Penjelasan Benji

Kamar Penthouse Kalila, Jayde dan Alexander Ritz-Carlton Hongkong

Jayde dan Alexander menatap penasaran ke kedua pasangan suami istri yang tampak tenang-tenang saja seolah sudah mendapatkan semua kartu AS.

"Kalian ingin tahu kenapa semua laporan Jayde dan Wira selama ini mental? Karena tidak hanya agen Lee dan Tang saja yang terlibat, tapi hampir semua orang di kepolisian dan HKSS! Bagaimana mereka tidak tergiur? Satu jantung sehat seperti milik Shota Iwasaki dengan darah langka, bisa seharga dua Bugatti Roadster." Benji menatap kedua orang muda di hadapannya.

"Bugatti? Satu Bugatti Roadster bisa seharga US$5 juta!" seru Jayde heboh.

"Kebayang kan bagaimana para orang kaya yang mengalami masalah kesehatan, tidak perduli mengeluarkan uang. Untuk kasus Terry Wong, Gary dan Mark Wong membuat penipuan asuransi kesehatan senilai US$10 juta untuk semua organ yang diambil. Jadi mereka mendapatkan uang dari asuransi untuk organ tubuh Shota Iwasaki yang didapatkan secara gratis!" ucap Benji. "Uang itu sekarang di rekening yang kamu buka ada berapa totalnya Jayde?"

Jayde mengambil iPadnya dan membuka rekening nya dibuat khusus menampung semua uang haram Triad Wong. "Total? Hampir mencapai US$1 miliar yang bisa aku ambil dari semua akun mereka."

Alexander melongo. "What? Sebanyak itu?"

"Uang panas itu Lex..." senyum Jayde. "Aku nanti bersama dengan pihak akuntan FBI akan meneliti semua korban berdasarkan data dari komputer mereka yang sudah diamankan terlebih dahulu. Uang itu akan dikirimkan ke keluarga korban. Mungkin mereka lebih memilih anggota keluarga mereka kembali tapi uang ini bisa membantu mereka menjalani hidup."

"Mommmyyyyy!" suara Kalila berteriak membuat Alexander bergegas berlari menuju kamar gadis itu.

Benji dan Geun-moon hanya menatap Jayde bingung. "Lila kenapa Jayde?"

"Masih shock karena menembak banyak orang" jawab Jayde.

"Kalila itu kuat tapi nggak kuat. Gimana gitu." Benji menatap arah kamar Kalila.

***

Kamar Kalila

Alexander langsung membuka kamar yang tidak terkunci itu dan melihat Kalila terduduk dengan keringat dingin di wajah dan lehernya. Alexander langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk mengambil handuk kecil dan bergegas menghampiri gadis itu lalu duduk di pinggir tempat tidur.

"It's okay, Lila. Ada aku... " Alexander memegang tangan Kalila dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanan mengusap kening gadis itu dengan handuk kecil.

Kalila menatap Alexander. "Apa kah ... aku teriak..."

"Hu um..." jawab Alexander sambil terus mengelap wajah dan leher Kalila lembut.

"Apakah... aku berteriak.. sesuatu?" Mata hazel Kalila menatap mata hijau Alexander.

"Kamu memanggil mommy." Alexander menatap Kalila. "Apakah kamu mendapatkan mimpi buruk?"

Kalila mengangguk. "Aku... melihat... mereka bangkit dari kubur... mengejar aku..."

Alexander meletakkan handuknya diatas nakas lalu menegang wajah Kalila dengan kedua tangannya. "Itu hanya mimpi buruk, Lila. Kamu aman disini, ada aku, ada Jayde, ada kedua oom dan tantemu."

"Siapa Alex?"

"Mr and Mrs Smith..." jawab Alexander.

"Mereka... disini?"

Alexander mengangguk lalu memegang tangan Kalila. "See, semua orang akan datang Lila. Kita akan segera pulang ke Dubai."

"Pulang ke Dubai?"

"Yup, tempat yang paling aman untukmu, Princess." Alexander menowel hidung mancung Kalila. "We're gonna through this ( kita akan melewati ini ). Kalila, dengar, apapun aku tidak akan meninggalkan kamu. Jika kamu merasa tidak nyaman dan membutuhkan seseorang untuk berbicara, melampiaskan rasa frustasi kamu, aku akan selalu ada untukmu."

Kalila melongo. "Are you... serious?"

