Bab 11 - Dinikahi Pocong Tampan
Kedua perempuan yang dilanda ketakutan tersebut merasa jijik kala melihat sosok-sosok menyeramkan tersebut. Mereka akhirnya tetap melangkah menuju gerbong yang lainnya. Meskipun Risa dilanda risih dengan celana yang basah.
Para hantu tahanan itu hanya diam saja dengan pandangan datar ke arah depan. Aroma busuk dan anyir darah menusuk indera penciuman Ana dan Risa. Membuat keduanya mual dan hampir tak bisa menahan diri untuk muntah.
"Aku mau muntah, Na," lirih Risa.
"Tahan, Sa, jangan sampai muntah. Kamu udah bau pesing. Jangan kau tambah aroma ini dengan bau muntahanmu nanti. Lagian juga takutnya mereka marah kalau kita muntahin. Biar pun hantu, rasanya nggak sopan kalau kita muntahin," bisik Ana dengan menahan tawa.
"Ih, Ana! Duh ... jangan bercanda, deh! Situasi lagi horor begini malah ngajak bercanda!" tukas Risa.
"Lah, kamu duluan yang bikin ketawa pake adegan ngompol segala," sahut Ana.
Langkah keduanya semakin cepat hingga tiba di gerbong yang sunyi. Kereta pun berhenti di sebuah stasiun yang kosong.
"Na, ayo kita turun di sini aja!" ajak Risa.
"Kau yakin kalau ini stasiun asli untuk manusia?" tanya Ana agak meragu.
"Ummm, coba aja kita cek dulu. Daripada harus terus di dalam kereta hantu ini, mengerikan tau!" Risa mencoba membuka pintu kereta tetapi tidak bisa.
Ana bahkan menggedor-gedor kaca jendela kereta seraya berteriak minta tolong. Ana semakin kencang berseru agar siapa pun yang ada di luar sana mendengar teriakannya.
"Tolong buka! Siapa pun tolong bukaaaaaaa!"
Ana terus berseru sampai ada sesosok gadis kecil muncul mendekat ke arah kereta Ana dan Risa. Dia memakai baju panjang selutut warna putih berlengan pendek. Rambutnya panjang digerai, tetapi agak kusut berantakan. Matanya seperti memiliki kilat yang mungkin saja sedang menatap tajam ke arah Ana dan Risa.
Semakin mendekat, wajah gadis kecil itu pucat dengan bibir membiru. Dia menyeringai kala tersenyum dan menatap ke arah kedua perempuan yang masih panik di dalam kereta. Gadis kecil itu melukiskan senyum cemberut. Hal yang lantas saja membuat Ana dan Risa semakin takut.
"Na, dia manusia apa orang?" tanya Risa.
"Sama aja manusia sama orang, Sa!" sungut Ana.
"Maksudnya aku tuh, dia manusia apa hantu?" tanya Risa lagi.
"Lihat kakinya napak apa nggak!" titah Ana.
Kedua perempuan itu lantas menelisik ke arah bawah sosok gadis kecil tersebut. Ana dan Risa lalu saling tatap. Tubuh keduanya gemetar ketakutan. Mereka sadar kalau sosok gadis kecil itu sedang melayang. Bahkan melayang ke arahnya.
"A-aku, aku bilang apa, dia bukan manusia, Na," ucap Risa gemetar.
"Kapan bilangnya, Sa?" celoteh Ana.
"Memang belum, ya?" Risa menggaruk kepalanya.
"Tau amat, lah! Jadi gimana ini? Jangan-jangan kita malah masuk ke alam gaib lagi," ucap Ana yang sudah mendekat memeluk lengan Risa.
Semakin keduanya menelisik gadis kecil di depan mereka itu menjadi semakin yakin kalau dia bukanlah manusia. Mungkin saja dia adalah hantu perempuan penunggu stasiun tersebut.
Tubuh Ana dan Risa gemetar dengan bulu kuduk yang makin meremang. Rasanya ingin berteriak, tetapi tenggorokan mereka jadi terasa tercekat. Penampakan hantu anak perempuan itu semakin terlihat jelas. Dia menatap semakin tajam dan lekat.
Rasanya roh di dalam tubuh Ana dan Risa serasa melayang keluar dari raga. Rasa takut itu benar-benar menyelimuti mereka. Keduanya melihat hantu perempuan itu semakin jelas.
Wajah gadis muda itu ternyata mulai terlihat sangat tua karena kulitnya sudah berkerut. Dia bahkan memiliki bekas luka di wajahnya. Luka yang sangat besar di permukaan pipinya seperti luka bekas tebasan senjata tajam. Bagian mata kirinya seperti buta dengan bola mata seputih salju.
Ana dan Risa juga melihat kengerian di mata sebelah kanannya. Di bagian itu, bola matanya menonjol keluar dari rongga mata seperti hendak jatuh. Darah masih mengalir dari rongga mata gadis kecil itu.
"A-ana, bagaimana ini?" Risa berusaha menggerakkan kakinya untuk pergi menjauh, tetapi kakinya tak dapat digerakkan.
Malah Risa merasa aliran hangat yang terasa di kakinya. Ana sampai merasa ada cairan hangat membasahi kakinya. Ia menoleh ke arah bawah.
"Astaga, Sa, kenapa kau mengompol lagi, sih?" keluh Ana.
"A-aku, aku takut, Na. Maaf ya."
Tubuh Risa terasa kaku karena rasa takut yang semakin menjadi-jadi. Hantu anak perempuan itu menatap Risa dan Ana dengan tawa menyeringai. Dia menelisik penuh marah seperti hendak menghabisi nyawa. Tiba-tiba, dia melayang mendekat dan dengan cepat menembus pintu kaca kereta api tepat mengarah ke pada Ana. Sontak saja Ana tersungkur ke belakang karena terkejut.
"ANA!" pekik Risa.
Secara mengejutkan, hantu anak perempuan tadi lantas mengarahkan kedua tangannya untuk mencekik Risa. Hantu itu mencengkeramnya.
"Aarrgghh!"
Sosok hantu anak perempuan itu mencekik Risa dengan satu tangannya. Dia mengangkat tubuh Risa lebih tinggi.
Ana berusaha bangkit tetapi kakinya mendadak kaku. Pada akhirnya, dia menyeret bokongnya untuk bergerak ke arah hantu tersebut. Ana menarik kaki sahabatnya agar terlepas. Namun, hantu itu sangat kuat.
"Lepaskan dia!" pekik Ana.
Hantu itu tak bergeming. Risa malah semakin tercekik. Kedua tangannya berusaha menggapai tangan hantu perempuan tersebut. Pasokan oksigen yang masuk ke tubuhnya terasa menipis. Risa kesulitan bernapas.
Ana tak bisa berbuat apa pun ketika sepasang mata cantik milik Risa itu menatapnya. Sahabatnya terlihat pasrah jika memang malam itu adalah akhir hidupnya.
"Ma-maafkan aku ... Ana." Buliran bening telah menetes, membasahi pipi Risa. Dia terlihat pasrah. Mungkin ajal akan memjemputnya.
"Nggak, Sa, kau tak boleh seperti ini. Lepaskan temanku, setan bodoh!" Ana berusaha menarik kaki si hantu tetapi tak bisa.
Sosok pria paruh baya yang sempat dilihat Ana saat berada di gerbong yang sama tadi, muncul seketika. Dia membuka pintu kereta api dengan paksa.
Kakek berjanggut putih itu melemparkan bunga kantil ke arah hantu perempuan tadi. Cengkeramannya di leher Risa terlepas. Perempuan itu jatuh tepat di samping Ana dengan bagian bokong mendarat terlebih dahulu.
"JANGAN GANGGU MEREKA, LASTRI!"
...*****...
...Bersambung dulu ya ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 137 Episodes
Comments
choowie
sumpah ini mh malah bikin ngakak🤣🤣🤣😬
2023-09-09
0
choowie
🤣🤣🤣
2023-09-09
0
ღ☙ Cahyo Utsukushi☙ᰔᩚ
astaghfirullah...... 🤣🤣🤣
2023-08-27
1