Tari pun langsung menghampiri Cala, ketika kedua matanya sudah melihat sang model cantik itu datang.
"kamu langsung masuk saja Cala, Agam sudah masuk ke dalam," ucap Tari dengan wajah yang terlihat sangat bahagia, karena dalam otaknya sudah membayangkan tumpukan harta yang banyak, dan ia akan nikmati bersama kedua putranya.
"Tapi kalau nanti Agam tanya dari mana aku bisa tahu dia di sini bagaimana?" tanya Cala yang langsung membuat Tari gemas, yah bagaimana tidak ia gemas. Masalah sepele saja Cala harus tanya. Tentu bagi Tari masalah itu sepele karena dia sudah biasa dililit masalah yang lebih berat.
"Aduh Cala kamu bisa gunakan alasan kalau kamu sempat melihat mobil Agam di jalan, dan kamu mengikutinya sampai sini. Yah kamu harus menujukan kalau kamu itu sangat perduli dengan Agam. Lagi pula kalau Agam menjadi pasangan kamu, yang untung juga kamu. Kamu tidak usah kerja cape-cape semua keinginan kamu bisa Agam berikan." Kembali Tari menggunakan jurus rayuan yang manis sehingga Cala yang memang sudah merasakan cape bergelut di dunia model, tetapi hasilnya tidak sesuai dengan yang ia inginkan pun langsung berpikir kembali. Bahwa apa yang Tari katakan memang benar adanya.
"Baiklah Cala akan masuk ke dalam, dan memanfaatkan momen ini untuk membuat Agam semakin terikat dengan Cala," jawab Cala kembali bersemangat. Sedangkan Tari pun tersenyum dengan bangga. Karena kebodohan Cala, tentu saja kalau Cala sudah mendapatkan Agam dan membuat Agam semakin terikat dengan wanita itu, pada kenyataanya Cala tidak akan dapat apa-apa, karena Agam sudah jatuh miskin.
Tanpa menunggu lama Cala pun masuk ke dalam tempat yang di peruntukan mencari kesenangan dunia, pandangan mata Cala pun tertuju pada sofa pojok di mana laki-laki yang sangat ia kenal sedang duduk dengan pandangan yang kosong dan minuman haram ada di hadapanya. Tanpa pikir panjang Cala pun menghampiri Agam.
"Agam sedang apa kamu di sini? Tempat ini tidak baik untuk laki-laki yang sudah berkeluarga," ucap Cala pura-pura simpati, dan tentunya Cala sudah tahu dari Tari kalau sang mantan kekasih sudah berpisah dengan istrinya, itu sebabnya Agam depresi. Yah, apalagi di tempat ini banyak wanita-wanita yang saling berlomba memberikan pelayanan yang terbaik untuk laki-laki hidung belang.
Agam yang sudah sangat hafal suara Cala pun langsung mengalihkan pandangan pada Cala, dan mengerutkan keningnya seolah laki-laki itu melihat hantu.
"Cala, kenapa kamu ada di sini?" tanya Agam, yah sesuai dengan yang Cala khawatirkan, Agam akan bertanya kenapa Cala ada di sini.
Wanita itu pun duduk di samping Agam. "Aku tadi melihat mobil kamu di jalan, karena aku penasaran sehingga aku memilih mengikuti kamu, dan ternyata kamu ketempat ini. Kamu kenapa jadi seperti ini sih Agam, mana Agam yang pernah aku kenal. Aku dulu kenal Agam adalah laki-laki yang kuat dan bukan laki-laki yang suka bermain ke tempat seperti ini," ucap Cala dengan pandangan mata menatap tempat yang diisi oleh orang-orang gaul dan putus asa.
Meskipun Cala sendiri juga sudah tidak heran dengan tempat seperti ini. Namun, untuk menarik perhatian Agam, Cala harus terlihat masih polos dan bukan wanita yang sering menikmati tempat yang seperti ini.
"Kamu tidak tahu Cala, aku sedang pusing," ucap Agam dengan kembali mengangkat tanganya yang memegang gelas dengan isi minuman yang ia yakini bisa menenangkan pikirannya.
Namun, Cala dengan sigap mengambil gelas yang hampir menyentuh bibir Agam. "Kita pergi dari sini, dan kamu boleh menumpahkan semua masalah kamu pada aku," ucap Cala dengan menatap Agam dalam. Agam sendiri yang sudah setengah tidak sadar pun melakukan hal yang sama.
"Cala, aku masih mencintai kamu..." racau Agam, yang membuat Cala berbangga diri karena itu tandanya apa yang dikatakan oleh Tari memang benar, ia bisa menguasai Agam, dan setelah ia menikah dengan Agam maka dia bisa duduk dengan tenang dan semua yang dia butuhkan akan dipenuhi oleh Agam.
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments