Ketika Raja hendak membuka mulutnya, seorang wanita Lansia masuk menerobos para penjaga yang tidak berani menghentikannya. Dia berjalan menggunakan tongkat untuk menopang tubuhnya yang sudah tua.
Dia adalah Ibu Suri, kulit di wajahnya sudah keriput, matanya berwarna hitam dan rambut berwarna hitam, persis seperti Alurra. Warna hitam langkah di sini, karena hal ini adalah ciri khas dari kaum Divs yang mengkhianati Elves.
Ibu Suri berjalan mendekati keempat orang yang sudah berdiri, tiga orang di sana membungkuk memberi salam kepada Ibu Suri, sedangkan Ibu Suri membungkukkan badannya sedikit memberi hormat kepada Raja.
Tata Krama kerajaan memang berdasarkan kekuasaan, bahkan jika Umur Ibu Suri sudah masuk kepala 7, dia tetap harus memberi hormat kepada Raja yang memiliki kekuasaan tertinggi di kerajaan.
"Dimana dia?"
Ibu Suri kemudian melihat Alurra yang berdiri di sebelah Iron, Alurra juga melihat ke arahnya dengan mata yang berair karena habis menangis.
"Apa itu dia Yang Mulia? Dia cucuku benarkan?"
Raja mengangguk, Ibu Suri tersenyum sedih dan mendekati Alurra lalu memeluknya. Dia sangat merindukan cucu perempuan satu-satunya, saat dia diculik kerajaan Elves dengan panik mencarinya ke seluruh penjuru negeri. Mereka tidak pernah menyangka bahwa dia akan dibawa ke dunia manusia oleh Imp itu.
"Sudah sangat lama kami mencari mu cucuku, sudah hampir 20 tahun. Akhirnya Bangsawan Iron berhasil menyelesaikan misinya"
Ibu Suri mengatakan itu sambil menangis, air matanya membasahi pakaian Alurra yang sedang dipeluknya. Semakin bertambahnya usia, tulangnya seperti memendek, Alurra tampak lebih tinggi dibanding dia.
"Tenang Ibu Suri, biarkan kami menjelaskan terlebih dahulu kepada Alurra tentang apa yang terjadi. Dia masih bingung"
Setelah mendengarkan perkataan Raja, Ibu Suri akhirnya melepaskan pelukannya dari Alurra dan menghapus air matanya dengan gerakan anggun, mengambil beberapa lembar tisu dan mengelap wajahnya yang sudah dibasahi oleh air mata.
"Alurra, kamu adalah putri dari kerajaan Elves. Ibumu adalah seorang keturunan Raja Divs terdahulu yang tidak ingin mengkhianati kaum Elves, dia adalah wanita yang sangat bijaksana dan lembut"
"Saat Raja Divs terdahulu memberontak dan meracuni Raja Elves, ibumu adalah satu-satunya peri dari kaum Elves yang menentang ayahnya, karena itulah aku jatuh cinta kepada ibumu"
"Setelah satu tahun memberontak, Raja Divs akhirnya berhasil dibunuh oleh Raja Elves terdahulu, dan ibumu akhirnya menikah denganku. Semua berjalan lancar selama pernikahan kami, sampai akhirnya pengikut Raja Divs terdahulu menyerang kerajaan Elves dan menculik kamu, Alurra"
Alurra menangis, air matanya tidak bisa berhenti turun bahkan jika dia tidak ingin menangis. Apa yang diceritakan Raja atau mungkin ayahnya, sangat tidak masuk akal bagi Alurra. Selama ini dia hidup dengan baik di London.
Walaupun neneknya sibuk bekerja namun tetap menyempatkan diri untuk mengasuhnya, walaupun sahabatnya Elle cerewet tapi dia sangat perhatian, walaupun seluruh tetangganya sangat tidak ramah kepadanya setidaknya mereka tidak terlalu mengganggu.
"Ternyata serangan itu hanya sebagai pengalihan untuk rencana mereka, rencana yang sebenarnya adalah untuk menculik kamu, Anakku. Mereka ternyata tau tentang buku ibumu, dan tau tentang kuncinya. Kamu adalah kunci dari buku itu, kekuatan kehidupan adalah kuncinya"
Raja berhenti sejenak, mengambil nafas lalu melihat ke arah Alurra yang menangis dan ditenangkan oleh Iron. Pasti sangat sulit bagi Alurra menerima hal ini.
"Namun karena kekuatan kehidupan hanya bisa dibangkitkan saat pemiliknya berusia 20 tahun dan harus melalui upacara kebangkitan kekuatan saat umur itu mereka tidak bisa langsung mengambil jantungmu, mereka hanya menculik mu dan mencuri buku ibumu"
Setelah lama menangis, Alurra menarik nafas panjang lalu melihat ke arah Raja yang berhenti bicara. Alurra paham sekarang, tapi tetap tidak masuk akal, untuk apa buku itu? Seberapa pentingnya sampai mereka tega melakukan hal seperti ini?
"Tapi kenapa mereka ingin membuka buku itu? itu hanya sebuah buku"
Ibu Suri menggeleng, menatap Alurra dengan pandangan sedih. Kenapa semua orang melihatnya dengan pandangan itu, Alurra tidak menyukainya.
"Itu bukan hanya sebuah buku anakku, itu buku yang bisa mengabulkan permintaan setiap orang, tentu saja ada harga yang harus dibayar untuk setiap permintaan. Mereka menginginkan itu untuk membangkitkan Raja mereka yang telah lama mati"
Setelah penjelasan yang panjang itu, Alurra akhirnya bisa sedikit menerima fakta tersebut. Namun, dia tetap enggan untuk menerima fakta bahwa Elle adalah penculiknya.
Iron melihat Alurra yang sudah pucat dan tampak kelelahan akhirnya meminta izin kepada Raja untuk membawa Alurra ke kamarnya. Raja setuju saat dia melihat wajah kelelahan Alurra.
Setelah Alurra pergi ke kamar, suasana di antara mereka sangat sunyi. Tidak ada satupun di antara mereka yang berbicara, sampai akhirnya Raja membuka pembicaraan.
"Sepertinya sulit untuk Alurra menerima hal ini, kita akan membuatnya menerima ini perlahan"
Semua orang di sana mengangguk, mereka tidak bisa memaksakan kehendak mereka kepada Alurra. Keluarga kerajaan awalnya sangat ingin membawa Alurra ke istana dan tinggal bersama mereka, tapi sepertinya tidak untuk saat ini.
"Saya setuju Yang Mulia, untuk saat ini sepertinya Alurra belum bisa kembali bersama Keluarga Kerajaan. Dia akan di sini untuk beberapa saat"
Kepergian Keluarga Kerajaan membuat suasana yang tadinya tegang sedikit mengendur sekarang, Iron yang awalnya juga sangat tertekan dengan pembahasan mereka tadi akhirnya bisa bernapas lega.
Dia naik ke lantai atas, tepatnya ke kamar Alurra yang tidak terkunci, terlihat Alurra yang sedang duduk memandangi negeri Elves dari kaca jendela.
"Al,"
Alurra menoleh, Iron mendekat ke arahnya dan duduk di pinggiran kasur lalu mengelus kepalanya, jarinya bahkan mengelus wajah Alurra dengan lembut. Matanya melihat Alurra dengan kelembutan yang menenangkan hati.
"Jangan khawatirkan hal tadi, aku tidak ingin melihatmu kehilangan senyummu"
Mata Alurra kembali berlinang, jari-jari Iron langsung menghapus air matanya yang belum sempat jatuh.
"Selama masih ada aku di sisimu, aku tidak akan membiarkan air mata ini jatuh terlalu sering, Al"
"Sulit untuk menerima semua ini Iron, tidak pernah terpikirkan olehku bahwa semua ini akan terjadi. Terlebih lagi sahabatku Elle—"
Iron cepat-cepat membuat Alurra diam, jari telunjuknya di arahkan ke bibir Alurra menyuruhnya untuk tidak melanjutkan perkataannya.
"Shh, diam Al. Kamu akan kembali sedih jika kita membicarakan hal ini sekarang. Tenangkan dirimu, kamu sangat jelek saat menangis"
Sebuah pukulan kecil mendarat di bahu Iron, dan pelakunya adalah Alurra. Dia terlihat kesal dan berdiri melihat ke arah kaca yang ada di meja rias.
"Kamu berbohong"
"Benar, aku berbohong Al. Kamu sangat cantik, seperti peri"
Alurra terkekeh dan kembali ke tempat tidurnya. menyandarkan kepalanya ke bantal dan menatap Iron yang sedang menatapnya dengan senyum manis.
"Aku mungkin memang peri, jika benar ibuku adalah Ratu Elves"
Iron tertawa, perkataan Alurra benar. Dia adalah seorang peri, dan peri yang sangat, sangat, sangat cantik. Peri tercantik di mata Iron.
Semua kesedihan seketika hilang dengan kehadiran Iron. Seolah-olah tidak terjadi apapun tadi, dan tidak ada air mata yang mengalir lagi.
Tanpa mereka ketahui bahwa selama mereka berbincang bahagia, ada seorang wanita dengan tanduk dan sayap hitam seperti iblis yang melihat mereka melalui bola kristal.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments
Ayano
Mengharukan 🤧
2023-04-03
0