"Kalila, aku adalah pengawal kamu dan sudah tugas aku untuk selalu ada bersamamu. Lagipula, ayahmu sudah mempercayakan kamu padaku." Alexander tersenyum lembut ke arah Kalila. "Sekarang..." jari pria itu menyingkirkan rambut yang menutup wajah Kalila. "Ada baiknya kamu mandi biar segar dan kita menunggu kabar apa yang dibawa oleh kedua Oom dan Tante mu."

"Kamu mau pergi?" tanya Kalila.

"Apa kamu mengajak aku mandi bareng... Addduuuhhh!" Alexander memegang pinggangnya yang dicubit oleh Kalila.

"Meshum!" umpat Kalila sebal.

Alexander tertawa lalu mencium kening gadis itu. "Mandi biar segar. Kita makan malam."

Alexander pun keluar dari kamar Kalila.

"Alex..."

"Yes princess?" Alexander berbalik.

"Thank you."

Alexander tersenyum. "Anytime princess."

***

Ruang Tengah Penthouse Kalila

Semua orang sudah menyelesaikan acara makan malam di kamar hotel setelah Jayde memesan dari restauran hotel.

Dan kini sembari Kalila dan Geun-moon menyiapkan kopi dan teh, Benji memperlihatkan melalui tv layar lebar yang ada di sana.

"Are you okay Lila?" tanya Geun-moon sambil memeluk keponakannya yang sedang membuat kopi.

"I'm fine ( aku baik-baik saja ) Tante, kamsa hamnida ( terima kasih )." Kalila tersenyum ke arah Tantenya yang berdarah Korea Selatan itu.

"Kalau kamu butuh sesuatu... Hajar saja Alex!" seringai Geun-moon.

"Absolutely!" kekeh Kalila.

Keduanya keluar sambil membawa nampan berisi kopi dan teh herbal. Alexander berdiri dan ikut membantu membawakan nampan.

"Kamu jangan minum kopi, princess. Teh herbal lebih nyaman." Alexander lalu memberikan secangkir teh herbal yang diterima oleh Kalila yang menyesap nya. "Enak?"

Kalila mengangguk. "Boleh aku tiduran di pahamu lagi?" tanya gadis itu. Entah kenapa dirinya merasa nyaman saat tiduran di paha Alex.

"Boleh..." jawab Alex yang duduk di sofa panjang. Kalila pun langsung meletakkan kepalanya di atas paha Alexander sambil menatap layar tv.

Interaksi keduanya tidak luput dari pengamatan ketiga orang disana tapi Jayde lah yang tersenyum smirk melihat bagaimana Kalila tampak mulai mempercayai Alexander.

Bisa berabe kalau akhirnya kamu tahu, Lila. - batin Jayde.

"Oke anak-anak, yang akan kami perlihatkan itu sangatlah tidak nyaman dan too graphic..." Benji memperlihatkan banyak gambar yang tidak pantas disana.

Jayde, Kalila dan Alexander melongo melihat gambar - gambar yang ditunjukkan Benji.

"Siapa itu Oom?" tanya Jayde.

"Perkenalkan jenderal Miu Chiao Wei, orang yang menyuruh memakai kamu untuk menyimpan dana haram milik Triad Wong. As you know, dia bis3ksu@l dan teman g@y nya adalah..."

"Gary Wong!" desis Jayde geram.

"Jadi semua ini berpusat pada keserakahan, nafsu dan kerakusan, tiga dari tujuh deadly sins." Geun-moon menatap ke ketiga orang disana.

"Lalu selain itu apa lagi Tante?" tanya Kalila yang hanya bisa beristighfar melihat gambar - gambar tidak senonoh itu.

"Bagaimana hampir semua aparat penegak hukum mendapatkan hasil dari proses jual beli organ tubuh manusia. Semuanya bervariasi nominalnya, dari HK$5,000 sampai HK$25,000 dalam sekali transaksi. Dengan mendapatkan sekali transaksi sekitar HK$2-3 Juta, uang segitu hanyalah receh" jawab Geun-moon.

"Pantas di rekening Jayde ada USD$1 miliar" kekeh Alexander.

Kalila melongo. "BERAPAAAA?" serunya hingga terbangun.

***

Yuhuuuu Up Siang Yaaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu ❤️🙂❤️

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

nyatanya perdagangan organ tubuh ini emang nyata adanya di RL.. kan..

2024-01-20

2

英

Jayne udah kaya ya tambah lg kaya free

2023-07-22

1

za_syfa

za_syfa

kayaknya semakin Lila nyaman dia bakal semakin brutal kasih bogem ke Alex saat tau semuanya

2023-04-16

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!