Upacara kebangkitan

Seluruh negeri Elves sedang bersuka cita karena Raja telah mengkonfirmasi tentang kembalinya sang Putri yang telah lama hilang, sekaligus mengumumkan upacara kebangkitan kekuatan untuk sang Putri.

Para rakyat sedang mempersiapkan diri mereka untuk upacara ini, dan para ksatria sedang mempersiapkan pesta yang akan dilaksanakan setelah upacara kebangkitan Putri selesai.

Semua orang sibuk, hal ini membuat Alurra merasa sangat bosan karena tidak ada yang bisa menemaninya. Alurra, sedang berada di taman bunga kerajaan, sedari tadi dia berkeliling sambil melihat orang-orang yang berlalu-lalang sedang mempersiapkan upacara kebangkitan kekuatan untuk dirinya.

"Ternyata begini rasanya menjadi seorang Putri kerajaan,"

Alurra berdialog dengan dirinya sendiri, sambil menikmati pemandangan bunga-bunga yang berbeda warna yang sudah mekar karena musim dingin sudah selesai.

"Tentu saja sulit untuk menjadi Putri kerajaan, wanita yang tidak tau asal usulnya dari mana memang tidak cocok untuk menjadi Putri kerajaan. Aku yakin, kamu pasti belum mengerti Tata Krama kerajaan bukan?"

Sebuah suara sinis terdengar dari belakang Alurra, saat dia berbalik, terlihat bangsawan Feredrick lebih tepatnya Tyvanni Feredrick sedang berada di belakangnya dengan seorang ksatria.

"Apa kamu bisa mempertanggung jawabkan apa yang baru saja kamu bicarakan bangsawan Feredrick?"

Alurra tentu saja tidak akan terlalu terpengaruh oleh sebuah dengungan lalat pengganggu. Baginya, Tyvanni hanyalah seorang anak kecil yang cemburu pada mainan temannya, tidak lebih.

"Tentu saja, aku sudah sedari kecil dekat dengan Yang Mulia Raja dan Ibu Suri. Sedari kecil aku sudah diajarkan tentang Tata Krama kerajaan"

Alurra tersenyum, dia berjalan mendekat ke arah Tyvanni dengan berani membuat Tyvanni gugup, ksatria di belakangnya juga tidak berani menghentikan langkah Alurra yang adalah seorang Putri kerajaan Elves.

Alurra menghentikan langkahnya, dia berdiri tepat di hadapan Tyvanni yang tingginya hanya sebatas dagu Alurra, dan sepertinya hal ini juga mengganggu Tyvanni karena dia harus mendongak untuk melihat wajah Alurra.

"Kalau begitu kamu seharusnya mengerti bagaimana caranya memberi salam kepada anggota keluarga kerajaan, benar bukan?"

Fakta itu kembali menghantam Tyvanni dengan kuat, dia mungkin melupakan bahwa Alurra adalah sang Putri dan bukan dirinya. Wajahnya memerah entah menahan marah atau malu, tangannya mengepal seolah ingin menghantam Alurra kapan saja.

Senyum di wajah Alurra barangkali membuatnya terlihat seperti iblis bagi Tyvanni, ya, tidak ada yang melarangnya berpikir apapun tentang Alurra, jadi terserah.

Alurra tidak terlalu perduli dengan lalat pengganggu yang berukuran kecil ini, rasanya hanya seperti berebut mainan dengan anak-anak.

"Ayo, beri salam kepada Tuan Putri. bangsawan Feredrick, itu adalah Tata Kramanya"

Sebagai seseorang yang telah diajarkan Tata Krama selama hampir 2 bulan penuh oleh Ibu Suri, Alurra tidak akan merasa kalah jika Tyvanni membandingkannya dalam hal Tata Krama. Selama hampir 2 bulan ini kehidupannya hampir sama dengan kehidupan neraka bagi seorang pemalas, Ibu Suri dengan gencar menyuruhnya membaca seluruh buku mengenai Tata Krama dan mengajarinya setiap waktu.

Belum lagi beberapa tes yang diajukan oleh Ibu Suri yang jika Alurra tidak bisa lakukan maka harus menyalin tentang materi itu sebanyak 10 kali.

Itu Cukup menyakitkan bagi Alurra yang adalah seorang pemalas.

Alurra mundur beberapa langkah membiarkan Tyvanni memberi salam kepadanya, dia menatap Tyvanni dengan pandangan menilai yang membuat Tyvanni semakin marah. Namun sepertinya dia masih waras sehingga tidak meneruskan hal konyol ini.

"Bangsawan Feredrick memberi salam kepada Tuan Putri kerajaan Elves"

Alurra mengangguk sebagai tanggapan, Tyvanni yang sudah sangat kesal berbalik pergi di susul oleh ksatria yang sedari tadi menyaksikan kejadian itu meninggalkan Alurra sendirian.

Malang sekali nasib ksatria itu, dia pasti akan mendapatkan amukan singa betina saat pulang nanti.

"Bagus, Alurra"

Alurra yang sedang memandangi kepergian Tyvanni terkejut karena suara di belakangnya, dia berbalik dan melihat Ibu Suri telah berdiri di belakangnya sambil tersenyum ke arahnya.

