Pertemuan Yang Tidak di Harapkan.

Calon ibu mertuanya ditenangkan oleh putrinya sendiri, dengan menahan segala amarah dan ibu paruh baya duduk kembali.

"mulai hari ini keluar dari klinik itu, fasilitas mobil dan yang lainnya kembalikan, baik itu kartu kredit dan juga kartu debit.

Sekarang saya mintak itu semua, sekarang juga."

Bang Anggi meraih tas kecil itu dan kemudian mengeluarkan yang diminta oleh kak Rima, berupa STNK mobil dan dua kartu produk bank.

"saya kerja keras sementara istri dan anak mu menikmatinya, dasar laki-laki penipu.

Kita putus dan tidak ada lagi pernikahan, tidak masalah rugi sedikit, asalkan hatiku tidak dipenuhi oleh laki-laki penipu seperti kamu.

Terimakasih ya Bernat, berkat kamu. saya selamat dari pernikahan neraka ini, semoga kamu berjaya dan terhindar dari orang-orang penipu seperti manusia ini.

Kami pamit ya Bernat, sekali lagi saya ucapkan terimakasih."

Kak Rima sudah pergi, kini tinggallah bang Anggi yang masih duduk dihadapan Ku.

"Abang sudah menikah ya? "

"bukan urusan mu gembel, dasar pengacau."

Ucap bang Anggi dan kemudian berdiri seraya membanting kursinya, setelah bang Anggi pergi dari hadapan Ku lalu aku memanggil Tiara, bagian keuangan.

Tidak berapa lama Tiara datang dengan membawa dokumen yang aku minta, berupa perjanjian sewa menyewa gedung tempat bang Anggi praktek.

"sudah berapa lama ruko ini di sewa?"

"belum lama bang, setelah renovasi dan langsung di sewa oleh ibu Rima, untuk dijadikan klinik dokter gigi.

Karena bu Rima itu adalah dokter gigi, sewa ruko nya selama lima tahun.

Sudah saatnya makan siang, abang mau makan apa?"

"nanti aja ya, kamu istrihat gih...."

Tiara keluar dari ruangan ini, tapi kenapa tiba-tiba kepikiran dengan bang Damar ya?

Bagaimana dengan pembeli nya itu? apakah bang Damar sudah mengembalikan uang nya?

Tapi ya sudahlah, biarkan saja seperti itu. mereka semua sudah dewasa dan bisa menentukan nasibnya sendiri.**

Tanpa terasa waktu terus berjalan, usaha rumah potong hewan semakin banyak pelanggan nya.

Saat ini aku sedang memohon hak paten brand ayam boiler kemasan, nantinya akan kubuka pabrik untuk pengemasan ayam boiler dan juga daging sapi, lembu dan kambing.

Lahan sudah dapat dan sekarang saatnya mencari pegawai yang sudah berpengalaman di bidang boiler daging dan mesinnya.

Sementara semua mesinnya akan di rancang oleh tukang besi, semua ide itu dari bang Jepri.

Walaupun bang Jepri kekurangan dari segi fisik, tapi otaknya sangat jenius.

Banyak inovasi teknologi berupa, pengolahan limbah ternak yang bisa dijadikan jadi gas alami dan juga untuk pupuk kandang.

Mesinnya adalah ciptaan bang Jepri, kali ini bang Jepri akan membuat mesin pemotong daging otomatis.

Sudah berhasil uji coba dan hanya perlu pengadaan mesinnya, dan saat ini sedang dikerjakan dibawah kendali bang Jepri.

Pertama adalah ijin bangunan, dan itu sudah keluar. selanjutnya adalah ijin yang lainnya perihal usaha daging potong ini.

Pasar targetnya adalah negara tetangga, dimana penduduknya kebanyakan non muslim.

Brand Bernat, akan segera memenuhi masyarakat negara tetangga akan kebutuhan produk daging halal.

Waktu terus berlalu dan semuanya berjalan dengan lancar, dan hari ini adalah ekspor perdana ke Thailand berkat kerjasama dengan anak pak Bima.

Anak pak Bima yang bernama Yusuf, memiliki usaha ekspor bahan makanan ke luar negeri.

Sudah berdiri juga kantor untuk menangani ekspor, pabrik dan juga peternakan serta karyawan lainnya.

Kepala bagian nya adalah Tiara, dan beberapa pegawai lainnya yang membantunya kerja.

Sangat-sangat bersyukur dengan semua pencapaian yang luar biasa ini, tidak lupa juga untuk bersedekah.**

Jam alarm menggabungkan tidur Ku yang sangat nyenyak, lalu membangunkan bang Jepri.

Selesai sarapan lalu bergegas untuk berangkat ke kantor, karena ada beberapa dokumen yang harus ditandatangani.

"bang ada tamu itu, orangnya aneh. makanya ngak Riyan kasih masuk ke dalam rumah, takutnya nanti begal pula ya kan?"

"iya deh, biar abang yang menghadapi ya."

Riyan pergi ke belakang, setelah memberitahu kalau ada tamu.

Alangkah terkejutnya setelah melihat tamu yang datang itu, sepasang suami istri dengan satu anak laki-laki yang sudah beranjak dewasa.

"ini ayah mu nak, masih ingat kan?"

Aku hanya diam dan tidak mempersilahkan masuk ke rumah, seperti kata Riyan. kali aja di begal yang mengaku sebagai ayah Ku.

Mengingat sekilas dan memang mirip seperti ayah kami yang telah meninggal kami di rumah ini dengan keadaan terpuruk.

Mungkin aku berusia empat tahunan, ayah pergi dari rumah ini. jadi tidak terlalu ingat dengan wajah ayah.

"jika kamu memang benar-benar ayah ku, siapa nama ibu kandung ku dan siapa nama nenek dan kakek Ku?"

"nama bapak mu ini Jimmy, nama ibu mu Ranum.

nama nenek mu Saena dan kakek mu Serkam.

Maafkan ayah karena telah meninggalkan mu dan juga ibumu.

Apa kabar nak? ibumu dimana? lalu saudara-saudara mu dimana?"

Tidak langsung menjawab pertanyaannya dan aku langsung duduk lemas, kemudian di ikuti oleh mereka bertiga.

"kakek, nenek dan ibu sudah meninggal. sementara abang-abang semua entah kemana.

Ada urusan apa ayah kemari?"

Entah itu akting atau memang bersimpati, tapi yang jelas terlihat wajah itu sedih.

"ini ibu kamu sekarang, namanya ibu Idar. dan Reza, adik mu."

Hanya sekedar menghormati tamu, lalu bersalaman dengan mereka.

"kamu sudah sukses sekarang ya nak, ayah mengetahuinya dari anak tetangga yang kerja di kantor mu."

"terimakasih, tujuan datang kemari apa?"

Tujuan kedatangan aku pertanyakan kembali dan semoga dia menjawabnya.

"Damar, Anggi dan juga Firman. mereka bertiga sudah dokter hebat sekarang, katanya itu kamu yang membiayai mereka.

Reza ini mau kuliah kedokteran tapi di kampus swasta, karena tidak bisa masuk negeri.

Sementara adiknya yaitu Melati ingin privat tambahan agar bisa masuk universitas negeri nantinya.

kamu kan sudah sukses, jadi tolonglah adik-adik Mu ya.

Sebagaimana kamu menolong ketiga abang-abang mu itu, Reza dan Melati juga kan adik Mu."

"sebentar dulu, ayah tahu ngak siapa nama ku?"

"jelas ayah tahu lah, nama mu Jepri kan?"

Tarik napas dan hempaskan, mungkin karena dirinya sudah tua sehingga lupa siapa nama Ku tapi ngak apa-apa lah.

Apa mungkin hanya dua anaknya dan itu masih muda.

Dulu om Bayu berkata kalau almarhumah Mama adalah istri kedua dari pria ini, jadi tidak mungkin anaknya masih muda.

Terus kenapa istrinya ini masih terlihat lebih mudah?

apakah pria ini menikah lagi?

haaaaa.....

Ngapain pula aku repot memikirkan hidupnya, lebih baik fokus menjalani hidup ke depan daripada mengurusi kehidupan si beliau ini.

Tapi gimana cara menolaknya ya?

Terpopuler

Comments

Emily

Emily

hayoo tolak aja bernat..bapakmu datang cuma mau enaknya aja ...kemarin kemana aja

2024-10-16

0

lihat semua
Episodes
1 Terlihat Seperti apa itu Saudara.
2 Haru
3 Nenek Meninggal Dunia.
4 Klaim.
5 Tatapan yang Kecewa.
6 Kacang Lupa akan Kulitnya.
7 Harta Peninggalan.
8 Perhitungan.
9 Wasiat Kakek.
10 Peralihan.
11 Merekrut Pegawai Baru.
12 Pertemuan Yang Tidak Terduga.
13 Malu
14 Tentang Bang Anggi.
15 Pertemuan Yang Tidak di Harapkan.
16 Kedatangan Tamu Lagi.
17 Kunjungan Dari Ketiga Abang.
18 Bang Jepri dibawa oleh bang Firman.
19 Ada apa dengan bang Firman?
20 Musyawarah.
21 Istri Bang Firman
22 Kiriman Pengacara.
23 Somasi
24 Diskusi.
25 Meraba Keikhlasan.
26 Sidang.
27 Sidang Lanjutan.
28 Penjelasan Yang Tidak Masuk Akal.
29 Kekwatiran Terhadap Bang Jepri.
30 Kisah Yang Lain.
31 Bang Jepri jadi Manusia Silver.
32 Permasalahan Manusia Silver.
33 Gatal-gatal.
34 Bang Jepri Siuman.
35 Pengacara Baru Damar.
36 Bang Jepri Memaksa Untuk Pulang.
37 Saling Menguatkan.
38 Sidang Putusan.
39 Jepri Pingsan Di Persidangan.
40 Bang Jepri Meninggal Dunia.
41 Hasil Otopsi.
42 Kedua Istri Damar.
43 Mahasiswi Cantik.
44 Di Usir Istri Pertama.
45 Panggilan Polisi.
46 Baru Terasa.
47 Bocil Beringas.
48 Menyerahkan Keponakan ke Panti Asuhan.
49 Istri Kedua Anggi
50 Perempuan Dari Anggi Lagi.
51 Berani Melawan.
52 Kisah Dari Ketiga Saudara.
53 Kisah Dari Bang Anggi.
54 Firman Akhirnya di Bekuk Polisi.
55 Solusi Yang Baik.
56 Kebahagiaan Yang Sederhana.
57 Obrolan Dengan Bang Yusuf.
58 Bertemu Parasit Lagi.
59 Sedikit Pencerahan.
60 Berhadapan Para Warga.
61 Sidang Warga
62 Terpuruk.
63 Damar Dan Perbuatannya.
64 Mengasingkan Diri.
65 Takut Jatuh Cinta.
66 Cerita Yang Melelahkan.
67 Petuah Dari Senior.
68 Kecelakaan.
69 Adek-adek Sudah Siuman.
70 Rencana.
71 Melamar Risa.
72 Teduh.
73 Memprovokasi.
74 Ada Hal Lain.
75 Reva Sekarat.
76 Korban.
77 Ikhlas Obat Yang Mujarab.
78 Pengertian.
79 Rencana Pernikahan.
80 Pengakuan Damar.
81 Mencoba Untuk Ikhlas.
82 Lamaran.
83 Bahagia.
84 Malam Pengantin.
85 Tali Persaudaraan Yang Putus.
86 Kisah Arpin dan Boy.
87 Tinggal Sementara di Lampung.
88 Istri Yang Lain Dari Ayah Kami.
89 Pengalaman Yang Ngeri Dari Keluarga.
90 Kabar Bahagia.
91 Penghargaan
92 Kisah Yang Unik.
93 Keluarga Tidak Harus Sedarah.
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Terlihat Seperti apa itu Saudara.
2
Haru
3
Nenek Meninggal Dunia.
4
Klaim.
5
Tatapan yang Kecewa.
6
Kacang Lupa akan Kulitnya.
7
Harta Peninggalan.
8
Perhitungan.
9
Wasiat Kakek.
10
Peralihan.
11
Merekrut Pegawai Baru.
12
Pertemuan Yang Tidak Terduga.
13
Malu
14
Tentang Bang Anggi.
15
Pertemuan Yang Tidak di Harapkan.
16
Kedatangan Tamu Lagi.
17
Kunjungan Dari Ketiga Abang.
18
Bang Jepri dibawa oleh bang Firman.
19
Ada apa dengan bang Firman?
20
Musyawarah.
21
Istri Bang Firman
22
Kiriman Pengacara.
23
Somasi
24
Diskusi.
25
Meraba Keikhlasan.
26
Sidang.
27
Sidang Lanjutan.
28
Penjelasan Yang Tidak Masuk Akal.
29
Kekwatiran Terhadap Bang Jepri.
30
Kisah Yang Lain.
31
Bang Jepri jadi Manusia Silver.
32
Permasalahan Manusia Silver.
33
Gatal-gatal.
34
Bang Jepri Siuman.
35
Pengacara Baru Damar.
36
Bang Jepri Memaksa Untuk Pulang.
37
Saling Menguatkan.
38
Sidang Putusan.
39
Jepri Pingsan Di Persidangan.
40
Bang Jepri Meninggal Dunia.
41
Hasil Otopsi.
42
Kedua Istri Damar.
43
Mahasiswi Cantik.
44
Di Usir Istri Pertama.
45
Panggilan Polisi.
46
Baru Terasa.
47
Bocil Beringas.
48
Menyerahkan Keponakan ke Panti Asuhan.
49
Istri Kedua Anggi
50
Perempuan Dari Anggi Lagi.
51
Berani Melawan.
52
Kisah Dari Ketiga Saudara.
53
Kisah Dari Bang Anggi.
54
Firman Akhirnya di Bekuk Polisi.
55
Solusi Yang Baik.
56
Kebahagiaan Yang Sederhana.
57
Obrolan Dengan Bang Yusuf.
58
Bertemu Parasit Lagi.
59
Sedikit Pencerahan.
60
Berhadapan Para Warga.
61
Sidang Warga
62
Terpuruk.
63
Damar Dan Perbuatannya.
64
Mengasingkan Diri.
65
Takut Jatuh Cinta.
66
Cerita Yang Melelahkan.
67
Petuah Dari Senior.
68
Kecelakaan.
69
Adek-adek Sudah Siuman.
70
Rencana.
71
Melamar Risa.
72
Teduh.
73
Memprovokasi.
74
Ada Hal Lain.
75
Reva Sekarat.
76
Korban.
77
Ikhlas Obat Yang Mujarab.
78
Pengertian.
79
Rencana Pernikahan.
80
Pengakuan Damar.
81
Mencoba Untuk Ikhlas.
82
Lamaran.
83
Bahagia.
84
Malam Pengantin.
85
Tali Persaudaraan Yang Putus.
86
Kisah Arpin dan Boy.
87
Tinggal Sementara di Lampung.
88
Istri Yang Lain Dari Ayah Kami.
89
Pengalaman Yang Ngeri Dari Keluarga.
90
Kabar Bahagia.
91
Penghargaan
92
Kisah Yang Unik.
93
Keluarga Tidak Harus Sedarah.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!