Kecewa

"—setidaknya tunggu satu Bulan lagi jika kamu ingin mati"

Alurra merasa sangat asing dengan Elle sekarang, dia bukan Elle yang selama ini Alurra kenal. Sangat berbeda, mereka pasti bukan orang yang sama.

"Ya, meskipun kamu tidak ingin, kamu tidak punya pilihan. Karena kamu harus mati satu bulan lagi, jadi kita akan kembali ke London untuk saat ini"

Elusan di pipi Alurra berhenti, berganti menjadi elusan di kepalanya lalu tangan Elle mencengkram dagunya.

"Tidak, bukan London. Elves sialan itu sudah tau dimana aku menyembunyikan kamu selama ini. Kita harus mencari tempat tinggal baru, Al, yang lebih damai, kamu pasti menyukainya"

Dia tertawa dengan sangat mengerikan, Alurra ketakutan, namun dia tidak ingin terlihat takut di depan Elle yang ingin menculiknya kembali.

Baru satu bulan dia kembali bersama keluarganya di sini, Alurra tidak ingin kembali ke tempat dimana dia sendirian lagi, dia tidak akan pernah mau.

"Hentikan omong kosong ini Elle, lepaskan aku, kamu pasti dipaksa mereka untuk melakukan ini bukan? Aku akan melindungi mu"

Tawa Elle berhenti, dia menatap Alurra dengan kebencian. Rambut hitam bergelombang Alurra ditariknya membuat Alurra merintih kesakitan.

"Melindungi katamu? Lucu sekali! Aku tidak perlu dilindungi dari siapapun dan oleh siapapun, Alurra. Bahkan jika bukan aku, akan ada orang lain yang menculik dan membawamu"

Sebuah harapan yang selama ini Alurra simpan runtuh seketika, dia berharap bahwa Elle sebenarnya dipaksa melakukan ini, Alurra berharap bahwa Elle sebenarnya tidak ingin melakukan ini, Alurra berharap bahwa Elle menyesali perbuatannya.

Namun sekarang semua itu hanya pikiran bodohnya, seharusnya Alurra tidak berharap banyak, seharusnya Alurra lebih percaya dengan Iron dan keluarganya.

Cengkraman di rahangnya semakin kencang, Alurra merasa kesakitan. Dia merasa menyesal tidak mendengarkan perkataan Theodore yang cerewet, dia menyesal tidak memahami kekhawatiran mereka.

Saat Alurra merasa menyesal, seseorang terbang dengan cepat ke arah mereka dan langsung menghantam Elle dengan api merahnya. Iron, dia datang untuk menyelamatkan Alurra.

Iron melihat Alurra memeluknya dan memeriksa keadaannya, ada beberapa luka gores dan lebam kecil di sekitar leher, lengan, dan wajahnya. Iron merasa sangat marah sekarang, dia mengalihkan perhatiannya ke arah Elle yang telah memuntahkan seteguk darah.

"Seorang pangeran penyelamat heh?"

Elle bangkit setelah memuntahkan seteguk darah, kakinya gemetar dan seluruh tubuhnya terasa sakit. Benar, kekuatan dari Jendral keamanan kaum Elves sangat kuat.

"Betapa beruntungnya kehidupan Tuan Putri Elves ini, saat dalam bahaya seorang pangeran penyelamat datang untuk menyelamatkannya, sayangnya dia tidak mempunyai kuda putih"

Dia terkekeh sinis, menyindir kedua orang yang sedang berpelukan itu. Iron yang mendengar suara Elle yang terus berdengung di telinganya melepaskan pelukannya dari Alurra. Sebuah api merah kembali menyerang Elle, namun kali ini berhasil dia hindari.

"Hei, aku belum siap. Bukankah tidak baik menyerang seorang wanita yang lemah?"

Lemah dari mananya? Wanita ini jauh lebih tua dari Iron dan pasti dia kuat, bahkan setelah dia serang dengan kekuatan penuhnya, wanita ini tetap bisa berdiri dan mencibirnya sekarang.

"Berhenti memuntahkan omong kosong"

Iron kembali menyerang wanita itu dengan apinya, wanita itu menghindari setiap serangan Iron. Bahkan setelah Iron serang berkali-kali, wanita itu tetap dapat menghindarinya.

Dia membuka sayapnya dan bergegas ke arah Elle dengan bola api di tangannya, dan kali ini serangannya mengenai bagian tulang rusuk Elle, membuat wanita itu tidak bisa berdiri lagi.

Saat Iron ingin menangkapnya, Elle tiba-tiba hilang menjadi asap tebal dan menghalangi pandangannya. Saat Iron membuka mata, Elle sudah menghilang.

Suara rintihan kesakitan membuat Iron tersadar dan bergegas ke arah Alurra yang banyak terluka. Ini kesalahannya karena tidak bisa menjaga Alurra dengan baik.

"Maafkan aku Al, seharunya aku menjagamu dengan benar"

"Berhenti menyalahkan dirimu sendiri Iron, lebih baik antarkan aku pulang. Tubuhku sakit semua"

Alurra berbicara lalu terkekeh, dia tidak ingin membuat Iron bertambah khawatir dan membuatnya menyalahkan dirinya sendiri.

Jelas ini salah Alurra karena terlalu keras kepala, jika saja dia tidak berjalan terburu-buru, kejadian ini pasti tidak akan terjadi.

Melihat Alurra yang terkekeh, Iron mengerti apa yang dipikirkan gadis itu, dengan cepat dia menggendong Alurra dengan gaya bridal style dan membawanya terbang menuju ke Istana.

Dari atas Alurra dapat melihat banyaknya ksatria yang telah berkeliaran mencarinya, dan ada kedua kakaknya yang ikut mencarinya.

Saat sampai di Istana, Raja langsung memeluknya dan Ibu Suri menangis melihat keadaan Alurra. Dia dengan cepat menyuruh ksatria memanggil Dokter agar luka Alurra cepat di obati.

Theodore dan Eirwen yang mendengar kabar bahwa Alurra telah ditemukan langsung bergegas menuju Istana. Saat mereka sampai, mereka melihat bahwa Alurra sudah diobati oleh Dokter kerajaan.

"Syukurlah, Alurra. Kamu—"

"Jangan mengomeli aku dulu untuk saat ini kak, seluruh tubuhku sakit"

Theodore yang tadinya ingin mengomeli Alurra langsung menutup mulutnya, lebih tepatnya tangan Eirwen yang ada di sebelahnya yang menutup mulutnya.

Eirwen melirik Theodore seolah berkata 'benar-benar bodoh' Theodore yang mendapatkan pandangan seperti itu dari kakaknya langsung menggigit tangan Eirwen yang menutup mulutnya, lalu menjauh dari Eirwen.

"Bagaimana bisa kamu pulang dengan tubuh penuh luka?"

Alurra hanya meliriknya saat Eirwen menanyakan hal tersebut, lalu melirik Iron untuk membantunya menjawab. Alurra benar-benar tidak memiliki tenaga untuk di interogasi sekarang ini.

"Ini ulah Imp itu, dia kembali ingin menculik Alurra. Untung saja aku bisa sampai tepat waktu"

Seluruh orang di ruangan itu terdiam, lagi-lagi para Imp dan Divs sialan itu. Mereka hampir saja kehilangan Alurra untuk yang kedua kalinya, Raja memandang Iron, mengucapkan terima kasih, begitu pula dengan keluarga kerajaan yang lain.

"Lupakan itu, sepertinya sekarang kita harus memikirkan cara untuk memperketat penjagaan Alurra"

Yang lainnya mengangguk setuju, mereka memikirkan Alurra yang satu bulan lagi akan berusia 20 tahun dan akan mengadakan upacara kebangkitan kekuatan.

Pasti kamu Divs dan para Imp itu sedang merencanakan bagaimana cara untuk menculik Alurra dan mendapatkan jantungnya.

"Benar, sebentar lagi upacara kebangkitan kekuatan Alurra akan berlangsung. Kita benar-benar harus menjaganya"

Setelah membuat rencana penjagaan ketat untuk Alurra, mereka semua pergi dari kamar itu dan membiarkan Alurra beristirahat dengan tenang.

Upacara kebangkitan ya.

Alurra tidak pernah berpikir bahwa dia akan melaksanakan upacara kebangkitan dan akan mendapatkan kekuatannya.

Mungkin saat dia mendapatkan kekuatan itu dia bisa menjaga dirinya sendiri dan tidak akan merepotkan Iron dan keluarganya lagi.

Kalau begitu, setidaknya dia harus bertahan sampai upacara kebangkitan kekuatan untuknya selesai di laksanakan. Setelah itu dia tidak akan merepotkan Iron dan Keluarganya, dan dia akan bisa menjaga dirinya sendiri dari para Imp dan Divs yang ingin menculiknya.

Terpopuler

Comments

Ayano

Ayano

Santet online on progress. Tunggu ya lampir, bentar lagi pindah alam kamu 🔪🔪🔪

2023-04-04

0

Ayano

Ayano

Boleh aku input nama Elle ke santet online gak ya, kak?. Mumpung dah buka puasa, kali langsung kena cepet dia 🔪🔪

2023-04-04

0

Ayano

Ayano

Theodore itu sebenarnya bisa dibilang care cuma rada rada

2023-04-04

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!