Bu Parni membawa ku untuk duduk di ruang tamu terlebih dahulu sebelum memulai bekerja.
beliau menjelaskan apa apa saja yang harus aku kerjakan disana, mulai dari membersihkan rumah, mencuci baju dan memasak. untuk memasak bu Parni akan turun tangan sendiri dan meminta ku hanya membantunya saja.
disini beliau tinggal bersama suaminya yang bernama pak Ahmad sementara kedua anak berada di tanah rantau di luar kota
setelah menjelaskan mengenai pekerjaan ku bu Parni pun berlalu sedangkan aku langsung mulai bekerja.
"semangat Jasmin! " seru ku bersemangat.
pertam, yang akan ku kerjakan yaitu mencuci pakaian, setelah selesai aku akan menyapu dan mengepel lantai kemudian membantu bu parni menyiapkan makan siang.
tidak teras perputaran waktu begitu cepat, pukul 11.00 wib aku telah selesai menyapu dan mencuci pakaian, kini saatnya aku membantu bu Parni untuk menyiapkan makan siang.
"hari ini ibu mau masak apa, biar Jasmin siapin bahan bahannya" tanya ku begitu melihat bu Parni datang ke dapur.
"diang terik masak sayur asam, goreng ikan sama sambal enak kayaknya Jas, coba kamu cari bahan bahannya siapa tahu masih ada soalnya ibu kemarin belanja banyak"
setelah di beri izin untuk membuka kulkas, aku ssgera mencari beberapa bahan bahan yang akan di gunakan untuk membuat sayur asam.
"alhamdulillah masih ada bu" bu Parni mengangguk, wanita paruh baya itupun langsung meminta ku untuk menyiapkan semuanya
"kamu bisa masak Jasmin? " tanya bu Parni ketika aku selesai membersihkan ikan
"bisa bu, tapi tidak semuanya, hanya beberapa menu masakan yang biasa di masak di rumah yang Jasmin bisa" jawab ku jujur.
"ya sudah, sayurnya nanti kamu saja yang masak ya, ini anak ibu mau telepon, nanti kalau nunggu ibu jadinya lama selesainya"
"baik bu" tak membantah, aku segera melanjutkan menyiapkan makan siang.
satu jam kemudian masakan telah siap, aku memanggil bu Parni dan pak Ahmad yang trngah duduk di teras rumah.
"maaf pak, bu menganggu. itu makan siangnya sudah matang" ucapku memberi tahu.
"makasih ya nduk, ayo kita makan sama sama" ucap pak Ahmad sembari berdiri di ikuti bu Parni
"mohon maaf pak, tapi tidak usah, nanti saya makan di rumah saja, lagipula pekerjaan saya belum selesai" jawab ku menolak
"udah nggak apa apa nduk, ayo ikut ibu ke ruang makan, kerja juga butuh tenaga... " bu Parni langsung menggandeng tangan ku menuju ruang makan.
akhirnya kami bertiga makan bersama sama, bu Parni bercerita jika anak anak bu Parni akan pulang ke kampung besok dan cucu cucu nya akan menghabiskan masa libur sekolahnya di sini.
terlihat beliau begitu sangat bahagia mendapat kabar jika anak serta cucunya akan pulang, beliau bahkan meminta ku untuk membantunya menyiapkan makanan untuk menyambut anak cucunya besok pagi.
setelah makan siang, aku kembali melanjutkan pekerjaan ku hingga sore hari.
pukul 15.00 wib, semua pekerjaan ku telah selesai, bahkan cucian tadi pagi pun telah selesai ku lipat dan ku setrika.
setelah yakin semua beres akupun berpamitan kepada pak Ahmad dan bu Parni untuk pulang.
***
tiba di rumah ku lihat adik ku tengah menangis di samping rumah sendirian, karena khawatir aku bergegas menghampirinya dan membawanya masuk ke dalam rumah
"kenapa nangis? " tanya ku pelan
"kak, tadi aku di marahi sama nenek"
"di marahi kenapa, nggak mungkin nenek marah kalau tidak ada penyebabnya? "
"Ana, tadi di belikan boneka baru sama nenek, tapi pas aku tanya, apa aku di belikan atau tidak, nenek malah marah marah dan bilang kalau aku di suruh minta sama ibu saja"
"udah jangan nangis, nanti kalau kakak sudah ada uang, kakak belikan kamu mainan baru, setuju! " ucap ku kemudian menghapus sisa air mata nya.
Jefri mengangguk. kemudian tersenyum senang "setuju kak, makasih ya kak"
"ibu mana, kok tumben sepi? "
"ibu barusan tidur kak"
"ya sudah biarkan ibu istirahat dulu, sudah sore kamu mandi dulu gih, habis itu baru kakak mandi, kakak mau nyiapin makan malam dulu"
Jefri segera beranjak mrnuju kamar mandi, sedangkan aku menuju dapur, tadi sebelum pulang, bu Parni memberikan lauk untuk ksmi mskan malam. jadi sore ini aku tinggal menghangatkan saja.
setelah selesai menyiapkan makan malam aku bergegas mandi setelah itu menghampiri ibu yang masih tidur di kamar.
"bu... " panggil ku membangunkan ibu
perlahan ibu membuka mata, ku lihat matanya sebab memerah, apa ibu baru saja menangis hingga tertidur seperti sebelum sebelumnya?.
"ibu kenapa? "
"ibu nggak apa apa kak, kamu sudah pulang"
"iya bu, tadi jam tiga Jasmin sudah beres semuanya jadi bisa pulang cepat. sudah sore lebih baik ibu mandi, air hangat nya sudah Jasmin siapkan "
"makasih ya kak. " ibu pun beranjak menuju kamar mandi sedangkan aku membersihkan kamar ibu.
ketika ku ambil bantal yang baru saja di gunakan ibu, ku dapati sebuah foto masa kecil kami bersama ibu dan ayah.
"ibu pasti sedang rindu sama ayah... " tak ingin terlalu larut dalam kesedihan, aku putuskan untuk menyusul ibu keliar kamar.
***
keesokan harinya aku bangun lebih awal untuk menyiapkan sarapan ibu dan Jefri di rumah.
sesuai permintaan bu Parni kemarin jika aku harus berangkat lebih pagi untuk membantunya memasak hari ini.
"Jasmin berangkat dulu ya bu, kalau ibu jenuh di rumah, ibu ke rumah bude Eni aja sekalian sama Jefri" pamit ku.
"hari ini ibu harus menyelesaikan beberapa baju jadi ibu nggak bisa main main kak, lagipula ibu baik baik saja kok di rumah sama adik kamu. ya sudah kamu berangkatlah, jangan buat bu Parni menunggu terlalu lama"
setelah berpamitan aku bergegas menuju rumah bu Parni.
"eh Jas, mau kemana? " aku yang jalan sambil menunduk pun kaget ketika Haris ada di depan ku.
"em, mau ke rumah bu Parni, kamu sendiri mau kemana, tumben udah rapi? " tanya ku
"mau keluar sama temen temen, mumpung lagi liburan, yuk aku anterin, mumpung searah" ajaknya.
"nggak usah Ris, terlalu merepotkan kamu nanti" tolak ku
"udah lah, ayo naik, kayak sama siapa aja main nolak nolak begitu! " serunya kemudian menyalakan mesin motornya.
Duh Haris, jika kamu terus terusan seperti ini, aku akan sulit untuk melupakan kamu...
karena Haris memaksa akhirnya aku pun naik ke atas jok motor belakang dengan duduk menyamping.
hanya beberapa menit kami sampai di depan rumah besar milik bu Parni.
"makasih ya Ris, maaf merepotkan kamu" ucap ku tulus.
"santai aja kali, ya sudah aku jalan dulu ya Jas.. " ucapnya kemudian langsung melajukan motornya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments