Bang Wilang menatap wajah Bang Bara. Ia terhenyak mendengar permintaan juniornya untuk turut membantu nya melamarkan Dena untuknya. "Kamu yakin mau melamar Dena? Melamar wanita itu bukanlah sebuah permainan Bar."
"Siap Bang, saya paham. Saya tidak berniat buruk. Siapa tau saya benar-benar bisa melupakan Hemas."
Senyum salut dari Bang Wilang untuk Bang Bara atas persahabatan mereka. Memang di antara Bang Bara dan Bang Sanca pernah terjadi keributan dan kesalah pahaman yang cukup rumit, namun mereka mampu menata hati dan berbesar hati dari kedewasaan masing-masing.
"Pikirkan sekali lagi Bar, setelah hatimu benar-benar siap. Abang akan melamarkan Dena untukmu. Tapi ingat Bara, hati wanita selembut sutra. Jangan kamu sakiti hanya karena pelarianmu saja. Dia.. atau siapapun yang akan menjadi bagian dari hidupmu, berhak bahagia."
...
Dena gemetar saat beberapa orang anggota menemuinya di mess transit. Om Naru mengarahkan agar Dena tinggal di mess agar memudahkan pengawasan.
"Sa_ya tidak punya uang lagi. Saya juga tidak mau lagi mengenal tentara." Tolak Dena saat Bang Wilang mengutarakan niatnya untuk melamar dirinya sebagai istri dari Lettu Umbara.
"Menjalin hubungan dengan seorang tentara tidak pakai administrasi atau bayar membayar seperti yang Dena katakan tadi. Hubungan berdasarkan perasaan tidak berdasarkan materi. Kalau Dena mau, kita langsung saja menjalani hubungan ini. Tidak perlu pacaran lagi. Dua tahun Abang mencintai seorang wanita tapi ternyata semua hanya latihan, Abang hanya menjaga jodoh orang, sama seperti yang Dena alami khan?" Kata Bang Bara.
Dena mengangguk tidak berani menatap mata Bang Bara.
"Dena mau jadi istri Abang?" Tanya Bang Bara tanpa ragu namun jelas Bang Wilang, Bang Larung dan Bang Abimanyu yang saling pandang sudah menunjukkan tingkat keraguan mereka.
"Ijinkan Dena berpikir Bang..!!"
"Baiklah, Abang memberimu waktu untuk berpikir."
\=\=\=
Sore hari ada tamu bertandang ke rumah Bang Sanca. Saat Hemas membuka pintu rumahnya, pandangannya tertuju pada seorang pria disana.
"Juan?????" Hemas langsung saja menghambur memeluk pria tersebut.
"Apa kabar?"
"Aku tidak baik-baik saja." Jawab Hemas mengadu pada sosok tersebut.
"Its oke aunty, simpan air matamu.. setelah aku masuk pendidikan tentara, akan kucari suamimu.. kuhajar dia sampai babak belur..!!" Janji Bang Juan.
Hemas mengangguk memeluk putra Abang pertamanya itu.
"Juan.. jangan mengambil tindakan apapun sebelum kamu tau kebenarannya. Jaga emosimu dan fokus pada test tentaramu. Papa akan mengawasi Hemas." Kata Bang Wilang selaku Ayah dari Juan.
"Iya Pa.
"Kamu temani tantemu. Papa mau ada acara sama anggota." Bang Wilang melangkah pergi.
...
"Saya menerima lamaran Bang Bara dan bersedia menjadi istri Abang."
"Alhamdulillah.." Bang Bara mengusap wajahnya penuh kelegaan.
"Sesuai kesepakatan, jika memang Dena menerima lamaran Bara, maka akan langsung di lakukan pernikahan.." Kata Bang Larung.
"Baik Pak, saya paham."
...
Bang Bara mengecup kening Dena usai wanita yang baru saja resmi menjadi istrinya itu mencium punggung tangannya.
"Mungkin Abang nikahi kamu belum memiliki rasa cinta. Tapi Abang berharap pernikahan kita selalu mendapatkan berkah. Abang harap nantinya akan ada putra putri kita yang bisa menjadi pengikat untuk kita berdua." Ucap Bang Bara.
Dena mengangguk mengusap pipinya yang telah basah oleh air mata.
"Nanti ikut Abang di mess sama Abang ya dek..!!" Ajak Bang Bara.
Bang Sanca tersenyum penuh kelegaan. Tak ada lagi yang perlu di cemaskan dari seorang Bara.
***
Bang Bara tidak bisa berbuat apapun dalam berita pemberangkatan pasukan khusus, dua kali dirinya meminta bertukar posisi dengan sahabatnya namun selalu gagal dan akhirnya besok pagi Bang Sanca akan berangkat berdinas.
"Kau yakin akan berangkat?" Tanya Bang Bara ragu.
"Yakin, aku sudah sehat. Tolong awasi Hemas juga ya, rasanya dua minggu ini istriku sudah terbiasa tanpa aku" jawab Bang Sanca.
"Kau jahat sekali. Kasihan Hemas."
Bang Sanca tersenyum kecut. "Mau tidak mau Hemas juga harus belajar kuat, siapa tau aku kembali hanya tinggal nama."
"Jangan bilang begitu, nggak baik. Pulanglah dalam keadaan sehat."
"Insya Allah.. ya sudah sana temui istrimu..!! Aku juga mau melihat keadaan istriku dulu. Jam segini pasti Hemas sudah tidur." Pamit Bang Sanca karena kurang empat jam lagi menuju jam lima pagi.
:
Senyap dan perlahan Bang Sanca masuk ke dalam kamar, gelap seperti biasa saat Hemas tidur. Tak ada sedikitpun penerangan di dalam kamar.
"Dinda.. Abang berangkat dulu ya sayang. Jaga dirimu baik-baik. Hati-hati selama Abang berangkat berdinas. Do'akan Abang kembali tanpa halangan suatu apapun dan kita perbaiki hubungan kita..!!" Bisik Bang Sanca sembari mengalungkan kedua lengan Hemas di tengkuknya.
"Iyaa..!!" Jawab Hemas dengan suara paraunya.
"Kangen nggak sama Abang?" Tanya Bang Sanca.
"Kangen."
Bang Sanca merendahkan tubuhnya lalu mengecup Hemas. Satu kecupan dan belum terbalas, Bang Sanca mencobanya lagi. Ingin dalam hatinya hanya sekedar mengecup. Namun gejolak di dalam dada membuat hasrat perlahan merangkak naik, sadar saat ini Hemas belum pulih pasca tindakan, ia pun hanya bermain di sekitar ladang sepetak namun rengek manja Hemas membuatnya tak sanggup lagi menahan diri. Software miliknya kini telah beralih fungsi menjadi hardware.
"Abang rindu serindu rindunya sayang."
...
Matahari baru saja terbit tapi rumah Hemas sudah geger dengan banyaknya orang disana.
"Betul Bang, Hemas nggak bohong.. Hemas tertindih sesuatu, suaranya mirip sekali dengan Bang Sanca. Sampai sekarang masih terasa sakitnya." Kata Hemas tanpa memberi filter pada kata-katanya, yang ia rasakan hanya takut saja.
Di sana kedua Abangnya ternganga tak terkecuali Bang Juan yang sudah beranjak dewasa dan memahaminya yang terjadi.
"Hehehe.. surprise donk aunty. Kalau aku mimpi ada perempuan yang datang, pasti kusikat tanpa ampun. Masa iya ada yang masuk ke dalam rumah, Nggak ada suara apapun tuh." Jawab Bang Juan.
Bang Wilang melirik Bang Bara. "Armore sempat pulang?" Bisiknya.
"Iya Bang, mana kutahu kalau dia juga punya misi rahasia disini." Bang Bara balik berbisik.
"Duuuhh pekok. Malah bikin masalah kalau seperti ini. Masa nggak bisa tahan sedikit saja."
.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments
Iis Cah Solo
yaaa ampuunn sebelum berangkat nanam benih jagung dulu...buat pengingat...😀😀😀😀...misi rahasia berhasil..👍👍👍👍
2023-10-08
0
M⃠Ꮶ͢ᮉ᳟Asti 𝆯⃟ ଓεᵉᶜ✿🌱🐛⒋ⷨ͢⚤
astaga bang mau pergi malah nanam benih dulu 🤭
2023-03-16
3
Sri Yuni
emang ada y kak , begituan ko bisa g sadar ...
2023-03-15
1