"Benar, begitu cara seorang Putri berperilaku. jangan mau direndahkan oleh orang yang kedudukannya jauh di bawah kita"

Alurra terkekeh, meskipun dia kurang setuju dengan pemerintahan monarki ini karena banyaknya perbedaan derajat yang menurut Alurra tidak masuk akal karena mereka semua sama-sama makhluk hidup, tapi tidak ada salahnya memberi beberapa orang pelajaran agar mereka tidak mengganggunya lagi nanti.

Yah, jika mereka punya otak.

Dia bahkan ragu jika Tyvanni Feredrick akan berhenti mengganggunya, yah, kita lihat saja nanti.

"Salam kepada Ibu Suri kerajaan Elves"

Ibu Suri yang melihat adanya kemajuan dalam Tata Krama Alurra tersenyum, gerakannya sudah terlihat lebih anggun dan menawan, tidak terasa dibuat-buat lagi.

"Hentikan itu sayangku, hanya ada kita berdua di sini. Sudah aku bilang jangan terlalu formal jika kita sedang berdua, kamu adalah cucu perempuanku satu-satunya"

"Iya, nenek"

Keduanya tersenyum dan berjalan menyusuri taman bunga ini, sejujurnya, Alurra tidak terlalu suka bunga. Dia lebih suka melihat pepohonan hijau yang rimbun daripada bunga warna-warni, menurutnya lebih segar dan damai.

Sedari dulu juga dia menyukai pohon, waktu kecil neneknya—pelayan Elle yang menculiknya—sering membawanya piknik di bawah pohon di halaman rumahnya. Meskipun rumah itu sudah tua dan jelek, Alurra sangat menyukainya karena terlalu banyak kenangan yang menyenangkan di sana.

Tidak pernah dia sangka ternyata semua kenangan menyenangkan itu ternyata hanya rekayasa dari penculiknya. Alurra sangat kecewa tentang hal itu, harapan mengenai Elle yang mungkin terpaksa menculiknya juga sirna setelah kejadian beberapa waktu yang lalu.

Berhenti, jangan memikirkan hal yang sudah terlewat. Bukankah lebih baik jika kita melihat ke masa depan? Alurra harus tetap melangkah dan melanjuti hidup.

Saat dia dan Ibu Suri berjalan-jalan menyusuri taman bunga, Iron yang ternyata ada di Istana berjalan ke arah mereka dan memberi hormat.

"Salam kepada Ibu Suri dan Putri kerajaan Elves"

Alurra tentu saja senang dengan kehadirannya, setiap Iron muncul di hadapannya Alurra merasa bersemangat. Iron adalah orang yang selalu membuatnya tersenyum, bahkan sebelum mereka kembali ke negeri Elves.

Iron yang melihat Alurra tersenyum juga menampilkan senyum di wajahnya, Alurra sangat manis.

"Maaf Ibu Suri, apa saya boleh berbincang dengan Tuan Putri sebentar?"

Pandangan menggoda Ibu Suri perlihatkan kepada mereka berdua, benar-benar masa muda. Ah, dia jadi merindukan saat-saat di mana dia dan mendiang Raja terdahulu ketika dia masih hidup. Sangat indah.

"Tentu saja bangsawan York, luangkan waktumu, tidak perlu terburu-buru. Aku akan menyuruh robot pelayan mengantarkan cemilan manis untuk kalian berdua"

Dia pergi sambil menatap Alurra dengan tatapan menggoda setelah mengatakan hal itu, sedangkan yang ditatap merasa malu dengan tingkah Ibu Suri.

Padahal Ibu Suri yang menyuruhnya untuk melakukan Tata Krama kerajaan dengan benar, harus bersikap anggun dan elegan, tapi malah dirinya sendiri yang bertingkah seperti anak kecil.

"Tuan Putri, sebentar lagi upacara kebangkitan kekuatan anda akan dilaksanakan, hambamu yang rendah ini mengucapkan selamat"

Sebuah tepukan halus di bahu Iron membuatnya tertawa kecil, selalu manis. Alurra sangat menyukai saat Iron tertawa.

"Berhenti menggodaku Iron, dan jangan berbicara dengan cara yang menjijikan itu"

"Perintah diterima"

Sebuah jepit rambut berwarna hijau zaitun dipasangkan ke kepala Alurra, membuatnya menjadi semakin cantik. Alurra sangat cocok dengan warna hijau, meskipun Alurra cocok dengan warna apapun, tapi dia berkali-kali lipat lebih cantik ketika memakai pakaian ataupun aksesoris berwarna hijau.

"Sangat cantik"

Wajah Alurra memerah, bahkan telinganya tampak sangat merah. Dia merasa bahwa kata-kata Iron sangat berdampak padanya, apapun yang dikatakan Iron sangat berdampak bagi Alurra. Bahkan jika itu adalah perkataan tentang hal-hal sepele.

Dia tidak mengerti kenapa dan tidak tau sejak kapan hal seperti ini terjadi padanya, yang pasti jantungnya selalu terasa tidak aman saat Iron didekatnya.

Terpopuler

Comments

Ayano

Ayano

Ini bukan upacara kebangkitan. Ini mirip acara lamaran. Mantu online, anak onlineku udah mama ajarin ngomong YES yang kenceng kalo kamu ngelamar dia. Gak mau gunain kesempatannya sekarang? 😏😏

2023-04-04

0

Mayang

Mayang

Hidup pemalas

2023-03-31

0

Mayang

Mayang

hahahaha puas banget bacanya bagus Alurra lanjutkan!!!!!!

2023-03-31

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!