Sesuai rencana di awal, kami berempat memutuskan untuk belajar bersama di rumah Vidya. Rania yang mengetahui jika aku tak pernah membawa motor pun memberikan aku tumpangan dengan sepeda motornya mrnuju rumah Vidya.
"makasih ya Ran, sudah nebengin aku" ucap ku begitu sampai di rumah Vidya. aku begitu bersyukur setelah beberapa tahun tak mendapatkan teman yang tulus, kini Tuhan memberikan aku tiga sahabat yang benar benar baik.
"iya sama sama, nanti pulangnya sekalian aku anterin biar kamu nggak perlu nunggu om Adam kalau belum dljemput" ucap Rania.
aku menggeleng, terlalu sungkan untuk menerima tawarannya kembali, mau memberi ku tumpangan menuju rumah Vidya saja aku sudah sangat berterima kasih apalagi kalau sampai di antar pulang, sungguh aku tak enak hati.
"nggak usah, nanti kalau ayah belum datang aku jalan kaki saja. lagipula jarak rumah Vidya ke rumah ku nggak terlalu jauh kan. itung itung sambil olahraga biar sehat" ucap ku menolak tawaran nya. aku hanya tak ingin merepotkan sahabat sahabat ku meskipun mereka tak merasa di repotkan.
"kamu selalu saja begitu, lagipula katamu dekat, biar sekalian saja kita barengan pulangnya, lagipula nggak sampai ngabisin bensin satu liter juga kan, udah nanti sama aku aja" Rania terus kekeh ingin mengantarkan aku pulang.
Akhirnya aku setuju, aku tak ingin membuat sshabat ku kecewa karena aku menolak niat baiknya.
"baiklah, makasih sebelumnya. maaf udah terlalu banyak ngerepotin"
"udah santai aja, yuk masuk" kami pun masuk ke dalam rumah vidya.
belajar bersama ini sering kami lakukan jika guru memberikan tugas yang sangat banyak, hal itu membuat kami memutuskan untuk belajar bersama, selain mempermudah kami memecahkan masalah, tentu yang laing utama agar kami tak mudah bosan apalagi kelelahan sebab tugas yang terlalu banyak.
hampir 1 jam lamanya kami belajar bersama, akhirnya tugas rumah kami selesai. aku yang teringat pesan ibu jika beliau banyak jahitan pun langsung pamit begitu juga dengan Rania dan Naila, padahal aku sudah mengatakan pada mereka agar tak buru buru pulang, biar aku saja yang pulsng terlebih dahulu.
namun, Rania yang sejak awal ingin mengantar ku pulang pun memilih ikut pamit agar dapat mengantarkan ku pulang ke rumah.
"kami pulang dulu ya Vid, makasih buat jamuannya. sampai jumpa besok di sekolah" pamit kami bertiga.
"ya, kalian hati hati di jalan, next time kalau ada tugas lagi, gantian ngerjainnya di rumah Jasmine ya" ucap Vidya.
Aku pun mengangguk, tentu dengan senang hati aku. mempersilahkan ketiga sahabat ku datang ke rumah sebab mereka juga sudah akrab dengan ibu dan ayah.
"boleh, beneran ya... "
"tentu dong"
"hu um" jawab Rania dan Naila bersamaan.
Akhirnya aku pulang di antar Naila, baru keluar dari halaman rumah Vidya, aku kembali di buat berbunga bunga ketika mata ini tak sengaja mlihat Haris yang keluar rumah dengan penampilan yang menyilaukan mata, jika di lihat dari penampilannya saat ini sepertinya pria itu akan pergi, hm kenapa aku semakin menyukai dirinya.
"kenapa makin lama kamu makin tampan saja sih" gumam ku dalam hati
Aku tersenyum samar, tentu agar kedua sahabat ku yang sedang jalan beriringan tak mengetahui diriku yang tiba tiba tersenyum, khawatir mereka akan mengira aku sudah tak waras.
5 menit kemudian aku telah sampai di rumah, mungkin jika aku jalan kaki akan membutuhkan waktu 10 sampai 15 menit untuk sampai di rumah.
Rania, setelah mengantarkan ku sampai di rumah ia pun langsung pamit sebab hati sudah menjelang sore.
"assalamualaikum bu... " panggil ku pada ibu yang masih berada di ruang jahit. aku mencium punggung tangannya sebelum meletakkan tas ku di kamar.
"wa'alaikumsalam, sudah pulang? kok cepet kak? " tanya ibu
"iya kebetulan memang sudsh selesai jadi Jasmine langsung pamit pulang, ini tadi di antar Rania makanya cepat sampai rumah" jawab ku.
"loh, nak Rania kesini, kok ibu nggak tahu? "
"iya bu, tadi dia langsung pulang, dia cuma titip salam saja buat ibu"
"wa'alaikumsalam... ya sudah kamu bersih bersih dulu kak, adik kamu lagi main di belakang"
"iya bu... "
Aku segera berganti pakaian, membasuh muka serta tangan dan kaki barulah aku menghampiri adikku yang ternyata tengah bermain mobil mobilan yang kemarin di beri oleh tetangga ku.
"dek sudah makan? " tanya ku pada adik kecil ku.
"sudah tadi di suapi ibu kak" aku pun tersenyum, adik ku tak pernah menyusahkan kami justru ia mengerti keadaan kami dengan tak meminta sesuatu yang dirasa kurang bermanfaat, ia justru selalu menyisihkan uang saku nya untuk membeli perlengkapan sekolah yang di rasa sudah habis.
sembari menunggu adikku, aku membersihkan rumah yang kebetulan belum sempat di bersihkan ibuku karena kesibukannya menjahit.
"kamu main disini saja ya, kakak mau beres beres rumah dulu" pesan ku pada Jefri adik ku
"iya kak"
aku segera mengambil sapu untuk menyapu lantai, tak lupa juga membersihkan meja serta lemari yang kebetulan sudah berdebu.
disaat aku tengah membersihkan kolong ranjang ku, ada sesuatu yang ikut tersapu, aku mencoba menariknya namun sedikit kesulitan sebab sangat berat karena terbungkus kardus air mineral.
'apa ini? ' karena penasaran aku pun langsung menariknya untuk ku keluarkan dari kolong ranjang
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments