Setelah Haris berpamitan aku bergegas untuk masuk rumah setelah mengucapkan salam. seperti yang di minta bu Parni jika aku datang untuk langsung masuk rumah saja selagi pintu rumah terbuka.
"assalamu'alaikum pak" salam ku pada pak Ahmad yang tengah menikmati secangkir teh manis di ruang tengah.
"wa'alaikumsalam nduk, sudah datang toh, itu ibu di belakang kamu langsung kesana saja"
aku mengangguk kemudian segera menyusul bu Parni yang sudah berada di dapur.
dari kejauhan dapat ku lihat jika bu Parni tengah mengupas bawang dengan beberapa bahan makanan yang sudah siap di olah di atas meja.
"assalamu'alaikum bu, maaf Jasmin terlambat datangnya" ucap ku tak enak hati.
"wa'alaikumsalam... baru jam enam Nduk, masih pagi sekali ini. anak anak ibu juga paling nanti jam sepuluhan baru datang, sini kita masak dulu baru setelah itu kamu bisa beres beres yang lainnya"
"iya bu... " pagi ini kami berdua membuat beberapa menu makanan untuk menyambut anak anak bu Parni yang akan segera tiba. bukan hanya makanan berat saja, bu Parni juga meminta ku untuk membuat es buah untuk minumannya.
tiga jam sudah kami berkutat di dapur, nasi serta beberapa pilihan lauk telah tersaji di atas meja beserta es buahnya.
setelah selesai aku segera mencuci semua peralatan memasak sedangkan bu Parni memilih untuk membersihkan diri
terdengar suara klakson dari arah luar, aku yang masih sibuk dengan cucian di wastafel pun segera membersihkan tangan kemudian berlari menuju depan untuk membukakan pintu.
dua mobil mewah masuk ke dalam pekarangan rumah bu Parni, setelah membukakan pintu aku bergegas kembali ke dapur sebab pak Ahmad telah kembali dari membeli kerupuk di warung depan.
"Iwan sama Tio sudah datang nduk? " tanya bu Parni yang baru keluar dari kamarnya.
Iwan dan Tio adalah nama dari kedua putra bu Parni dan pak Ahmad
"sudah bu, itu bapak sudah di depan nyambut mereka" jawab ku.
"ya sudah, ibu ke depan dulu ya, tolong siapkan minumannya" ucapnya kemudian bergegas menyusul suaminya di depan.
aku mengangguk kemudian segera membuatkan minuman untuk anak mantu cucu bu Parni.
sebelumnya bu Parni telah memberi tahu minuman apa saja yang harus ku buatkan untuk mereka.
tiga cangkir kopi serta lima gelas teh hangat telah siap di atas nampan kemudian membawanya ke depan.
"silahkan di minum pak, bu... " ucap ku sembari meletakkan minuman di atas meja.
"ini siapa ya, sepertinya tidak asing deh? " tanya pak Iwan seperti mengingat ingat.
"masak kamu lupa Wan. dia Jasmin, anaknya Hana dan Adam" jawab bu Parni
"serius bu, ya ampun kamu sudah besar Jasmin, sudah lulus? " tanya pak Iwan
aku tersenyum "belum pak, baru naik kelas tiga tahun ini" jawab ku
"wah, berarti di bawahnya Iqbal sama Amanda ya" ucapnya sembari menggut manggut. aku hanya tersenyum mengangguk, setelah selesai gegas aku berpamitan untuk kembali ke belakang.
Iqbal adalah putra pak Iwan sedangkan Amanda adalah putri dari pak Tio.
setelah selesai urusan dapur aku beralih ke ruang cuci untuk mencuci baju, tak banyak memang karena kemarin aku telah mencuci semuanya, kini hanya pakaian milik pak Ahmad dan bu Parni yang di pakai kemarin dan pagi tadi yang masih kotor.
disana ada mesin cuci dan bu Parni menyarankan aku agar memakai mesin cuci saja, tetapi karena belum terbiasa aku memilih untuk mencuci. manual yaitu menyuceknya sendiri tanpa bantuan mesin.
"Jasmin... " panggil bu Parni dari arah dapur, aku yang tengah membilas pakaian pun bergegas ke dapur menghampiri bu Parni.
"iya bu, ada apa? "
"ayo kita makan dulu, di lanjut nanti saja pekerjaannya" ajaknya.
"e-enggak usah bu, ibu dan yang lainnya makan saja dulu, ini Jasmin tinggal bilas pakaian, jadi nanggung kalau di tinggalkan" tolak ku, aku sangat sungkan jika harus makan bersama beliau apalagi sekarang ada anak anaknya yang tengah pulang kampung, rasanya segan jika harus makan bersama majikan.
"ya sudah, nanti habis nyuci kamu makan ya, setelah itu pekerjaan mu selesai, rumah nggak usah di bersihkan karena masih bersih" ucapnya memberitahu.
"baik bu... " setelah itu aku kembali melanjutkan membilas pakaian.
***
Hari demi hari pun berlalu, setiap harinya aku bekerja di rumah bu Parni mulai dari pagi hingga sore hari.
disana aku juga sudah mulai akrab dengan bu Ruri dan bu Yula selaku menantu bu Parni, mereka berdua sangat baik bahkan tak jarang mereka memberikan ku buah tangan untuk ku bawa pulang untuk adik ku Jefri.
hari ini adalah hari terakhir ku bekerja di rumah bu Parni sebab senin depan aku akan kembali bersekolah, begitu juga dengan anak menantu serta cucu bu Parni yang hari ini juga akan kembali ke kota untuk kembali melakukan aktivitas nya setelah hampir 2 minggu berlibur di rumah bu Parni.
aku yang masih berada di ruang cuci pun di panggil bu Parni karena anak anaknya akan segera berangkat, katanya mereka ingin berpamitan dengan ku juga.
maa syaa Allah, begitu beruntungnya aku di pertemukan dengan orang orang bsik seperti keluarga bu Parni.
"Jasmin, tante balik ke kota dulu ya, nanti kalau kamu main ke kota jangan lupa mampir ke rumah tante" ucap tante Ruri setelah memeluk ku.
"iya, jangan lupa main ke rumah tante juga, meski beda tempat, tapi kami masih satu kota kok" sambung tante Yula.
aku tersenyum sembari mengangguk, segan rasanya di perlakukan istimewa padahal aku hanyalah seorang pembantu "InsyaAllah tante, nanti jika di beri umur, Jasmin akan berkunjung" jawab ku.
setelah berpamitan mereka pun masuk ke dalam mobil masing masing, sebelum kembali ke mobil tante Ruri dan tante Yula menyelipkan uang ketika aku menyalami mereka, katanya untuk uang jajan ku serta adik ku mereka bilang.
beribu ribu ucapan terima kasih ku ucapkan untuk mereka, tak lupa aku juga mendoakan agar mereka sehat selamat sampai tujuan.
"hari ini hari terakhir kamu bekerja di sini ya nduk? " tanya bu Parni.
"iya bu, karena senin depan Jasmin sudah mulai masuk sekolah lagi" jawab ku.
"ya sudah nggak apa apa, kamu belajar yang rajin ya, buat kedua orang tua mu bangga pada mu"
ku angguk kan kepala ku, meski baru dua minggu bekerja disini, akan tetapi kebaikan bu Parni dan sang suami begitu besar hingga rasanya tak tega untuk berhenti bekerja, namun aku harus melanjutkan sekolah agar nanti aku bisa menggapai cita cita ku.
"Terima kasih sudah mau meneima Jasmin bekerja disini bu" ucap ku tulus.
"sama sama, ibu senang kamu disini karena rumah ibu jadi tambah rame" aku tersenyum menanggapi ucapan beliau, setelah sedikit berbincang bincang, aku meminta izin untuk kembali ke belakang meneruskan pekerjaan ku yang belum selesai.
pukul 15.30 wib
aku telah selesai dengan pekerjaan ku dan hendak berpamitan untuk pulang.
"bu, pekerjaan Jasmin sudah selesai, Jasmin pamit pulang dulu ya bu" pamit ku pada bu Parni
"tunggu sebentar nduk" bu Parni yang duduk di sofa ruang tv pun beranjak dari duduknya melangkah menuju kamarnya.
setelah beberapa saat, beliau pun keluar dengan membawa satu kotak berukuran sedang di tangannya
"ini gaji kamu selama dua minggu bekerja sama ibu, ibu sangat berterima kasih karena adanya kamu pekerjaan ibu lebih ringan dari biasanya" ucapnya sembari menyodorkan amplop coklat ke arah ku.
ku terima dengan hati yang bahagia, hari ini hari gajian ku, aku bisa membelikan mainan baru untuk adik ku sesuai dengan janji ku waktu itu.
"dan ini, tadi Iqbal titip ini untuk di berikan pada mu, sebenarnya dia ingin memberikan langsung, tapi dia sungkan, katanya terima kasih sudah membantunya selama dia berada disini"
"terima saja, dia ikhlas memberikan ini buat kamu" sambungnya ketika aku tak kunjung mengambilnya.
"terima kasih banyak atas bantuannya selama ini bu, maaf jika selama Jasmin bekerja, ada pekerjaan Jasmin yang kurang berkenan di hati ibu"
"tidak nduk, ibu justru merasa bangga sama kamu, kamu yang seharusnya belajar, harus membagi waktu antara belajar dan bekerja, ibu salut sama kegigihan kamu, suatu saat nanti kebahagiaan akan datang di kehidupan mu dan kamu bisa mengangkat derajat kedua orang tua kamu" ucapnya tulus.
setelah selesai berpamitan, aku segera pulang, ku bawa uang gaji serta uang saku dari tante Ruri dan tante Yula serta hadiah dari Iqbal, rasa bahagia menguar dalam hati ku hingga tak ku sadari jika senyuman ku mengembang sampai aku tiba di rumah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments