Kebisingan terdengar memekakkan telinga Alurra. Dan penyebab dari semua itu adalah seorang gadis berambut cokelat panjang, dengan bola mata almond. Dia sedikit lebih pendek dari Alurra, sekitar 164 cm.
Gadis itu tidak berhenti mengoceh sedari tadi, sehingga membuat Alurra yang bertahan untuk tetap tidur akhirnya bangun. Ia mulai kesal dengan omelan yang mengganggu itu.
"Diamlah Elle"
Nama gadis itu Maurielle, sering dipanggil Elle. sangat cerewet. Hal ini membuat Alurra tidak mengizinkan dia memasuki rumahnya lebih dari dua kali seminggu.
"Bangunlah Alurra. Cari kegiatan, cari pekerjaan, cari uang agar tumpukkan kertas tagihan listrik tidak datang lagi"
Alurra merasa bahwa yang sedang bersamanya ini bukan seorang teman. Namun nenek-nenek yang cerewet. Bayangkan, saat datang kerumahnya dia langsung menarik selimutnya, mencuci piring yang belum Alurra cuci, membuat telur mata sapi yang sekarang telah tersaji di meja, dan terus menerus mengomelinya.
"Pergilah Elle, kamu mengganggu waktu istirahatku"
Elle melototi Alurra, menyilangkan kedua tangannya ke dada dan berjalan mendekatinya. Alurra benar-benar tidak menyangka bahwa Elle akan memukulinya dengan bantal.
"Kamu bukan sedang istirahat, tapi melakukan percobaan mati, mana ada orang istirahat 24 jam sehari"
"Ada. Aku"
Elle memutar bola matanya, dia merasa bahwa sahabatnya ini benar-benar tidak memiliki semangat untuk hidup. Lihat tubuhnya yang pucat itu, rambut hitam panjang bergelombang yang kusut tidak terurus. Dan menyebalkannya dia masih terlihat manis.
"Alurra, apa kamu tidak lelah mendengar ocehan Madam Penelope tentangmu? Dia bercerita ke sana kemari mengatakan hal-hal buruk tentangmu. Ayo Alurra, buktikan padanya"
Alurra duduk, memutar kepalanya ke arah Elle. Lalu kembali tidur telentang seolah-olah apa yang di katakan Elle tadi tidak pernah dia dengar.
"Aku sedang membuktikannya, Elle. Di dalam tidurku"
"Alurra! Apa yang harus aku lakukan padamu, aku rasa nenek dan ibumu akan bangkit dari kuburan hanya untuk mengomeli kamu jika mereka tau betapa pemalasnya cucu dan anaknya"
Alurra akhirnya menyerah mempertahankan tidurnya, Elle terlalu berisik. Dia tidak akan berhenti mengomel jika Alurra tidak juga bangun. Melihat Alurra yang telah bangun dari tidurnya, Elle menyuruhnya mencuci muka dan menggosok giginya.
Saat Alurra keluar dari kamar mandi, dia melihat bahwa Elle sudah duduk di meja makan dengan sepiring telur mata sapi dan segelas air di hadapannya, ada juga sepaket lainnya di sisi lain. Yang pasti itu untuk Alurra.
Dia berjalan ke meja makan dan memakan telur buatan Elle. Enak. Alurra tau bahwa Elle lebih bisa di andalkan dalam hal memasak dibandingkan dia. Saat selesai makan, dia bergegas mencuci piring agar terhindar dari serangan kata-kata Elle yang tidak ada habisnya.
Elle kembali mengomelinya, menyuruhnya bersosialisasi dan keluar dari rumah. Alurra mematuhi perkataannya dengan menghela nafas lelah. Alurra keluar rumah diikuti oleh Elle berjalan di sekitar perumahan.
Saat sampai di taman di dekat rumahnya, dia melihat seekor kelinci melompat di sekitar taman. Alurra yang penasaran mendekati kelinci itu.
Semakin Alurra mendekat, semakin jauh rasanya kelinci itu. Dia terkejut saat Elle menarik tangannya, dan bertanya kepadanya tentang keadaannya.
"Ada apa? Apa yang kamu lihat?"
"Di sana tadi ada kelinci"
Elle memukul bahunya dengan keras lalu kembali mengomelinya, Alurra tidak mengerti apa yang dia katakan dia hanya fokus pada tempat dimana kelinci tadi berada.
"Itu karna kamu terlalu banyak tidur. Kamu pasti berhalusinasi, kelinci mana yang akan keluar dari sarangnya di musim dingin yang sangat dingin ini"
Alurra sepertinya setuju dengan perkataan Elle, dia mungkin berhalusinasi. Tapi bukan karna terlalu banyak tidur. Elle sangat berlebihan, bagaimana mungkin terlalu banyak tidur menyebabkan efek halusinasi.
Melihat Alurra yang melamun, Elle menepuk pundaknya, lalu memandangnya khawatir. Walaupun cerewet, Elle adalah sahabat yang bisa di andalkan.
Setelah kejadian itu mereka kembali kerumah Alurra, percuma juga Elle mengajaknya bersosialisasi jika setiap orang yang melewati mereka diberikan wajah cemberut Alurra.
Alurra duduk di sofa dekat tungku. memejamkan matanya lelah. Dia merasa bahwa hidup ini sangat membosankan, tagihan listrik yang belum dia bayar, rumah yang berantakan, kayu bakar yang sebentar lagi akan habis, dan musim dingin yang sangat dingin ini. Mereka semua membosankan dan membuat pusing.
Alurra bahkan pernah berpikir bahwa akan menyenangkan jika dia adalah seorang Elves seperti Iron dan memiliki sayap untuk terbang, memiliki kekuatan agar tidak kedinginan di musim dingin, dan memiliki rambut merah yang menarik atau mata Oren kekuningan seperti mata kucing.
Alurra sadar bahwa pikirannya sekarang persis seperti khayalan anak kecil. Elle benar, dia seharusnya mencari pekerjaan, bersosialisasi dengan baik dan membayar tagihan listrik yang menumpuk itu.
Melihat keluar jendela, hari mulai gelap. Elle sudah pulang sejak mereka kembali tadi. Ia berjalan ke dapur, melihat apakah ada yang bisa di masak, Ternyata masih ada beberapa bahan yang bisa dimasak. Setelah masak, dia makan malam dengan tenang.
Hari semakin malam dan semakin dingin. Alurra yang merasa kedinginan berjalan menuju sofa dan duduk. Setelah kenyang dia mengantuk, tidak lama setelah itu Alurra tertidur.
Di tengah malam, di sebuah rumah kecil terdengar ketukan dari jendela di dekat tempat tidur. Membangunkan seorang gadis dari tidurnya. Ya, dia Alurra.
Ketukan di jendela yang tidak juga berhenti membuatnya terbangun. Dengan keadaan masih mengantuk, Alurra berjalan ke arah jendela lalu melihat ke luar.
Ada seorang laki-laki dengan rambut berwarna merah di luar. Cuaca di luar sangat dingin, walaupun di luar tidak terjadi badai salju, namun angin malam pasti membuatnya sangat kedinginan. Alurra cepat-cepat membuka jendela membiarkan laki-laki itu masuk.
"Apa yang kamu lakukan di tengah malam, Iron? Mengetuk jendela seorang gadis?"
"Aku hanya ceroboh. Aku tertinggal lagi"
Alurra menguap lalu menatapnya dengan wajah mengantuk, membuat Iron merasa bersalah.
"Maaf, aku mengganggumu. Aku benar-benar tidak mengenal orang lain, di sini"
"Bagaimana bisa kamu sangat ceroboh. Dia kali tertinggal oleh temanmu, apa yang kamu lakukan?"
Dia tersenyum, menampilkan gigi putihnya. Dia menatap malu pada Alurra, dan matanya tidak fokus melihat ke berbagai arah.
"Ada manusia yang bermain musik di jalanan, aku hanya melihat sebentar"
"Berarti kamu bodoh"
"Itu menarik, hanya ada beberapa peri musik di desa Elves. Dan mereka hanya bermain musik untuk anggota kerajaan, sangat jarang bagi kami, Elves biasa mendengar musik"
Mendengar itu Alurra menatapnya kasihan, dia berjalan menuju meja di dekat kasur, lalu mengambil Handphone di laci.
"Sangat menyedihkan, kami para manusia bahkan bisa mendengar musik dari benda kecil ini"
Iron bersemangat, matanya berbinar, Seperti menemukan harta Karun tersembunyi. namun akhirnya santai lagi, bagaimana mungkin benda kecil itu bisa. Dia tidak percaya.
Alurra memutar musik, membuat Iron melotot, sangat menakjubkan! Dia menatap benda kecil itu dengan tatapan serakah, dia menginginkannya. Dia melihat Alurra dengan tatapan memohon, namun Alurra mengabaikannya.
"Aku hanya punya satu, ini mahal. Aku harus menabung uang seumur hidupku agar bisa membelinya"
"Bagaimana kamu membelinya? Apakah bisa menggunakan ELF?"
Alurra menatapnya bingung, melihat tatapan bersemangatnya, Alurra menggelengkan kepalanya.
"ELF, apa itu?"
Iron menatapnya dengan wajah aneh, dia menjelaskan bahwa ELF adalah mata uang Elves, Membuat Alurra mengerti.
"Tidak, kamu harus menggunakan mata uang Inggris. Pound"
Wajahnya yang tadi bersemangat langsung murung, sangat menyedihkan. Alurra melihat bahwa wajahnya langsung berubah tidak bisa menahan diri untuk tertawa, dia tertawa terbahak-bahak untuk pertama kalinya tahun ini.
"Jika kamu punya sesuatu yang berharga seperti emas atau berlian mungkin kamu baru bisa membelinya"
Iron langsung kembali bersemangat, dia mengeluarkan beberapa batu warna warni yang dia simpan di dalam tasnya.
"Apakah ini benda berharga?"
Alurra menggelengkan kepalanya. Itu hanya batu untuk hiasan akuarium, sama sekali tidak berharga, mana bisa digunakan untuk membeli Handphone.
"Sayang sekali, padahal sangat indah. Tidak apa-apa aku akan menukar Pound di bank Elves nanti"
Alurra bertanya-tanya, apakah ada bank di dunia peri? Sangat menarik. Apakah dia juga bisa menukar Pound ke ELF di sana?
Alurra menghentikan percakapan tentang uang, dia mengantuk. Iron ingin menginap satu malam lagi, dia tidak masalah, Iron hanya akan berada di lemari sepanjang malam. Tidak akan mengganggunya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments