Baby

Dubai UAE

Sepulangnya dari New York, Kalila mulai memperhatikan gerak gerik pengawalnya yang menurut Arabella memiliki aura macam Gasendra ataupun Damian. Alexander yang tidak menyadari diawasi lebih ketat oleh Kalila, tetap bersikap biasa dan membuat gadis itu emosi.

"Anda kenapa nona?" tanya Alexander cuek seperti biasanya.

"Rasanya aku ingin menghajar kamu Lex."

"Saya salah apalagi nona?" tanya Alex bingung.

Kalila menatap tajam ke arah pengawalnya. "Kamu aslinya bukan orang biasa kan?"

Alexander melongo. "Maksudnya?"

"Aku selalu merasa kamu itu terlalu bagus untuk menjadi seorang pengawal. Apa orang tuamu masih ada darah bangsawan?"

Alexander berusaha membuat wajahnya datar agar tidak ketahuan kalau dirinya memang berdarah bangsawan.

"Mengapa anda bisa berpikiran seperti itu nona?"

"Anggap saja, aku mendapatkan vision bahwa kamu tidak terlalu jujur padaku." Kalila menatap mata hijau Alexander. "Jika aku tahu apa yang kamu sembunyikan selama ini, jangan harap wajah tampan mu akan selamat dari pukulan ku!" Gadis itu lalu berbalik meninggalkan Alexander yang terbengong-bengong.

Asli! Mati aku!

Siap-siap lu ! Celutak sih!

***

Kalila bersandar di pagar pembatas balkon kamarnya yang berada di lantai dua sembari menikmati pemandangan dari atas. Entah kenapa rasanya ada yang salah tapi apa. Gadis itu sudah meminta bantuan Oom Benji nya tapi tetap belum mendapatkan wajah calon suaminya.

"Apa aku minta dibatalkan saja ya. Tapi nanti Oma Sabine kecewa dengan keputusan aku... Seperti apa sih pria yang dijodohkan ke aku? Duh kalau beneran macam inspektur Megure... Ya Allah, tega nian..." monolog Kalila. "Tapi kok Daddy dan mommy tenang-tenang saja sih anaknya dijodohkan dengan inspektur Megure. Bakalan jadi apa anaknya? Genta?"

Kalila tertawa sendiri membayangkan punya suami macam inspektur Megure dan anaknya seperti Genta.

"Kalila, kamu kebanyakan over thinking jadi membayangkan yang aneh-aneh." Gadis itu menepuk kepalanya geli.

Alexander menatap dari balik dinding paviliun khusus pengawal bagaimana gadis itu tampak berbicara sendiri membuat pria itu bertanya-tanya. Kalila, kamu waras?

***

Dua Bulan kemudian...

Kalila bertanya-tanya mengapa diajak Opa Karl dan Oma Sabine ke sebuah rumah besar yang merupakan garasi koleksi mobil mewah keluarga Al Jordan dan Al Azzam. ( Baca The Four Emirs dan Hoshi, My Tiger ).

"Opa, sebenarnya kita mau ngapain kemari? Mau tukar tambah mobil?" tanya Kalila bingung. "Koenigsegg nya mau ganti yang baru? Oom Adrian nawarin?"

Sabine melirik heran ke Kalila. "Memang Adrian bilang ada mobil baru?"

"Bukan Oom Adrian sih Oma, tapi Stefan yang cerita. Katanya Koenigsegg mau mengeluarkan edisi limited edition dan hanya diproduksi sebanyak 50 saja seluruh dunia. Kirain Opa mau ambil?"

"Paling yang ambil nanti itu papamu, Lila" kekeh Karl. "Enzo kan paling tidak bisa kalau tidak mendapatkan mobil limited edition."

Kalila mengakui sih kalau daddynya, Enzo, adalah car enthusiast apalagi dia mantan pembalap F1 dari tim Ferrari yang sekarang digantikan sepupunya, Radhi Blair.

Alexander yang mengikuti Kalila hanya diam saja tapi dirinya mengakui, selera empat Emir soal mobil itu sangat high class. Banyak mobil limited edition berjajar rapi di rumah sebesar hanggar pesawat dan Alexander pun ada yang tidak punya.

"Kita kemana ini Opa?" tanya Kalila saat mereka berhenti di sebuah pintu. Karl hanya tersenyum sambil menempelkan jempol dan kode password disana sedangkan Sabine hanya menatap suaminya bingung. Selama hampir 50 tahun menikah, baru kali ini Karl menyembunyikan sesuatu dan dia tidak tahu.

Setidaknya bukan WIL ( Wanita Idaman Lain ) - batin Sabine sambil memperhatikan bagaimana Karl yang mulai berjalan lambat karena usia. Dan sekarang mereka berempat berada di sebuah ruangan yang otomatis menyala lampunya saat mereka masuk.

"Baby!" pekik Sabine melihat senapan Barrett M82 miliknya. Oma badass itu langsung menuju senapan yang berada di meja ruangan itu dan mengelus senapannya dengan penuh kasih sayang.

"Baby?" tanya Alexander ke Kalila.

"Senapan sniper kesayangan Oma. Barrett M82 yang dikasih nama Baby dan Opa Karl menyembunyikan nya supaya Oma nggak ikut acara kemiliteran lagi" jawab Kalila. "Opa, kenapa aku dibawa kemari buat melihat baby?"

"Karena Opa memutuskan untuk menyerahkan baby ke kamu" jawab Karl tenang membuat Kalila dan Sabine melongo.

"Whaaattt?" seru kedua wanita disana.

"Opa..." Kalila menatap Karl dan Sabine bergantian. "Apakah Opa serius? Itu harta Oma Sabine yang tidak ternilai..."

"Kalila, Opa melihat bagaimana hasil latihan sniper kamu. Dibandingkan dengan Sendra, kamu itu lebih mirip dengan Oma Sabine, tenang, persisi dan tepat sasaran. Jadi meskipun kamu bukan cucu langsung Opa dan Oma, kamu lebih pantas mendapatkan Baby dari Sendra" senyum Opa berdarah Jerman dengan tattoo full di kedua tangannya itu.

"Oma juga lebih suka kalau kamu yang dapat Lila. Kenapa? Karena baby itu sangat delicate dan harus seorang wanita yang memegangnya. Gasendra bukan tipe tenang dan sabar, Garvita tidak ada bakat menjadi sniper. Tapi kamu, kamu mirip Oma. Sabar, paham situasi dan bisa menembak on target dengan titis." Sabine berjalan mendekati suaminya. "Jadi kamu suka menghilang sehari setiap bulan itu kemari?"

"Kan aku tidak bohong, Bine. Aku kan bilang mau lihat mobil dan benar kemari meskipun tujuan utamanya membersihkan Baby agar tidak rusak plus sesekali aku bawa untuk ditembakkan ..." jawab Karl sambil merangkul pinggang Sabine.

"Kamu lihat saja Baby, Lila. Kenalan dulu" pinta Sabine.

Kalila berjalan ke meja dan menatap senapan bewarna hijau army itu lalu menyentuh nya. Pertama kalinya dia melihat dan memegang senjata legendaris Oma Sabine. Dan sekarang menjadi milikku.

"Kalila, ada kemungkinan kamu akan menggunakan baby untuk menolong keluarga. Opa minta sama kamu, apapun yang terjadi, selalu lindungi saudara kamu dari orang jahat. Kalian boleh menistakan satu sama lain di keluarga tapi di luaran, kalian harus melindungi satu sama lain" pesan Karl.

"Gunakan baby demi kebaikan Kalila. Jangan dipakai sembarangan karena Baby sudah menyelamatkan banyak nyawa meskipun dia juga merenggut banyak nyawa" sambung Sabine.

"Kenapa Mr dan Mrs Schumacher berkata demikian?" tanya Alexander akhirnya membuka suara.

"Memangnya keluarga tidak tahu apa yang terjadi kepada Sadawira dan Jayde?" kekeh Karl. "Kami yang tua-tua diam saja karena memberikan kesempatan generasi keenam membuktikan bahwa kalian saling guyub satu sama lain. Saling tolong menolong satu sama lain. Dan jika terjadi sesuatu, Opa minta kamu dan Alexander membantu mereka."

"Memang Wira dan Jayde ada kasus apa?" tanya Kalila bingung karena dirinya tidak tahu apa-apa.

"Nanti kamu juga akan tahu" senyum Karl membuat Kalila dan Alexander saling berpandangan bingung.

Alexander menatap pria Jerman paruh baya itu.

Ada apa sebenarnya, Mr. Schumacher?!

***

Yuhuuuu Up Malam Yaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu ❤️🙂❤️

Terpopuler

Comments

英

Kongflik family bangsawan

2023-07-12

1

heidiy

heidiy

👍👍

2023-04-02

2

heidiy

heidiy

up lagi author

2023-04-02

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!