Mereka berkeliling melihat pemandangan negeri Elves, Alurra melihat bahwa disini sangat berbeda dari dunia manusia. Para Elves terbang ke sana kemari dengan sayap mereka, banyak bangunan-bangunan yang melayang di langit.
Bahkan pasar mereka sangat luar biasa, ada Elves yang melakukan akrobat api di sana, dengan badai angin yang dibuat oleh Elves satunya lagi api itu menyebar luas menjadi topan api.
Jika di dalam cerita disebutkan bahwa kaum Elves tidak memakan sayuran atau tanaman dan sangat menjaga alam, di sini sama sekali berbeda. Alurra mengira dia akan dibawa ke hutan kayu dengan rumah-rumah di pepohonan, tapi ternyata kota ini lebih canggih dibandingkan kota London.
sangat di sayangkan seperti yang Iron katakan, sama sekali tidak ada musik di sini. Suara bising di sini berasal dari obrolan masing-masing orang, bahkan akrobat api yang seharusnya menyenangkan menjadi sangat membosankan bagi Alurra.
"Apa benar-benar tidak ada musik di sini?"
"tidak Alurra, hanya anggota kerajaan yang bisa mendengarkan musik"
Alurra tidak suka, kenapa harus begitu? bukannya egois jika hanya mereka yang bisa mendengarkan musik sedangkan rakyatnya tidak bisa.
"Tidak adil Iron, kenapa tidak ada yang protes?"
"Musik di negeri kami sudah dikutuk Al, kami rakyat biasa yang mendengarkan musik dari Elves lain akan menjadi ketakutan bahkan gila, hanya anggota kerajaan yang bisa"
"Siapa orang jahat yang melakukan itu! Tapi kenapa saat mendengarkan musik dari handphone kamu tidak gila?"
Iron terkekeh, Alurra sepertinya menginginkan dia menjadi gila. Tangan Iron terangkat mengusap kepala Alurra, seperti mengusap anak kecil.
"Karena itu bukan buatan Elves, barang manusia tidak berpengaruh terhadap kami"
"Lalu siapa yang mengutuk para Elves"
Iron terdiam, melihat sekeliling. Dia menarik Alurra membawanya ke tempat yang sepi orang, jangan sampai ucapan Alurra di dengar oleh orang lain.
"Jangan mengatakan itu di sini Al, para Elves sensitif dengan pertanyaan itu"
Alurra mengangguk mengerti, ternyata ada aturan tidak tertulis di negeri Elves. Setelah selesai berkeliling, mereka pergi menuju rumah Iron. Alurra sangat tidak sabar ingin melihat seperti apa rumah Iron, karna yang dia lihat, rumah-rumah di sini sangat bagus.
Tapi Alurra tidak terlalu berharap kepada Iron, karena Alurra tau Iron sangat miskin bahkan saat teman-temannya bisa mengeluarkan satu batang emas, dia hanya mengeluarkan batu-batu warna warni untuk hiasan aquarium.
Itu hanya pikirannya sebelum mengetahui rumah Iron, karena Alurra sangat terkejut setelah melihat pekarangan rumah Iron, dia dibawa terbang ke salah satu rumah yang sangat besar di bagian tengah pulau.
Bangunan itu seperti apartemen yang sangat mewah, bangunan ini jauh lebih mewah dibanding bangunan-bangunan yang berada di bawah. Alurra merasa tertipu, bukankah Iron miskin? Lalu bagaimana bisa dia tinggal di rumah yang sangat besar ini.
Melihat Alurra yang menatapnya dengan pandangan kesal Iron terkekeh dan mengusap kepala Alurra.
"Maafkan aku Al, aku sedang tidak membawa apa-apa pada saat itu, aku hanya membawa batu warna-warni yang menurutku menarik"
"Aku menyesal kasihan padamu, aku kira kamu orang miskin di negeri Elves pada saat teman-temanmu mengeluarkan beberapa batang emas, sedangkan kamu cuma memiliki batu hias aquarium"
Iron tersenyum menatap Alurra, lalu menggenggam tangannya lembut. Mendekat ke wajahnya dan berbisik di telinganya.
"Jika kamu mau, aku bisa memberimu banyak emas Al"
Alurra merinding, wajahnya memerah, Iron sialan. Tidak bisakah dia berbicara dengan cara yang normal? Kenapa harus berbisik, lagipula ini bukan hal yang harus dibicarakan sembunyi-sembunyi.
"Aku tidak menyukaimu"
"Kamu berbohong"
Iron selalu saja membantah apa yang Alurra katakan, walaupun Iron benar, tetap saja sepertinya Alurra sedikit kesal dengan hal itu.
"Baik, kita sudahi perdebatan ini Al, kamu harus melihat kamarmu"
Mereka masuk ke dalam rumah yang seperti apartemen itu, di dalamnya sangat luas, banyak penjaga yang seperti tentara berada di lantai pertama, ada juga beberapa robot yang tampaknya menjadi pelayan atau pengurus rumah ini.
Alurra sangat terkejut, di London bahkan belum ada robot seperti itu yang bisa mengerti perkataan orang, hanya ada beberapa robot dengan satu fungsi.
Kamar Alurra berada di lantai paling atas apartemen ini, tepatnya di lantai 8. Hanya ada beberapa kamar di lantai ini, berbeda dengan lantai bawah yang terdiri dari banyak ruangan. Kamar Iron tepat di depan kamar Alurra, membuatnya tidak terlalu khawatir jika ada hal yang membahayakan.
Pintu kamar terbuka dan terlihatlah kamar dengan warna abu-abu putih yang sangat terlihat mewah, seumur hidupnya baru kali ini Alurra melihat kemewahan seperti ini secara langsung.
"Ini kamarmu Al, di depan adalah kamarku. Panggil aku jika kamu butuh apapun, atau kamu bisa menyuruh robot ini"
Semuanya sangat canggih di sini, tapi Alurra bingung, kenapa tidak ada barang elektronik lainnya seperti handphone, televisi, atau komputer di sini? Padahal mereka bisa mengembangkan hal-hal seperti robot ini.
"Terimakasih Iron, aku berhutang padamu"
"Jangan pikirkan itu, anggap saja ini balas budiku karena kamu membiarkanku singgah di rumahmu saat aku tertinggal"
Iron mengelus rambutnya, sepertinya akhir-akhir ini Iron terlalu sering melakukan kontak fisik dengan Alurra, dia juga merasa heran dengan hal ini. Iron yang dia temui awalnya adalah seorang pria yang berperilaku seperti kucing yang tersesat, namun kini berubah menjadi macam putih yang gagah.
Setelah semua itu, Alurra merebahkan tubuhnya di kasur empuk yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya. Alurra sangat lelah hari ini, banyak hal telah terjadi membuatnya kelelahan. Alurra berdiri melihat ke dalam lemari besar di dekat jendela.
Terdapat pakaian yang sama sekali berbeda dengan pakaian yang biasa dia kenakan, seperti pakaian para Elves dengan versi yang lebih indah. Ada berbagai model yang sepertinya untuk hari-hari biasa dan hari spesial.
Di lemari sebelahnya juga ada beberapa aksesoris dan juga sepatu yang juga sangat berbeda dengan manusia. Darimana pakaian ini berasal? Apa semua ini disiapkan oleh Iron untuknya?
Setelah selesai berkeliling kamar barunya, Alurra menjatuhkan dirinya ke tempat tidur, dia benar-benar kelelahan. Dia menutup matanya sebentar karena sangat kelelahan, sampai akhirnya dia benar-benar terlelap.
Pintu terbuka terlihatlah Iron yang berjalan mendekati Alurra, dia mengelus rambut Alurra, wajahnya, dan berhenti di bibirnya, lalu menarik kembali tangannya. Menatap Alurra dengan tatapan lembut.
"Jangan khawatir Al, sebentar lagi kamu akan bertemu dengan orang tuamu, dan kita akan kembali bersama"
Setelah mengucapkan itu, Iron tersenyum dan berbalik pergi meninggalkan kamar Alurra, kepergian Iron membuat ruangan kembali tenang, damai, dan sunyi.
catatan: ini adalah salah satu contoh baju yang dikenakan para Elves wanita, Picture by Pinterest.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments
Ayano
Kedok doang itu nak. Mantu online mama tuh aslinya wow 😍
2023-04-03
0
lala
Voldemort hahaha Harry Potter kali
2023-03-18
1
lala
ohh i see jadi ini Elves nya beda dari yang biasa di cerita fantasi ya
2023-03-18
1