalila kalah pertaruhan yg kamu mulakan 🤣🤣🤣
2023-07-17
1