Pintu diketuk oleh ksatria penjaga, membuat pembicaraan mereka berhenti, Raja mempersilahkannya masuk. Ksatria itu melaporkan bahwa putri bangsawan Elves yang merupakan sepupu jauh dari Alurra ingin memasuki ruang pertemuan.
"salam Yang Mulia, Putri bangsawan Feredrick ingin meminta izin memasuki ruangan"
"ada urusan apa dia ke sini?"
Suara sinis terdengar, dan orang yang berbicara adalah Theodore, wajahnya tampak tak suka saat prajurit menyebut gelar Feredrick.
"ampun Yang Mulia Pangeran, saya tidak tau apa tujuannya. Dia meminta saya menyampaikan bahwa dia ingin melihat sepupu perempuannya"
Raja yang hanya menjadi pengamat sedari tdi, akhirnya berbicara.
"suruh dia masuk" setelah Raja mengucapkan kalimat itu Theodore yang berada di sebelahnya tidak terima.
"tapi ayah—"
"jangan membantah perintahku pangeran kedua"
Theodore yang awalnya ingin protes mengunci mulutnya rapat-rapat, tidak berani membantah perintah ayahnya. Setelah Raja mengizinkan Putri bangsawan Feredrick masuk, prajurit itu keluar.
Di sana, pintu terbuka menampilkan sosok wanita cantik dan seksi, wanita itu tersenyum sangat, sangat, sangat manis, dan palsu. Kenapa palsu? Karena sangat terlihat ketidak tulusannya.
Dia memberi salam dengan cara yang sangat anggun, salam yang telah dia pelajari sejak masih sangat kecil. "salam Yang Mulia Raja, Ibu Suri, Pangeran pertama, Pangeran kedua, dan Bangsawan York"
Salamnya sangat anggun, namun orang-orang di sana sangat tidak menyukainya. Wanita itu, dia sudah melihat bahwa Alurra duduk di sebelah Iron, namun dengan sengaja tidak menyapanya. Sangat tidak sopan.
Eirwen, yang sedari tadi diam dan hanya duduk, kini tidak tahan lagi dengan tindakan tidak sopan Bangsawan Feredrick"Perhatikan tindakanmu nona Tyvanni Feredrick, beri salam kepada tuan putri"
Tyvanni yang tidak terbiasa dengan pandangan dingin pangeran pertama menjadi pucat, dia biasanya selalu mendapatkan pandangan kagum, bahkan Raja dan para pangeran tidak pernah berkata sarkastik seperti sekarang.
Walaupun tidak menyukainya Tyvanni berusaha menormalkan ekspresinya. "Maafkan saya putri, Tyvanni Feredrick memberi salam kepada Tuan Putri"
"Ada keperluan apa nona Feredrick ke sini?"
"Saya mendengar bahwa Tuan Putri sudah ditemukan, jadi saya penasaran"
Raja yang mendengar jawaban dari Tyvanni mengerutkan alisnya tidak suka "seharusnya nona bangsawan Feredrick tidak perlu penasaran dengan masalah keluarga kerajaan"
"Tentu saja saya penasaran Yang Mulia, karena ini tentang Tuan Putri yang telah lama hilang, semua orang di kerajaan ini tau kenapa mereka menculik Putri"
Seolah tak kenal takut, Tyvanni tidak peduli dengan tatapan dingin yang di arahkan kepadanya, dia memandang Alurra dengan mata menilai.
Sebuah bola api hampir membakarnya jika saja dia tidak sempat menghindar, jantungnya berdetak cepat. Dia ketakutan. Saat dia melihat siapa yang menyerangnya Tyvanni tidak berani protes.
"Jaga pandanganmu jika kamu masih ingin melihat matahari besok, bangsawan Feredrick"
Iron, yang hanya diam saja sedari tadi merasa sangat marah saat mata kurang ajar wanita itu memandang Alurra dengan pandangan menilai. Alurranya tidak pantas dinilai oleh wanita seperti Tyvanni.
Sebuah genggaman lembut mengalihkan perhatian Iron dari wanita kurang ajar itu, Alurra sedang menggenggam tangannya, membuat Iron tenang kembali.
Alurra sebenarnya ketakutan melihat Iron hampir membunuh seseorang tadi, seumur hidupnya ia tidak pernah melihat pemandangan seperti itu. Namun, mendengar bahwa Iron marah karena dirinya, Alurra merasa berterima kasih dan berusaha menenangkannya.
"Aku Alurra, Putri dari negeri Elves. Tidak ada yang salah dengan berita yang kamu dengar, seharusnya kamu sudah tau itu sejak memasuk ruangan ini 'benar kan?"
Sejak awal Alurra memang sudah sarkastik, tentu saja dia tidak akan diam saja saat dipandang seperti itu oleh wanita yang tidak dia kenali.
Wajah Tyvanni sudah sangat pucat sejak Iron menyerangnya, setelah mendengar perkataan Alurra dia memandang Alurra tidak suka.
Dia berusaha bertahun-tahun untuk mendekati Iron, namun mengapa kedatangan Alurra menghancurkan semua rencananya? Dia awalnya mengira bahwa dia akan menjadi Putri satu-satunya dari negeri Elves, karena hubungan ibunya dengan adik Ibu Suri adalah nenek-cucu.
Tapi Alurra tiba-tiba kembali dan menghancurkan semua rencananya, dia tentu tidak senang, dan sekarang Iron, orang yang dia sukai sejak lama malah membela wanita ****** itu!
Tyvanni tidak bisa menerimanya!
Sejak kecil ibunya telah memberitahunya bahwa dia harus menikah dengan Iron York, keturunan bangsawan York. Tyvanni sangat senang mendengar itu, karena itu dia berusaha agar dapat mendapatkan perhatian Iron, baginya Iron adalah miliknya.
Tyvanni ingin sekali membalas perkataan wanita itu, namun melihat bahwa situasinya sedang tidak bagus, dia mengenyahkan pikiran itu.
"Maafkan saya Tuan Putri, saya memiliki penglihatan yang buruk awalnya"
Alurra mencibir, tentu saja, dia pasti memiliki penglihatan yang sangat buruk sampai-sampai tidak melihat Alurra yang jauh lebih besar dari semut ini.
"Lupakan saja"
Tidak terlalu penting untuk meladeni wanita seperti Tyvanni Feredrick yang hanya mencari perhatian, perkenalan keluarganya lebih penting.
"Terima kasih Tuan Putri, saya undur diri terlebih dahulu Yang Mulia"
Akhirnya Tyvanni Feredrick yang mengganggu pergi dari hadapan mereka. Ibu Suri yang hampir saja kehilangan martabatnya karena hendak membalas ucapan wanita itu tapi dihentikan oleh ucapan Alurra merasa sedikit lega karena ternyata cucunya bukan wanita lemah.
Tapi sepertinya dia harus mengajari Tata Krama kepada cucunya ini agar bisa membalas ucapan orang-orang yang mengganggunya dengan cara yang lebih anggun lagi.
Alurra yang menyadari bahwa Raja dan para Pangeran melihat tangannya yang ternyata masih menggenggam tangan Iron pun merasa malu, dia dengan cepat ingin melepaskan genggaman itu.
Entah apa Iron sudah menyadari reaksi Alurra, dia dengan cepat menggenggam tangan Alurra kembali mengusapnya dengan lembut. Hal ini membuat Alurra malu, karena dipandangi oleh keluarga kerajaan.
Ekhm
Raja terbatuk canggung membuat Alurra mencibir paha Iron, dan akhirnya berhasil melepaskan tangannya dari genggaman tangan Iron.
Pelaku malah tersenyum manis karena tingkah lucu Alurra, jika dia egois mungkin dia tidak akan pernah mengembalikan Alurra ke keluarganya dan akan terus mengurung Alurra di rumahnya. Tapi dia tidak bisa melakukan itu, Alurra akan terlihat lebih bahagia saat dia bebas.
"Hari sepertinya sudah sore, kami belum menunjukkan kamarmu"
Perkataan Raja mengakhiri pertemuan keluarga ini, Alurra di antar oleh robot pelayan ke kamarnya yang berada di lantai 2. Istana berbeda dengan Rumah Iron, di Istana mereka menggunakan tangga untuk naik ke lantai atas sedangkan di Rumah Iron menggunakan lift. Alurra merindukan Rumah Iron.
Ngomong-ngomong soal Iron, dia sudah kembali saat Raja mengusirnya secara halus dengan menyebutkan bahwa akan 'berbahaya' jika dia kembali terlalu malam.
Sekarang Alurra sedang berada di kamar barunya di Istana, kamar ini juga sangat berbeda dengan kamarnya di rumah Iron, ini sangat kuno namun mewah.
Alurra lelah, dia memejamkan matanya lalu tertidur.
cttn:
Hai, saya Prychines meminta maaf karena keterlambatan dalam meng-upload cerita ini, dikarenakan cuaca yang tidak menentu di sini menyebabkan tubuh saya tidak stabil.
cinta untuk kalian semua—Prychines.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments