Putri Telah Kembali 2

Berita tentang kembalinya Sang Putri telah menyebar ke seluruh penjuru negeri Elves, seluruh rakyat sudah mendengar tentang kabar ini.

Mereka bersukacita karena kembalinya Sang Putri yang telah lama mereka cari selama belasan tahun, selama ini mereka merasa khawatir karena ramalan itu.

Ya, ramalan dimana Putri menjadi penyelamat bagi mereka dalam masa-masa krisis, ramalan yang menyatakan bahwa Sang Putri lah yang akan menghentikan peperangan dan membuat alam semesta ini damai.

Mereka mempercayai semua itu, selama bertahun-tahun mereka hidup dengan penuh kekhawatiran karena seringnya serangan dari kaum Divs, mereka yang dilanda cemas bahkan saat mereka tertidur karena takut kejadian 19 tahun yang lalu terulang lagi.

Peperangan, mereka takut akan peperangan yang akan melenyapkan negeri mereka, yang akan membunuh anak saudara mereka, dan yang akan menghancurkan alam semesta.

Berbeda dengan suasana bahagia yang dirasakan oleh rakyat, keluarga kerajaan merasa khawatir dengan keselamatan Alurra, sudah pasti kaum Divs telah mendengar kabar ini dan mereka pasti akan datang dan mengambil Putri dengan paksa.

Mereka juga mendapat tekanan dari rakyat Elves agar dengan cepat memperkenalkan Tuan Putri kepada seluruh negeri Elves.

Sedangkan yang menjadi topik utama seluruh negeri Elves malah sedang bersantai di taman bunga Istana kerajaan sambil meminum secangkir teh yang katanya berasal dari Negeri kaum batu.

Alurra sedikit penasaran dengan apa yang dimaksud dengan kaum batu di sini, apakah tubuh mereka seperti batu? Atau mereka bisa berubah jadi batu? Entahlah, Alurra hanya bisa berangan-angan.

"Adik,"

Sebuah panggilan dari belakangnya membuat Alurra yang tadinya sedang asyik minum teh menoleh, Pangeran kedua, Theodore.

Theodore berjalan ke arah Alurra dan duduk di kursi sebelah Alurra, tersenyum ke arahnya dan mengelus rambut Alurra dengan lembut.

"Apa yang kamu lakukan di sini sendirian? Kenapa tidak ditemani oleh ksatria?"

Mereka sudah cukup akrab selama Alurra berada di sini, sudah lebih dari sebulan, dan selama itu juga dia semakin dekat dengan anggota keluarganya.

"Aku hanya bosan berada di kamar seharian, tidak ada yang bisa aku kerjakan"

Padahal selama ini Alurra sangat menyukai aktivitas tidak melakukan apa-apa itu, namun, setelah sampai di negeri Elves, aktivitas itu sudah tidak lagi menyenangkan dan dia membutuhkan aktivitas lain untuk meredakan rasa bosannya.

"Berita tentang Putri yang telah kembali sudah menyebar, para Divs pasti sudah mendengar kabar ini. Kamu harus membawa setidaknya 2 ksatria untuk menjagamu, Alurra"

Orang yang di nasehati hanya mengangguk, dia tidak membantah. Tentu saja, dia tau seberapa bahaya hal ini, mereka adalah mahkluk ajaib yang memiliki kekuatan yang sangat hebat, sedangkan dirinya bahkan belum bisa menggunakan kekuatannya.

Alurra bahkan ragu bahwa dia memiliki kekuatan, biasanya di dalam cerita protagonis setidaknya pernah mengeluarkan kekuatannya secara tidak sengaja sekali, tapi selama ini dia tidak pernah merasakan ada yang aneh di dalam tubuhnya. Yah, kecuali asam lambung.

"Ingat, aku dan anggota keluarga kerajaan yang lain tidak ingin kehilangan kamu lagi. Kamu akhirnya kembali setelah kami mencari selama belasan tahun, jadi jaga dirimu baik-baik"

"Baik, kakak"

Theodore memandangnya dengan sedih, lalu menuangkan kembali teh ke cangkir Alurra yang sudah kosong.

"Ayah telah memutuskan untuk mengumumkan kembalinya kamu, dan upacara kebangkitan kekuatan tidak lama lagi akan di adakan. Masih ada beberapa bulan untuk kamu mempelajari Tata Krama kerajaan. Ibu Suri akan membantumu"

Alurra cemberut, dia sangat tidak suka belajar. Sedari dulu dia sangat tidak menyukai hal yang merepotkan seperti belajar, apalagi belajar Tata Krama yang mengatur dirinya.

Sedangkan Theodore merasa bahwa wajah cemberut Alurra sangat lucu, sangat mirip dengan lukisan ibu mereka.

"Kamu hanya akan melakukan Tata Krama jika ada acara formal saja Al, kami tidak akan membatasi kamu. Ayah mengerti bahwa sulit bagimu untuk melakukan hal yang tidak biasanya kamu lakukan. Jangan khawatir"

Setelah mengucapkan kalimat panjang itu, Theodore mengeluarkan beberapa permen warna-warni dari saku celananya. Permen yang di sukai Alurra.

"Makan, kamu akan menyukai rasa baru ini. Ini berasal dari negeri Langit, mereka bilang rasanya aneh tapi enak"

Alurra tersenyum dengan senang, lalu mengambil permen yang di berikan Theodore, Negeri Langit, sekarang Alurra penasaran bagaiman yang di sebut dengan Negeri Langit itu.

Terlalu banyak yang tidak dia ketahui tentang alam semesta ini, dia merasa bahwa manusia itu bodoh karena hanya mengetahui beberapa hal yang bahkan tidak sampai beberapa persen dari alam semesta yang sesungguhnya.

Tapi sekarang Alurra mengerti, bukannya manusia yang bodoh, tapi alam semesta yang terlalu dipenuhi dengan misteri dan rahasia.

"Apakah kamu tau bahwa ada acara kembang api malam nanti? Mau ikut?"

Tentu saja Alurra mau! Saat di London juga dia pernah melihat kembang api dan mereka sangat indah.

"Kalau begitu—"

"Aku yang akan menemani Alurra"

Belum sempat Theodore menyelesaikan perkataannya, seseorang datang dan menyela perkataannya. Theodore sangat kesal! Dia melihat ke sumber suara, ternyata Pangeran Pertama, Eirwen adalah pelakunya.

"Hei, Kak! Aku yang mengajaknya pertama kali, berarti aku yang akan menemaninya!"

Eirwen melihat Theodore dengan wajah jijik, dan mata sinis terus menatap ke arah Theodore.

"Kamu bahkan tidak bisa mengalahkan aku saat latihan, bagaimana kamu bisa menjaga adikku?"

Theodore cemberut, matanya menatap tajam ke arah Eirwen, dia merasa sangat kesal sekarang.

"Itu karena Kakak terlalu kuat, aku bisa mengalahkan Divs itu hanya dengan sekali serang!"

Ucapan Theodore mendapat pandangan mengejek dari Eirwen, dia terus menatap Theodore dengan jijik lalu duduk di bangku sebelah Alurra.

"Sudahlah kak, kenapa kita tidak pergi bertiga saja? Kenapa harus berebut?"

Alurra yang telah kehilangan kesabaran melihat kedua orang yang sedari tadi berdebat akhirnya angkat bicara, dia heran dengan sikap aneh kedua kakaknya. Mereka pintar, tapi bodoh.

"Iya, kita bisa pergi bertiga kak. Kenapa kamu sangat bodoh?"

Theodore kembali memancing perkelahian, namun sebelum perkelahian terjadi lagi, Alurra langsung mengalihkan pembicaraan.

"Apa Iron boleh ikut?"

Kedua pria itu serentak melihat ke arah Alurra saat pertanyaan itu terlontar dari mulutnya, mereka memandang Alurra dengan pandangan tidak setuju.

"Padahal Iron sudah mengajakku duluan sebelum kak Theodore, kalau begitu aku pergi dengan Iron saja"

"Tidak!"

Keduanya berbicara dengan serentak, Alurra merasa lucu dengan pandangan ini, tadi mereka berkelahi dan sekarang sangat akur. Hahaha.

"Baik, kita pergi berempat"

Alurra tersenyum, dia tidak mengetahui bahwa akan ada perkelahian lain yang akan terjadi setelah Iron mengetahui bahwa mereka akan pergi berempat.

Mereka akhirnya kembali ke kamar masing-masing untuk bersiap-siap pergi ke Festival kembang api nanti malam.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!