Pandangan mata Livy terus menatap pada mamih dan papih mertuanya yang berjalan mulai menjauh dari tempatnya berdiri. Ia tidak menyangka ketika semalam saja Papih mertuanya masih baik-baik saja kenapa pagi ini tiba-tiba sakit lagi. Yah, bahkan semalam saja masih bermain dengan Oliv. Di mana kami sedang sangat bahagia dengan hadirnya Oliv, apalagi Oliv sekarang sudah mulai berlatih merangkak dan itu cukup menjadi hiburan di tengah-tengah keluarga ini.
Nyatanya bukan hanya Agam yang bahagia dengan hadirnya Oliv, tetapi juga Dirga dan juga merasakan bahagia itu. Namun, entah memang benar adanya atau justru karena sabotase Dirga tiba-tiba harus di larikan ke rumah sakit di pagi hari.
"Semoga Papih dalam keadaan baik-baik saja," batin Livy, tidak henti-hentinya bibir mungilnya terus berdoa mengingat hanya pada Dirga dan Agam yang bisa sedikit memberikan perlindungan pada dirinya. Dan apabila Dirga berpulang Livy tidak bisa membayangkan akan seperti apa hidupnya. Apakah ia akan tetap kuat untuk menghadapi semua ini atau justru Livy akan menyerah dan merelakan harta suaminya perlahan dikeruk oleh sang ibu mertua.
Setelah mobil yang ditumpangi mamih dan papih mertuanya. Livy kembali ke dalam kamarnya dan meraih ponselnya. Sesungguhnya Livy sedikit berat harus mengabarkan ini pada Agam. Yang mana sang suami saja baru berangkat kerja, tetapi justru harus menerima kabar buruk ini.
[Mas, Papih jatuh sakit, dan sekarang di bawa ke rumah sakit oleh Mamih Tari.] Itu adalah pesan yang dikirimkan Livy pada sang suami. Livy tahu saat ini pasti suaminya masih berada di jalan. Sehingga dia lebih baik mengirimkan pesan.
"Aku saat ini tidak meminta apa-apa yang lebih selain meminta kesembuhan untuk Papih Dirga. Semoga Papih tetap kuat dan bisa berada di tenga-tengah kami. Setidaknya sampai nenek lampir itu ketahuan kebusukannya. Kalau Papih Dirga pergi. Akan semakin besar kepala dan semakin berkuasa Tari itu." Livy terus melangitkan doa untuk sang papih mertua.
Ditempat lain.
Agam yang baru saja sampai kantor langsung meraih pinselnya. Dan pesan dari sang istri menjadi pesan yang pertama di buka. Laki-laki itu mengira kalau istrinya akan mengirim foto buah hatinya seperti biasa untuk penyemangat kerja. Namun betapa kagetnya Agam, ketika dia membuka pesan dari Livy yang mengabarkan kalau papihnya masuk rumah sakit.
Tanpa pikir panjang Agam pun langsung kembali meninggalkan kantornya, dan menyusul ke rumah sakit di mana papihnya biasa menjalani pengobatan.
"Pih, bukanya semalam Papih masih baik-baik saja," gumam Agam. Sama halnya seperti Livy yang seperti tidak percaya kalau Dirga tiba-tiba di pagi hari drop lagi.
Livy di rumah pun semakin tidak tenang terutama setelah beberapa kali mencoba menghubungi sang suami tetapi tidak ada jawaban. Mau menghubungi sang ibu mertua pura rasanya percuma.
"Mungkin memang Mas Agam sedang banyak mengurus keperluan," batin Livy. Ibu satu anak itu pun kembali fokus dengan buah hatinya.
*****
Seolah Semesta tengah menguji kesabaran Livy dan keluarga suaminya, Sore hari kabar duka datang untuk menyapa keluarga Agam. Dirga yang sudah lama menderita kanker paru-paru pun menyerah untuk berjuang.
Kerabat dan rekan bisnis dari papah mertua Livy pun mulai berdatangan ke rumah duka. Livy pun melihat akting mamih mertuanya sungguh luar biasa sempurna. Tidak ada yang menyangka kan kalau apa yang di lakukan oleh wanita berparas cantik itu Hanyalah sandiwara belaka.
Iya tidak ada yang tahu, kecuali Livy, setelah sekian lama dia hidup dalam dua kepribadian sang ibu mertua nyatanya bisa merubah sifat Livy juga. Wanita berusia dua puluh empat tahun itu juga bisa merubah sifatnya. Di mana di saat ini juga bisa memainkan dua peran dalam kepribadiannya.
“Mas kita pulang yuk, ini sudah hampir malam,” ucap Livy sembari mengusap lembut pundak suaminya.
“Aku seperti kehilangan setengah sayapku, aku tidak tahu bisa atau tidak menggantikan papih. Beliau adalah pemimpin yang karismatik, aku ingin seperti papih tapi tidak bisa. Aku takut kalau aku nantinya tidak bisa menjaga amanah dari papih.” Agam terus meracau mengutarakan apa yang membuatnya perih.
“Kamu pasti bisa Mas, aku tahu kamu juga pemimpin yang bisa diandalkan,” ucap Livy. Meskipun wanita itu merasakan hal yang sama dengan sang suami. Apalagi sekarang dia sendiri semakin susah untuk membuat Tari ketahuan biang kebusukannya. Wanita itu terlalu sempurna memainkan peran antagonisnya. Sehingga papih mertuanya meninggal tidak tahu bagaimana sifat sang istri sesungguhnya. Akankah Agam juga mulai terhasut dengan permainan Tari dan membuat Livy makin susah untuk mengungkapkan kebenarannya?
Bersambung....
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Ana Ana
semakin menarik ceritanya...
2023-03-25
1