Upacara kebangkitan 2

Hari ini di Istana sangat ramai, bahkan ada beberapa rakyat biasa yang diizinkan masuk melalui koneksinya. Para ksatria berjaga di mana-mana agar acara upacara kebangkitan ini berjalan dengan lancar dan tanpa gangguan.

Alurra kini telah berdiri di samping Raja dan para Pangeran serta Ibu Suri sambil menghadap ke sebuah tiang tinggi yang berada di tengah-tengah aula Istana. Di sana, Alurra akan melaksanakan upacara kebangkitan kekuatannya di sana.

Itu bukan hanya sekedar tiang, tapi itu adalah tempat sakral yang telah digunakan oleh para Elves terdahulu untuk membangkitkan kekuatan mereka. Itu diciptakan oleh Raja Elves pertama untuk membantu mempermudah para Elves membangkitkan kekuatannya, mereka memanggilnya tiang cahaya, karena saat upacara kebangkitan kekuatan berlangsung akan ada cahaya yang memancar dari tiang itu dan cahaya itu akan masuk ke tubuh.

Alurra diantar oleh Raja ke tengah-tengah aula dan dituntunnya untuk duduk sambil menghadap ke arah tiang tersebut. Upacara berlangsung, para Elves yang menyaksikan upacara kebangkitan Tuan Putri mereka merasa sangat bersemangat.

Alurra merasa bahwa ada sesuatu yang masuk ke tubuhnya secara perlahan dan seolah membuka bagian-bagian yang terkunci di dalam tubuhnya, sangat menyakitkan.

Para Elves bersorak khawatir saat melihat wajah Alurra yang semakin lama semakin pucat dan tetesan darah keluar dari hidungnya. Iron yang juga berada di sana juga sangat cemas, namun dia mengerti apa yang sedang terjadi.

Semakin kuat kekuatan seorang Elves, maka semakin sakit proses upacara kebangkitan kekuatannya. Itulah yang dialami oleh Alurra, dia merasa bahwa seluruh tubuhnya sedang disusun ulang dari atas sampai kebawah.

Namun, setelah lebih dari 10 menit akhirnya warna di wajah Alurra berangsur pulih, wajahnya yang tadinya pucat sekarang terlihat lebih merah, menandakan bahwa upacara kebangkitan kekuatan akan segera selesai.

Setelah beberapa menit sebuah Cahaya hijau yang sangat indah memancar dari tiang dan bergegas menuju ke arah Alurra, menyebabkan tubuhnya juga dikelilingi oleh cahaya hijau, namun tidak sampai satu menit cahaya itu menghilang menyisakan Alurra yang terduduk lemas dengan butiran-butiran keringat menetes dari dahinya.

Raja yang melihat bahwa upacara kebangkitan telah selesai bergegas ke arah Alurra dan menopang tubuhnya. Seluruh Elves yang menyaksikan itu bersorak merayakan bangkitnya kekuatan Alurra.

"Selamat Tuan Putri telah berhasil membangkitkan kekuatannya"

Sorakan ramai itu terdengar sangat kencang membuat Alurra ingin tersenyum, namun tubuhnya tidak kuat bahkan hanya untuk tersenyum.

...****************...

"Yang Mulia, kunci telah terbuka. Kita sudah bisa menggunakannya" ucap seseorang yang berlutut dihadapan pria yang mengerikan itu.

Pria itu tersenyum, lalu berjalan ke arah tiang tempat seseorang diikat dengan luka di sekujur tubuhnya. Seorang wanita dengan rambut cokelat terikat di tiang itu, dia merintih kesakitan, namun wajahnya sama sekali tidak gentar memandangi pria yang sedang berjalan ke arahnya dengan pandangan tajam.

"Lihat, Elle. Tanpamu semua juga dapat berjalan dengan lancar, kamu sudah gagal dua kali dan tidak akan ada kesempatan ketiga"

Elle, wanita yang dirantai di tiang itu memandang pria itu dengan sinis, dia sangat membenci pria ini, jika bukan karena perintah dari Rajanya dia tidak akan pernah Sudi membantu dan menjadi bawahan dari pria menjijikan ini.

Tangan pria itu ingin meraih wajah Elle, namun dia langsung menghindar. Dia tidak pernah sudi disentuh oleh pria menjijikan ini. Ketika mendapatkan penolakan dari Elle, pria itu tersenyum lalu mencekik leher Elle dengan sekuat tenaga, senyum mengerikan tidak juga lepas dari wajahnya.

"Sangat menyenangkan, kamu benar-benar wanita yang sangat menyenangkan Elle, Hahaha"

Pria itu tertawa dengan mengerikan, mengabaikan wajah Elle yang sudah sangat pucat karena kehabisan oksigen, melihat bahwa Elle mungkin saja akan segera mati, dia melepaskan cekikannya.

Pria ini sungguh kejam dan menjijikkan.

"Berhentilah mengatakan omong kosong Zeheb, kamu tau apa yang dikatakan ramalan itu. Ayahmu tidak akan bisa bangkit"

"Diam!"

Zeheb, pria mengerikan dengan mata Semerah darah. Dia adalah Pangeran kaum Divs, anak dari mendiang Raja Divs. Dia berteriak ketika mendengar ucapan Elle, ingin sekali dia mencabik mulut bawahan tidak tau diri itu.

"Jika ayahku tidak bisa bangkit, maka kamu juga tidak bisa kembali ke Rajamu. Kamu sudah berucap sumpah, ingat itu baik-baik sialan!"

Zeheb mencengkeram rahang Elle, lalu menghempaskan ya ke samping. Melihat wanita itu diam saja, amarahnya sedikit mereda, dibukanya rantai yang mengikat tubuh Alurra.

Benar, Elle melupakan tentang sumpah itu. Seharusnya dulu dia tidak menerima perintah dari Rajanya untuk bersumpah setia kepada pria ini. Seharusnya Elle tetap berada di Kerajaan Imp saja.

"Ini kesempatan terakhirmu, jika tidak kamu gagal lagi jangan pernah bermimpi untuk kembali ke Rajamu"

Tubuh Elle terkulai lemas, banyak luka dan darah yang terus mengalir di tubuhnya. Sayap hitamnya juga banyak tergores, pria itu benar-benar kejam saat menyiksa seseorang. Matanya menatap Zeheb tajam, seolah-olah tatapannya bisa memotong leher Zeheb kapan saja.

Pria itu keluar dari ruangan itu dan meninggalkan Elle yang masih duduk dengan lemas, seluruh tubuhnya tidak bisa digerakkan dengan benar, dia menyeret tubuhnya ke sudut ruangan dan menyenderkan tubuhnya ke dinding. Elle menatap kepergian Zeheb dengan tatapan yang penuh kebencian, lihat saja, dia pasti akan membalas semua perlakuannya ini.

"Percuma saja, hanya berusaha saja tidak akan bisa mengubah takdir. Aku bahkan sudah menyerah untuk kembali ke Rajaku"

Bisiknya kepada dirinya sendiri, ya, yang dikatakannya benar. Elle sudah menyerah untuk kembali ke Rajanya, dia sudah menyerah. Bagaimanapun dia berusaha untuk mengubah takdir, tidak akan mungkin dia mampu, tidak akan mungkin takdir bisa dirubah semudah itu.

Seharusnya pria itu mengerti bahwa harapannya adalah sebuah kesia-siaan, semua usahanya hanya akan berakhir menjadi kematiannya sendiri. Benar-benar pria yang bodoh.

Pintu ruangan kembali terbuka, seorang wanita dengan gerakan seksi berjalan ke arah Elle. Dia berjongkok di depan Elle dan memegang dagunya agar Elle dapat melihat siapa yang mendatanginya.

"Sangat menyedihkan, bagaimana mungkin tangan kanan setia Raja Imp berakhir seperti ini"

Wanita itu tertawa senang melihat penderitaan Elle, dia membenci Elle karena selama ini hanya Elle orang terpercaya dari Rajanya. Hanya Elle yang dicintai oleh Rajanya.

"Lihatlah dirimu sekarang, Rajamu tersayang sudah membuang dirimu Elle"

Itu tidak benar, Elle tidak akan pernah percaya perkataan wanita ****** ini. Rajanya tidak membuangnya, ini adalah sebuah keterpaksaan karena sebuah sumpah leluhur Imp. Rajanya tidak bisa berbuat apa-apa.

Elle rela berkorban demi kerajaannya, dia rela berkorban demi seluruh kaum Imp, dia juga rela berkorban demi Rajanya. Wanita ini adalah pengkhianat, dialah yang mengakibatkan semua ini terjadi. Benar, semuanya karena dia.

Terpopuler

Comments

Mayang

Mayang

makin seru nih ceritanyaaa

2023-03-31

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!