Bab 4 - Skandal
"Aku pria pintar saat di sekolah. Enak saja Nona bilang aku otak udang," keluh Jaya.
"Heh, jangan sok polos, ya. Jangan berlagak bagai bintang opera sabun yang baru saja dinodai, lalu hamil. Kau ini seorang pria! Lagi pula di zaman sekarang ini jika masih ada pria perjaka itu sangat lucu tau!" bentak Ana.
"Tapi, memang nyatanya masih ada. Almarhum ibuku berpesan padaku agar aku menjaganya dan jangan sampai aku juga menodai kehormatan perempuan sebelum menikah," tukas Jaya.
"Cih, dasar menyebalkan. Kolot sekali ibumu itu," ucap Ana.
Perempuan itu lantas mencari ponselnya, tetapi dia sadar kalau dia meninggalkan tas miliknya pada Risa saat pesta di rooftop semalam.
"Arrgghh! Benar-benar sial! Kenapa, sih, aku harus sial seperti ini dan harus berakhir dengan pria idiot menyebalkan ini?!" pekik Ana.
Perempuan itu akhirnya pergi meninggalkan ruangan tersebut dengan membanting kasar pintu ruangan Bima.
"Non Bos? Kok, pagi-pagi ada di ruangan Mas Bima?" Mang Udin yang melintas sempat menyapa Ana.
"Emmm, duh, anu Mang, anu ada yang ketinggalan tadi," jawab Ana dengan kikuk dan mencetuskan alasan palsu.
"Lagi sama Mas Bima, ya?" Mang Udin malah menggoda Ana.
"Enggak, kok! Mas Bima sudah pulang dari semalam. Eh, tolong bersihkan rooftop dulu!" titah Ana yang mencegah Mang Udin melihat Jaya nantinya.
"Oke Non Bos," sahutnya yang segera rooftop.
"Oke, Mang Udin kalau gitu saya permisi dulu ya, Mang. Lanjutkan kerja dengan baik biar dapat bonus," tukas Ana.
"Siap, Non Bos!"
Setelah memastikan Mang Udin naik ke lantai paling atas, Ana bergegas melangkah keluar gedung. Sementara itu, Jaya menghubungi Panji. Sang asisten mengaku kalau dia malah ketiduran di mobil setelah lelah menunggu telepon dari Raden Jaya semalam. Akhirnya, Jaya meminta Panji untuk datang menjemputnya di ruangan Bima. Rasa pusing itu masih berdenyut hebat dan hal itu membuatnya takut kalau kalau dia tak sanggup untuk berjalan.
...***...
Ana sampai di apartemen mewah miliknya. Perempuan itu lantas saja menuju kamar besar miliknya. Dia merebahkan diri di atas ranjang empuk berukuran king itu.
"Akhirnya, aku bisa pulang juga tanpa harus meminta Risa menjemputku," gumam Ana yang baru saja diantar pulang oleh pegawai kafe yang ada di seberang butiknya.
Suara ketukan pintu terdengar. Bibi Tika, pelayan di apartemen penthouse milik Ana datang menyapa.
"Selamat pagi, Non Ana! Apa mau sarapan Anda saya bawa ke sini?" tanya wanita berusia lima puluh tahun yang sudah bekerja dengannya sejak lima tahun yang lalu.
"Pagi, Bi. Tentu saja aku mau sarapan dibawa ke sini. Perutku lapar sekali." Ana merentangkan kedua tangannya ke atas. Dia merasa tubuhnya sangat remuk dan lelah.
"Baik, Non." Bibi Tika keluar dari kamar menuju ke arah dapur.
Akan tetapi, begitu Bibi Tika baru saja berada di depan pintu kamar, wanita paruh baya itu langsung merapatkan diri ke dinding. Persis cicak yang tak sengaja melintas di dinding yang sama di sampingnya. Risa datang sambil berlari dengan panik. Wajahnya terlihat pucat pasi.
"Non Risa, ngagetin aja!" pekik Bibi Tika.
Namun, Risa yang panik hanya melayangkan lambaian tangan kanan untuk meminta maaf sekilas. Dia bergegas menjambak rambut Ana.
"Anaaaaaaaaa! Apa yang kau lakukan sampai bisa seperti ini?!" pekik Risa.
"Aaawwww! Kau ini apa-apaan, sih?! Sakit tau!" sungut Ana.
Risa lantas menunjukkan layar ponselnya pada Ana.
"What?!" pekik Ana.
"Iihat ini!" Risa memberikan informasi mengenai video skandal asmara Ana yang tersebar di dunia maya.
Kedua netra milik Ana yang berparas ayu itu terbelalak. Meraih ponsel Risa dengan kasar untuk mengamati dengan segera. Di dalam video tersebut, hanya wajah Ana yang tampak jelas terlihat. Wajah penuh nafsu membara ditambah dengan rintihan dan ******* kenikmatan.
Suara seorang pria yang mendesah itu juga tak kalah serunya. Namun, sang pria itu hanya terlihat punggungnya. Tidak dengan bagian wajahnya.
"Ini kau, kan?" tuding Risa dengan mata memicing. Dia benar-benar sangat kesal.
"I-iya. Siapa yang menyebarkan ini? Bagaimana bisa video ini ada di sini? Aku tak merekam apa pun, Risa!" ucap Ana berusaha membela diri.
"Ah, aku tak percaya! Mungkin saja kau yang memang merekamnya, tapi kau tak sadar karena kau sedang mabuk. Lalu, kau unggah di situs ini," kata Risa dengan geram penuh selidik.
"Sungguh, Risa! Demi Tuhan! Untuk apa aku lakukan kebodohan ini?" Ana mulai panik.
"Tapi nyatanya video memalukan ini sudah beredar, Ana!" sungut Risa.
"Ta-tapi, tapi mungkin saja ada yang merekam tindakan aku semalam. Lalu, dia yang menyebarkan ke situs ini untuk menjatuhkan aku dan membuat namaku buruk," ucap Ana.
"Kalau memang bukan kau yang lakukan ini, lalu siapa, ya? Eh, sebentar ... Ini studio Mas Bima, kan?" tanya Risa.
"Iya, tapi pria ini bukan Bima. Sungguh aku tak melakukan ini dengan Bima!" Ana memastikan lagi ponselnya.
"Aku juga tahu dia bukan Bima. Tapi kalau kau melakukannya di studio tempat Bima bekerja. Jadi, bisa saja–"
Risa dan Ana bertatapan lalu mengucap bersamaan.
..."BIMA!" ...
Risa lantas menarik tangan Ana.
"Mau ke mana?" tanya Ana.
"Kita ketemu Mas Bima. Dasar gadis bodoh!" sungut Risa.
"Aku tidak bodoh, Risa!"
"Apa namanya kalau bukan bodoh?! Selalu saja setiap mabuk pasti berakhir di pelukan laki-laki. Kau itu menyebalkan tau! Apa kau pakai pengaman semalam?" tanya Risa.
"Aku selalu membawa pengaman di tasku. Meski mabuk aku juga selalu ingat untuk memakainya!" Ana berseru.
"Semalam tas mu ada padaku, kan?" Risa memicing.
"Oh, ****!" pekik Ana.
"Huh, sudah kuduga. Aku harap kau tidak hamil," tukas Risa.
"Risa, bagaimana ini?"
"Temui Mas Bima dulu! Aku penasaran apa dia yang mengunggah video ini. Aku hanya takut...."
"Takut apa, Risa? Takut aku hamil?" tanya Ana yang sudah menangis sesenggukan.
"Bukan hanya itu, Na. Aku takut karir kita juga tamat," lirih Risa yang langsung memeluk Ana.
Keduanya lantas menangis sampai membuat Bibi Tika ikut menangis dan memeluk mereka juga.
...*****...
...Bersambung dulu, ya...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 137 Episodes
Comments
Ayuk Vila Desi
baru baca eh kok ngakak
2023-06-25
0
Anonymous
🤣🤣aduhh ngakakkkkk 🤣 kalo setiapp mabuk berakhir sama lawan jenis 🤦🏼♀️🤦🏼♀️
2023-03-14
0
mama jasmine
dasar Ana pin pin bo
2023-03-12
0