Sabar

Terdengar suara tangisan adik ku dari luar, segera ku tutup buku bacaan ku kemudian menghampiri adikku yang ternyata masih dalam gendongan ibu.

entah kenapa adik ku menangis padahal biasanya ia tak pernah seperti itu "Jefri kenapa bu? " tanya ku begitu ibu duduk di kursi ruang tamu.

matanya ibu tampak berkaca kaca setelah pulang menjemput adik ku dari rumah temannya.

"ambilkan adik mu air minum dulu kak, biar dia tenang" ucap ibu, akupun mengangguk kemudian berlalu ke dapur untuk mengambilkan minum.

setelah minum segelas air putih, Jefri kini tampak mulai tenang meskipun masih terdengar isakan kecilnya. ibu menyuruh Jefri ke kamar untuk istirahat sedangkan aku masih menemanu ibu yang masih terdiam sedari tadi.

"bu... " panggil ku pelan.

"adik mu tadi di dorong nenek mu hingga terjatuh" ucap ibu kemudian.

hah kok bisa, aku melongo mendengar ucapan ibu, bisa bisanya nenek melakukan hal itu kepada cucunya sendiri.

"kok bisa bu, apa Jefri kurang ajar sama nenek? " aku ingin memastikan siapa disini yang bersalah.

ibu menggeleng "ketika ibu hampir sampai di rumah Tio, ibu melihat Ana tengah mendorong dorong adikmu, karena adik mu tak merespon, akhirnya Ana semakin menjadi. mungkin karena kesal akhirnya adik mu menghindari Ana yang akhirnya membuat Ana terjatuh dan menangis

nenekmu yang mendengar Ana menangis langsung datang kemudian memarahi adik mu, bahkan ia juga mendorong adik mu hingga jatuh kebelakang"

Ibu terisak, mungkin beliau lelah menghadapi ibunya yang membenci keluarga kecilnya. bahkan putra kecilnya turut merasakan kebenciannya.

tangan ku terkepal kuat, aku begitu menbenci nenek seperti aku membenci temen teman jahat ku.

kenapa mereka begitu tega menindas orang yang tak melakukan atau mengganggu kesenangan mereka.

"ini nggak bisa di biarin bu, si Ana terlalu di manja hingga kurang ajar seperti itu" aku beranjak, namun ibu meraih tangan ku dan mengentikan langkah ku.

"jika kamu ingin memarahi Ana atau marah dengan nenek mu, mereka akan semakin menjadi jadi kak, bisa saja nanti mereka akan bertindak lebih, sudah kamu tenangkan diri dulu setelah itu tengok adik kamu"

akhirnya aku kembali duduk meskipun emosi dalam diri ku masih meluap luap, darah ku mendidih mengingat betapa seringnya nenek ku membuat onar dengan keluarga kecil ku.

di kala emosi ku yang masih naik, aku merasakan elusan hangat pada kepala ku. rupanya ibu mrngetahui jika aku masih belum bisa menetralkan amarah ku hingga beliau mencoba menenangkan ku.

"sabar Jasmin, jangan terbawa emosi atau nanti kamu akan menyesalinya" tutur kata halus dari ibu membuatku mencoba mengatur nafas ku yang memburu.

aku mengangguk, berusaha untuk menguasai diri dari emosi, setelah tenang kembali ku tatap wajah teduh wanita yang telah melahirkan ku.

"suatu saat nanti, ketika Jasmin sukses dan bisa membeli rumah sendiri, kita pergi dari sini ya bu. Jasmin hanya ingin nanti di masa tua ibu dan ayah mendapatkan limpahan kasih sayang dan ketenangan"

"iya sayang, aamiin. semoga Allah mengabulkan doa baik kamu nak"

aku memeluk ibu dengan erat, jujur aku merasa kasihan kala melihat ibu mencoba kuat di depan kami anak anaknya.

pernah suatu ketika, setelah nenek selesai membuat kegaduhan, ku lihat ibu tengah menangis tanpa suara sendirian di dalam kamar, aku ingin mendekat dan memeluknya, tapi mencoba menahan agar ibu dapat meluapkan segala keluh kesahnya.

aku tak ingin membuat ibu bertambah fikiran, jadi mungkin dengan membiarkan ibu menangis, akan membuatnya lebih tenang.

ku lepas pelukan ku pada ibu kemudian menghapus air mata ibu yang tiba tiba tumpah.

"ibu jangan nangis, Jasmin nggak kuat lihat air mata ibu" ucap ku bergetar, aku bahkan ikut menangis melihat wanita yang ku cintai menangis seperti ini.

"maafin ibu Jasmin, maafin ibu... " lirih ibu

aku hanya mengangguk, setelah beberapa saat kami menenangkan diri, ibu berpamitan untuk kembali menjahit sementara aku menghampiri adik ku di kamar.

"Jef... " panggil ku.

adik ku yang tengah menggambar menoleh ke arah ku kemudian tersenyum.

"kenapa nggak tidur siang, bukannya tadi ibu meminta kamu untuk istirahat? " sebenarnya tadi ibu menyusul Jefri ke rumah Tio karena hendak mengajaknya makan siang, namun kata ibu Tio, Jefri dan Tio sudah makan siang bersama tadi sebelum bermain di rumah Tio, akhirnya setelah sampai di rumah ibu hanya meminta Jefri untuk istirahat.

"aku nggak bisa tidur kak, tadi ada tugas menggambar jadi aku lanjutkan menggambar saja" jawabnya sembari menunjukkan gambarannya.

aku tersenyum, mengelus puncak kepalanya dengan sayang.

"ya sudah segera selesaikan setelah itu perlihatkan pada kakak, oke! " seru ku sembari mengacungkan jari jempol ku

"oke, siap kakak" jawab adik ku riang, ia bahkan mengangkat dua jari jempolnya ke arah ku.

kami tertawa bersama, menikmati siang hari dengan candaan dan gurauan.

***

Sore harinya ibu meminta ku untuk membelikan telur dan mie instan di warung karena sayur yang ku masak tadi pagi sudah habis.

setelah ibu menyerahkan dua lembar uang lima ribuan aku segera berangkat.

aku berjalan menuju warung mbak Dina yang hanya berjarak sekitar 400 meter dari rumah. kala sampai di tengah perjalanan, aku melihat Haris yang hendak menuju lapangan dengan mengendarai motornya.

"hei Jas mau kemana? " sapanya sembari bertanya

"eh, mau ke warung depan, kamu sendiri mau kemana, Voli? " tanya ku menduga.

"iya dong, sore sore harus olahraga biar sehat"

"besok masih ujian loh, jangan lupa belajar biar nggak kayak aku, bingung sana sini"

Haris mengibaskan tangannya, kini ia menghentikan motornya yang membuatku turut berhenti "tenang aja, kan kita bisa kayak tadi, barter jawaban" jawabnya sembari menaik turunkan alisnya.

ah hati ku berbunga bunga melihat perlakuan Haris seperti itu.

"ya kan lebih baik belajar dan bisa ngerjain sendiri" jawab ku.

"iya sih, ya sudah aku duluan ya, udah di tunggu temen temen di lapangan"

aku pun mengangguk mempersilahkan Haris pergi.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!