Kerusuhan, Kerajaan Elves di Serang!

Tubuh Alurra sudah membaik sekarang, pesta di Istana sedang di adakan dan Alurra menjadi salah satu yang menghadirinya. Banyak sekali para bangsawan yang datang ke pesta ini, bahkan ada rakyat biasa yang mendapatkan undangan melalui koneksinya.

Semua orang tersenyum dan suasana di ruang aula itu sangat menyenangkan, namun, Alurra berdiri di sudut paling tidak terlihat di aula agar tidak banyak orang yang memperhatikannya. Sebuah piring kue di tangannya yang isinya sudah hampir habis.

"Bagaimana mungkin pemeran utama hari ini berdiri di sudut paling tidak terlihat aula"

Suara yang menyenangkan terdengar di telinga aula, Iron, berjalan ke arahnya dan berdiri di sebelahnya mengambil piring kue yang sudah habis isinya di tangan Alurra, lalu meletakkannya di nampan robot pelayan yang berkeliling di pesta. Kemudian dia mengambil sepiring kue baru dan menyuapkannya ke Alurra.

Saat suapan itu berada di depan mulutnya, Alurra tersenyum lalu membuka mulutnya menerima suapan dari Iron. Tingkah laku Iron sangat tidak bisa dia tebak, selalu penuh kejutan.

"Karena di sini aku bisa mendapatkan suapan dari pria tampan"

Iron terkekeh, dan kembali menyuapkan sesendok kue ke mulut Alurra, lalu menyuapkan sesendok lagi ke mulutnya. Alurra terkejut, benar, ini adalah Iron, seharusnya dia tidak terkejut lagi dengan tingkah abstrak Iron yang tidak bisa dia tebak.

Wajahnya memerah, Iron yang melihat itu terkekeh lalu memberikan piring kue itu kepada robot pelayan. Dia mengelus pipi Alurra, jari-jarinya memainkan telinga Alurra, wajah Alurra sangat kecil bahkan jika dibandingkan dengan tangannya.

"Kamu selalu cantik, Al"

"Bagaimana kalau aku jadi jelek?"

Pertanyaan itu membuat Iron tersenyum, lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Alurra sampai kedua hidung mereka bersentuhan.

"Kamu akan tetap terlihat cantik,"

Alurra ikut tersenyum, Iron selalu bisa membuat jantungnya berdetak tidak beraturan, dia selalu bisa membuat Alurra merasa menjadi wanita terbaik di alam semesta.

"Walaupun aku punya tahi lalat yang besar di wajahku?"

Iron tertawa, pertanyaan Alurra sangat lucu baginya. Dia mengacak puncak kepala Alurra membuat rambutnya sedikit berantakan, lalu merapikan rambut Alurra kembali saat melihat Alurra cemberut.

"Bahkan jika kamu punya tahi lalat yang besar di wajahmu, kamu akan tetap terlihat cantik"

Suasana di antara mereka berdua bagus, tentu saja sebelum suara batuk datang dari sebelah mereka. Kedua orang itu menoleh ke arah suara, Theodore, laki-laki itu benar-benar menyebalkan menurut Iron.

"Tentu saja adikku terlihat cantik, bangsawan York. Meskipun begitu, jangan terlalu dekat"

Dia berucap sambil memandang Iron sinis, berani sekali dia ingin merebut adiknya! Hei, dia baru saja bersatu kembali dengan adiknya, tidak akan dia biarkan Iron memisahkan mereka begitu cepat.

Itu hanyalah pemikiran seorang kakak yang tidak ingin adiknya dirayu oleh seorang pria manapun, hahahah.

Alurra yang mendengar Theodore mengatakan hal itu, wajahnya memerah, dia merasa seperti terciduk sedang melakukan hal yang tidak benar, matanya memandang Theodore kesal.

"Kak, sejak kapan berdiri di sana?"

"Tentu saja sejak kalian saling merayu"

Kedatangan Theodore membuat mereka canggung, hanya Alurra sebenarnya. Karena Iron tetap berdiri dengan tenang di sampingnya sambil memainkan rambut Alurra sesekali, bahkan pelototan dan Theodore tidak bisa menghentikan kegiatannya.

Pesta sudah berlangsung cukup lama, namun banyak orang masih bersenang-senang. Para Elves tidak senang mabuk, saat pesta mereka lebih memilih berdansa ataupun melakukan berbagai permainan dan mengobrol.

Alurra merasa bahwa sedari tadi dia sedang ditatap dengan sangat tajam oleh seseorang, saat dia menoleh, di sana terlihat wanita dengan gaun merahnya sedang menatap Alurra tajam, Tyvanni.

Wanita itu sepertinya tidak akan berhenti mengganggu Alurra, entah apa yang membuatnya begitu membenci Alurra, mungkin saja hanya rasa iri. Pemikiran Alurra berhenti saat melihat bahwa Tyvanni sedang tersenyum jahat padanya, hatinya tiba-tiba menjadi tidak tenang.

Kemudian sekelompok bayangan hitam menyerang orang-orang yang ada di pesta, itu Imp dan Divs, entah bagaimana mereka bisa memasuki Istana. Saat kerusuhan terjadi di aula Istana, Alurra melihat kembali ke tempat di mana Tyvanni tadi berdiri. Hilang, dia menghilang.

"Alurra, cepat pergi dari sini. Iron, bawa Alurra pergi segera!"

Semakin banyak Divs dan Imp yang menyerang mereka, ini serangan diam-diam dan kerajaan Elves tidak siap untuk menerima serangan seperti itu. Namun, dengan cepat Raja mengambil tindakan memerintahkan seluruh ksatria untuk menyerang para Divs dan Imp yang ada di sini.

Saat Iron menarik Alurra keluar dari sana, Alurra melihat bahwa Istana kerajaan sudah terbakar oleh api hitam. Dia menangis sejadi-jadinya, padahal baru saja dia bertemu dengan keluarganya.

Buku kecil di saku Alurra memancarkan cahayanya, saat dia ingin mengambil buku itu, Iron menghalanginya.

"Jangan sekarang, Al. Ini bukan tempat yang aman untuk membuat harapan, jika ada Divs yang mengejar kita dan mengambil buku itu tidak akan ada harapan lagi untuk kaum Elves"

Benar, Iron benar, dia tidak boleh gegabah. Mereka terbang dengan cepat menjauh dari kerajaan Elves. Saat upacara kebangkitan selesai, Alurra mendapatkan sayapnya, warnanya hitam dan bukan perak seperti Iron.

Ternyata yang dikatakan oleh Iron tadi benar, para Divs dan Imp mengejar mereka. Terlihat wajah yang Alurra kenal di antara mereka, Elle. Alurra tidak menyangka bahwa dia akan mengejarnya sampai seperti ini.

Iron mengeluarkan kekuatan apinya untuk menyerang para Divs dan Imp yang sedang mengejar mereka, Iron dan Alurra terus terbang menjauh.

Saat berada di hutan rimbun yang banyak pepohonan, mereka tiba-tiba menghilang. Iron dan Alurra seakan-akan terserap ke dalam lubang hitam dan menghilang dari pandangan.

Alurra dan Iron bahkan terkejut dengan apa yang terjadi, saat mereka membuka mata sudah tidak ada lagi para Divs dan Imp yang mengejar mereka. Di sekeliling mereka dipenuhi dengan kayu-kayu yang sudah dipotong.

"Aku sangat sedih ketika kamu tidak pernah membeli kayuku lagi, nak"

Sebuah suara membuat mereka waspada, dari arah belakang terlihat seorang pria tua yang Alurra kenal, paman tukang kayu.

"Paman?"

Pria itu tertawa dan mengambil kapak untuk kembali memotong kayunya, dia mempersilahkan Alurra dan Iron duduk kemudian dia pergi ke dapur untuk mengambilkan air.

"Bagaimana mungkin? Apa paman yang membawa kami ke sini?"

Pertanyaan itu spontan keluar dari mulut Alurra, membuat paman tukang kayu mengangguk. Jawaban itu membuat Iron waspada, jelas bahwa pria tua ini kuat jika dia bisa membawa mereka ke sini dengan teleportasi.

"Jangan terlalu waspada anak muda, aku sudah menghabiskan tenagaku yang sudah tua ini untuk menyelamatkan hidup kalian"

Iron tetap waspada, bahkan jika pria tua ini menyelamatkan mereka, tidak ada jaminan bahwa dia tidak ingin mencelakai mereka.

"Tidak apa-apa Iron, paman tukang kayu adalah orang yang baik"

Pria tua itu tersenyum saat mendengar perkataan Alurra, dia berdiri dan membawa sebuah bola kristal yang biasanya digunakan peramal untuk meramalkan sesuatu.

Diletakkannya bola itu di atas meja membuat Iron dan Alurra heran, sebuah cahaya melintas memperlihatkan Alurra yang berada di suatu tempat yang tidak diketahuinya, tapi sepertinya Iron tau karena wajahnya sangat terkejut saat paman tukang kayu menampilkan gambaran itu.

"Druid kuno,"

"Benar nak, salam kenal. Aku Grok dari Druid kuno"

Alurra bingung, apa dia sendiri yang tidak mengerti apa maksudnya semua ini? Iron yang melihat kebingungan Alurra langsung menggenggam tangannya.

"Druid kuno adalah suku yang bisa meramal, Al. Dia meramalkan mu tadi, kamu berada di negeri batu, dan mungkin kita harus ke sana"

Paman tukang kayu tersenyum sambil mengangguk, tidak nyaman memanggilnya dengan sebutan nama, Grok.

"Benar, kalian harus ke sana dan memberitahu berita tentang penyerangan Divs pada mereka. Kepala suku batu akan mengerti apa yang terjadi"

Terpopuler

Comments

Ayano

Ayano

Napa mata anak online ku malah ngeliat penampakan 😑😑😑

2023-04-05

0

Ayano

Ayano

Kamu ya, berani godain anak online mama. Lanjutin ya. Imsak masih lama

2023-04-05

1

Ayano

Ayano

Mantu online satu itu emang rada rada. Rada rada absurd tapi kalo bucin level maximalnya gak ada tombol minus 😚👍

2023-04-05

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!