Kunjungan Dari Ketiga Abang.

Tiara menyodorkan beberapa dokumen untuk aku pelajari, tapi terlihat Tiara seperti memikirkan sesuatu.

"hei....

kok jadi kamu yang melamun Tiara? ada masalah? cowok mu ngak jemput malam ini sore ini?"

"Abang ini....

Tiara belum punya cowok bang, tidak waktu untuk cinta."

"kenapa?"

"tamat SMK jurusan akuntansi, Tiara langsung kerja di rumah potong hewan sebagai tenaga admin dan Tiara bertemu dengan orang-orang hebat seperti Mak Lisa.

Sehingga mengurangi kejenuhan dan menambah keluarga yang sebenarnya, keluarga yang ada disaat susah maupun senang.

Kemudian Tiara kuliah di sore hari, agar kelak bisa membuat hidupku menjadi lebih baik bang.

Dua adikku sudah selesai kuliah, dan sudah bekerja, lalu menikah.

Saat mama dan papa sakit, mereka seolah-olah menghindar untuk segala biaya.

ketika mama sudah meninggal, mereka berdua paling sibuk meminta warisan dan karena laki-laki rumah menjadi milik mereka.

Bapak sangat menyayangi mereka berdua, dan mereka berdua berhasil membujuk bapak untuk menjual rumah dan hasil penjualan dibagi oleh mereka berdua.

Anak perempuan tidak punya hak akan warisan orang tua, janjinya bapak akan tinggal bersama salah satu dari adikku.

Tapi pada akhirnya mereka mengusir bapak, dan akhirnya aku menampung bapak tinggal di rumah subsidi milik Ku.

Berselang beberapa bulan kemudian, dan Tiara beberapa kali dapat bonus, sehingga rumah subsidi itu lunas dan bisa membeli rumah subsidi yang di samping nya.

Kemudian renovasi sehingga terlihat besar dan mewah, lalu datang kedua anak bapak itu.

Mereka meminta modal usaha kepada bapak, dan bapak memintaku untuk mereka berdua.

Tiara mengira setelah selesai menguliahkan mereka dan kemudian menjual rumah. tanggung ku akan berakhir.

Tapi ngak bang, bapak memintaku untuk menggadaikan rumah Ku, untuk kedua anaknya itu.

Ketika aku menolaknya, bapak mengatai ku anak durhaka, pelit dan tidak tahu diri.

Bapak sudah tinggal dirumah ku sendiri, biaya hidupnya aku yang nanggung. karena bapak sudah di usir oleh kedua anaknya dari rumah mereka.

Janji adik-adik ku begitu manis bang, mereka berkata akan membayar cicilannya jika sertifikat rumah itu di gadaikan.

Tapi itu hanya satu kali aja, sisanya Tiara yang bayar bang.

Syukurlah Tiara mendapatkan bonus yang tidak terduga dari kantor ini, dan akhirnya bisa Tiara tebus sertifikasi itu.

Lagi-lagi adik-adik datang lagi, menginginkan modal usaha lagi dan mereka sudah tahu kalau rumah itu sudah Tiara tebus dari bank.

Bapak memintaku untuk menggadaikan rumah itu lagi, dan tentu saja bapak memaki dan mengatai ku anak durhaka.

Mencoba untuk tegar dan tidak memperdulikan ucapannya, lalu bapak pergi dari rumah.

Ternyata pergi ke rumah adik perempuannya, dan Tiara lagi yang salah bang.

Tiara anak durhaka yang tega mengusir bapak kandungnya sendiri.

Capek bang.....

Akhirnya aku putuskan untuk menjual rumah itu dan tinggal di rumah komplek yang ketat pengamanan.

Tidak ada tetangga yang julid, dan Tiara memblokir semua kontak saudara-saudara dan yang lainnya.

Sejak SD bang, Tiara sudah terbiasa kerja. dan adik-adik menjadi prioritas.

Rasanya tidak adil, tapi sekarang Tiara hempaskan semuanya.

Fokus pada diri sendiri, dan menikmati alur hidup dan selalu bersyukur."

Aku hanya bisa tersenyum mendengar curhatan dari Tiara, karena hampir sama dengan kisah hidup Ku saat ini.

"kisah hidup kita hampir sama, bedanya abang masih berlanjut dan entah sampai kapan selesainya.

Do'akan abang cepat kelar ya menyelesaikan nya dan bisa hidup layaknya manusia seperti kamu saat ini."

hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha

Kami sama-sama tertawa lepas, aku menertawakan hidup ku yang rumit dan entah sampai kapan ini akan berakhir.

"maaf ya bang kalau jadi curhat, itu karena abang terlihat lemas tadi."

"ngak apa-apa Tiara, terkadang kita butuh mencurahkan isi hati kita ini biar plong.

Sudah makan?"

"belum, abang mau traktir Tiara makan ya?"

Hanya mengganguk setuju dan kami berdua meninggalkan pekerjaan agar bisa makan bersama.**

Sejenak terlepas beban di pikiran ini, beban karena orang-orang yang datang hanya meminta bagiannya.

Baru saja selesai menandatangani beberapa dokumen, anggota Tiara sudah tiba di ruangan dan mengatakan ada tamu yang aneh datang lagi.

Apalagi ini?

Turun ke bawah untuk menghadapi tamu aneh itu, dan bertapa terkejut diriku ini bahwa yang datang adalah ketiga abang-abang Ku yang hebat.

Bang Damar terlihat jauh lebih kurus, tapi kemana kak Reva?

Hanya bang Firman yang terlihat jauh lebih gemuk dari biasanya.

"silahkan duduk bang?"

Lalu kami duduk dan segera aku mintak office pantry untuk membuat kami kopi.

"apa kabar abang-abang? sudah lama kita tidak bertemu, hampir setahun ya."

"ngak usah basa-basi ya Bernat, kita langsung aja ke permasalahannya."

"ada masalah apa bang Damar?"

Seketika terdiam lalu bang Damar menunjukkan surat keterangan bebas dari lapas.

"loh, apa maksudnya ini bang?"

"iya, kamu ngak buta huruf kan?

disitu jelas-jelas tertulis kalau abang baru lepas dari lapas dengan dugaan penipuan terhadap pak Ridwan, orang yang membeli rumah kita itu dulu.

Kamu puas kan membuat abang sebagai mantan narapidana?"

"loh kok Bernat yang salah? kan tinggal balikkan uang nya. kenapa di buat susah sih?"

Terdiam dan kemudian bang Firman memberikan dokumen kepada Ku, setelah aku baca ternyata isinya adalah perjanjian kredit ke bank dengan jaminan klinik hewan nya yang masih atas nama Belman.

"ini apa artinya?"

Bang Firman menghela napas panjang dan kemudian menatap wajah ku dengan tajam.

"Belman itu ayah mertuaku, dan klinik itu adalah property milik nya yang telah aku gadaikan untuk menebus bang Damar.

Sekarang tagihannya sudah menunggak lima bulan, sebentar lagi bank akan melelang klinik itu, dan itu yang membuat ayah mertua ku marah besar.

Kami abang-abang mu menginginkan rumah peninggalan itu di jual dan dibagikan kepada kami bertiga, karena selama ini kamu sudah mengambil hasilnya dari sana.

Karena kamu juga yang sok akrab kepada Anggi, yang akhirnya gagal menikahi Rima anak orang kaya raya itu.

kamu jangan egois Bernat, atau kamu memang memungkinkan kami semua bangkrut?"

Ya Tuhanku.....

Saudaraku kok gini amat ya, menikah tanpa mengundang dan begitu ada masalah langsung menghampiriku.

"atas dasar apa abang-abang mau membaginya? apa kurang jelas yang sudah dijelaskan oleh om Bayu?"

"jangan begitu Bernat, kamu itu terlalu egois."

Ucap bang bang Anggi yang akhirnya angkat bicara.

"kalian egois, kemana aja kalian selama ini? dan begitu ada permasalahan kalian baru mendatangi saya.

kalian pikir saya bodoh, yang bisa kalian manfaatkan untuk sumber keuangan kalian?"

Mereka bertiga terkejut karena nada suara tinggi dariKu.

Terpopuler

Comments

Emily

Emily

Lawan aja saudara gak tau diri...jangan jadi Tuman

2024-10-16

0

lihat semua
Episodes
1 Terlihat Seperti apa itu Saudara.
2 Haru
3 Nenek Meninggal Dunia.
4 Klaim.
5 Tatapan yang Kecewa.
6 Kacang Lupa akan Kulitnya.
7 Harta Peninggalan.
8 Perhitungan.
9 Wasiat Kakek.
10 Peralihan.
11 Merekrut Pegawai Baru.
12 Pertemuan Yang Tidak Terduga.
13 Malu
14 Tentang Bang Anggi.
15 Pertemuan Yang Tidak di Harapkan.
16 Kedatangan Tamu Lagi.
17 Kunjungan Dari Ketiga Abang.
18 Bang Jepri dibawa oleh bang Firman.
19 Ada apa dengan bang Firman?
20 Musyawarah.
21 Istri Bang Firman
22 Kiriman Pengacara.
23 Somasi
24 Diskusi.
25 Meraba Keikhlasan.
26 Sidang.
27 Sidang Lanjutan.
28 Penjelasan Yang Tidak Masuk Akal.
29 Kekwatiran Terhadap Bang Jepri.
30 Kisah Yang Lain.
31 Bang Jepri jadi Manusia Silver.
32 Permasalahan Manusia Silver.
33 Gatal-gatal.
34 Bang Jepri Siuman.
35 Pengacara Baru Damar.
36 Bang Jepri Memaksa Untuk Pulang.
37 Saling Menguatkan.
38 Sidang Putusan.
39 Jepri Pingsan Di Persidangan.
40 Bang Jepri Meninggal Dunia.
41 Hasil Otopsi.
42 Kedua Istri Damar.
43 Mahasiswi Cantik.
44 Di Usir Istri Pertama.
45 Panggilan Polisi.
46 Baru Terasa.
47 Bocil Beringas.
48 Menyerahkan Keponakan ke Panti Asuhan.
49 Istri Kedua Anggi
50 Perempuan Dari Anggi Lagi.
51 Berani Melawan.
52 Kisah Dari Ketiga Saudara.
53 Kisah Dari Bang Anggi.
54 Firman Akhirnya di Bekuk Polisi.
55 Solusi Yang Baik.
56 Kebahagiaan Yang Sederhana.
57 Obrolan Dengan Bang Yusuf.
58 Bertemu Parasit Lagi.
59 Sedikit Pencerahan.
60 Berhadapan Para Warga.
61 Sidang Warga
62 Terpuruk.
63 Damar Dan Perbuatannya.
64 Mengasingkan Diri.
65 Takut Jatuh Cinta.
66 Cerita Yang Melelahkan.
67 Petuah Dari Senior.
68 Kecelakaan.
69 Adek-adek Sudah Siuman.
70 Rencana.
71 Melamar Risa.
72 Teduh.
73 Memprovokasi.
74 Ada Hal Lain.
75 Reva Sekarat.
76 Korban.
77 Ikhlas Obat Yang Mujarab.
78 Pengertian.
79 Rencana Pernikahan.
80 Pengakuan Damar.
81 Mencoba Untuk Ikhlas.
82 Lamaran.
83 Bahagia.
84 Malam Pengantin.
85 Tali Persaudaraan Yang Putus.
86 Kisah Arpin dan Boy.
87 Tinggal Sementara di Lampung.
88 Istri Yang Lain Dari Ayah Kami.
89 Pengalaman Yang Ngeri Dari Keluarga.
90 Kabar Bahagia.
91 Penghargaan
92 Kisah Yang Unik.
93 Keluarga Tidak Harus Sedarah.
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Terlihat Seperti apa itu Saudara.
2
Haru
3
Nenek Meninggal Dunia.
4
Klaim.
5
Tatapan yang Kecewa.
6
Kacang Lupa akan Kulitnya.
7
Harta Peninggalan.
8
Perhitungan.
9
Wasiat Kakek.
10
Peralihan.
11
Merekrut Pegawai Baru.
12
Pertemuan Yang Tidak Terduga.
13
Malu
14
Tentang Bang Anggi.
15
Pertemuan Yang Tidak di Harapkan.
16
Kedatangan Tamu Lagi.
17
Kunjungan Dari Ketiga Abang.
18
Bang Jepri dibawa oleh bang Firman.
19
Ada apa dengan bang Firman?
20
Musyawarah.
21
Istri Bang Firman
22
Kiriman Pengacara.
23
Somasi
24
Diskusi.
25
Meraba Keikhlasan.
26
Sidang.
27
Sidang Lanjutan.
28
Penjelasan Yang Tidak Masuk Akal.
29
Kekwatiran Terhadap Bang Jepri.
30
Kisah Yang Lain.
31
Bang Jepri jadi Manusia Silver.
32
Permasalahan Manusia Silver.
33
Gatal-gatal.
34
Bang Jepri Siuman.
35
Pengacara Baru Damar.
36
Bang Jepri Memaksa Untuk Pulang.
37
Saling Menguatkan.
38
Sidang Putusan.
39
Jepri Pingsan Di Persidangan.
40
Bang Jepri Meninggal Dunia.
41
Hasil Otopsi.
42
Kedua Istri Damar.
43
Mahasiswi Cantik.
44
Di Usir Istri Pertama.
45
Panggilan Polisi.
46
Baru Terasa.
47
Bocil Beringas.
48
Menyerahkan Keponakan ke Panti Asuhan.
49
Istri Kedua Anggi
50
Perempuan Dari Anggi Lagi.
51
Berani Melawan.
52
Kisah Dari Ketiga Saudara.
53
Kisah Dari Bang Anggi.
54
Firman Akhirnya di Bekuk Polisi.
55
Solusi Yang Baik.
56
Kebahagiaan Yang Sederhana.
57
Obrolan Dengan Bang Yusuf.
58
Bertemu Parasit Lagi.
59
Sedikit Pencerahan.
60
Berhadapan Para Warga.
61
Sidang Warga
62
Terpuruk.
63
Damar Dan Perbuatannya.
64
Mengasingkan Diri.
65
Takut Jatuh Cinta.
66
Cerita Yang Melelahkan.
67
Petuah Dari Senior.
68
Kecelakaan.
69
Adek-adek Sudah Siuman.
70
Rencana.
71
Melamar Risa.
72
Teduh.
73
Memprovokasi.
74
Ada Hal Lain.
75
Reva Sekarat.
76
Korban.
77
Ikhlas Obat Yang Mujarab.
78
Pengertian.
79
Rencana Pernikahan.
80
Pengakuan Damar.
81
Mencoba Untuk Ikhlas.
82
Lamaran.
83
Bahagia.
84
Malam Pengantin.
85
Tali Persaudaraan Yang Putus.
86
Kisah Arpin dan Boy.
87
Tinggal Sementara di Lampung.
88
Istri Yang Lain Dari Ayah Kami.
89
Pengalaman Yang Ngeri Dari Keluarga.
90
Kabar Bahagia.
91
Penghargaan
92
Kisah Yang Unik.
93
Keluarga Tidak Harus Sedarah.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!